NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Invasi

Langit di atas garis perbatasan empat kota berubah warna menjadi ungu kelam. Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa, memuntahkan ratusan monster dengan berbagai bentuk dan ukuran. Suara gerungan mereka mengguncang tanah, menciptakan kepanikan di kawasan perbatasan.

Namun, di bawah pimpinan Ayyasy, 32 anggota Miracle tidak lagi panik seperti dulu. Mereka mendarat di area lapang dengan formasi tempur yang sudah dirancang matang.

"Davi! Rehan! Dhafina! Buat benteng pertahanan utama di barisan depan!" teriak Ayyasy memegang kendali. "Tim Mage dan Range, siapkan serangan jarak jauh!"

"Siap, Ketua!" sahut Davi tegas.

Davi menghentakkan kakinya ke tanah, memicu pilar-pilar batu raksasa merayap naik. Di saat bersamaan, Rehan menancapkan perisai besarnya ke tanah, menumbuhkan dinding akar kayu yang tebal dan kokoh. Dhafina melengkapi pertahanan itu dengan membentangkan perisai hologram biru transparan yang menyelimuti seluruh

barisan depan.

BOOOM! BOOOM!

Gelombang pertama monster langsung menghantam benteng tiga lapis tersebut. Benturan keras terjadi, namun benteng pertahanan Miracle dari empat kota itu berdiri kokoh tak tergoyahkan.

"Sekarang! Tembak!!" seru Arunnaqa memberi aba-aba dari belakang meja kontrol holografiknya.

Sintia menembakkan badai proyektil beku dari meriam esnya. Vikka menyusul dengan tembakan laser beruntun, membakar proyektil es tersebut menjadi serpihan tajam mematikan. Dari sisi kiri, Gita mengokang senjata marksman-nya, meluncurkan rentetan bom dan tembakan shotgun yang meledakkan gerombolan monster udara.

Di garis belakang, Serafe berdiri dengan tenang. Kedua tangannya memancarkan pendar cahaya putih hangat, memberikan energi penyembuhan dan perlindungan kepada kawan-kawannya yang bertarung di depan.

"Serafe, kamu keren banget!" puji Cinta yang berdiri di sampingnya sambil mengalirkan sihir healer.

"Makasih, Cinta! Tapi bayangan Night di depan kelihatan makin pekat, aku jadi kepikiran mau nambal lagi..." sahut Serafe polos.

"Jangan ditambal, Serafe! Nanti Night marah lagi!" seru Sintia dari kejauhan sambil tetap menembakkan meriam esnya, memicu gelak tawa singkat di tengah arena perang.

Meskipun pertarungan awal berjalan lancar, Ayyasy yang berdiri di samping Night dan Azkailah menyadari sesuatu yang aneh. Gerombolan monster ini bertindak seolah-olah sedang mengulur waktu.

"Ayyasy... perhatikan arah awan ungu itu," bisik Night dengan mata tertuju pada pusat pusaran langit. "Gue ngerasa ada aura yang jauh lebih jahat dan besar yang belum turun."

Belum sempat Ayyasy membalas ucapan Night, pusaran awan ungu mendadak terbelah. Sebuah kilatan energi hitam meluncur deras dari langit dan menghantam pertengahan medan tempur!

BOOOOOOOOMMMM!!!

Ledakan energi kegelapan yang dahsyat menghempaskan puluhan monster dan meretakkan perisai hologram milik Dhafina. Dari balik kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, sesosok jenderal monster berukuran raksasa dengan armor baja hitam dan dua bilah kapak beracun melangkah keluar.

Mata jenderal monster itu menyala merah, menatap 32 pahlawan di hadapannya dengan tawa mengejek yang menggelegar.

Pertempuran sengit kembali pecah dengan dahsyat. Berbagai jurus dan kombinasi elemen saling beradu membelah medan perang. Dentuman ledakan dan erangan monster bergema di seluruh penjuru garis perbatasan.

Di tengah riuhnya suara sabetan pedang dan dentuman sihir—

"AAAARRGGHH!! TOLONGGG!!"

Suara teriakan seorang perempuan membelah kekacauan medan tempur. Secara refleks, seluruh anggota Miracle langsung menengok ke sumber suara. Di jarak yang tak jauh dari sana, terlihat seorang cewek sedang diangkat tinggi-tinggi oleh cakar monster raksasa. Taring monster itu sudah terbuka

lebar, bersiap untuk melahapnya.

Mata Iyan membelalak sempurna.

Jantungnya seakan berhenti berdetak saat mengenali wajah cewek itu.

"NESSA!!" jerit Iyan histeris.

Nessa—cewek yang selama ini secara diam-diam mengisi hatinya, dan begitu pula sebaliknya—kini berada dalam bahaya maut.

Melihat orang yang dicintainya terancam, amarah Iyan meledak tak terkendali. Matanya mendadak menyala terang bagaikan pijaran api. Ia mencabut pedang mataharinya yang seketika memancarkan radiasi panas ekstrem hingga membuat tanah di sekitarnya mengering dan mengelupas.

"JANGANN SENTUH NESSA!!"

Dengan kecepatan bagaikan kilat cahaya, Iyan melesat membelah kerumunan musuh. Tanpa ampun, ia membantai dan menebas puluhan monster yang menghalangi jalannya dalam hitungan detik. Tebasan pedang mataharinya membakar habis monster yang menyandera Nessa hingga menjadi abu sebelum cakar itu sempat melukainya.

Iyan dengan sigap menangkap tubuh Nessa yang jatuh perlahan. Tanpa membuang waktu,

Iyan menggendong Nessa dan melesat cepat menjauh dari bisingnya pertempuran. Ia membawanya menuju sebuah sudut taman yang aman di balik reruntuhan tembok tebal.

Dengan sangat hati-hati, Iyan menurunkan Nessa dan memastikan tidak ada cedera pada tubuhnya.

"Nessa... kamu gak apa-apa, kan?" tanya Iyan dengan nada lembut, menatap Nessa penuh rasa khawatir dan ketakutan akan kehilangan cewek yang selama ini diam-diam sangat disukainya.

Nessa yang masih bernapas terengah-engah memegang tangan Iyan. "I-Iyan... aku gak apa-apa. Makasih banyak ya... kalau gak ada kamu tadi..."

Iyan mengusap pelan air mata di pipi Nessa, memberikan rasa aman. Dalam hatinya, Iyan merasa momen ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan mereka. Namun, sebelum Iyan sempat mengutarakan isi hatinya—

"Nessa!!"

Suara panggilan seorang laki-laki terdengar membelah heningnya taman. Seorang cowok berlari kencang menghampiri mereka dengan raut wajah panik, lalu langsung memeluk Nessa dengan erat.

Iyan tertegun, langkahnya tertahan di tempat.

"Kamu gak apa-apa kan, Sayang? Aku nyariin kamu dari tadi," ucap cowok itu penuh rasa cemas sambil mengusap rambut Nessa.

Nessa tersenyum lega, lalu menoleh ke arah Iyan. "Iyan, kenalin... ini pacar aku. Makasih ya, Yan. Kamu emang sahabat terbaik aku dari dulu!"

Deg.

Kata "sahabat" dan kenyataan bahwa Nessa ternyata sudah memiliki kekasih menghantam dada Iyan begitu keras. Selama ini, perasaan sayang yang ditunjukkan Nessa ternyata murni hanya sebatas teman dekat (just friend). Sakit hati? Tentu saja. Rasa sesak mendadak memenuhi dadanya.

Tanpa mengucap sepasang kata pun lagi, Iyan hanya mengangguk kaku, berbalik badan, lalu melangkah pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.

Rasa sakit hati dan kekecewaan itu seketika berubah menjadi amarah yang membakar dada Iyan. Langkah kakinya makin cepat menuju kembali ke medan tempur.

"ARGHHHH!!"

Iyan berteriak histeris di tengah garis depan pertempuran. Matanya menyala kuning keemasan yang sangat menyilaukan. Iyan mengaktifkan bentuk Full Power dari elemen Mataharinya! Cahaya panas ekstrem memancar dari tubuhnya, membuat suhu udara di seluruh medan tempur melonjak drastis.

Efek puncaknya, radiasi panas matahari milik Iyan memberikan buff sinergi yang dahsyat kepada pengguna elemen Api dan Cahaya!

Ayyasy dan Serafe yang berada tidak jauh dari sana mendadak merasakan gelombang energi raksasa mengalir ke dalam tubuh mereka. Pedang api milik Ayyasy mendadak membesar dua kali lipat dengan kobaran api biru-putih yang membara, sementara energi cahaya milik Serafe menjadi puluhan kali lebih terang dan pekat.

"Nggak tahu apa yang bikin Iyan ngamuk, tapi energinya luar biasa!" seru Ayyasy sambil menerjang dan membantai puluhan monster sekaligus dengan satu tebasan api raksasa.

"Aura Cahayaku jadi kuat banget!" timpal Serafe yang langsung meluncurkan hujanan tombak cahaya tanpa henti membakar gerombolan musuh.

Di sisi lain, hawa panas ekstrem dari Iyan membuat kekuatan air milik Cheryl yang sedang membasahi medan perang mendadak menguap cepat ke udara, membentuk gumpalan uap air yang membumbung tinggi.

Melihat fenomena tersebut, Ilham dari Miracle Kosmik langsung bertindak sigap.

"Azka! Petir lu!" teriak Ilham sambil menunjuk gumpalan awan uap air di atas mereka.

Azkailah yang melihat arah tunjuk Ilham langsung paham secara instan. Ilham menggerakkan tangannya, meniupkan aura angin dan manipulasi awan untuk menumpuk uap air tadi menjadi awan mendung yang sangat tebal dan gelap.

Azkailah menarik napas dalam-dalam, mengalirkan seluruh listrik merahnya, lalu melempar salah satu pedang halilintarnya tepat menembus pusat awan tebal tersebut!

CARRRRRRKKK!

Tak mau ketinggalan, Abzari menyapukan jurus angin badainya ke arah awan tersebut untuk mempercepat rotasinya.

Kombinasi uap air Cheryl, penyatuan awan Ilham, listrik Azkailah, dan angin Abzari memicu terciptanya Serangan Badai Petir Dahsyat! Kilat merah dan angin puting beliung menyambar-nyambar dari langit, meratakan ratusan monster di garis depan dalam hitungan detik!

Di saat medan tempur bagian depan makin membara, garis belakang yang diisi oleh para penyerang jarak jauh juga tak kalah sibuk. Sintia, Jessica, Gita, dan Sintia terus-menerus menembakkan proyektil es, obsidian, dan peluru bertubi-tubi ke arah kerumunan monster.

Namun, di tengah fokus mereka yang tertuju ke depan, seekor monster merayap diam-diam keluar dari balik reruntuhan di belakang Sintia. Monster itu mengangkat cakar tajamnya, bersiap menebas Sintia dari area blind spot.

Entah menggunakan insting atau panca indera apa, Iyan yang dari tadi sedang amuk massa di garis depan mendadak menengok tajam ke belakang. Matanya yang menyala bagaikan pijaran matahari menangkap posisi bahaya tersebut.

FUSHHH!

Hanya dalam hitungan sepersekian detik, Iyan melesat cepat seperti kilatan cahaya. Tanpa basa-basi, ia melayangkan tebasan pedang mataharinya, membumihanguskan monster di belakang Sintia hingga hancur berkeping-keping menjadi abu!

Setelah memastikan ancaman itu lenyap, tanpa mengucap sepatah kata pun, Iyan langsung berbalik badan dan melesat kembali ke garis depan untuk menghabisi monster lainnya.

Sintia terdiam terpaku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang—bukan cuma karena kaget hampir diserang, tapi karena terpana melihat pergerakan cepat dan aksi keren Iyan tadi. Perlahan, kedua pipinya memerah, dan senyum tipis mulai terukir di wajahnya.

Ayyasy yang kebetulan lewat di dekat Sintia setelah menebas monster lain, sempat menangkap basah ekspresi wajah Sintia yang mendadak berubah manis.

"Yeeeeu... baper, baper! Sintia baper nih ye!" ledek Ayyasy dengan nada tengil.

Pipi Sintia makin memerah padam karena malu terpergok. Ia langsung memelototi Ayyasy sambil mengokang kembali meriam esnya.

"I-iiih! Apaan sih lu, Ayyasy?!" tangkis Sintia gagap, berusaha bersikap sewajar mungkin meskipun mukanya sudah tidak bisa bohong. "Fokus pertarungan tuh, nggak usah ngurusin orang!"

"Hahaha, iya iya! Pokoknya kalau butuh pengawal matahari bilang ya!" celetuk Ayyasy tertawa puas sambil melompat kembali ke tengah pertempuran, meninggalkan Sintia yang sibuk menutupi rasa canggungnya dengan makin gencar menembakkan peluru es ke arah musuh.

Pasukan monster yang tadinya memenuhi perbatasan kini jumlahnya makin lama makin berkurang drastis di bawah gempuran tiada henti dari para Miracle!

​Ghofar melompat ke udara, memanggil pancaran energi malam dengan teknik Moonlight Burst yang menembakkan gelombang cahaya bulan secara bertubi-tubi ke arah kerumunan musuh. Abzari langsung menyapu sisa-sisa monster yang ketakutan menggunakan hempasan angin badainya.

​Tak mau kalah, Alya mengibaskan selendang pelanginya yang memancarkan pendar warna-warni, membuat belasan monster melayang dan terpental jauh. Nailu lalu mengambil alih dengan melemparkan ikatan energi bentuk hati (Ikatan Cinta) yang melilit erat tubuh puluhan monster sekaligus hingga mereka tidak bisa bergerak.

​Melihat momen emas itu, Ghani melesat maju dengan tombak kristalnya. Ia menusuk keras salah satu monster yang terikat, dan seketika efek ledakan kristalnya merembet berantai ke seluruh monster lain yang terhubung dalam ikatan tersebut!

​Di sisi lain medan pertempuran, Cheryl menciptakan bola air raksasa yang menyelimuti dirinya. Ia berputar cepat di dalam air sambil menembakkan proyektil-proyektil bola air berkecepatan tinggi ke segala arah!

​"Blazing Duet from Cheryl!!!" teriak Ayyasy heboh sambil menunjuk gaya Cheryl yang mirip ultimate Claude.

​"Bukan Blazing Duet! Tapi Water Duet from Cheryl!!" ralat Fadhil sambil tertawa keras.

​Tawa renyah pecah di tengah medan pertarungan. Meskipun lelah, keceriaan dan kekompakan mereka membuat rasa penat itu menguap seketika.

​Setelah monster terakhir benar-benar hancur menjadi abu dan pertempuran dipastikan usai, mereka berjalan menyusuri area perbatasan. Ayyasy menatap nanar ke arah deretan gedung dan fasilitas umum yang hancur berantakan akibat invasi tadi.

​"Gimana nih ya? Kasihan warga kalau bangunannya hancur gini," tanya Ayyasy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

​Tasya tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah salah satu anggotanya. "Tenang. Dim!" panggil Tasya ke Dimas sambil menunjuk ke arah reruntuhan.

​Dimas mengangguk paham tanpa perlu dijelaskan lagi. Ia melangkah ke depan, memejamkan mata, dan mengalirkan kekuatan manipulasi Waktu miliknya.

​ZREEEETT!

​Gelombang energi waktu berwarna emas melingkupi seluruh area yang hancur. Jam raksasa holografik berputar mundur di atas langit. Puing-puing batu yang berserakan mendadak melayang kembali ke posisi semula, tembok yang retak menyatu dengan sempurna, dan gedung-gedung yang tadinya roboh berdiri kokoh kembali seperti sedia kala!

​Dalam hitungan detik, area perbatasan kembali bersih dan indah seolah tidak pernah terjadi pertempuran besar.

​"Wah, kekuatan Dimas emang paling praktis!" puji Rehan sambil bertepuk tangan takjub bersama yang lainnya.

​Dengan pulihnya Kota Zenith dan perbatasan, 32 anggota Miracle dari 4 kota berdiri sejajar, menatap langit sore yang kini kembali cerah. Babak invasi pertama berhasil mereka menangkan bersama!

1
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
Ayyasying
lu ngasih villainnya OP banget bang. di combo ga mati
Ayyasying
kacau villainnya terlalu farming aura🔥🔥🔥
Ayyasying
sangar euy villainnya
Ayyasying
gacorrrr
Ayyasying
Sedih banget bang masa lalunya di night 😭😭😢
Ayyasying
GG Gaming😍😍
Ayyasying
keren banget bang miracle Harvest kuat kiat💪💪💪
Ayyasying
💪💪💪
Polaris 03
Lanjutkan
Herman Syah
kerenn
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
serafe cowok apa cewek?
Ayyasying: cewek
total 1 replies
Guzzie
💪💪💪
Ayyasying: subscribe atuh yah
total 1 replies
Guzzie
lanjutan
Guzzie
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!