Ini hanya karya fiksi.
Bagaimana kabar mu hari ini? Apa semua berjalan dengan lancar? Atau mereka masih suka mengganggu mu?
Tenang, bila itu terjadi aku akan selalu melindungi mu dari bangun hingga terlelap mu, sebagai imbalannya biarkan aku menyatu dengan jiwa mu.
Ikuti terus alur cerita pendek menarik dalam setiap judulnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab VIII (Pangeran Cacing Part III)
Siti tersenyum dengan perasaan aneh mendengar penuturan dari Julian.
“Tapi kenapa harus dengan ingus? Kenapa tidak seperti cerita dongeng lainnya? Kutukan terpatahkan karena cinta sejati?” ucap Siti.
“Itu, karena putri Selia suka membaca buku dongeng, jadi dia tahu, kalau soal cinta sejati sudah banyak yang mematahkan kutukan yang di berikan penyihir-penyihir kepada korbannya, apa lagi kalau soal ciuman, hahaha.. itu sudah pasaran, maka dari itu, putri Selia memberikan penangkal sihirnya sebagai ingus, karena itu belum pernah terjadi.” tutur Julian menjelaskan pada Siti.
“Oh, begitu ya? Terimakasih atas bantuan mu selama ini.” ujar Siti.
“Siti,” ucap Julian.
“Iya?” sahut Siti.
“Kamu tahu, dengan kembalinya aku ke wujud manusia ku, itu artinya seluruh anggota kerjaan dan rakyat ku juga kembali mejadi manusia juga.” ucap Julian.
“Benarkah?” sahut Siti dengan perasaan bangga, karena berkat dirinya, satu negara terselamatkan.
“Karena itu, ikutlah dengan ku, ke Negeri ku,” ujar Julian.
“Ta, tapi bagaimana dengan keluarga ku,” sahut Siti dengan perasaan ragu.
“Tentu saja mereka juga ikut, keluarga mu adalah keluarga ku juga,” ucap Julian.
Mendengar penawaran bagus tersebut, Siti tidak menyia-nyiakannya, ia beserta keluarganya hijrah ke Negeri Kalala bagian Utara.
Rakyat yang mengetahui pangeran mereka telah kembali menyambut dengan bahagia, begitu pula dengan anggota kerjaan.
Namun sayang, saat mereka semua tiba di istana, pangeran Julian harus menguatkan hatinya karena sang raja Si dan permaisuri Si telah tiada, sedangkan kabar ke dua adiknya belum di ketahui kejelasannya mereka ada dimana.
Sejak itu, pangeran Julian pun naik tahta menjadi raja Si yang baru tentunya dengan perayaan yang meriah, sekaligus melakukan syukuran atas kutukan yang telah di angkat dari mereka semua.
Tak lupa, Julian memperkenalkan sang juru selamat mereka semua, yaitu Siti dan keluarganya kepada seluruh rakyat Kalala, kehadiran Siti dan keluarganya di sambut baik oleh rakyat Kalala.
___________________
Di suatu sore yang indah, Siti yang sedang duduk santai di taman kerajaan di datangi oleh Julian.
“Siti,” ucap raja Julian.
“Iya, yang mulia?” sahut Siti seraya berdiri dari rumput hijau yang ia duduki.
“Siti, apa kamu bersedia menjadi pendamping hidup ku dalam suka dan duka? Menjadi ibu dari anak-anak ku?” tanya raja Julian dengan penuh harap dirinya tak di tolak.
Tanpa pikir panjang, Siti yang juga menyukai raja Julian langsung menjawab “iya.”
Mendengar jawaban Siti yang memuaskan hati, raja Julian pun menjadi bahagia.
Lalu Julian segera mengambil cincin yang ia sembunyikan rapi di kantong bajunya sedari tadi.
Saat raja Julian akan menyematkan cincin di jari manis Siti, tiba-tiba putri Selia muncul yang entah darimana datangnya.
“Yang mulia!!” Hardik putri Selia.
Seketika Siti dan raja Julian mendongak ke langit, melihat ke arah sang putri yang sedang terbang di udara.
“Putri! bagaimana kau bisa ada disini?” ucap raja Julian.
Tanpa basa basi untuk sekedar bertanya kabar, sang putri langsung melayangkan serangannya, membekukan tangan Siti dengan kekuatan esnya.
Sontak Siti merasa sangat ke dinginan, tangannya juga hampir beku karenanya.
Raja Julian langsung memegang bahu Siti, karena tubuh Siti menjadi gemetaran.
“Siti, bertahanlah,” ucap raja Julian, seraya membuka satu lapis jubahnya, untuk membalut kedua tangan Siti.
“Yang mulia Julian, lepaskan tangan mu dari wanita hina itu! Aku tidak sudi, kalau kau harus memberikan hati mu padanya.” Hardik putri Selia, seraya mendarat mulus ke atas tanah.
Lalu sang putri berjalan anggun menuju raja Julian, dan meletakkan tangannya ke bahu raja Julian.
“Jangan sembarangan menyentuh ku putri, berhenti bermimpi untuk hidup dengan ku!” Pekik raja Julian dengan mata tajam.
“Jangan berkata begitu yang mulia, sudah lama aku menunggu mu, jangan buat aku kecewa lagi, atau kau mau melihat wanita ini menderita?”
Dengan sadisnya, putri Selia melayangkan es lagi dari telapak tangannya menghantam tubuh Siti hingga terhempas jauh dari mereka berpijak.
Menyaksikan orang yang ia cintai terluka, raja Julian langsung berlari menuju Siti, untuk membantunya duduk.
“Putri, hentikan kegilaan mu ini, jangan kau libatkan semua orang karena perasaan mu yang tidak terbalas itu,” ucap raja Julian.
“Itu belum seberapa, selanjutnya aku akan benar-benar menjadikan Negeri mu ini jadi gunung es, jika yang mulia berani menolak ku sekali lagi!" seru putri Selia dengan nada mengancam.
“Kamu jangan macam-macam putri, apa kamu tidak tahu kalau aku juga punya kekuatan?” ucap raja Julian.
“Maksud yang mulia kekutan yang bisa mengeluarkan kebutuhan rumah tangga itu? hahaha..., apa yang mulia tidak tahu, kalau itu asalnya dari ku?” sang putri menjelaskan hal yang selama ini tidak di ketahui Julian.
“Apa?” raja Julian merasa tak percaya.
“Aku begitu baik pada mu, meski sudah mengutuk yang mulia, tapi aku masih saja perhatian pada mu, tak mau yang mulia mati konyol di rimba yang kejam,” ucap sang putri dengan gelak tawanya.
Mendengar penghinaan yang sang putri lakukan, Julian emosi lalu mengambil pedangnya untuk bertarung dengan sang putri.
Siti yang tak berdaya, tak bisa berbuat banyak untuk membantu raja Julian.
“Apa tidak cukup dengan menyiksa ku selama ini? Kembalilah ke asal mu putri.” ucap raja Julian dengan penuh marah di hatinya.
“Jika aku kembali, tentunya harus ada yang mulia di samping ku.” sahut sang putri yang sedia di posisinya untuk menerima serangan kapan saja.
“Jangan bermimpi putri Selia Ha, tak ada kata cinta untuk kita berdua, mengerti!” hardik raja Julian
“Kalau tidak mau, berarti tidak ada yang boleh memiliki mu yang mulia!” putri Selia perlahan terbang ke awang-awang semakin tinggi dan tinggi.
lalu sang putri merentangkan kedua tangannya, seraya mengucapkan mantra, tak perlu menunggu lama, dari langit turun hujan salju yang sengat lebat.
Raja Julian yang melihat sebentar lagi salju akan mengubur mereka disana, buru-buru menggendong tubuh Siti, membawa masuk menuju istana.
Sang putri yang melihat dengan matanya, raja Julian akan berlindung, dengan sigap menyatatukan kedua tangannya, membuat bola salju lalu melemparkannya ke arah raja Julian dan Siti, Julian hanya bisa berlari secepat mungkin seraya menghindar dari serangan sang putri.
Sang putri yang melihat ada peluang lolos untuk raja Julian, memberikan serangan-serangan tiada henti hingga akhirnya mengenai raja Julian yang tengah menggendong Siti.
Mereka pun tersungkur di atas tumbukan salju yang sudah tebal dalam hitungan menit.
“Selamatkan dirimu Siti, aku akan mencoba mengalihkan perhatian putri.” ucap raja Julian seraya berdiri.
Lalu dengan tenaga penuh raja Julian berlari masuk ke dalam hutan, sang putri tak tinggal diam, ia pun mengejar raja Julian dari udara, seraya melemparkan banyak tumpukan es ke tubuh raja Julian.
Raja Julian yang kalah unggul dengan sang putri tak dapat berlari lebih lama lagi, badannya pun hampir beku karena memakai baku yang tipis.
Negara yang baru saja merasakan hangatnya musim semi, kini harus menerima kembali kehidupan zaman es yang kapan saja bisa membuat mereka mati membeku.
Siti yang merasa kwatir, berusaha berdiri, dan menyusul raja Julian dan sang putri ke dalam hutan.
“Yang mulia! Kamu ada dimana! Yang mulia jawablah!” pekik Siti dengan butiran bening yang keluar dari pelupuk matanya. ia takut terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan raja Julian
Raja Julian yang tak sanggup melangkah lagi, akhirnya terkapar di atas salju.
“Susah juga kalau begini, hanya panas yang dapat mengalahkan dia, ya Tuhan! Kenapa aku baru ingat, Sitikan pengendali api.” Gumam raja Julian.
Merasa memiliki ada harapan, semangat yang raja Julian mulai membara, ia pun berlari menuju istana.
“Mau kemana kau yang mulia? Sudahlah sayang, menyerah saja, kau tidak akan selamat.” ucap sang putri seraya mengikuti raja Julian dari udara.
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Siti melihat sang putri yang ada di udara, Siti terus berlari menuju sang putri, karena ia tahu, pasti raja Julian ada disana.
“Tidak akan ku biarkan yang mulia celaka.” gumam Siti.
___________________
Pelarian raja Julian pun terhenti saat ia melihat beberapa rakyatnya membeku dengan posisi berdiri di hadapannya. Seketika hati raja Julian hancur melihat pemandangan memilukan itu terjadi lagi di depan matanya
Lalu yang mulia berpikir, dari pada semua rakyatnya celaka, lebih baik dia menyerah saja.
“Putri, begini saja, aku akan bersedia menikahi mu, asalkan kau membebaskan semua pembekuan mu terhadap semua rakyat ku.” pinta yang mulia dengan menitihkan air mata.
“Ternyata kau mengerti juga yang mulia, itu mudah saja, aku bisa saja mengembalikan mereka semua seperti semula hanya dengan satu mantra.” ucap sang putri.
Siti yang mendengar perkataan mereka berdua langsung merasa sedih.
“Tidak, yang mulia tidak boleh menikah dengannya.” ujar Siti, berlari ke tempat raja Julian berpijak, dan memegang tangannya.
“Tapi Siti, tak ada pilihan lain, aku tak mau semua celaka karena aku, bukankah pemimpin itu harus melindungi rakyatnya?” ucap raja Julian.
“Bagaimana dengan ku yang mulia?” sahut Siti dengan air mata yang bercucuran.
“Maaf Siti, aku harus melindungi rakyat ku, mereka adalah amanah dari Tuhan, jika bukan aku, siapa lagi? Aku tak mau membutakan mata ku, untuk tidak melihat rakyat ku, hanya karena urusan pribadi ku, percayalah Siti, kau tetap cinta ku.” tutur raja dengan senyum tipis di bibirnya.
“Hemm, apa sudah selesai percakapannya?jangan lupa aku ada di Sini.” ucap sang putri
Siti tak hentinya menangis, dan tak bisa memaksa kehendaknya ia pun melepaskan genggaman tangannya dari raja Julian.
“Baiklah, aku bersedia menjadi suami mu, sekarang lepaskan semua kutakan mu ini putri Selia Ha!” titah raja Julian.
“Baiklah,” dengan membaca sebuah mantra dari mulutnya, sang putri menarik napas dan menghempaskan tangannya ke segala arah, perlahan mata hari pun bersinar dengan terik, mencarikan salju yang tadinya tertumpuk tebal.
“Baiklah, aku pergi dulu Siti,” ucap raja Julian, saat sang raja akan berlalu dari Siti, tiba-tiba sang putri mengeluarkan kekuatan dari telapak tangannya untuk membekukan Siti selamanya.
Raja Julian melihat salju itu akan mengenai Siti, langsung melindungi Siti, dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng.
“Yang mulia!” pekik Siti, tak percaya raja Julian kini telah menjadi sebuah maha karya patung es di hadapannya.
”Akh....!!!” sang putri pun berteriak akan kegagalannya.
Siti yang tak terima cintanya menjadi beku, menjadi sangat gusar, matanya juga merah seperti api.
Sang putri sangat terkejut melihat gelagat aneh Siti, ia pun siaga dengan kekuatannya.
Siti membuka tangannya lebar-lebar, lalu perlahan keluar api dari kedua tangannya yang saling bersinergi, hanya beberapa detik api itu mulai membesar, langsung saja Siti membidik apinya ke arah sang putri.
Tak mau kalah, sang putri pun menangkisnya dengan bola saljunya dengan ukuran besar.
Mereka berdua pun bertarung dengan hebatnya selama dua hari dua malam, es yang mencair pun seketika menjadi sungai yang besar, akibat pertempuran pertempuran mereka berdua.
Semua rakyat dari kerajaan Si berbondong-bondong untuk mengungsi ke puncak gunung tertinggi di Negara Kalala tepat di tempat keduanya sedang adu kekuatan.
Pertarungan mereka seolah tidak ada habisnya, semua orang merasa sangat kwatir, karena dunia hanya di selimuti gelap gulita setiap harinya.
Siti dan sang putri yang telah bertarung selama 7 hari 7 malam merasa sangat lelah, namun mereka tidak bisa begitu saja menghentikan pertarungan itu.
Saat Siti lengah sebentar, sang putri mengelurkan seluruh tenaganya.
Bummm!!!
sang putri membidik Siti tepat di dadanya, hingga membuat Siti terhempas ke pohon sampai tak sadarkan diri.
Melihat Siti sudah tak berdaya, sang putri terbang menuju patung es raja Julian, saat sang putri akan menghancurkan yang mulia menjadi keping-keping, Siti dengan sisa tenaganya mengarahkan elemen apinya tepat ke kedua tangan sang putri.
“Akhhh....tidak!!” teriak sang putri kesakitan, melihat banyak peluang, Siti menekan kekuatannya, hingga membuat api yang ada di tangan sang putri semakin berkobar hebat hingga menjalar ke seluruh tubuh sang putri, ternyata kelemahan sang putri ada di tangannya, jika tangan itu terluka sedikit saja, akan akan berpengaruh terhadap keseimbangan kekuatannya.
“Hiduplah dengan tenang di neraka putri,” ucap Siti sebagai salam perpisahan.
“Akh!!! Akh!!! Akan ku bunuh kau meski pun aku telah mati,” hardik sang putri seraya menghembuskan nafas terakhirnya.
Pertarungan yang melelahkan itu akhirnya usai juga, dan kematian sang putri mencabut semua kutukan yang pernah ia berikan kepada semua orang, termasuk raja Julian.
Perlahan patung es yang mulia mencair, nafasnya pun mulai terdengar perlahan-lahan.
“Yang mulia!” Seru Siti seraya memeluk erat orang yang ia cintai itu.
“Siti!!” ucap yang mulia, mereka berdua pun menangis haru dalam kemenangan cinta.
Semua rakyat tak hentinya berucap syukur, akhirnya derita mereka selama ini benar-benar berakhir.
Para rakyat pun mulai berdatangan satu persatu mengerumuni Siti dan yang mulia yang masih saja menangis tanpa henti.
Hal itu cukup memicu semua orang yang menyaksikan ikut menangis haru juga.
Perlahan yang mulia melepaskan pelukannya dari Siti.
“Siti, terimakasih sudah menyelamatkan aku dan seluruh negeri ku, terimakasih atas perjuangan mu pada kami semua, sekali lagi kau telah berhasil mematahkan kutukan yang menyiksa negeri ku selama ini, untuk itu Siti, bersediakah kau menikah dengan ku? Maaf, rasa terimakasih terbesar ku, hanya dengan menjadikan kau ratu dalam negeri Kalala,” ucap yang mulia, seraya menggenggam kedua tangan Siti.
“Tentu, aku mau yang mulia,” Siti menerima lamaran sang raja Julian di hadapan semua rakyat Kalala, rakyat Kalala yang mendengar jawaban Siti bersorak gembira.
SELESAI
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Mohon lbih teliti lagi sblm updte bab ato bisa direvisi biar lbih ciamik🙏
Semngt thor
Thanks 😊