Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Hari pertama tanpa ditemani istri membuat Farhan, jalan malas menuju dapur untuk membuat sarap dan buka kulkas apa saja yang bisa disiapkan untuk sarapannya perdana makan sendirian.
"Untung kemarin beli roti, buah, dan susu jadi bisa sarapan pakai ini sekarang." ucap Farhan langsung satu roti dan dioleskan pakai mentega dan seres untuk dinikmati untuk sarapan.
Sambil menikmati roti membuat Farhan langsung ambil handphone yang ada di meja dan langsung buka chat yang dikirim sama Mila ternyata istrinya berusaha menghubungi dirinya tapi tidak diangkat karena handphonenya di silent.
"Sudah tahu kalo aku sudah tidur susah bangun masih saja berusaha menghubungi dasar perempuan aneh, kepo sekali ingin tahu kegiatan aku apa saja selama disini, berasa tidak ada privasi sama sekali kalo begini." protes Farhan tidak suka sama isi chat yang dikirim sama Mila dan menganggap istrinya kepo sama apa saja yang dilakukannya selama ada di apartemen, setelah baca chat yang dikirim Mila membuat Farhan langsung menghabiskan roti dan susu nya setelah itu siap-siap berangkat kerja.
**
Menghela nafas kasar melihat ketiga Kakak iparnya berdiri didepan kamarnya, masih pagi ada saja tingkah kakak iparnya yang menguji kesabarannya.
"Kalian mau apa lagi, tidak bosan apa setiap hari ganggu saya terus heran saya sama kalian?" tanya Mila mulai bosan melihat tingkah ketiga kakak iparnya.
"Mau kita jelas dong, mau lo pergi dari sini karena kita sudah muak nampung benalu seperti lo disini, apa lagi lo tidak sadar diri sudah numpang tinggal disini tapi tidak melakukan apapun tidak tahu diri sekali." ucap Ihsan sinis melihat perempuan didepannya, tidak terlihat takut maupun sedih.
"Kalo saya benalu terus kalian apa dong numpang tinggal disini, tidak malu sebagai laki-laki masih numpang tinggal sama adik, makan masih ditanggung, kebutuhan sehari-hari ditanggung, bahkan kerja pun di perusahaan adik, kalo kalian yang cowok hebat seharusnya bisa hidup mandiri dong bukan numpang hidup dan kalian bilang saya benalu kalian mengerti tidak arti menikah dan hak seorang istri hah, dari pada usil sama saya lebih baik kalian cari pendamping hidup biar tahu rasanya punya istri yang tidak diterima sama keluarga seperti apa atau posisi kalian tidak diterima seperti apa jadi tahu perasaan saya sekarang biar tidak seenaknya terus." penjelasan Mila panjang, lebar, dan terus terang. Lelah rasanya harus diam dan menjaga perasaan Kakak iparnya tapi mereka saja seenaknya bicara bahkan merendahkan dirinya setiap ketemu.
"Sial! Berani sekali bicara seperti itu, tanpa ijin kami kalian tidak akan menikah, lo tidak akan merasakan tinggal dirumah mewah ini dasar perempuan tidak tahu diri, apa yang lo cari sampai tidak mau keluar dari rumah ini hah!" bentak Raka kesal karena apa yang diucapkan Mila benar, jika dirinya sengaja tinggal dirumah Farhan dan kerja di perusahaan Farhan, karena tidak mau cari pekerjaan ditempat lain yang pastinya tidak bisa pilih posisi yang diinginkan dan bisa seenaknya seperti sekarang.
"Jangan tidak sopan sama kami iya, kami seret lo dari sini biar tahu rasa lo berani melawan kami!" ancam Gendis kesal mendengar ucapan Mila barusan.
"Lah emosi dasar manusia aneh, saya pergi dari sini atas ijin Farhan jika dia yang minta maka saya akan pergi tapi jika Farhan tidak minta langsung maka kalian tidak punya hak usir saya dari sini, minggir saya mau jualan dari pada tanggapi manusia aneh seperti kalian bikin hidup jadi aneh nantinya." lanjut Mila tenang dan langsung kunci pintu kamar, walaupun didalam kamar tidak ada barang berharga tapi tidak rela kamar tidurnya diacak-acak sama iparnya.
Rasanya kesal sekali mendengar ucapan Mila semakin lama semakin berani menjawab ucapannya bahkan berani menghina dirinya yang numpang tinggal dirumahnya Farhan.
Diam-diam Ihsan memikirkan ucapan Mila barusan yang bilang dirinya numpang tinggal dirumahnya Farhan dan mulai berfikir mau sampai kapan dirinya tidak bisa hidup mandiri dan menata masa depan bahkan mencari pendamping hidup, supaya tidak jomblo terus terus menerus.
**
Meninjau pembangunan sekolah yang menjadi impiannya Farhan bisa membuat bangunan yang bisa bermanfaat untuk banyak orang, apa lagi di kota Balikpapan masih banyak anak-anak yang belum merasakan sekolah yang lebih baik.
"Disini siapkan permainan untuk murid-murid bisa mainkan, khususnya untuk kelas satu sampai kelas tiga batas maksimal supaya tidak rusak jadi kita kasih tahu usia berapa yang masih boleh main perosotan dan juga ayunan kita siapkan lima supaya banyak anak yang merasakan fasilitas yang kita siapkan." ucap Farhan yang ingin memberikan mainan untuk murid-murid sekolah dasar nanti.
"Bisa saja Pak disiapkan, memangnya client mau beli Pak sedangkan client cuman minta kita bangun sekolah ini saja bukan menyediakan fasilitas Pak?" tanya Dion ragu jika client setuju sama permintaan Farhan barusan.
"Nanti saya yang beli dan juga nanti saya akan bahas sama client, kamu atur tempat yang cocok untuk disimpan perosotan dan lima ayunan untuk dimainkan murid-murid kelas satu sampai kelas tiga." sambung Farhan tidak mempermasalahkan menambah fasilitas untuk anak-anak untuk bermain, karena dunia anak-anak adalah dunia bermain supaya tidak bosan saat baru datang ke sekolah, jam istirahat,dan jam pulang sekolah bisa merasakan bermain di sekolah.
"Wow keren Bos ku ini, baik lah Pak siap akan saya siapkan tempat untuk bermain buat murid disini Pak." lanjut Dion kagum dan salut sama Farhan, rela beli banyak permainan untuk murid-murid yang akan sekolah nanti dan tidak berfikir merasa rugi sama sekali.
**
Lelah keliling jualan membuat Mila istirahat diwarung yang tutup sebentar sambil melihat handphonenya berharap Farhan memberikan kabar, sejujurnya jadi kwatir karena suaminya dari kemarin tidak ada kabar sama sekali bahkan pesannya saja cuman dibaca tanpa dibalas sama sekali.
"Apa sebaiknya ketemu sama Mas Erik iya, siapa tahu dia dapat kabar dari Farhan dan bisa telefon Farhan bareng Mas Erik, oke lah kirim chat untuk ketemu sama Mas Erik." ucap Mila langsung kirim chat ke Erik untuk ketemuan dan ajak Erik melakukan vidio call sama Farhan, sejujurnya cemas dan kepo apa yang dikerjakan Farhan sampai tidak bisa dihubungi sama sekali.
Puas kirim pesan membuat Mila langsung masukin handphone kedalam tas dan jalan menuju cafe, untuk ketemu sama Erik dan bahas keadaan Farhan karena dari kemarin Farhan tidak ada kabar sama sekali.