Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.
Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.
Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!
Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.
【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】
【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】
Mata Nara berbinar.
"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"
Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.
Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.
Let's Start The Story!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Penandatanganan Kontrak
Keesokan harinya, Nara Aeris bangun dengan suasana hati yang sangat baik.
Alasannya sederhana. Setelah beberapa hari hanya menghabiskan waktu di rumah, akhirnya ia punya pekerjaan baru yang cukup menarik. Bukan hanya itu, pekerjaan tersebut juga memberinya alasan resmi untuk mendengarkan cerita orang lain tanpa perlu merasa bersalah.
Bukankah itu menyenangkan?
Nara duduk di depan meja rias sambil membiarkan seorang pelayan merapikan rambut panjangnya. Ia mengenakan gaun berwarna krem dengan potongan sederhana, dipadukan dengan tas tangan kecil, yang membuat penampilannya terlihat anggun tanpa berlebihan.
Setelah memastikan semuanya sempurna, dia mengambil ponsel dan memeriksa pesan dari Mira Laurent.
Agen kesayangannya itu sudah mengirimkan alamat hotel tempat mereka akan bertamu dengan sutradara, dan tim produksi acara « Di Balik Masalah »
Nara Aeris membaca pesan tersebut, lalu tersenyum puas.
Hari ini, ia akan menandatangani kontrak!
Akhirnya, ia tidak perlu terus-menerus berbaring di rumah sambil menunggu Silas pulang. Bukan berarti dia tidak menyukai suaminya, tetapi kalau setiap hari hanya makan, tidur, menonton film, lalu menunggu suami pulang kerja, lama-lama dia bisa berubah menjadi bantal berjalan.
Dan Nara Aeris jelas tidak ingin mencapai tahap kehidupan seperti itu.
Setelah berpamitan kepada kepala pelayan, ia meninggalkan kediaman Crane, dan berangkat menuju hotel yang telah ditentukan.
Hotel tempat mereka mengadakan pertemuan merupakan salah satu hotel mewah, yang cukup terkenal di kota Stellaris. Bangunannya menjulang tinggi, dengan dinding kaca yang memantulkan cahaya matahari pagi. Begitu memasuki lobi, pengunjung akan disambut oleh latar marmer mengilap, lampu gantung kristal, dan staf hotel yang selalu siap membantu.
Mira Laurent sudah menunggunya di dekat lift.
Begitu melihat Nara datang, Mira melambaikan tangan. "Kamu datang tepat waktu. Aku sempat mengira harus menelepon kamu tiga kali sebelum mau bangun."
Nara Aeris berjalan menghampirinya, dengan wajah tidak bersalah. "Aku ini artis profesional. Mana mungkin datang terlambat untuk urusan pekerjaan?"
Mira meliriknya. "Tadi siapa yang mengirimiku pesan pukul satu pagi, hanya untuk bertanya apakah tanda tangan di kontrak harus memakai tinta hitam?"
"Itu pertanyaan penting!"
"Penting dari mana?"
"Bagaimana kalau aku menggunakan tinta ungu, lalu mereka menganggapku tidak serius?"
Mira terdiam sesaat sebelum menghela napas. "Kamu terlalu banyak berpikir untuk hal-hal yang tidak perlu."
"Dan kamu terlalu sering meremehkan kekhawatiranku." Nara mengangkat dagu. "Untungnya kamu punya artis sepertiku. Hidupmu pasti jauh lebih berwarna."
"Lebih berwarna atau lebih melelahkan?"
"Keduanya bisa berjalan beriringan."
Mira tidak bisa menahan tawanya. Dia kemudian mengajak Nara naik lift menuju lantai tempat ruang pertemuan berada.
Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah ruang pribadi hotel, yang telah disiapkan khusus oleh tim produksi. Ruangannya cukup luas, dengan sofa berwarna netral, meja panjang, dan jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota Stellaris.
Sutradara acara, Theo Walcott, sudah menunggu bersama dua orang perwakilan tim produksi.
Setelah saling menyapa, mereka mulai membicarakan beberapa hal terkait kontrak. Mira mendampingi Nara selama proses tersebut, memastikan hak dan kewajiban artisnya tercantum dengan jelas. Sementara itu, Nara membaca setiap halaman dengan serius.
Theo menjelaskan bahwa « Di Balik Masalah » akan berfokus pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Para pembawa acara akan bertemu dengan orang-orang yang mengalami konflik, mendengarkan cerita dari berbagai sisi, kemudian membantu mereka memahami akar permasalahan, dan mencari penyelesaian yang masuk akal.
"Untuk beberapa episode, kami sedang mempertimbangkan beberapa kasus keluarga," jelas Theo. "Namun, kamu masih perlu menyelesaikan proses seleksi peserta sebelum menentukan siapa yang akan tampil."
Nara mengangguk antusias. "Saya mengerti. Menurut saya, yang paling penting adalah mendengarkan kedua belah pihak. Terkadang seseorang terlihat bersalah karena kita hanya mendengar cerita dari satu sisi."
Theo tersenyum. "Itulah salah satu alasan kami tertarik mengajak anda bergabung, kamu terlihat cukup spontan, tetapi tetap mampu membaca situasi."
Nara Aeris mengerjap.
Apakah ini pujian atau sindiran halus tentang kejadian kemarin?
Dia memutuskan untuk menganggapnya sebagai pujian.
"Kalau begitu, saya akan berusaha memberikan yang terbaik."
Mira melirik Nara, lalu kembali memperhatikan dokumen di hadapannya. Ia sudah mengenal artisnya itu cukup lama. Selama Nara tidak menemukan sesuatu yang membuatnya penasaran, perempuan itu bisa bersikap profesional dan bekerja dengan baik.
Masalahnya, rasa penasaran Nara terkadang lebih sulit dikendalikan, daripada keinginannya untuk membeli banyak camilan.
Setelah seluruh isi kontrak diperiksa, Nara akhirnya membubuhkan tanda tangannya. Perwakilan tim produksi melakukan hal yang sama, lalu masing-masing menyimpan salinan dokumen.
Theo Walcott berdiri sambil mengulurkan tangan. "Selamat bergabung dengan « Di balik Masalah » nona Nara. Kami berharap kerja sama ini akan berjalan lancar."
Nara menyambut jabat tangannya dengan senyum cerah. "Saya juga berharap begitu, pak Theo. Saya sudah tidak sabar menantikan syuting pertama."
"Jadwal pengarahan akan kami kirimkan melalui agen anda. Kalau ada pertanyaan mengenai acara, silahkan hubungi saya."
"Baik."
Setelah bertukar beberapa kalimat lagi, pertemuan mereka pun berakhir.
Nara keluar dari ruang pribadi bersama Mira dengan langkah ringan. Begitu pintu tertutup di belakang mereka, ia mengangkat kedua tangan seolah baru saja memenangkan pertandingan besar.
"Berhasil! Aku resmi punya pekerjaan baru!"
Mira menatapnya geli. "Kamu hanya menandatangani kontrak, bukan memenangkan penghargaan internasional."
"Jangan merusak suasana hatiku. Setiap pencapaian layak dirayakan."
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan-makan?"
Mata Nara Aeris langsung berbinar.
"Setuju!"
Mira menggeleng sambil tertawa. Seharusnya ia sudah terbiasa dengan reaksi semacam itu, tetapi setiap kali melihat Nara begitu bersemangat hanya karena makanan, dia tetap merasa lucu.
Mereka berjalan menuju lift untuk turun ke lobi hotel.
Namun, sebelum pintu lift tertutup, Nara tiba-tiba mengeluarkan ponselnya.
Mira melirik benda itu. "Apa yang kamu lakukan?"
"Siarkan langsung."
"Sekarang?"
Nara mengangguk mantap. "Entah kenapa, akhir-akhir ini aku merasa tidak bisa lepas dari siaran langsung. Rasanya aneh kalau sehari saja tidak menyapa penonton."
Mira Laurent mengangkat alisnya. "Jangan-jangan kamu sudah kecanduan."
"Tidak mungkin! Aku hanya menjaga hubungan baik dengan penggemar."
"Begitu rupanya."
"Benar, mereka membutuhkan kehadiranku."
"Lalu siapa yang membutuhkan ketenangan?"
Nara Aeris pura-pura tidak mendengar pertanyaan itu.
Dia segera membuka aplikasi siaran langsung, dan menekan tombol mulai. Dalam beberapa detik, penonton mulai berdatangan.
( ASTAGA! AKHIRNYA MUNCUL! )
( Nona Nara, selamat pagi! Aku baru saja bangun, dan langsung melihat siaranmu. Ini pertanda baik untuk masa depanku. )
( Saudari, pertanda baik untuk masa depanmu seharusnya berupa pekerjaan dengan gaji tetap. )
( Diamlah. Jangan mengganggu kebahagiaan orang. )
Nara tertawa kecil ketika membaca komentar-komentar itu.
"Selamat pagi, semuanya! Bagaimana kabar kalian hari ini? Sudah sarapan? Jangan bilang ada yang baru bangun, lalu langsung membuka siaranku tanpa menyikat gigi."
( Kenapa kau langsung menyerangku, Nona Nara? )
( Aku sudah sikat gigi! Aku bahkan sudah mencuci muka! Tolong beri aku penghargaan. )
( Penghargaan untuk kebersihan dasar? Standar hidupmu menyedihkan sekali. )
Nara tertawa sampai bahunya sedikit bergetar.
...----------------...
tetap sehat dan semangat Thor