NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Pertahanan Sang Diktator

​​Brak!

​Pintu kayu tebal ruang terapi itu didobrak paksa dari luar hingga engselnya nyaris terlepas dari bingkai. Aksa menerjang masuk dengan napas memburu dan rahang mengeras kaku penuh amarah. Jeritan histeris Naya barusan benar-benar merobek kewarasan sang CEO.

​"Lepaskan tangan calon istriku sekarang juga!" raung Aksa menggelegar membelah ruangan.

​Pria tegap itu melangkah lebar memangkas jarak dalam hitungan detik. Ia langsung menepis kasar tangan Dr. Elara yang masih menekan paksa jari telunjuk Naya. Aksa segera merengkuh tubuh Naya yang bergetar parah ke dalam pelukannya. Keringat dingin membanjiri wajah pucat pasi wanita itu, sementara bibirnya bergetar hebat menahan rintihan sakit yang tak tertahankan.

​"Kamu mau membunuhnya?!" bentak Aksa dengan mata gelap menatap tajam terapis  tersebut. Urat-urat di leher sang miliarder menonjol keluar menahan emosi yang siap meledak. "Aku membayarmu sangat mahal untuk menyembuhkan tangannya, bukan untuk menyiksanya sampai nyaris pingsan! Keluar dari rumah sakitku detik ini juga!"

​Namun, alih-alih ketakutan melihat amarah bos besar yang bisa menghancurkan karirnya dalam sekejap mata, Dr. Elara justru berdiri tegak dengan sangat tenang. Wanita paruh baya itu merapikan kerah jas putihnya tanpa menunjukkan ekspresi panik sedikit pun.

​"Silahkan pecat aku, Aksa Dirgantara. Silahkan bawa istrimu pulang dan bungkus tangannya dengan kapas yang paling lembut," balas Dr. Elara dingin, suaranya sangat datar tapi menohok tajam. "Tapi jangan pernah berharap dia bisa kembali memegang pisau bedah sampai kapan pun."

​Aksa mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih. "Tutup mulutmu! Kamu sengaja mematahkan jarinya barusan! Aku melihatnya sendiri dari luar!"

​"Aku menghancurkan jaringan parutnya, bukan mematahkan tulangnya!" potong Dr. Elara tak kalah garang. Terapis berdarah dingin itu maju selangkah, menatap lurus menantang intimidasi Aksa. "Jaringan parut di sekitar tendon Dokter Naya sudah mengeras akibat terlalu lama didiamkan. Kalau tidak dihancurkan secara paksa hari ini juga, otot fleksornya akan mati secara permanen. Rasa sakit yang ekstrem ini mutlak diperlukan agar serat otot yang baru bisa tumbuh, meregang, dan kembali berfungsi seratus persen. Kalian pikir keajaiban medis bisa didapat hanya dengan pijatan lembut dan minyak aroma terapi?"

​Aksa terdiam kaku. Rahangnya masih mengeras, namun kata-kata logis terapis itu berhasil membungkam tuduhannya.

​Sementara itu, Naya yang bersandar lemas di dada bidang Aksa perlahan membuka kelopak matanya yang berat. Napas wanita itu masih tersengal-sengal menahan sisa ngilu yang berdenyut hebat dari ujung jari menjalar hingga ke pangkal bahunya. Otak cerdas Naya langsung memproses ucapan Dr. Elara dengan sangat cepat.

​Sebagai sesama tenaga medis yang ahli di bidangnya, Naya tahu persis bahwa terapis kejam ini mengatakan kebenaran yang mutlak. Tendon yang baru disambung tidak akan pernah kembali elastis jika jaringan parut yang kaku di sekitarnya tidak dipecahkan. Itu adalah fase siksaan paling mengerikan namun wajib dilewati oleh semua pasien pasca-operasi urat saraf tingkat berat.

​"Pasti ada cara lain yang tidak menyiksa seperti ini," geram Aksa masih tidak terima melihat kondisi Naya. "Pakai obat bius atau penghilang rasa sakit berdosis tinggi! Aku tidak akan membiarkan Naya kesakitan seperti orang gila!"

​"Obat bius hanya akan mematikan respons saraf motoriknya, dan itu sangat fatal," jelas Dr. Elara tajam tanpa gentar sedikit pun. "Aku butuh respons rasa sakit yang aktif dari tangannya untuk mengukur batas maksimal elastisitas uratnya. Jika kamu tidak sanggup melihat kekasihmu kesakitan, silakan tunggu di luar sana. Tapi jangan pernah halangi pekerjaanku. Aku terbang jauh ke sini untuk menyelamatkan karir dokter bedah istrimu, bukan untuk mencari muka padamu."

​Aksa menggeram marah. Ego dan sifat posesifnya berontak hebat. Pria itu baru saja merogoh ponsel di saku celananya, hendak memanggil petugas keamanan untuk menyeret paksa wanita tua sombong itu keluar dari gedung rumah sakit.

​Namun, sebelum Aksa sempat menekan layar ponselnya, sebuah tangan kiri yang sangat dingin dan bergetar mencengkeram erat kerah kemejanya.

​Aksa langsung menunduk. Ia menatap wajah Naya yang basah oleh air mata dan keringat. Binar keputusasaan di mata wanita itu perlahan menghilang, digantikan oleh kobaran tekad baja yang menyala sangat terang mengalahkan rasa sakitnya. Naya menarik napas panjang, berusaha menstabilkan dadanya yang sesak.

​"Naya, kita batalkan saja. Kita cari terapis lain yang jauh lebih manusiawi," bujuk Aksa panik, mengusap pipi Naya dengan sentuhan luar biasa lembut. Ketakutan tergambar jelas di mata kelam pria itu. "Kita terbang ke Amerika atau Jerman besok pagi. Aku janji akan mencari dokter yang bisa menyembuhkanmu tanpa rasa sakit. Aku tidak kuat melihatmu disiksa begini. Aku bisa gila, Sayang."

​Naya menggeleng pelan namun sangat pasti. Ia menahan lengan Aksa yang berniat mengusir terapis itu. Dengan wajah basah oleh air mata, Naya berbisik telak pada suaminya, "Biarkan dia melanjutkannya, Aksa. Aku mau mimpiku kembali utuh."

1
Muft Smoker
semangat Naya ,,
semoga km bisa sembuh kembali ,, rasa sakit ini akan terbayar dg kembali ny tangan mu yg berfungsi dg normal
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!