NovelToon NovelToon
Our Love

Our Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lee Via

Inilah kisah Livia Wijaya, seorang mahasiswi semester akhir dengan Jimmy Alexander Kurniawan, Seorang CEO muda. Dengan sebuah masa lalu kelam yang membuat mereka berdua sulit untuk saling menyatakan perasaan apalagi untuk bersatu.

Masa lalu kelam Livia Wijaya pun berefek pada pertemanannya. Our Love tidak hanya berfokus pada kasih sayang dari sepasang kekasih saja. Akan tetapi, pada kasih sayang dalam ikatan tali pertemanan dan juga pershabatan.

Masa lalu itu.. telah menghancurkan segalanya..

Mampukah Livia Wijaya mempertahankan kisah cintanya dan juga pertemanannya?

Akankah Livia berubah menjadi jahat setelah mengetahui akan adanya plot twist terkait masa lalunya yang kelam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lee Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

"Biar aku sendiri yang akan mencari bukti dan membuatnya menderita. Kalian tidak perlu ikut campur." Jimmy berbalik memandang pemandangan hiruk pikuk kota Jakarta dari jendela. Sudah bertahun-tahun ia mencari gadis itu dan sekarang sudah ditemukan.

Gadis itu.. Harus membayar semua penderitaan yang aku alami selama ini. Aku tidak akan membiarkannya hidup bahagia.

Tok..Tok..Tok..

"Masuk." perintah Jimmy, matanya membulat membulat melihat siapa yang masuk. "Kenapa kau berada disini ? bukankah kau harus dibawah untuk melihat proses syuting."

Livia tersenyum kaku menyapa kedua orang tua Jimmy juga Tasya. "Untuk scene di lobby sudah selesai. Ibu Sarah meminta saya untuk memindahkan data dari kamera ini ke computer yang akan saya gunakan." Gadis itu memperlihatkan 2 kamera yang biasa dipakai di banyak stasiun televisi.

"Permisi pak. Saya hanya membantu membawakan 2 kemera ini untuk Mba Livia." Ujar Joko, OB yang membawakan 2 kamera lagi. Karena tidak mungkin Livia sanggup membawa 4 kamera itu bersamaan. Mungkin beberapa diantara kalian ada yang bingung kenapa harus ada 4 kamera untuk pengambilan gambar ?

3 kamera disiapkan hanya untuk berdiam di 3 sisi yang berbeda. 1 kamera shoot arah tengah, 2 lainnya diletakkan di sisi kanan dan kiri dan 1 kamera terakhir itu dipakai ketika ada pengambilan jarak dekat. Jadi, bisa kalian bayangkan bagaimana 4 video dari sisi yang berbeda harus dimasukkan dan dijadisatukan menjadi satu video yang bagus.

"Makasih ya Mas Joko." Livia tersenyum.

"Iya sama-sama kalau begitu saya permisi." OB pun pergi.

"Ya sudah, pindahkan saja dulu datanya." Perintah Jimmy.

Tasya berlari memeluk Livia, "Aku kangen sekali dengan kakak."

"Aku juga kangen banget sama kamu Tasya." Livia memeluk balik.

Jimmy memisahkan mereka, "Tasya, jangan menggangu orang lain yang mau bekerja."

Tasya cemberut memandang kakaknya, "Aku kan hanya melepas kangen kak."

Flora menghampiri Livia yang sibuk memindahkan data, "Duduklah dan ngobrol bersama kami." Livia melirik ke atas bossnya yang menatap tak suka.

"Biarkan dia berkerja, Ma."

"Livia, buatkan aku kopi." Perintah Jimmy.

"Kenapa kau tidak menyuruh Jasmine atau OB saja yang membuatkannya ? Kau mengatakan pada adikmu dan mamamu jika tak boleh menggangu Livia berkerja sementara kau sendiri menggangunya." David menatap puteranya yang berdiri memperhatikan apa yang Livia lakukan.

Livia hanya bisa tertawa kecil, dari dulu Om David memang selalu memihaknya. "Itu berbeda, Pa. Dia adalah bawahanku sekarang." Ujar Jimmy yang duduk di mejanya.

"Tasya suruh Ibu Jasmine untuk membuatkan kita minuman." Perintah David mengabaikan puteranya.

Tasya berdiri, "Ya, Pa."

"Livia, bagaimana kabarmu sekarang ?" Tanya Flora, mama dari Jimmy.

"Baik tante."

"Oh iya, apa kegiatanmu sekarang?"

"Bekerja disini untuk tugas akhir sembari skripsi, tante."

"Wah.. kau pasti sangat sibuk ya. Jaga kesehatan jangan sampai sakit."

"Iya tante."

"Livia, kau sudah selesai memindahkan datanya ?" Jimmy mulai gerah akan pertanyaan-pertanyaan yang tiada hentinya.

"Belum pak. Baru dari 1 kamera masih ada 3 kamera lagi."

"Kenapa lama sekali ?"

"Ya mana saya tahu pak. Sekarang saja pemindahan datanya baru 12%."

Tok.. Tok.. tok..

"Permisi Tuan, Nyonya. Saya mengantarkan minuman." Joko, OB yang masuk membuat ruangan seketika hening. Begitu selesai, ia langsung pamit.

"Livia, kau sudah makan siang ?" tanya Flora sambil minum teh.

"Ma..puteramu disini belum makan ? kenapa mama malah bertanya padanya ?" Ujar Jimmy tak terima.

"Kau mau makan siang bersama kami ?" Flora mengabaikan pertanyaan anaknya.

"Ayo, kak Livia makan siang bersama kami." Tasya pun tak mau kalah.

Sebenarnya Livia mau-mau saja tapi, mengingat dia harus kembali dekat dengan atasannya itu. Sepertinya tidak. Ditambah lagi apa kata orang-orang tentang dirinya nanti.

"Tidak tante, makasih." Tolak Livia secara halus.

"Ma.. kalau dia tak mau jangan dipaksa." Ujar Jimmy berjalan ke arah meja kerja Livia. "Sambil menunggu lebih baik kau bantu saya mengetik ini."

"Baik pak."

"Oh iya, kenapa bisa kau berkerja di ruangan ini ?" David yang dari tadi diam kini baru menyadarinya.

Livia menatap ke arah Jimmy. Biarkan saja dia yang menjawabnya. "Biar aku bisa dengan mudah melihat dia mengedit sesuai dengan yang aku inginkan, pa. Dari pada aku suruh dia naik turun terus walau melalui lift kan badan dia yang sudah kurus nanti akan tambah kurus." Jawab Jimmy.

"Awalnya aja baik tapi, terakhirnya nyakitin." gumam Livia pelan.

Jimmy menatapnya sembari melipat kedua tangan di dada, "Aku mengatakan sesuai kenyataan. Livia." ia menekankan 1 kata terakhir.

Menyebalkan. Lebih ia diam dari pada terus meladenin pria gila itu yang akan membuat moodnya berubah menjadi jelek.

"Kenapa kau terdiam ? Kau mengakui jika kau memang kurus ?"

Jangan terpancing, Livia.

Gadis itu tersenyum dipaksakan, "Bapak saya sedang bekerja."

"Iya saya tahu kamu sedang berkerja."

Tidakkah dia sadar bahwa dari tadi terus mengganguku berkerja ?

Oke. Aku harus tenang. Jangan terbawa emosi. Ingat dia adalah atasanmu.

"Bisa bapak kembali ke meja bapak ? agar saya bisa fokus bekerja kembali." Pinta Livia yang masih mencoba untuk tersenyum walau dipaksakan karena ia masih menghormati adanya orang tua pria itu disini yang enggan mengusir anaknya dari meja kerja Livia.

"Kalau kamu mau fokus. Kamu tinggal abaikan saya saja."

Bagaimana bisa ia mengabaikan pria gila itu ?

Bagaimana pun juga ini masih di jam kantor ? dan pria itu adalah atasannya.

"Bapak kan atasan saya. Mana mungkin saya mengabaikan bapak." Ujar Livia tersenyum paksa.

Jimmy menarik bangku duduk di depan meja Livia, "Oh ya ? baru kemarin saat seminar saya minta untuk menemui saya tapi, kau malah mengabaikan saya."

Itu kan karena kau bukan atasanku.

Livia mengepalkan kedua tangannya dibawah meja sambil tetap berusaha tersenyum, "Maaf ya pak. Saat itu 'kan bapak belum jadi atasan saya."

"Ohh.. gitu. Jadi, jika ada karyawan saya meminta bantuan padamu walau dia bukan atasanmu maka kau akan mengabaikannya seperti mengabaikanku. Begitu ?" Livia menatap layar komputernya yang sudah selesai memindahkan data dari kamera pertama, kini berganti untuk melakukan pemindahan di kamera kedua. "Nah kan, sekarang saya berbicara pun kamu acuhkan."

Livia mendelik tajam ke arahnya.

*Apakah dia sudah benar-benar gila ?

Aku hanya abaikan sebentar untuk memindahkan data dan sekarang dia bilang aku mengabaikannya* ?

*Astaga.. aku bisa gila di hari pertama bekerja.

Sabar.. sabar*...

"Maaf ya Bapak Jimmy, tadi anda mengatakan 'Kalau kamu mau fokus. Kamu tinggal abaikan saya saja'. Jadi, ya saya melakukan apa yang bapak katakan."

"Tetap saya merasa direndahkan karena kau acuhkan begitu."

"Maaf bapak. Tadi saya hanya melakukan pemindahan data dari kamera kedua."

"Ya sudah, kalau begitu jawab pertanyaan saya yang tadi?"

"Yang mana pak ?"

"Mengenai kau yang mengabaikan saya setelah seminar itu."

"Kan saya sudah menjawabnya tadi bapak."

"Memang kau beri jawaban apa ?"

Oh God..

bisakah Livia mengetok kepala atasannya ini agar dia diam ?

Livia tersenyum terpaksa menatap atasannya yang sedang bermain ponsel, "Saya tadi menjawab kalau pada saat itu bapak bukanlah atasan saya. Jadi, ya saya acuhkan."

Jimmy terdiam sejenak masih sibuk memainkan ponselnya, tak lama ia meletakkan ponselnya di meja. "Coba kau ulangi lagi ? maaf, saya tidak fokus tadi." bohongnya, ia hanya ingin membuat Livia merasakan bagaimana rasanya diabaikan

dan reaksi Livia selanjutnya ternyata membuat rencananya berhasil.

"ALEXANDER !!!!" Teriak Livia yang kesabarannya sudah habis membuat semua orang di ruangan itu memandangnya. Jimmy yang ada di depannya tampak terkejut namun, seketika tersenyum. Satu sisi karena berhasil membuat gadis itu akhirnya mengamuk dan...

Alexander adalah panggilan kecil dari Livia dulu dan hanya gadis itu yang memanggil nama tengahnya.

Jimmy Alexander Kurniawan.

-To Be Continue-

1
Yubi
tamat? 😭😭😭
rintaanastasia41
padahal, novel lama. aku mampir, wen. semangat terus untuk berkarya
🌹CleoPaTrA🌹
up
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
Semangat wen
Livia: makasih
total 1 replies
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuuut...
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
akhirnya up ka wen 🥰 semngtt❤️❤️❤️
Ayu Lestari 🌼SSC🌼: sama² ka wenn
total 4 replies
🌹CleoPaTrA🌹
akhirnya up juga thor
🌹CleoPaTrA🌹: semangat up thor
total 2 replies
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
up lgi kaa
IKA 🌹SSC🌷💋plf
hhhhhhh kayak penyanyi Saiful J ajah dikit2 nyanyi😂😂😂
IKA 🌹SSC🌷💋plf
nikah dulu yaa Robert Livia, baru punya anak wkwkwkwkkk
Ika Aprianti SSC🌹
para papa yg jahat anak2 nya kena dampak nya
Ika Aprianti SSC🌹
bagus Tiara pertahankan dulu sikap mu itu
Ika Aprianti SSC🌹
wkwkwkwkkk ada bucin baru dsni😁😁😁
Ika Aprianti SSC🌹
uwu uwu aq ikut terhanyut niih Livia.....
Ika Aprianti SSC🌹
siapa yg ada d d hati Livia sebenarnya apakah masih ada Robert dsna???????
Ika Aprianti SSC🌹
aq suka cara Livia menghadapi masalah dia begitu tenang walau sebenarnya dia marah
semangat Livia.....
Ika Aprianti SSC🌹
karma pasti datang Jimmi
Ika Aprianti SSC🌹
akhirnya Livia tau juga
Ky2 SSC💕
udh lama nunggu kelanjutannya nih🤗🤗
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕
total 1 replies
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
woww akhirnya up😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!