NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Malam hari tiba dengan angin laut yang berhembus cukup kencang.

Di dalam ruang keluarga rumah mewah Nisa, suasana terasa sangat tegang dan sunyi.

Layar televisi berukuran delapan puluh inci menyala terang menampilkan gambar hitam putih dari kamera pengawas.

Melly duduk bersila di atas karpet dengan memangku laptopnya yang terhubung langsung ke layar televisi.

"Koneksi berhasil, aku sudah meretas semua kamera di pelabuhan utara," lapor Melly memecah keheningan.

Tata dan Lyly duduk berhimpitan di sofa sambil menatap layar besar itu tanpa berkedip sedikit pun.

"Di mana Jarot sekarang?" tanya Lyly sambil memeluk bantal sofa erat-erat.

Melly mengetik beberapa tombol dan layar televisi terbagi menjadi empat sudut pandang kamera yang berbeda.

Di salah satu sudut layar, terlihat sosok Jarot sedang berjalan santai mendekati gerbang utama pelabuhan.

Pria itu masih memakai kaos oblong putih dan celana kargo yang sama seperti tadi siang.

Sret.

Melly menyalakan saluran komunikasi suara dua arah dari laptopnya yang terhubung ke earpiece kecil di telinga Jarot.

"Tes suara, Jarot, kamu bisa mendengarku?" tanya Melly memastikan saluran komunikasinya aman.

"Suaramu terlalu nyaring, Mbak Melly. Gendang telingaku rasanya mau pecah," jawab suara Jarot terdengar malas dari pengeras suara televisi.

Melly cemberut sedikit tapi segera menurunkan volume mikrofon komputernya.

"Di depan gerbang ada empat orang penjaga yang membawa senjata tajam," informasi Melly memberikan panduan taktis dari jauh.

"Aku sudah melihat mereka, kamu fokus saja mencari letak lima senjata api yang diceritakan penyusup tadi pagi," balas Jarot dengan tenang.

Tata mencondongkan tubuhnya ke depan menatap layar dengan jantung berdebar sangat kencang.

"Jarot, kamu harus memancing mereka satu per satu agar tidak ketahuan," saran Tata memberikan instruksi bela diri standar.

"Tidak perlu repot-repot, Mbak Tata. Aku sedang buru-buru mau pulang untuk mandi air hangat," tolak Jarot terang-terangan membuat Tata kesal.

Di layar televisi, ketiga gadis itu melihat Jarot sama sekali tidak berniat untuk bersembunyi.

Pria itu berjalan lurus tepat ke arah empat penjaga gerbang yang sedang berkumpul merokok.

"Berhenti di sana! Siapa kamu berani masuk ke wilayah Bos Naga malam-malam begini?!" bentak salah satu penjaga yang suaranya tertangkap mikrofon Jarot.

Jarot tidak menjawab dan terus berjalan maju dengan langkah kaki yang sangat konstan.

Sring.

Keempat penjaga itu langsung mencabut golok panjang mereka dan menerjang Jarot secara bersamaan.

Lyly menahan nafasnya dan menutup mulutnya dengan tangan karena takut melihat darah berceceran.

Wusss.

Jarot merunduk menghindari tebasan pertama dengan gerakan yang sangat tipis dan halus layaknya hantu.

Bugh.

Tangan kanannya melesat cepat menghantam ulu hati penjaga pertama hingga pria itu memuntahkan udara dan pingsan.

Brak.

Jarot menggunakan tubuh penjaga pertama sebagai tameng untuk menahan tebasan golok penjaga kedua.

Krak.

Dengan satu tendangan menyamping yang sangat bertenaga, Jarot mematahkan lutut penjaga ketiga dalam sekejap mata.

Penjaga keempat yang melihat ketiga temannya tumbang dalam tiga detik langsung berbalik arah untuk lari.

Syuuut.

Jarot memungut sebuah batu koral dari tanah dan melemparnya tepat ke arah tengkuk penjaga terakhir itu.

Bruk.

Penjaga keempat langsung jatuh tersungkur tidak sadarkan diri di atas aspal dingin tanpa sempat berteriak.

"Gila," gumam Tata tanpa sadar melihat pembantaian sepihak yang sangat efisien itu dari layar televisi.

Tidak ada gerakan yang terbuang sia-sia dari tubuh Jarot saat menjatuhkan lawan-lawannya tadi.

Semuanya dihitung dengan sangat presisi dan dieksekusi tanpa ada keraguan sedikit pun di hatinya.

"Gerbang luar sudah beres, di mana pintu masuk utamanya?" tanya Jarot sambil membersihkan debu di tangannya.

"Masuk ke lorong kiri dan ada pintu besi besar, tapi di dalamnya ada lebih dari empat puluh orang berkumpul," jawab Melly dengan suara bergetar panik.

"Dan kelima senjata api itu ada di tangan para penjaga pribadi Bos Naga di dekat mimbar utama," tambah Melly memperingatkan letak ancaman terbesar.

"Bagus, terima kasih informasinya yang sangat berguna," jawab Jarot dengan nada riang.

Di dalam gudang pelabuhan yang sangat luas, Bos Naga sedang berdiri di atas tumpukan peti kemas memberikan pidato.

"Besok pagi kita akan meratakan rumah wanita sombong itu dan mengambil alih semua hartanya!" teriak Bos Naga disambut sorakan anak buahnya.

Brak.

Pintu besi besar gudang itu tiba-tiba ditendang terbuka dari luar hingga engselnya lepas sebelah dan jatuh berdebum.

Suara hantaman pintu itu langsung menghentikan sorakan puluhan preman di dalam gudang seketika.

Semua kepala sontak menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar tersebut dengan wajah bingung.

Jarot berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan dimasukkan santai ke dalam saku celananya.

"Maaf mengganggu acara kumpul-kumpul malamnya, tapi aku datang untuk membatalkan rencana kalian besok pagi," ucap Jarot dengan suara lantang menggema.

Bos Naga menyipitkan matanya menatap sosok asing yang berani masuk ke markasnya sendirian.

"Siapa kamu, berani cari mati di kandang Naga?!" teriak Bos Naga dengan wajah memerah menahan marah.

"Aku cuma pengawal bayaran yang mau menuntut uang lembur malam ini," jawab Jarot tersenyum mengejek dengan sangat menyebalkan.

"Habisi orang gila itu sekarang juga! Jangan sampai dia keluar hidup-hidup dari sini!" perintah Bos Naga menunjuk ke arah Jarot.

Puluhan preman bersenjata tajam langsung berlari menerjang Jarot dari segala arah layaknya kawanan hyena kelaparan.

Di ruang keluarga, Lyly sudah memalingkan wajahnya tidak sanggup melihat layar televisi lebih lama lagi.

"Dia akan mati dikeroyok sebanyak itu, Melly!" jerit Lyly menangis ketakutan membayangkan nasib pengawalnya.

"Kak, lihat layarnya! Dia tidak mati sama sekali!" balas Melly yang matanya justru tidak bisa lepas dari layar.

Lyly membuka celah jarinya sedikit dan mengintip ke arah layar televisi besar di depannya.

Apa yang ia lihat benar-benar menghancurkan akal sehatnya sebagai manusia normal yang waras.

Jarot bergerak bagaikan bayangan hitam yang menari di tengah kerumunan puluhan senjata tajam tanpa tersentuh.

Trang. Trang.

Pipa besi dan golok saling berbenturan mengenai udara kosong karena Jarot selalu bergeser tepat sebelum serangan mendarat.

Bugh. Krak. Brak.

Setiap pukulan dan tendangan Jarot pasti menjatuhkan satu orang musuh tanpa perlu melakukan serangan kedua.

Tubuh para preman itu beterbangan ke udara dan menghantam tumpukan barang di sekeliling gudang bagai boneka rusak.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!