“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Pilihan yang Tak Terduga
Kedatangan Zuo Xuyue membuat suasana ruang tamu Keluarga Qin kembali berubah. Liu Yunshi bersama murid-murid Akademi Bela Diri Tianyuan segera berdiri dan membungkuk hormat.
“Salam, Tetua Zuo!”
Qin Xuan ikut bangkit dari kursinya, lalu memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan.
“Salam, Tetua Zuo.”
Meskipun lelaki tua itu tidak menunjukkan tekanan energi yang mencolok, Qin Xuan dapat merasakan kekuatannya jauh melampaui Qin Shan dan Qin Cangming.
Di antara orang-orang yang hadir, hanya Liu Chengfeng yang tampaknya mampu menandinginya.
Zuo Xuyue tersenyum ramah sambil mengelus janggut putihnya.
“Tidak perlu terlalu formal. Aku datang karena Akademi Bela Diri Tianyuan sangat tertarik dengan bakatmu.”
Ia kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.
“Aku mendengar Liu Chengfeng sudah menyampaikan tawaran Menara Pertarungan. Karena itu, aku juga akan langsung menjelaskan apa yang bisa diberikan akademi kepadamu.”
Qin Xuan mengangguk dan mempersilakannya berbicara.
“Kalau kau bersedia bergabung, kau akan langsung diterima sebagai murid Halaman Langit, tanpa perlu mengikuti ujian penerimaan biasa.”
Mendengar hal tersebut, Wei Wuxiu dan beberapa murid lainnya langsung menunjukkan ekspresi iri.
Halaman Langit merupakan tempat berkumpulnya murid-murid paling berbakat di Akademi Bela Diri Tianyuan. Tidak sembarang orang bisa masuk ke sana.
Namun, Zuo Xuyue belum selesai.
“Kau juga akan mendapat sepuluh kesempatan memahami kekuatan di Gua Sumber Suci, lima puluh ribu poin kontribusi akademi, lima ribu kilogram Batu Energi kualitas menengah, dan sepuluh juta koin emas.”
Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan.
“Selain itu, akademi akan memberikan lima teknik bela diri Tingkat Bumi. Kau bebas meminta bimbingan seluruh pengajar, termasuk kepala akademi dan para tetua, kapan pun diperlukan.”
Para murid akademi kembali terkejut.
Bagi mereka, kesempatan meminta bimbingan para tetua tanpa batas sudah merupakan keuntungan luar biasa.
Namun, jika dibandingkan dengan tawaran Menara Pertarungan, hadiah tersebut memang masih sedikit lebih rendah.
Zuo Xuyue tampaknya memahami hal itu.
“Aku mengakui bahwa kami tidak mampu menandingi seluruh hadiah Menara Pertarungan. Tetapi ada satu kesempatan yang mungkin tidak bisa mereka berikan.”
Liu Chengfeng langsung memperhatikan lelaki tua tersebut.
Zuo Xuyue tersenyum.
“Akademi Bela Diri Tianyuan memiliki dua jatah rekomendasi untuk memasuki Akademi Suci Langit Tandus. Kalau kemampuanmu memenuhi persyaratan, salah satu jatah itu akan diberikan kepadamu.”
Mendengar nama tersebut, ekspresi Liu Chengfeng berubah.
“Kalian bahkan bersedia menyerahkan jatah masuk Akademi Suci Langit Tandus?”
Nada suaranya menunjukkan keterkejutan yang tidak dibuat-buat.
Qin Xuan mengerutkan kening.
Ia belum pernah mendengar nama akademi tersebut.
Liu Yunshi yang memperhatikan kebingungannya segera menjelaskan.
“Akademi Suci Langit Tandus merupakan tempat pelatihan terbaik di seluruh Wilayah Tandus. Kalau Akademi Bela Diri Tianyuan menjadi tempat berkumpulnya para jenius Dinasti Zhao, Akademi Suci Langit Tandus menghimpun para jenius terkuat dari berbagai dinasti dan kekaisaran.”
Ia merapikan sehelai rambut di dekat telinganya sebelum melanjutkan.
“Bahkan akademi bela diri milik Kekaisaran Qian masih jauh tertinggal dibandingkan tempat itu.”
Qin Xuan mulai memahami betapa pentingnya kesempatan tersebut.
Namun, penjelasan Liu Yunshi berikutnya membuatnya semakin tertarik.
“Di Akademi Suci Langit Tandus terdapat beberapa Sage yang masih hidup dan mengajar di sana.”
Tidak perlu penjelasan panjang untuk memahami betapa luar biasanya tempat tersebut.
Seorang Sage saja sudah cukup untuk membuat sebuah kekaisaran berhati-hati. Namun, akademi itu memiliki lebih dari satu Sage.
Zuo Xuyue kembali berbicara.
“Kalau berhasil masuk ke sana dan menunjukkan kemampuan yang cukup baik, kau juga bisa bersaing mendapatkan Lencana Pengukuhan Raja. Kau tidak perlu mewakili Akademi Bela Diri Tianyuan untuk mendapatkannya.”
Qin Xuan terdiam sesaat.
Kemudian, ia mengajukan pertanyaan yang membuat Zuo Xuyue sedikit heran.
“Kalau seseorang sudah memiliki Lencana Pengukuhan Raja, apakah dia masih membutuhkan rekomendasi untuk masuk?”
Zuo Xuyue tertawa kecil.
“Tentu tidak. Pemilik Lencana Pengukuhan Raja bahkan akan mendapat undangan langsung dari Akademi Suci Langit Tandus.”
Qin Xuan mengangguk pelan.
Ia sudah memiliki lencana tersebut, tetapi belum berniat mengungkapkannya.
“Lalu, apa persyaratan yang harus kupenuhi jika menerima tawaran akademi?”
Zuo Xuyue menjawab tanpa ragu.
“Tiga bulan lagi, kau harus mewakili Akademi Bela Diri Tianyuan dalam Pertandingan Seratus Akademi. Kami berharap kau mampu membawa akademi masuk lima puluh besar di Wilayah Tandus Selatan.”
Qin Xuan sedikit terkejut.
Hanya lima puluh besar?
Melihat reaksinya, Zuo Xuyue tersenyum pahit.
“Jangan meremehkan peringkat itu. Pertandingan Seratus Akademi diselenggarakan setiap lima tahun sekali dan mempertemukan para jenius dari berbagai akademi bela diri di Wilayah Tandus.”
Ia kemudian menjelaskan bahwa jumlah akademi yang ikut bertanding jauh melebihi seratus.
Di Wilayah Tandus Selatan saja terdapat ratusan, bahkan ribuan akademi bela diri.
Karena itu, masuk seratus besar sudah sangat sulit, apalagi mencapai lima puluh besar.
“Lima puluh besar sebenarnya hanya target yang ingin kami capai,” tambahnya.
Qin Xuan segera memahami keadaan Akademi Bela Diri Tianyuan.
Jika dilihat dari persaingan seluruh Wilayah Tandus, kekuatan akademi tersebut ternyata tidak terlalu menonjol.
“Namun, kali ini kami memiliki harapan,” lanjut Zuo Xuyue. “Selain dirimu, akademi juga memiliki Putra Mahkota, Nangong Yao, dan Gu Xichao. Kalau kalian bekerja sama, hasilnya mungkin akan berbeda.”
Qin Xuan tidak langsung menjawab.
Ia kembali duduk di kursi utama dan mempertimbangkan seluruh tawaran tersebut.
Liu Chengfeng, Zuo Xuyue, dan Liu Yunshi membiarkannya berpikir tanpa mengganggu.
Beberapa saat kemudian, Qin Xuan akhirnya mengangkat kepala.
“Aku sudah mempertimbangkannya.”
Liu Chengfeng langsung menegakkan tubuh.
Zuo Xuyue juga menatapnya penuh harapan.
Keduanya mengetahui bahwa keputusan Qin Xuan akan sangat penting bagi organisasi masing-masing.
“Menara Pertarungan dan Akademi Bela Diri Tianyuan sama-sama menunjukkan kesungguhan,” kata Qin Xuan. “Aku juga tertarik dengan keuntungan yang kalian tawarkan.”
Ia berhenti sejenak.
“Karena itu, aku punya usulan yang mungkin menguntungkan kedua pihak.”
Liu Chengfeng mengerutkan kening.
“Usulan seperti apa?”
Qin Xuan memandang mereka bergantian.
“Aku ingin bergabung dengan Menara Pertarungan sekaligus Akademi Bela Diri Tianyuan.”
Ruang tamu langsung hening.
Liu Chengfeng menjadi orang pertama yang bereaksi.
“Tidak bisa. Qin Xuan, bakatmu memang luar biasa, tetapi kau tidak boleh meminta semuanya sekaligus.”
Liu Yunshi juga mengerutkan kening.
“Kami tidak akan menyalahkanmu jika memilih salah satu. Namun, bergabung dengan dua organisasi sekaligus bukan perkara sederhana.”
Qin Xuan tidak tersinggung mendengar penolakan tersebut.
Ia justru tersenyum tenang. “Sebelum menolak, boleh aku bertanya sesuatu?”
Liu Chengfeng mengangguk.
“Mengapa kalian bersedia memberikan hadiah begitu besar hanya untuk mengajakku bergabung?”
“Tentu karena bakatmu,” jawab Liu Chengfeng. “Kekuatan sembilan puluh banteng menunjukkan bahwa kau memiliki peluang besar mencapai tingkat Sage.”
Zuo Xuyue mengangguk setuju, tetapi kemudian menambahkan, “Peluang besar bukan berarti pasti berhasil. Sepanjang sejarah, banyak jenius yang terlalu percaya diri ketika masih muda, tetapi akhirnya gagal mencapai puncak.”
Qin Xuan memahami maksud ucapan tersebut.
Mereka menganggap dirinya terlalu serakah.
Namun, ia tidak membantah.
Sebaliknya, Qin Xuan melirik Wei Wuxiu, Zhao Feng, dan murid-murid akademi lainnya.
Liu Yunshi segera memahami maksudnya.
“Kalian tunggu di luar sebentar.”
Meskipun penasaran, para murid tidak berani membantah. Mereka segera meninggalkan ruang tamu.
Setelah pintu tertutup, Qin Xuan perlahan berdiri.
“Aku ingin menunjukkan sesuatu.”
Energi dalam tubuhnya mulai bergerak.
Satu demi satu bayangan banteng muncul di belakangnya.
Jumlahnya terus bertambah hingga mencapai sembilan puluh.
Liu Chengfeng, Zuo Xuyue, dan Liu Yunshi saling berpandangan dengan bingung.
Mereka sudah menyaksikan kekuatan tersebut sebelumnya.
Namun, sebelum salah seorang sempat bertanya, bayangan banteng berikutnya tiba-tiba muncul.
Sembilan puluh satu!
Mata Liu Chengfeng langsung membelalak.
“Apa?”
Zuo Xuyue juga bangkit dari kursinya.
Mereka memahami betapa sulitnya menambah kekuatan setelah mencapai batas sembilan puluh banteng.
Bahkan peningkatan satu banteng saja dapat membutuhkan latihan bertahun-tahun.
Namun, Qin Xuan belum selesai.
Bayangan banteng kesembilan puluh dua muncul, disusul bayangan berikutnya.
Sembilan puluh tiga.
Sembilan puluh empat.
Sembilan puluh lima!
Seluruh ruang tamu dipenuhi tekanan energi dari sembilan puluh lima bayangan banteng yang berdiri di belakang Qin Xuan.
Liu Chengfeng dan Zuo Xuyue terpaku.
Liu Yunshi bahkan tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya.
Mereka baru saja mengetahui bahwa kekuatan sembilan puluh banteng yang sebelumnya membuat seluruh Dinasti Zhao gempar ternyata belum merupakan batas kemampuan Qin Xuan.
Pemuda itu memandang ketiganya sambil tersenyum.
“Sekarang, apakah kalian masih menganggap permintaanku terlalu berlebihan?”
......................
Bersambung...