selir xiao yue anak nona muda ketiga dari keluarga xiao, dalam hidupnya cinta kebebasan tapi alangkah kagetnya tiba tiba kasim kekaisaran menyampaikan titah dirinya di angkat menjadi selir gara gara ilmu perbintangan
"oh tidakkkkkkk aku pengen bebas"
bagaimana nasibnya yang harus hidup di istana dengan aturan aturan dan saingan ?
.
.
.
.
.
seoson 1 sudah tamat dan beralih ke seoson 2
seoson dua menceritakan perjalanan liyue menjadi xiaoyue
liyue adalah putri rubah yang mengalami sidang langit dan terdampar ke dunia manusia lupa ingatan dan menjadi xiaoyue
berbagai ujian dihadapinya dan kini telah kembali ke Alam abadi tapi dia meminum pelupa ingatan ujian sidang langitnya.
yang ada dipikirannya suami dan dirinya tidak bisa menyatu karena mereka semua tidak hidup lama karena takut dia melihat orang yang di sayang meninggal satu persatu dia meminum lupa ingatan
liyue tidak tau sajah bahwa suaminya juga dari alam abadi
dan juga mereka di jodohkan, bisakah mereka bersatu lg?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bermalam bersama
xiao Yue menghela nafas
"jangan mikir aneh aneh, aku hanya ingin meminjam pedangmu yang bersih itu untuk membuka air kelapa, kamu tau sendiri kamu itu terluka takut ada racun di tubuhmu jadi aku mengambil air kelapa muda yang bagus untuk menawarkan luka" jelas xiao Yue
"oh" sambil menatap xiao Yue
"dan sampai kapan kamu ada di atas ku? lukamu harus segera di obati" tanya xiao Yue
"eh" ujar kaisar yang baru sadar sambil duduk dari posisinya
"dia sangat imut ketika menahan marah,,, hi hi hi,,,,, eh apa yang ku pikirka sadar sadar" batin kaisar sambil menepuk nepuk kepalanya
"kamu kenapa? pusing?"
"eh em sedikit" bohong kaisar
"tunggu sebentar disini" xiao Yue mengambil pedang dan membuka air kelapa dan menyerahkan pada kaisar lalu menumbuk tumbuhan tadi yang di dapatkannya lalu menempelkan kepada bagian bagian yang teluka
"gimana sudah baikan?" tanyanya
"em lumayan eh nih" sambil menyerahkan air kelapa sisanya
"tidak perlu aku ambil lebih tadi itu untuk mu sajah"
"em baiklah"
,,,,,,,,*,,,,,,,
malam semakin larut kedua insan sedang berbaring saling memunggungi dalam diam dan kedinginan, keduanya tidak ada yang terpejam
"apa kau sudah tidur?" tanya kaisar
"em belum, aku tak bisa tidur"
"kenapa?"
"karena ini tidak benar aku tidur di bawah sajah kamu di atas, kan kamu sakit" tanya xiao Yue
"tidak, mana tega aku"
keduanya menghela nafas
"kamu kenapa tampak resah?" tanya kaisar
"entahlah firasatku tiba tiba gak enak dan juga rasa bersalah"
"kenapa?" tanyanya lembut
"aku kabur dari kediaman ketika suami saya pergi"
bagai malam tersambar petir ketika perempuan yang di depannya sudah bersuami entah kenapa hatinya terasah sesak
"kenapa?"
"aku tidak suka di kurung, makanya ngendap ngendap ketika dia keluar"
"gak takut ke Tahuan?"
"gak lah toh dia gak tau aku"
"eh bagaimana suami tidak tau istrinya sendiri?" tanya sang kaisar yang tak sadar kalau dirinya suaminya karena memang dia tak menganggap selir adalah istrinya dia hanya menganggap pajangan
"ada contohnya aku bahkan aku tidak tau wajahnya dan dia juga banyak istri" jelas xiao Yue
"eh ******** tuh orang" tanpa sadar mengumpat dirinya sendiri karena cemburu
"eh kenapa aku tiba tiba jadi emosi begini?" linglung kaisar
"gimana kalau kamu jadi istriku?" 'eh kenapa aku tanpa sadar mengajak dia menjadi istri' pikirannya
"hahaaha kamu tidak akan bisa"
"aku jadi penasaran siapa suamimu"
"kamu tidak akan menemuinya"
"kenapa, kau lihat sajah nanti"
"ah terserah kau saja"
Xiaoyue memejamkan matanya dan tertidur pulas dan diikuti sang kaisar
,,,,,,*,,,,,
tengah malam dinginnya malam tak terkalahkan tanpa sadar xiaoyue berbalik dan memeluk kaisar erat, kaisar terbangun dalam.tidurnya, dia melihat wajah damai xiaoyue dan lagi lagi dia merasa tidak asing, dia membawa ke dalam pelukannya mencari kenyamanan dan kehangatan
"kak aku merindukanmu, Ian Gege" ucapnya pelan
"samar samar kaisar mendengarnya"
"apa kau berbicara sesuatu?" karena dia merasa nama yang disebutkan tidak asing
"aku merindukanmu"
"Hem mungkin hanya perasaanku saja" dia semakin mempererat pelukannya dia mencium kening xiaoyue beberapa kali, terbesit pikirannya untuk membuka cadar xiaoyue tapi buru buru dia mengenyahkan karena menurutnya lancang mengetahui privasi pribadi wanita kalau dia tak menginginkannya
kaisar menahan keinginannya susah payah ketika dia teringat ciuman singkatnya tadi ingin sekali dia mencium tanpa ada pembatas halangan yang menghalanginya termasuk cadar entah apa yang ada di pikirannya saat ini dia merasa aneh dengan dirinya sendiri
.
.
.
.
.
.
.