Apa jadinya jika bertemu dengan sosok pria dingin tapi tampan dan pria itu menjadi pacar bohongan kita?
Nasib percintaan seorang Alexa Stefani selalu gagal dimana dirinya yang selalu dikihanati cinta pertama nya hingga dikhianati sahabatnya sendiri. Hingga suatu hari dirinya bertemu dengan sosok pria dingin yang akhirnya menjadi pacar nya meskipun bohongan.
*
Mahendra Alan Angkasa, sosok pria dingin dan tampan membuat semua wanita selalu mendekatinya dengan takut takut. Hingga suatu hari dimana iya harus berpacaran bohongan dengan seorang gadis yang memiliki paras cantik namun ceroboh.
Akankah mereka selalu bersama selamanya?
#SEQUEL MY LITTLE WIFE
( ANAKNYA ALITA DAN IVAN)
#WAJIB BACA MY LITTLE WIFE YAHH GAESSS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wdy_k26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari patah hati
Alexa membuka pintu apartemen nya yang tanpa sadar Alan juga membuka pintu apartemen nya sehingg membuat mereka saling tatapan.
Alan hanya menatap Alexa dengan datar yang membuat Alexa juga menatap datar Alan.
"Dasar iblis datar" batin Alexa
Alan berjalan dengan santai menuju ke arah lift yang tentu saja diikuti oleh Alexa.
"Dasar iblis kau, kemarin kau menolong ku sekarang kau malah merasa aku tidak ada ckckck"
"Aku tau aku sangat tampan, tapi bisakah kau tidak menatap ku terus?" Ucap Alan tiba tiba yang membuat wajah Alexa berubah menjadi merah padam.
"Astaga kau terlalu narsis" ucap Alexa dengan tajam yang membuat Alan menarik sudut bibirnya
Ting...
Lif terbuka, dengan cepat Alexa berjalan keluar sambil menghentakkan kakinya. Ia benar benar sangat muak dengan Alan meskipun ia harus mengakui bahwa Alan pria yang tampan.
*******
Di sekolah
Alexa berjalan dengan santai sambil mendengarkan lagu camila cabello yang berjudul my oh my dari earphone nya.
"Alexa ayo" ucap Charlotte yang tiba tiba menarik tangan Alexa yang membuat Alexa terkejut dan langsung membuka earphonenya.
"Ada apa Charlotte?" Ucap Alexa dengan kesal tetapi tetap saja Charlotte menarik tangan nya.
"Kau akan melihatnya" gumam Charlotte yang membuat Alexa tidak mengerti.
Charlotte menarik tangan Alexa dan membawa mereka ke arah gudang, Alexa menatap bingung ke arah Charlotte
"Maksud kau apa membawaku- hmmpphh?" Ucap Alexa dengan kesal yang langsung dengan sangat cepat Charlotte membungkam mulut Alexa dengan cepat
"Kau bisa mengintip mereka dari sini" ucap charlotte dengan pelan sambil menarik Alexa ke sela sela dinding
Alexa mengintip dari sela sela dinding dan dia menemukan dua orang yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan janson kekasihnya dan Lily sahabat terbaiknya
"Kau yakin akan memutuskan Alexa?" Ucap Lily yang membuat Alexa terkejut saat mendengar nya
"Aku yakin sayang, aku benar benar tidak mencintainya dan aku hanya memanfaatkan dia untuk membantuku mengerjain tugas sekolahku"
Deg...
Deg...
"Syukurlah kalau begitu, aku kira kau suka dengan perempuan jelek itu" ucap Lily dan langsung mencium janson
Alexa menatap kedua orang tersebut dengan marah, kecewa dan sedih
"Alexa" ucap Charlotte yang membuat Alexa tanpa sadar menghapus air matanya
"Charlotte lebih baik kita pergi daripada mengganggu mereka" ucap Alexa dengan senyum yang dipaksakan sebelum menarik tangan Charlotte.
********
Alan berjalan dengan santai sambil memasukkan tangannya kedalam kedua saku celananya.
"Alan"teriak seorang wanita sambil membawa buku bukunya. Alan membalikkan tubuhnya kebelakang dan dia melihat arabella yang berjalan menuju ke arahnya
"Ada apa?" Tanya Alan dengan nada datar dan jangan lupa wajah dinginnya
"Aku mencarimu untuk menanyakan sesuatu tentang tugas" ucap Arabella yang membuat Alan menatapnya dengan dingin
"Aku bulan dosen, kenapa kau tidak tanyakan ini kepada dosen saja?" Ucap Alan dengan wajah kesalnya
"Maaf Alan, tetapi kau yang hanya bisa membantu ku... Please tolong ajarin aku ya"
Alan menatap Arabella dengan kesal lalu menghela nafas kasarnya
"Ya sudah, aku akan mengajarimu" ucap Alan dengan dingin dan berjalan menuju ke arah sebuah taman.
"Mana bukumu? Keluar kan" ucap Alan dengan dingin.
Bella mengambil sesuatu yang merupakan surat dari dalam tasnya dan langsung memberikan kepada Alan
"Apa ini?" Ucap Alan yang tidak mengerti
"Aku hanya ingin memberikan ini Alan"ucap Arabella dengan berani
"Untuk apa ini? Aku tidak mengerti" ucap Alan dengan tatapan heran
"Aku menyukai mu dari awal bertemu"
"Maaf aku tidak menyukai mu" ucap Alan dengan nada dingin sebelum bangkit dari tempat duduknya
"Kenapa Alan? Kenapa kau tidak menyukai ku?"
"Karena disini aku tidak mencari pasangan, aku disini untuk melanjutkan kuliahku dan maaf sekali Arabella aku tidak menyukai wanita yang berpenampilan seperti mu yang selalu berpakaian kurang bahan yang sangat mirip dengan jalang" ucap Alan dengan santai nya yang membuat Arabella menatap Alan dengan marah
"Kau" tunjuk Arabella dengan wajah merah padam menahan marah.
"Aku akan pergi" ucap Alan dengan santai yang meninggalkan Arabella
******
"Hai sayang" ucap janson yang tiba tiba datang ke arah meja dimana tempat Alexa dan Charlotte berada.
"Ada apa?" Ucap Alexa yang menahan dirinya untuk tidak menampar wajah pria ******** di depannya ini.
"Sayang aku hanya ingin kau membantu ku mengerjakan tugas sekolah nanti siang, apakah kau bisa?" Ucap Janson
"Tentu bisa tetapi kenapa kau tidak meminta bantuan kepada Lily?" Tanya Alexa dengan nada santainya
"Ada apa Alexa kau memanggil namaku?" Tanya Lily dengan wajah tidak berdosanya
"Dasar kalian pasangan iblis" batin Alexa dengan marah.
"Tidak ada, Janson hanya mau kau membantu ya mengerjakan tugasnya"
"Tapi Alexa, bukannya Janson adalah pacarmu?"
"Sekarang tidak lagi" ucap Alexa yang membuat Janson dan Lily terkejut
"Maksudmu apa sayang?" Tanya Janson yang tidak mengerti
"Hahahaha, kalian sangat berbakat jadi artis dan aktor.." ucap Alexa yang membuat Lily dan Janson terkejut namun dengan secepat kilat mereka merubah ekspresi wajah mereka
"Janson aku tau kau berpacaran dengan ku agar aku membantumu mengerjakan tugas sekolahmu, dan kau Lily aku sungguh tidak menyangka bahwasannya kau menusukku dari belakang"
"Maksud kamu apa Alexa?" Tanya Lily dengan nada tinggi yang membuat semua orang mematap ke arah mereka
"Aku melihat dan mendengarkan semua percakapan kalian di gudang... Dasar brengsek kalian berdua"
"Hahahah, bagus kalau kau mendengar kan nya jadi kami tidak perlu bersusah payah menjelaskan padamu" ucap Janson yang membuat Alexa ingin meneteskan air matanya namun dirinya menahannya.
"Kau haru sadar diri Alexa, siapa yang mau berpacaran denganmu kalau bukan hanya memanfaatkan kepintaran mu" ucap Janson yang membuat semua orang menatap mereka lalu berbisik bisik
"Baik, mulai hari ini kita Putus" ucap Alexa dengan wajah merah padam
"Itu yang mau aku tunggu, ayo sayang kita pergi" ucap Janson yang memeluk Lily.
Alexa terduduk dengan lemas, ia tidak menyangka ternyata pacar yang selama ini ia cintai hanya memanfaatkannya saja
"Alexa, are you okey?" Tanya Charlotte yang dibalas anggukan lemah Alexa
"Aku ingin sendiri Charlotte"ucap Alexa yang berjalan meninggalkan Charlotte sendiri.
******
Haiii... Vote, like dan komen