NovelToon NovelToon
Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mafia
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Kirana adalah gadis pekerja keras yang hidup sederhana, rela lembur sampai larut malam demi menabung untuk masa depan yang lebih baik. Suatu malam saat hujan deras mengguyur kota, ia melihat seekor anak kucing terlantar di tengah jalan. Tanpa ragu ia menolongnya, namun justru ia yang tertabrak truk melaju kencang. Di detik-detik terakhir hidupnya, Kirana memohon dengan sekuat tenaga agar diberi kesempatan hidup sekali lagi.

Saat terbangun, ia tidak lagi berada di jalan raya atau rumah sakit. Ia kini menempati tubuh Elena—istri dari Leonid, seorang pemimpin kelompok mafia yang ditakuti banyak orang. Elena asli dikenal wanita yang licik, kejam pada anak kandungnya sendiri yang baru berusia empat tahun bernama Alvaro, serta diam-diam menjalin hubungan gelap dan merencanakan pelarian membawa harta suaminya.

Kini Kirana harus bertahan hidup dengan menyamar sebagai Elena. Ia berj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana yang Terjalin Bersama

Bab 26

Matahari pagi naik perlahan, menyinari jendela kamar yang kini tak lagi tertutup rapat. Udara masuk membawa kesegaran, seolah ikut merayakan kedamaian yang kini menetap di hati penghuni rumah besar itu. Elena terbangun saat merasakan sentuhan lembut di bahunya tangan besar milik Leonid yang sedang menatapnya dengan pandangan yang tak pernah lepas penuh kasih.

"Sudah bangun?" bisiknya pelan.

Elena mengangguk sambil tersenyum. "Ada apa? Kau sudah lama menatapku?"

"Aku hanya bersyukur," jawab Leonid tulus. "Setiap kali melihatmu di sini, di sampingku, aku teringat betapa dekatnya aku dengan kehancuran. Dan betapa beruntungnya aku karena kau datang menyelamatkan semuanya."

Pagi itu terasa berbeda. Leonid tidak langsung pergi ke ruang kerja atau memanggil orang kepercayaannya. Ia membantu Elena merapikan tempat tidur, bahkan ikut menyiapkan susu untuk Alvaro yang baru saja terbangun dengan wajah mengantuk namun senyum yang tak hilang. Pemandangan itu membuat hati Elena menghangat pria yang dulu terbiasa memerintah dan dipatuhi, kini rela melakukan hal-hal sederhana bersama orang yang ia cintai.

Siang harinya, mereka duduk bersama di ruang tengah untuk membicarakan hal yang sudah lama ingin Elena sampaikan.

"Aku ingin mengubah beberapa hal," ucap Elena perlahan namun mantap. "Aku tidak ingin rumah ini hanya menjadi tempat kekuasaan atau benteng yang tertutup. Aku ingin anak-anak dari desa sekitar bisa belajar di perpustakaan besar ini. Aku ingin mereka punya kesempatan yang sama seperti anak-anak lain."

Leonid menatapnya sejenak, lalu perlahan tersenyum lebar. "Kau pikir aku akan melarang? Kau lupa siapa yang sekarang memegang kendali bersamaku? Lakukan apa yang kau mau. Harta dan kekuasaan ini bukan milikku seorang. Ini milik kita, dan seharusnya berguna bagi banyak orang."

Mendengar itu, hati Elena terasa meluap bahagia. Ia tak menyangka pria yang dulu begitu tertutup kini begitu terbuka pada pemikiran-pemikirannya.

Sore itu, mereka berkeliling taman bersama Alvaro yang riang berlari ke sana kemari. Leonid bercerita tentang masa kecilnya, tentang bagaimana ia belajar bertahan hidup sendirian sejak dini, tentang rasa takut yang dulu ia sembunyikan di balik sikap dinginnya. Elena pun mulai bercerita lebih banyak tentang kehidupan lamanya tentang perjuangan bekerja keras, tentang harapan sederhananya, dan tentang rasa syukurnya yang tak terhingga karena kini bisa berdiri di sini bersama mereka.

Tidak ada lagi rahasia yang dipendam sendiri. Tidak ada lagi tembok tinggi yang memisahkan. Mereka saling melengkapi bagian-bagian masa lalu yang belum sempat terucap, merajutnya menjadi kekuatan untuk masa depan.

Malam tiba dengan tenang. Setelah Alvaro tertidur lelap, Elena dan Leonid duduk di beranda sambil memandangi langit yang bertabur bintang.

"Masih banyak hal yang harus kita perbaiki," ucap Leonid pelan. "Masih banyak orang yang mungkin tidak setuju dengan perubahan ini. Masih ada bahaya yang mungkin datang."

Elena menggenggam tangan suaminya erat. "Tapi kita tidak sendirian lagi, kan? Kita berdua. Dan kita punya alasan yang lebih kuat untuk bertahan: Alvaro. Dan cinta kita."

Leonid menatapnya lekat-lekat, lalu mengecup punggung tangan wanita itu dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam. "Kau benar. Selama kita bersama, tidak ada yang tak mungkin kita hadapi. Apa pun yang terjadi, kau tetaplah rumahku. Dan aku akan selalu menjagamu sampai napas terakhirku."

Angin malam berhembus lembut, membawa janji-janji yang terucap di antara mereka. Cerita mereka belum selesai. Perjalanan masih panjang. Namun kini mereka tahu pasti: selama berjalan beriringan, saling percaya, dan saling menguatkan, tak ada rintangan yang tak mampu mereka lewati bersama.

 

BERSAMBUNG...

1
ocvia
🤣baik kak
Susi Nugroho
Nanti bikin Elena mengandung kembar.... Lanjut....
yula
👍
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ocvia: siap kak
total 1 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu.... Semangat
ocvia: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!