NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 Joshua -No 10 Yg Pensiun Umur 23 Karena Cedera & Buka Sekolah Bola Gratis

Joshua umur 23 tahun sudah pensiun.

Kenapa pensiun ? ACL. Putus. Waktu main untuk Sulut United Liga 2 lawan Persipal Palu. Di menit ke 87 , dia coba tendangan Pisang Raja seperti Bima. Lututnya bunyi krek.

Operasi di Manado gagal. Tidak ada uang untuk operasi kedua di Jakarta seperti Bapak Bima. Dokter berkata "Sudah tidak bisa jadi pemain bola profesional lagi."

Joshua sekarang jualan es kelapa di depan Stadion Klabat. Pakai kruk. Kaki kiri masih bengkok. Tidak ada yang kenal dia lagi. Dulu anak - anak minta foto dengannya. Sekarang anak - anak minta es kelapa tambah gula.

Anak Joshua , Ronald , umur 10 tahun , yang dikasih sepatu Specs Lightspeed no 40 kebesaran sama Bima , sekarang yang jadi harapan Joshua.

Bima pulang bulan Desember , melihat Joshua jualan es kelapa. Bima kaget.

"Joshua ?"

Joshua malu. Tutup gerobak.

"Bima..."

Dua mantan rival diam di depan stadion yang dulu jadi teman seleksi di Manado United.

Bima berkata "Kau kenapa jualan di sini ?"

Joshua menjawab dengan suara kecil "Aku habis cedera , tidak ada klub yang mau. Uang habis untuk operasi. Istri minta cerai. Ronald ikut aku."

Bima lihat kruk Joshua.

"ACL ?"

Joshua mengangguk. "Putus. Mau operasi kedua tidak ada uang. Rp 70 juta."

Bima tidak kasih uang secara langsung. Bima ingat perkataannya Yudi "Jangan kasih sepatu , kasih bola plastik."

Bima berkata "Aku ada perahu di depan rumah. Sinar Bima. Sudah jadi museum. Tidak dipakai melaut. Kau pakai saja."

Joshua bingung "Untuk apa ? Jualan es kelapa di atas perahu ?"

"Bukan. Untuk sekolah bola. Kau kan no 10. Kau lebih jago teknik daripada aku. Aku cuma bisa tendang keras. Kau bisa ajar anak - anak Tikala teknik yang benar. Aku biayai. Rp 3 juta per bulan. Untuk jadi pelatih dan es kelapa gratis untuk anak - anak setelah latihan."

Joshua menangis. Di depan gerobak es kelapa , pakai kruk , umur 23 tahun , menangis.

"Aku malu , Bima. Dulu aku pernah hina sepatu pinjamanmu. Sekarang aku mau pakai perahumu."

Bima peluk Joshua. Kaki Joshua yang cedera bergetar.

"Dulu kau hina aku karena aku anak Tuminting. Sekarang aku butuh kau untuk mengajar anak Tuminting."

Minggu depannya , Sekolah Bola milik Joshua sudah buka. Bukan di Tikala , tapi di atas Sinar Bima yang ada di depan rumah Bima. Anak - anak latihan teknik di atas perahu yang tidak digunakan melaut. Lucu. Tapi Joshua ajar dengan serius.

"Lihat , kaki tumpu harus begini. Bukan seperti Bima yang kakinya miring - miring. Haha."

Anak - anak tertawa. Ronald yang ada di depan , pakai sepatu no 40 kebesaran , bangga karena bapaknya menjadi pelatih.

Yudi datang. Yudi kan pelatih lari pagi. Joshua pelatih teknik. Dua pelatih tanpa lisensi.

Yudi berkata ke Joshua "Jo , kita bagi tugas. Aku ajar jatuh , kau ajar gol."

Joshua menjawab "Aku melakukan tendangan pisang raja yang gagal dan bikin aku jadi pensiun."

Suatu sore , Bima video call dari Glasgow. Melihat latihan di atas Sinar Bima melalui via video.

Bima melihat Joshua pakai kruk tapi tetap tendang bola pakai kaki kanan , ajar Ronald.

Bima berkata "Joshua , bulan depan ada operasi ACL gratis dari dokter tim Celtic. Aku sudah daftarkan kau. Tiket pesawat aku belikan. Kau operasi di Skotlandia."

Joshua kaget. Hpnya hampir jatuh ke lumpur.

"Di Skotlandia ?"

"Iya. Supaya kau bisa berjalan lagi tanpa kruk. Supaya Ronald melihat bapaknya tidak pakai kruk lagi."

Joshua menangis lagi. Kali ini di atas Sinar Bima , di depan 12 anak.

Ronald bertanya "Bapak kenapa menangis ?"

Joshua menjawab "Bapak tidak menangis. Bapak kena asap ikan."

Padahal tidak ada ikan. Cuma ada Sinar Bima yang sudah jadi kelas bola.

Malamnya , Joshua tulis di dinding Sinar Bima pakai cat putih dengan tulisan besar

SEKOLAH BOLA JOSHUA No 10 - GRATIS UNTUK ANAK TUMINTING - JANGAN TAKUT CEDERA , TAKUTLAH TIDAK PERNAH COBA TENDANGAN PISANG RAJA*

Di bawahnya , dia tulis dengan tulisan kecil

Dulu saya no 10 yang sombong. Sekarang saya no 10 yang pakai kruk. Tapi tetap no 10.

Bima di Glasgow , melihat foto tulisan itu yang dikirim oleh Yudi , menangis. Kedua kalinya dalam seminggu ini.

Dia balas di grup WhatsApp Tikala

"Tugas kita bukan menjadi pemain hebat. Tugas kita menjadi perahu untuk orang lain. Sinar Bima sudah selesai melaut , sekarang mengajarkan melaut."

#####################################

Cukup sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
Thor kamu kemana??
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!