Cerita ini adalah sequel dari cerita duda ketemu janda.
Disini,author akan menceritakan tentang Reyhan dan Refa.
Yang sudah baca cerita saya sebelumnya, pastinya sudah mengenal mereka bukan?.
Bagi yang belum membaca Duda ketemu janda, disarankan untuk membacanya lebih dulu, biar dapet gregetnya dan juga bisa nyambung ceritanya😊
Apakah Reyhan dan Refa berhasil memutus mata rantai percintaan dalam satu keluarga itu?
Ataukah mereka akan terjebak,dan saling jatuh cinta seperti:
Dimas ❤️ Anggia
Desy ❤️ Rangga
Anggara ❤️ Fatma
Penasaran?Yuk ikutin kisahnya.
Jangan lupa Vote,like dan komentarnya ya.🤗
Bagi yang gak suka dengan cerita ini, jangan dibaca ya, dan gak usah nyinyir juga🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunangan Refa.
Satu tahun kemudian.
Hubungan Reva dan Dilan sudah diketahui oleh kedua orang tua mereka. Keluarga Dilan sudah datang bersilaturahmi ke rumah Dika. Mereka sangat menyukai Reva, dan mengatakan kalau mereka ingin Reva dan Dilan bertunangan.
Dika dan Isma tidak keberatan, tapi mereka menyerahkan semua keputusan pada Reva. Dan ternyata Reva setuju, mengingat sebentar lagi dirinya akan segera menyelesaikan kuliah yang hanya tinggal dua tahunan lagi. Sedangkan Dilan sudah lulus, dan dia sedang mengikuti koas disalah satu rumah sakit.
Akhirnya kedua belah pihak sepakat, pertunangan Reva dan Dilan akan dilaksanakan minggu depan. Reyhan sangat senang mendengar kabar ini. Dia berpikir mungkin saja mereka benar-benar akan menikah dihari yang sama, seperti candaannya bersama Reva waktu itu.
Seminggu kemudian.
Pertunangan Reva dan Dilan pun tiba. Acara itu akan dilaksanakan bada Ashar. Semua anggota keluarga Dika sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Sedangkan Reva sendiri saat ini sedang di makeup oleh Isma. Reva terlihat sangat cantik hari ini. Semua memujinya, termasuk kakak tirinya, Reyhan. Dia memuji kecantikan adik tirinya sore itu.
Reyhan mengambil kameranya, karena ingin memotret Reva. Cekrek, .....dia memotret Reva, di teras belakang rumah dan juga ditempat lainya.
Reyhan tersenyum menatap foto Reva, yang baru saja diambilnya.
"Kak Reyhan kenapa senyum? Awas aja ya kalau fotonya jelek." Kata Reva.
"Bukan fotonya yang jelek, tapi modelnya." Canda Reyhan.
"Sembarangan. Mana aku mau lihat." Sahut Reva, lalu menghampiri Reyhan, untuk melihat fotonya. "Jelek apanya?. Cantik gini. Hahaha." Ucap Reva diiringi tawanya.
"Huhhh narsis amat kamu."Sahut Reyhan.
"Biarin. Aku tau kok, dalam hati, kakak juga mengakui kecantikan aku. Iya kaaaaan?."Tanya Reva.
"Hih pede banget deh kamu."
"Mending pede lah, dari pada minder."
"Iya...iya, kakak nggak akan pernah menang deh kalo ngomong sama kamu. Kamu kayak mamu banget, pinter kalo ngomong."
"Aku tau aku pinter, makannya aku mau jadi dokter." Jawab Reva.
Reva dan Reyhan mengakhiri perbincangannya, karena keluarga Dilan sudah sampai disana. Tiba-tiba Reva merasa gugup. Untungnya Reyhan bisa membuatnya sedikit tenang.
Acara pun dimulai. Pihak keluarga Dilan sudah menyampaikan maksud kedatangan mereka, dan pihak keluarga Reva, sudah menerimanya. Kini tinggal menunggu jawaban Reva.
Sang MC pun memanggil Reva untuk datang.
Tak lama kemudian, Reva datang didampingi, Sindy dan Anggia. Semua mata memandang ke arahnya. Mereka begitu kagum melihat Reva yang terlihat cantik sore itu, terutama Dylan. Dia tidak berkedip saat melihat kekasihnya yang begitu cantik datang ke tempat acara berlangsung.
Mereka duduk saling berhadapan di kursi yang berbeda. Salah satu perwakilan keluarga Dilan kembali menanyakan pada Reva, apakah Reva menerima Dilan sebagai tunangannya atau tidak. Dan Reva menerimanya.
Mereka lalu saling memakaikan cincin dijari manis mereka. Dan sekarang mereka pun resmi bertunangan.
"Ini beneran kamu kan?Kamu beneran Reva kan?." Bisik Dilan
"Aku bukan Reva.." Jawab Reva pelan.
"Lalu kamu siapa?."
"Aku ultraman." Canda Reva
Dilan semakin gemas pada kekasihnya.Selain cantik dia juga sangat suka bercanda.
Acara sudah selesai, keluarga Dilan pun pamit.
"Ngapain masih disini? Pulang gih."Tanya Reva pada Dilan.
"Aku masih betah disini." Jawab Dilan
"Oh kamu mau bantuin cuci piring?."Canda Reva.
"Apa aja, asal aku bisa nginep disini, dan bobo sama kamu." Goda Dilan.
"Boleh kalo berani." Tantang Reva.
"Aku berani."
"Oh ya?Kalo gitu, aku tungguin nanti malam di kamarku."
"Beneran?Nggak nyesel nih."
"Enggak. Karena aku yakin kak Dilan nggak bakalan berani. Aku berani taruhan, bentar lagi kak Dilan pasti pulang." Kata Reva.
Dan benar saja, baru saja Reva selesai bicara tiba-tiba hp Dilan berbunyi. Mamanya menelpon dan menyuruhnya segera pulang.
Reva tertawa, merasa menang dari tunangannya itu. Dilan pun akhirnya pamit pada keluarga Reva.
"Awas ya kamu nanti, kalo udah jadi istriku." Ucap Dilan pada Reva sebelum dia pulang.
.....
Dikamar Reyhan.
Reyhan sedang melihat foto yang dia ambil saat acara pertunangan Reva tadi. Dia menatap satu persatu foto hasil jepretannya, dan berhenti di slide terakhir, dimana ada foto Reva yang dia ambil di teras tadi.
Dia memandang lekat foto itu., foto Reva yang yang terlihat cantik menurutnya. Dia ingat percakapannya dengan Reva tadi sore yang mengatakan kalau dia cantik.
"aku tau kok, dalam hati, kakak juga mengakui kecantikan aku, iya kaaan?."
Reyhan tersenyum saat dia ingat ucapan Reva tadi sore.
Kamu bener Reva, kamu memang cantik. Makin dewasa kamu makin cantik dan sangat lucu. Laki-laki manapun pasti akan jatuh cinta sama kamu. Dilan sangat beruntung bisa mendapatkan kamu. Aku harap kamu dan Dilan bahagia. Batin Reyhan.
......................
Hari ini keluarga Dika kedatangan tamu. Mereka adalah Arnes dan Jeny, orang tua Rachel. Kedatangan mereka kali ini, ingin membicarakan pernikahan Reyhan dan Rachel, dengan alasan khawatir karena pergaulan dan jaman. Mereka ingin segera Rachel dan Reyhan menikah.
Dika dan Isma setuju, karena sebenarnya mereka juga merasa khawatir melihat kedekatan Rachel dan Reyhan. Sebagai orang tua, mereka takut anak-anaknya sampai melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Bukan mereka tidak percaya pada anaknya, tapi jaman sekarang sudah berbeda. Hal yang dianggap tabu, bagi sebagian orang sudah dianggap biasa.
Reyhan dan Rachel tidak bisa berkata apa-apa, selain menyetujui rencana pernikahan itu. Pernikahan yang hanya tinggal dua minggu lagi sesuai keinginan Arnes, ayah Rachel.
Mereka mulai sibuk mempersiapkan acara pernikahan Reyhan yang mendadak. Baru saja keluarga Dika mengadakan acara pertunangan Reva, sekarang mereka kembali disibukkan dengan acara pernikahan Reyhan.
"Lo nggak macem-macem kan sama Rachel, Rey?." Tanya Dimas pada Reyhan.
"Macem-macem gimana maksudnya?." Reyhan balik bertanya.
"Ya lo nggak sampai bikin dia ham...mil kan?."
"Apaan si lo?. Nggak lah. Gue bukan cowok kayak gitu. Pacaran kami, pacaran yang sehat."
"Ya syukur deh kalo gitu. Sori ya, gue nanya kayak gitu. Abisnya kok acara pernikahan lo mendadak gini. Pas om Dika minta gue bikinin undangan pernikahan lo, asli gue kaget banget."
"Gapapa. Gue juga nggak tau, kenapa om Arnes mendadak pengen gue dan Rachel cepet nikah."
"Ya namanya juga orang tua, mungkin mereka khawatir, dan takut lo macem-macem sama Rachel." Jawab Dimas.
"Sialan lo, Dim."
...****************...
Jangan lupa vote,like dan komentarnya ya🤗🤗
pasti bakalan kangen sama jargonnya papa Dika malam pertama 😁😁😁🤭
akhirnya sampai juga di akhir cerita
terima kasih untuk karya yang keren ini mom😘😘😘😘
omes nya Reyhan mirip papa Dika 😄😄😄
sepertinya bakalan ada yang CLBK nih