Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern
Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.
sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
CRUNCH!
Rasa sakit yang teramat sangat seketika meledak di seluruh penjuru tubuh Qin Feng.
Bukannya rasa hangat yang lembut seperti saat menelan pil sebelumnya, Teknik Pemurnian Sumsum Surgawi yang didapat dari Lembah Kono kini bekerja seperti palu raksasa yang menimpa ulang seluruh kerangka fisiknya. Setiap ruas tulang, sendi, dan pembuluh darahnya seolah dipaksa patah, dihancurkan, lalu disusun kembali secara drastis dalam hitungan detik.
"A-Aghh! Panas! Sakit sekali, mampus aku!" ringis Qin Feng dengan gigi rapat berderit.
Peluh dingin bercampur cairan kental berwarna hitam pekat perlahan-lahan mulai merembes keluar dari balik pori-pori kulit tuanya. Kotoran racun dan endapan zat berbahaya yang menumpuk selama ratusan tahun di tubuh Gu Tian diperas paksa keluar oleh tekanan energi murni.
BOOM!
Di dalam Dantian-nya yang tadinya kering kerontang, sebuah pusaran energi keemasan mendadak terbentuk dan meledak dengan dahsyat. Dinding-dinding pembatas ranah kultivasinya runtuh seketika.
Tingkat pertama... Pemurnian Tubuh berhasil dilewati dalam sekejap mata!
Tidak berhenti di situ, aliran Qi dari Lembah Kono terus mendorong energinya melesat naik tanpa henti. Pusaran energi di dalam dadanya memadat, membentuk pijakan kokoh yang memancarkan pendar cahaya keemasan.
Tingkat Ranah Fondasi Bintang 1... Bintang 2... Bintang 3... hingga akhirnya menembus rapat ke Ranah Fondasi Bintang 4!
BZZZZT!
Qin Feng mendadak membuka kedua mata tuanya lebar-lebar. Binar cahaya keemasan menyembur tajam dari pupil matanya. Sebuah getaran halus meletup dari dalam tubuhnya, menghempaskan debu-debu di sekitar tempatnya duduk bersila.
Haaaaah...
Dia menghembuskan napas panjang yang terasa sangat berenergi. Namun, sebelum sempat bersorak kegirangan karena berhasil menembus Ranah Fondasi Bintang 4 secara instan, sebuah bau menyengat yang luar biasa dahsyat mendadak menyergap hidungnya.
Ugh!
"Bau apa ini?! Ada bangkai naga mati di dalam goa ini atau bagaimana?!" jerit Qin Feng sambil spontan menutup hidungnya rapat-rapat.
Mata tua itu melirik ke bawah, menatap kedua tangannya sendiri. Seluruh pakaian sutra abu-abunya kini telah basah kuyup dan dilapisi oleh cairan lendir kental berwarna hitam keabu-abuan yang sangat pekat. Bau busuk yang memualkan itu ternyata berasal dari tubuhnya sendiri—hasil dari seluruh kotoran racun Impurities yang baru saja diperas keluar dari sumsum tulangnya!
"Astaga! Ini bukan bau busuk biasa, ini bau sampah kemasan yang dibiarkan membusuk sepuluh tahun!" serunya panik sambil meraba-raba dadanya yang juga tertutup lendir. "Mampus aku! Bisa-bisa aku mati lemas bukan karena gagal kultivasi, tapi karena bauku sendiri!"
Dalam kepanikannya, otak Qin Feng yang bekerja cepat memicu kembali ingatan Gu Tian. Sebuah peta denah dalam goa mendadak muncul di kepalanya.
"Pemandian! Ingatan kakek ini bilang ada pemandian air mancur alami di ujung goa sebelah kanan!"
Tanpa membuang waktu satu detik pun, Qin Feng langsung meloncat berdiri. Gerakannya kini sangat cepat dan lincah berkat lonjakan kekuatan Ranah Fondasi Bintang 4. Dia berlari kencang menerobos lorong goa yang gelap, menutup hidungnya sendiri sepanjang jalan demi menghindari bau mematikan yang menempel di fisiknya.
Dalam hitungan detik, dia sampai di sebuah ruangan goa yang lebih kecil. Di tengah ruangan itu, terdapat kolam batu alami tempat air jernih mengalir lembut, memancarkan uap hangat serta keharuman herbal yang menenangkan.
SPLASH!
Tanpa melepas jubah kotornya dulu, Qin Feng langsung menceburkan diri dan melompat masuk ke dalam kolam pemandian tersebut.
"Ahhhh... nikmatnya!" ratapnya lega saat air hangat kolam seketika membilas habis lendir hitam berbau busuk dari permukaan kulitnya.
Air pemandian alami itu ternyata bukan sekadar air biasa. Kolam tersebut dibangun di atas titik nadi energi Qi bumi yang kaya akan nutrisi gaib. Begitu Qin Feng merendam seluruh tubuhnya, sensasi hangat yang luar biasa menentramkan menyelimuti seluruh fisiknya. Vitalitas dan kesegaran tubuhnya meroket naik secara drastis.
Kandungan energi di dalam air kolam tersebut secara perlahan-lahan memperbaiki sel-sel kulitnya. Kerutan parah yang tadinya dalam di wajahnya perlahan-lahan mengendur dan merata. Kulitnya yang tadinya kusam kering menjadi jauh lebih berisi dan kencang. Bahkan janggut dan rambut putih panjangnya yang terurai di dalam air mulai menyerap nutrisi, mengembalikan rona kehitaman di beberapa bagian.
Secara tak sadar, proses pembersihan dan perendaman di kolam gaib itu telah mengubah penampilan fisik Qin Feng secara drastis. Dia yang tadinya terlihat seperti kakek-kakek renta berusia 80-an tahun yang tinggal menunggu ajal, kini telah memuda menjadi sosok pria gagah berwujud umur 50-an tahun dengan garis rahang yang tegas dan vitalitas yang kuat!
Namun, Qin Feng yang masih sibuk menggosok-gosok badannya dengan gembira di dalam air sama sekali belum menyadari perubahan penampilan fisiknya tersebut.
"Fuuuh... untung saja ada kolam ini," gumam Qin Feng sambil menyiramkan air jernih ke wajahnya. "Kalau tidak, aku pasti sudah jadi kakek-kakek paling bau di seluruh benua!"
Dia tersenyum santai, masih mengira dirinya adalah kakek-kakek renta berwajah kempot yang sama seperti saat pertama kali sadar di dalam goa.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/