NovelToon NovelToon
SEMUA DEMI ANAKKU

SEMUA DEMI ANAKKU

Status: tamat
Genre:Teen / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:217.8k
Nilai: 5
Nama Author: nadataskia

Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.

Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARAPAN IBU...!

Sore hari ayah sampai rumah semua bakso ayah habis di bagi-bagi ayah tersenyum senang dan bahagia karena niat ayah untuk berbagi bisa berjalan dengan lancar tanpa suatu hambatan.

 

 

*****

"Assalamualaikum, Bu!" sapa ayah motornya berhenti di depan rumah.

"Waalaikumsalam, Yah." Jawab ibu keluar rumah.

"Wah ... alhamdulilah baksonya sudah habis gimana semua seneng dengan bakso gratisnya?" tanya ibu.

"Ya Bu, Alhamdulilah banyak wajah-wajah yang tersenyum bahagia dengan bakso gratisnya, Bu." Ucap ayah bahagia.

"Syukur Alhamdulilah semoga kita bisa terus seperti ini ya Yah, mengadakan bakso gratis terus setiap jumat!" kata ibu penuh harap.

"Amin ... iya kita harus terus ngadain jumat berkah ini, karena sebagian rejeki kita adalah milik mereka yang kurang mampu, Bu." Ayah menasehati ibu.

"Iya Ayah, benar Ibu bangga jadi istri Ayah, begitu mulia niat dan pikiran, Ayah." puji ibu.

"Akh, Ibu bisa aja, Ayah juga bangga punya istri seperti Ibu yang selalu mendukung apa yang menjadi kehendak Ayah!" kata ayah memuji ibu juga.

"Udah menjadi kewajiban Ibu sebagai seorang Istri selalu ikut apa yang menurut suaminya baik," ujar ibu.

Saat mereka tengah sibuk bicara di luar sambil ayah merapikan gerobak menurunkan dari motor Nadia berlari dari dalam memeluk Ayah dan Ibunya.

"Nadia juga beruntung jadi Anak Ibu dan Ayah, karena tidak pernah berhenti dan selalu berusaha keras menjaga dan merawat Nadia dan Kasih," Nadia juga memuji orangtuanya sambil menciumi mereka.

"Begitu juga Ayah dan Ibu juga bangga punya putri seperti Nadia yang bisa bantu Ibu jaga, Adik." Jawab kedua orangtuanya memeluk Nadia.

Keluarga ayah memang terkenal dengan keharmonisannya walau kehidupan mereka tidak sebaik orang-orang yang punya banyak harta uang dan jabatan yang tinggi.

Keluarga ayah hanya punya kebahagian, senyum dari kedua anaknya dan kesetiaan Istri yang selalu mendukung suaminya, selalu mendorong semangat suaminya untuk menjadi yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Hanya satu harapan ibu, mereka selalu bersama terus sampai tua sampai maut yang memisahkan, tak perduli dengan dunia ibu lebih mementingan kebersamaannya dengan ayah.

Walau tidak jarang ibu mendapat hinaan dan hujatan, tatapan tidak senang dari keluarga ayah, tapi selama ayah percaya dan selalu bersama ibu, walau hati sakit ibu tetap bertahan demi suami dan Anak-anaknya.

walau kekurangan uang dan harta ibu dan ayah tidak pernah menyerah untuk membahagiakan kedua anaknya, memenuhi segala kebutuhan mereka hingga masalah pendidikannya ibu sudah siapkan semuanya.

 

*****

Setelah ayah selesai dengan gerobaknya ayah pun segera masuk dan ibu membuatkan kopi buat ayah, sambil mengendong Kasih Ibu menyiapkan makan karena sebentar lagi masuk waktu makan malam.

"Bu, masak apa hari ini?" tanya ayah yang telah selesai solat magrib.

"Oh ini Yah, Ibu, masak sayur sop sama goreng tempe, terus sambal terasi, ga apa-apa khan, Yah?" kata ibu balik bertanya.

"Alhamdulilah masih bisa makan dengan lauk yang enak, kita masih beruntung, Bu di luar sana masih banyak orang-orang yang belum tentu bisa makan seperti kita," jawab ayah teringat para pemulung tadi saat makan bakso.

"Sukur deh, Ibu pikir, Ayah ga suka dengan masakan Ibu," kata ibu terharu.

"Mana mungkin! apapun yang Ibu masak Ayah pasti makan selama Ayah masih di kasih sehat, Bu." Kata ayah mencium kening ibu.

"Terimakasih Yah, sudah mau terima apa adanya," ujar ibu.

Ibu pun menyiapkan nasi di piring buat ayah di tambah dengan sayur juga lauknya. Setelah menyiapkan buat ayah, ibu menyiapkan juga buat Nadia, terakhir untuk ibu sendiri.

Mereka makan di depan tivi hanya dengan beralaskan karpet suasana malam itu begitu hangat, kebersamaan keluarga menggalahkan kemewahan dunia.

Setelah makan mereka menonton tivi bersama acara keluarga yang membuat kebersamaan mereka tambah dekat, Kasih tidur di pelukan ibu setelah makan tadi.

Sekitar jam sembilan malam semua pergi tidur karena besok pagi-pagi sekali ayah harus pergi ke pasar untuk giling bakso.

 

*****

Keesokan harinya seperti biasa jam lima pagi ayah sudah bangun setelah solat subuh ayah bersiap untuk berangkat giling ibu di rumah menyiapkan airnya, karena begitu ayah pulang dari pasar langsung di cetak baksonya.

Ayah pergi sendiri sudah biasa setiap harinya, selain hari jumat ibu hanya diam di rumah menyiapkan segalanya biar ayah bisa langsung jualan begitu bakso mateng.

Sekitar jam setengah tujuh pagi ayah sudah kembali dari pasar dan ibu langsung mengambil semua belanjaan ayah mumpung Kasih sedang tidur dan air juga sudah siap Ibu segera menyetak baksonya di kompor.

Sekitar jam delapan kurang dua puluh menit Ibu sudah selesai separoh adonan dan menatanya di gerobak dan ayah pun siap berangkat ke sekolah SD.

"Bu ... Ayah berangkat dulu, doain Ayah ya Bu supaya dagangan Ayah laris hari ini," pamit ayah pada ibu.

"Amin ... tentu Yah, Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik buat keluarga kita supaya tidak di pandang sebelah mata terus," jawab ibu hampir menanggis.

"Maafin, Ayah ya, Bu karena Ayah belum bisa bahagiain Ibu dan anak-anak," kata ayah memeluk Ibu.

"Bukan salah Ayah, kenapa Ayah minta maaf Ibu sudah bahagia selama bersama Ayah, udah jadi berangkat ga nih!" kata ibu sambil berusaha tersenyum.

"Yaudah, Ayah berangkat dulu, dah Nadia doain Ayah ya!" ayah mencium Nadia Anaknya dan ibu mencium tangan ayah.

"Hati-hati Yah, di laris-laris dagangnya, semoga rame hari ini!" doa ibu mengiringgi langkah ayah.

"Aminnn ...," jawab ayah.

Ayah pun menyalakan motornya dan siap berangkat, masih pagi ayah berjualan di sekolahan SD dan SMP.

Setelah ayah jauh tidak kelihatan mata lagi ibu pun segera masuk dan melanjutkan mencetak bakso yang tersisa buat di jual nanti sore, mumpung Kasih belum terbangun.

Nadia duduk di depan tivi sebelahan dengan kamar Ibu tempat Kasih tidur jadi bisa kedengaran saat Kasih tiba-tiba nanggis nanti.

Ibu menanggis mengigat sebentar lagi Nadia akan masuk sekolah sekarang umur Nadia sudah lima tahun, satu tahun lagi Nadia sudah enam tahun dan harus bersekolah.

Ibu selalu menabung untuk kebutuhan sekolah Nadia walau masih banyak kebutuhan lain yang belum terpenuhi tapi ibu kesampingkan dulu demi Nadia biar bisa sekolah.

Harapan ibu dengan menyekolahkan Nadia Ibu ingin masa depan Nadia lebih cerah dan bisa membuat kedua orangtuanya bangga bisa mengangkat derajat mereka menjadi lebih baik supaya tidak di hina orang lain.

Ibu sering kali menutupi lukanya dengan senyuman padahal hatinya sakit sekali dengan omongan dan pandangan tidak suka dari ipar-ipar suaminya. hanya dengan membuat Nadia pintar dan unggul dari semua sudah membuat Ibu bangga, biar mereka kurang dalam materi tapi mereka unggul dalam prestasi.

Harapan ibu dengan prestasi yang di dapat Nadia membuat mereka yang tidak suka dengan ibu berhenti mengejek ibu.

Semoga doa dan harapan ibu menjadi nyata dan ibu bisa tersenyum bangga dengan keberhasilan Anak-anaknya.

*****

Bab ini sudah selesai sampai sini kita lanjut ke bab berikutnya jangan lupa like👍 dan komennya, vote dukung author nya supaya lebih semangat lagi nulisnya.

☘Episode selanjutnya kisah tentang sekolah Nadia dan di sini akan di mulai perjuangan seorang Ibu yang berusaha keras melakukan yang terbaik agar Anaknya bisa mendapat Ilmu dan pendidikan walau sudah seringkali terluka. Ibu tetap

berusaha dan yakin dengan keberhasilan Anaknya.☘

❤Terimakasih sudah baca❤

Jangan lupa tambahkan ke faforit❤

1
Ai Hodijah
bab ini cerita saya banget,anak-anak kalau bapaknya pulang heboh tapi yang di tanyain duluan jajanan yang di bawa😁
Ai Hodijah
sampai sini saya suka ceritanya, realita kehidupan,gak muluk-muluk,kerjakan apa yang ada di depan mata,hidup bahagia meskipun dengan segala kekurangan,berusaha sekuat tenaga meskipun hasilnya belum tentu memuaskan,berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan yang sangat tidak ternilai,bahagia selalu untuk semuanya
Naruto Ganteng 🌱 Yoko 🔱🎻
baru baca
»𝆯⃟ ଓε»°CaCha_iC🄷a°«࿐𓆊
like, komen ☑️
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
favorit
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
baru nikah malu" ya Ningsih nanti pas udah lama malu" in 🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Kasihan ningsih ditinggal mamanya sejak kecil
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Prinsip ibu hebat pendidikan nomor satu meski hidup pas-pasan
🎧Reo Ruari Onsiwasi
1 gif kopi titipan dari opa
⭐Reo Ruari Onsiwasi⭐
Titip hadiah buat jua ya rete.🎁🎁🎁
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
💟𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒HIAT
mampir ka
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
menyentuh
❤️⃟WᵃfJonathan
walau juara dua hrs tetap sabar
Rey ՇɧeeՐՏ🍻🍒⨀⃝⃟⃞☯
mangat
Nhae Zhiro
akhirnya nadia minta maaf
Nhae Zhiro
akhirnya motornya masuk rumah
Nhae Zhiro
wow kasih akan masuk tk
Nhae Zhiro
makin penasaran
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
wa'alaikumsalam, semoga lekas sehat kembali ya kak 😊
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
Cinta Sheila hadir bawa dukungan kak, tetep semangat selalu ya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!