Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Alarm ponselku berbunyi saat waktu menunjukkan jam 3 pagi, aku harus ke stasiun segera karna kereta ku berangkat jam 5 .Kulihat ponselku tidak ada pesan apapun dari Reza.
"Reza kemana sih, sebel banget aku mau pergi juga, mau anterin apa enggak sih" aku berbicara sendiri sambil mengambil handuk dan baju dalamku.
Kutuliskan pesan ke Reza
"Za kamu kemana sih, kamu anterin aku gak?" aku jadi kesel sama Reza yang sedang tidak jelas gini
Sampai jam 1/2 4 tidak ada respon ,ku telepon ponselnya ternyata mati. Kuputuskan memesan taxi untuk mengantarku ke Stasiun Gambir.
"Bener-bener Reza ini ya,awas aja kalo ketemu aku cubit sampai nangis, nih anak ketiduran atau pingsan sih" aku membawa koperku dan tas kecil yang berisikan oleh-oleh untuk keluargaku. Resiko punya kamar dilantai atas ya gini saat membawa koper turun, repot dan aku benar-benar kesusahan. Ditambah aku masih emosi sekali dengan sikap Reza,rasanya ingin ku glundungkan saja koper ini agar segera sampai bawah . Selama ini aku sudah terbiasa dengan Reza yang selalu menolongku dan saat ini benar-benar aku rasakan susahnya tanpa Reza.
Tepat jam 5 ,keretaku menuju kota Solo berangkat. Gerbong yang kunaiki cukup penuh untungnya sebelah ku tidak ada penumpang lain. Aku bisa duduk dengan lega dan tenang tanpa terganggu dengan orang disebelahku. Ku pasangkan earphone ditelingaku dan kupilih lagu diponselku dari Ten2five ,salah satu band favorit ku dari dulu sambil melanjutkan tidurku.
🎶Pelukan hangatmu
Manisnya ciumanmu
Membuatku bertanya-tanya
Kutahu kau tak bisa
Katakan yang sejujurnya
Jika 'ku bukan orangnya
Jangan beri aku harapan
Itu yang kumau
Jika 'ku bukan orangnya
Jangan pernah
Katakan sayang dan cinta
Let me be the one
Let me be the one
Let me be the one🎶
Lagu Jika yang sedang kuputar terpotong dari notifikasi wa ku, kulihat pesan dari Reza.
"Maaf" tulis Reza
Hah maksudnya apa cuma balas dengan kata Maaf tanpa menelopon ku dan memberi penjelasan. Bener-bener nih anak ya, aku diamkan saja pesan itu malas rasanya dan aku mau lanjutkan tidurku, biar tahu rasa Reza.
Akhirnya aku sampai di Solo siang hari, Bapak sudah menjemputku dengan motor kesayangannya. Dari jauh aku melihat dipintu keluar Bapak sudah menyambutku dan aku langsung memeluknya, 2tahun aku tidak ketemu Bapak dan adik-adik. Memang jarak antara Solo dan Jakarta dekat tidak sampai beda pulau tapi aku lebih memilih menahan rindu daripada menghabiskan uang dan lebih baik uangku untuk adik-adik sekolah dan kebutuhan mereka. Aku berboncengan dengan Bapak, aku peluk Bapak dari belakang. Akibat penyakit gulanya Bapak jadi semakin kurus , aku berdoa semoga bisa membagiakan Bapak dan adik-adik ku.
Sampailah dirumah, rumah yang tidak jauh berbeda saat aku tinggalkan 2 tahun lalu. Seingatku dulu disamping kanan kiriku masih ada tanah kosong tapi sekarang sudah terisi rumah baru. Aku tidak melihat kedua adikku kemana mereka. Kumasuki kamar Putri yang dulunya juga kamarku, Ia sedang tertidur. Sifat usilku keluar ku pencet hidungnya dan Ia berteriak kaget.
"Mbakkkkkk, jahat banget"
"Siapa suruh bukannya menyambut Mbak mu pulang pakai karpet merah malah enak-enakan tidur"
"Capek Mbak abis sekolah . Aku kangen sama Mbak"sifat manja si anak bontot keluar Ia langsung memelukku.
"Mana Mas Reza ada didepan ya" Ia celingak celinguk dibelakangku.
"Nanti dia datang sabtu sama Papa Mamanya, kamu bantuin Mbak bersih-bersih rumah dan masak ya" aku mengeluarkan oleh-oleh dari dalam tas. Kubelikan tas kecil untuk Putri dan Tas ransel untuk Tama. Serta kubelikan juga dress dan kemeja batik untuk mereka berdua.
"Terimakasih Mbak ku sayang, muaccchhh" Putri mencoba mencium pipiku tapi aku tahan
"Cuci dulu sana sama punya Bapak, nanti sabtu dipakai ya, Mbak mau istirahat sebentar" aku pergi kekamar mandi mencuci muka dan mengganti baju kotorku dengan baju rumahan yang kutinggalkan dirumah. Kemudian kurebahkan tubuhku diatas kasur, sambil membuka ponsel ku.
Tidak tahan berlama-lama marah dengan Reza kuputuskan meneleponnya.
Telepon tersambung tapi tidak diangkat. Kuputuskan untuk tidur saja. Walaupun tadi di kereta sudah tidur, tapi aku benar-benar rindu dikasur ku yang keras ini.
Aku tertidur sekitar 1 jam kudengar suara adik laki-laki kudatang. Kemudian aku beranjak dari kasur untuk melihat Tama kulihat Ia sedang berdiri didepan pintu sambil membuka kemeja sekolahnya.
"Ngaapin buka baju depan pintu mau godain Mbah Darmi ya" godaku
Ia kaget "Mbak kapan datang"
"Tadi siang, kamu gak jemput Mbak malah Bapak yang jemput gimana kamu ini. Koq kamu makin tinggi ya, kenapa sekarang jadi aku yang paling pendek ya" aku baru sadar ternyata adik-adik ku lebih tinggi dari aku.
"Giziku lebih baik dari Mbak" ia tertawa
"Mana Mas Reza Mbak aku pengan ajak dia Mabar"
"Nanti dia datang sabtu, mbak sendirian kesini, udah kamu mandi dulu sana, ntar malam kita makan keluar ya sama Bapak dan Putri Mbak ajak makan di K'Ep'C" .
"Mbak aku bukan anak kecil lagi makan ayam goreng, yang lain dong mbak, ada tempat steak baru deket SD ,kesana aja ya" Tama mengambil handuk dijemuran
"Boleh ketempat anak gaul sini ya" aku kemudian duduk di bangku ruang tamu sambil menyalakan tv mencari gosip terbaru.
Ruang tamu ku sangat sederhana hanya terdapat bangku kayu panjang dan pendek 2 dengan bantalan yang mulai menipis dan didepannya terdapat credenza dengan tv cembung 32 inch yang sudah bertahun-tahun dan tetapi masih menampilkan layar yang bagus. Tidak ada barang mewah dirumahku ini, benar-benar sederhana.
Kekhawatiran menghampiri ku sebenarnya aku sedikit takut jika Papa Mama Reza melihat rumahku yang sederhana, takut mereka tidak terima dan merasa tidak sederajat. Tapi Reza selalu meyakinkan ku itu bukan masalah. Aku sangat beruntung keluarga Reza menerima ku apa adanya.
Kulihat di televisi mengenai berita gosip pernikahan artis ternama dengan seorang pengusaha, sungguh indah sekali, impian semua wanita dengan dekorasi bunga-bunga warna putih yang terlihat elegan hmpir diseluruh ruangan dan kebaya modern yang dipakai pengantin sungguh indah khusus dibuat untuk artis tersebut. "Pasti mahal" ucapaku . Untuk nikahan ku nanti kupasrahkan ke Reza, ia mengatakan akan membiayai semuanya dan aku tidak perlu khawatir tentang apapun. Aku dan Reza seperti bumi dan langit, dan Reza seperti malaikat yang sengaja turun dari langit untuk menjemputku naik ke khayangan.
Aku jadi kangen Reza kuhubungi lagi dan tidak ada balasan. Kulihat di pesan ku hanya datang dari Yeni menanyakan slip pembayaran salah satu vendor. Kubalas pesannya dan kuletakkan ponselku di meja ruang tamu kemudian aku bergantian mandi dengan Tama. Melintas depan kamar Bapak kulihat Ia sedang mengelap sepatu pantofelnya, bukan sepatu baru tapi masih layak untuk dipakai dan pantas saat bertemu keluarga Reza.
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak