Sekali dalam hidupnya Safana pernah jatuh cinta. Namun enam tahun lalu Ia mengubur semua hal tentang pria itu.
Hingga takdir mempertemukan mereka kembali, disaat Ia telah memiliki Ayu dan pria yang dicintainya memiliki Alia.
Akankah ia membiarkan pria itu memporak-porandakan hidupnya lagi demi sebuah cinta yang Ia ragukan pernah ada ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratna dks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Heidy
Prapta mengemudikan mobilnya ke supermarket terdekat yang Mereka lewati. Ia masih ingin menjernihkan kekakuan yang pagi itu tercipta
“Kok Kita kesini ?” Safana bertanya heran saat Prapta memarkir mobilnya di depan supermarket.
“Ada yang janji padaku kalau kolesterolku normal akan masak semua makanan yang Ku sebutkan“ Prapta turun dari mobil.
“Tapi kan belanjanya bisa nanti sore sepulang dari kantor“ Safana belum mau turun.
“ Aku nggak mau lihat Kamu masak malam \- malam. Aku mau Kamu masak sore ini biar Aku bisa makan malam malam dirumah. Di depan swimming pool halaman belakang“ Prapta membukakan pintu untuk Safana dan menarik pergelangan tangannya turun dari mobil.
Setelah mengantar Safana berbelanja dan memulangkannya ke rumah Prapta langsung memenuhi janji untuk makan siang bersama Ibunya di restaurant Chung Gi Wa.
“Ada apa Ma ?” Prapta menarik kursi di belakang meja Ibunya.
“Sambil makan Kita bicaranya“ Ibunya mengingatkan dan mengajak Prapta untuk menyantap hidangan yang sudah dipesankan Ibunya dan tersaji dimeja Mereka.
“Mama mau bicarakan mengenai dirimu ?”
“Aku ?“ Prapta berhenti mengunyah.
“Umurmu sudah tiga puluh dua tahun. Sudah cukup terlambat untuk berumah tangga.“
“Lalu ?“
Ibunya memberi isyarat untuk tetap melanjutkan makan.
“Lalu apa Kau sudah punya calon istri ?“
Prapta menelan sisa makanannya dan mengambil minum.
“Belum,“ Ia menjawab singkat
Sejujurnya dalam benak Prapta tergambar sosok Safana, namun Ia tak yakin apakah Safana punya perasaan yang sama dengannya.
“Kalau belum Mama ingin mencarikanmu jodoh.“
Prapta urung melanjutkan makannya.
“Siapa ?”
“Safana.“
Mendengar jawaban ibunya Prapta mengulum senyum “Sudah Mama tanyakan pada Safana ?”
“Mama mau dengar dulu jawabanmu. Kalau Kamu setuju Mama akan bicarakan dengan orang tuanya. Biar orang tuanya yang menyampaikan pada Safana.“
Prapta terdiam, pura\-pura mempertimbangkannya.
“Safana cantik, pintar dan koki yang hebat dirumah, mungkin akan menyenangkan punya istri sepertinya.”
Mendengar jawaban Prapta, Ibunya mengembangkan senyum lega.
Telephone dari extention lain terdengar dimeja kerja Heidy, Heidy berhenti membuat desain dan menerimanya.
“Bu Heidy, ini dari receptionist. Ada debt collector yang menunggu Ibu di lobby,“
Pemberitahuan di seberang telpohone membuat Heidy pusing tujuh keliling, Ia tidak tahu bagaimana membayar tumpukan hutang dari empat kartu kreditnya.
Ia sudah kehabisan uang gajinya dari minggu pertama awal bulan, itu semua karena Ia harus menghadiri banyak party yang dibuat teman-temannya. Party yang membuatnya mengeluarkan anggaran tak sedikit untuk mengongkosi penampilan agar terlihat lebih hebat dari yang lain.
“Andai Aku jadi istrinya Prapta mungkin semua ini bisa terselesaikan,“ Heidy membatin.
“Sudah Bu, debt collectornya sudah pulang,“ suara receptionist diseberang telephone membuyarkan lamunannya.
“Kok bisa ?” Heidy tak bisa menyembunyikan keheranannya.
“Sudah dibayarkan Pak Prapta,“
Heidy menarik nafas lega, hutangnya berkurang satu. Prapta memang baik terhadap kaum hawa, Ia semua yang kaum hawa impikan. Tampan, kaya dan pemurah.
“Aku harus memilikinya. Kalau tidak selamanya Aku akan seperti ini, gali lubang tutup lubang“ Heidy bertekad.
Bersamaan Prapta muncul diruangannya untuk melihat desain printing terbaru.
“Mana desain yang ingin Kau tunjukkan,“
Prapta langsung menghampiri mejanya dan berdiri di samping kursinya untuk melihat desain yang masih tersimpan di laptop dan belum sempat di cetak.
Heidy sudah merencanakan hari itu Ia akan sengaja membuat Prapta berlama-lama di kantor agar Ia bisa merayu dan menawarkan tubuhnya.
semangat brkarya
seperti biasa karya kak Ratna selalu menarik untuk d baca❤❤❤
up
up
up
di tunggu up nya