NovelToon NovelToon
Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

Baru lulus SMA di usia 19 tahun, masa depan Aira hancur berantakan. Ayahnya berselingkuh hingga memiliki anak lain, dan mirisnya, Aira serta ibunya terpaksa tinggal seatap dengan keluarga baru sang ayah demi bertahan hidup. Tekanan batin yang luar biasa membuat sang ibu terserang stroke parah.

​Tanpa biaya pengobatan, Aira mengambil keputusan nekat: menerima penawaran 2 Miliar rupiah untuk menikah dengan Arka Danuartha, seorang duda kaya raya berumur 39 tahun yang dingin dan memiliki putra kecil bernama Elano.

​Kehidupan pernikahan beda 20 tahun ini penuh kejutan. Kepedihan masa lalu Aira dan sifat kaku Arka memicu berbagai momen canggung yang kocak sekaligus menggemaskan, terutama saat Aira belajar menjadi ibu sambung bagi Elano. Namun di balik sikap dinginnya, Arka perlahan menjadi pelindung yang menyembuhkan luka hati Aira. Dari pernikahan kontrak yang berawal dari kepedihan, mampukah cinta sejati tumbuh di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.Teror dari masa lalu

Keberangkatan Arka ke luar kota membawa kedamaian tersendiri bagi Aira. Kediaman Danuartha yang megah terasa sedikit lebih luang dan tidak terlalu menegangkan. Waktunya sepenuhnya dihabiskan untuk merawat Elano—mulai dari mendampingi bocah itu mewarnai, mendengarkan celotehannya yang tak ada habisnya, hingga menyuapinya makan siang. Elano benar-benar menjadi penawar rindu dan luka di hati Aira.

Siang itu, sesuai janji Arka, Raymond mengantarkan Aira ke Rumah Sakit Medika Prima.

Kondisi ibu Aira, Ny. Wahyuni, jauh lebih baik dari sebelumnya. Beliau sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sangat nyaman dan tenang. Tim dokter spesialis saraf melakukan penanganan secara berkala, dan ibunya kini sudah mulai bisa menggerakkan jemari tangan kanannya meskipun belum bisa bersuara.

"Mama..." bisik Aira lembut, menggenggam jemari ibunya yang hangat. Air mata Haru menetes di pipinya.

"Mama harus cepat sembuh ya. Di sini dokter-dokternya baik banget. Aira... Aira dijaga dengan baik di sana. Mama nggak usah khawatirin Aira lagi."

Ibunya menatap Aira dengan mata yang berkaca-kaca, mengusap pelan jemari Aira seolah menyadari cincin platinum yang kini melingkar manis di jari manis putri tunggalnya.

Ada rasa bersalah dan kepedihan yang dalam di mata sang ibu, namun Aira membalasnya dengan senyuman paling tulus dan hangat.

Sekitar pukul empat sore, Aira pamit untuk kembali ke rumah. Saat melangkah di koridor rumah sakit menuju area parkir VIP di mana Raymond sudah menunggu, langkah kaki Aira mendadak terhenti.

Jantungnya seakan berhenti berdetak. Di dekat pintu keluar area lorong samping, dua sosok yang sangat ia kenali dan benci sedang berdiri tegak menyandarkan tubuh di dinding—Hendra dan Lina.

Aira refleks mundur satu langkah, berniat berputar arah. Namun, penglihatan Lina yang tajam dengan cepat menangkap sosoknya.

"Eh! Aira! Mau kabur ke mana kamu?!" seru Lina dengan suara melengking yang tertahan.

Dengan cepat, Lina melangkah lebar dan memotong jalan Aira, diikuti oleh Hendra yang berjalan dengan wajah masam dan angkuh. Lina meremas lengan Aira cukup kencang, menarik gadis itu ke sudut lorong yang agak sepi dari lalu lalang pengunjung.

"Lepas, Tante!" cicit Aira tajam, menghentakkan lengannya berusaha melepaskan cengkeraman Lina.

"Mau apa lagi kalian di sini?!"

"Gaya bicaranya sekarang sudah tengil ya, semenjak jadi istri duda kaya!" cibir Lina dengan lirikan mata penuh kebencian.

"Kamu pikir setelah kamu menikah, kamu bisa lepas dari kita begitu saja, hah?!"

Hendra maju satu langkah, menatap putri kandungnya tanpa ada rasa kasih sayang sedikit pun.

"Aira, Papa tidak mau berbelit-belit. Dua miliar dari Pak Arka itu semuanya masuk ke rekening rumah sakit ini! Papa dan Tante Lina tidak dapat sepeser pun! Padahal Papa yang membesarkan kamu, Papa yang memberi kamu makan selama ini!"

Aira menatap ayahnya dengan pandangan tak percaya bercampur kepedihan yang mendalam.

"Papa bilang apa? Papa membesarkan Aira? Selama lima tahun terakhir, Mama yang banting tulang jualan kue buat makan kita! Papa malah sibuk ngasih uang ke wanita ini dan anak barunya! Bahkan saat Mama stroke, Papa cuma bisa bentak-bentak!"

PLAK!

Suara tamparan tidak terjadi, karena Aira dengan cepat menepis tangan Hendra yang hendak melayang ke wajahnya.

Matanya yang membara menatap sang ayah penuh keberanian.

"Jangan berani-berani sentuh Aira lagi! Mas Arka sudah melunasi semua urusan dengan kalian. Mas Arka bilang kalian tidak punya hak lagi atas Aira!" tegas Aira dengan suara bergetar menahan tangis.

Lina tertawa bersedekah tangan, senyum iblis terukir di wajah ber-makeup tebal itu. "Oh, jadi kamu mau berlindung di balik ketiak Arka Danuartha? Kamu pikir si Arka itu peduli sama kamu?! Bagi dia kamu itu cuma pembantu beruntung yang dikasih cincin buat ngurus anaknya yang rewel itu! Jangan kebiasaan mimpi tinggi-tinggi, Aira!"

Lina mendekatkan wajahnya ke telinga Aira, berbisik dengan nada mengancam yang sangat dingin dan beracun.

"Dengar ya, gadis kecil... Kami butuh uang tiga ratus juta minggu ini untuk bayar utang bisnis Papamu dan biaya sekolah adikmu. Kalau kamu tidak memberikan uang itu dari rekening pribadi atau minta ke Arka... jangan salahkan kami kalau tiba-tiba fasilitas pengobatan ibumu di rumah sakit ini mengalami 'kecelakaan'."

Darah Aira mendadak membeku. Seluruh persendian tubuhnya terasa lemas seketika.

"M-maksud Tante apa?!"

"Kamu tahu kan, ibumu itu cuma bernapas lewat alat dan obat-obatan mahal?" Lina tersenyum licik, menepuk-nepuk bahu Aira yang gemetar.

"Gampang sekali buat orang luar masuk ke ruang VIP dan mencabut satu atau dua selang pas suster lagi lengah. Jadi, kalau kamu mau ibumu tetap aman dan bernapas dengan tenang... siapkan uang tiga ratus juta itu sebelum akhir minggu ini!"

"Kalian... kalian manusia atau iblis?!" bisik Aira dengan air mata menetes deras melintasi pipinya. Rasa takut yang luar biasa mencekik dadanya. Mengancam nyawa ibunya yang terbaring tak berdaya adalah hal paling jahat yang pernah ia dengar.

Hendra mendekat, menatap Aira tanpa rasa iba sedikit pun. "Kami cuma minta hak kami sebagai orang tua. Tiga ratus juta tidak ada artinya buat istri seorang Arka Danuartha. Ingat Aira, jangan coba-coba mengadu ke Arka atau melapor ke polisi! Kalau Arka sampai ikut campur dan menekan kami, ibumu yang akan menanggung akibatnya duluan sebelum kamu sempat minta tolong!"

"Ayo Mas, kita pergi. Biarkan anak berbakti ini berpikir," cibir Lina sambil menarik lengan Hendra. Mereka berdua melangkah pergi begitu saja, meninggalkan Aira yang bersandar di dinding koridor dengan tubuh gemetar hebat dan napas terengah-engah.

Aira mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak. Air matanya mengalir tanpa suara. Ancaman itu begitu nyata dan menakutkan. Ibunya adalah satu-satunya alasan ia bertahan hidup di dunia ini, dan ia tidak sanggup membayangkan jika hal buruk terjadi pada ibunya.

Haruskah aku mengadu pada Mas Arka? pikiran itu sempat terlintas di benak Aira.

Namun, bayangan wajah dingin Arka dan kata-kata tegas pria itu di hari pertama kembali berputar di kepalanya: 'Tugasmu sederhana: urus Elano, tinggal di rumah saya... Dilarang mencampuri urusan pribadi saya... Jangan pernah bertindak ceroboh yang memicu masalah.'

Aira menggigit bibirnya erat-erat hingga terasa asin oleh darah. Pernikahan ini adalah transaksi bisnis. Arka sudah mengeluarkan uang dua miliar rupiah dan menjamin seluruh biaya rumah sakit ibunya. Arka bukan pahlawannya, dan Aira tidak mau terlihat seperti wanita serakah yang memanfaatkan kebaikan Arka untuk terus-menerus meminta uang. Ia takut Arka akan memandangnya rendah, atau lebih buruk lagi... Arka akan menganggapnya sebagai beban yang merepotkan dan membatalkan perjanjian mereka.

"Nyonya Aira?"

Suara Raymond dari ujung koridor membuat Aira kaget setengah mati. Dengan cepat, Aira menghapus air matanya menggunakan punggung tangan, menarik napas dalam-dalam, dan memaksakan diri memasang raut wajah biasa.

Raymond melangkah mendekat dengan dahi berkerut cemas. "Nyonya tidak apa-apa? Saya mencari Anda karena sudah cukup lama di dalam."

Aira membalikkan badan, tersenyum tipis meski matanya masih tampak sembap dan merah. "Ah... tidak apa-apa, Mas Raymond. Tadi saya dari toilet sebentar. Matanya agak kelilipan debu."

Raymond memandang Aira dengan tatapan selidik. Sebagai asisten pribadi Arka yang berpengalaman, ia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Namun, karena Aira tidak membuka suara, Raymond memilih untuk menjaga profesionalitasnya.

"Mari Nyonya, kita kembali ke rumah. Mas Elano sudah menanyakan Anda berkali-kali lewat telepon," ujar Raymond sopan.

"Iya, Mas. Mari," jawab Aira pelan.

Sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil mewah yang tenang, Aira menatap keluar jendela. Tangannya meremas tasnya dengan sangat erat. Kepalanya berputar hebat mencari jalan keluar.

Bagaimana caranya mendapatkan uang tiga ratus juta dalam waktu beberapa hari tanpa sepengetahuan Arka? Menjual barang perhiasannya? Ia tidak punya perhiasan mahal selain cincin nikah di jarinya—dan cincin itu tidak akan pernah ia jual.

Aira memejamkan mata rapat-rapat. Rasa sakit, ketakutan, dan beban berat ini harus ia tanggung sendirian. Ia bertekad akan melindungi ibunya dengan cara apa pun, tanpa mengganggu atau merepotkan Arka Danuartha.

_Bersambung

1
Marina Tarigan
sadarlah Arka tikus got sdh cengengesen mengharapkan ekor ikan teri
Marina Tarigan
jgn nanhis Aira achir pertarùngan sebentar lagi pak Arka aka. pulih
Marina Tarigan
muduh melulu kapan tenangnya
Marina Tarigan
tikus got semua uang dan kekayaan saja
Marina Tarigan
sirik semua lebih berharga tikus dp gila harta demu dilingkungan tuan Arka
Marina Tarigan
otak Dania seharusnya di blender dan kasih sm
tambak ikan biar jernih
Marina Tarigan
👍 lanjut sampai batas
Marina Tarigan
mati saja kamu Aira bodoh pergi saja kami supaya kamu dibumuh langsung oleh oranh2 yh benci kam u dengarlan suamimu
Marina Tarigan
ckapan tenang nya badai melulu anak kevil disahkan dgn ayah kandungnya yg rawat dari madih bayi nolej saja kalau gak dipenggal kepala yv mgambilnya Leamo daro ayahnya siapa yv berhak ngambil anak kecil ayahnya ada 2 saja
Marina Tarigan
ngapsin Dion bodoh kali kamu pakai akalmu Aura bukan pacarmu dulu kalian berdrmolah bersa.ma bergaul baik kamu vintsi Aira diam2 dan sekarang sdh kamu tahu lanvsung aira sdh menikah kenapa mau dizetir Dania sbgi seorang sarjana kamu bukan bodoh tapi kok ikutan Dania Arka bukan lawsnmu dek sadarlah
Marina Tarigan
sakitkan dilawan anak juga dihina didepan orang2 mknya jgn ehois ibu
Marina Tarigan
lanjut siapakah yg jancur setelah badai menerpa wanita. arogan. ehois atau Arka
Marina Tarigan
tdkkah capek mengjina Aira terus ibu yg ingin mengjancurkan batin Aira anak ibu yg akan melawsn ibu tetus mkn kejam fan tdk memikirkan perasaan ibu ibu hina Aira Arka tambah marah pd ibu mungkin tambah kejam melawan ibu sadarlah ibu
Marina Tarigan
👍👍👍 gimana zDania sombong kali kau ingin merusak harga diri keluarga Arka gimana sdh ditutup pintu kan masih sombong wanita setakah harta
Marina Tarigan
Dania wanita berkelas tPi sifst tdk mencerminkan wanita berkelas tapi caranya bertindsk melulu gadis jalanan tdk punya harga diri
Marina Tarigan
jgn sempat Aira disakiti Dania kasihan dia
Marina Tarigan
baik aira kamu istri diatas kertad tdk apa2 kamu sh xilindungi dan ibumu dgn sangat baik oleh suami diatas kertas kan
Marina Tarigan
mengjafapi aira pasti Arka sefokit pasti luluh dan kasihan melihat kegigihan Aira menyimpan kesakitan batinnya karena tahu diri dan sekarang fis tdk inginlan apa 2 demi ibunya aira bukan gadis ambil mula dia tulus merawat anak sambungnya dan tfk mengharapkan apa2 sbgai istri sah dia tahu diri bos
Marina Tarigan
bilang sm Rsimond ancaman ayah durhakamu jgn berbuat nekat s. ama Srka dari mana kamu ambil uang sebanyak iti jgn terlalu lugu oyakmu sekara gʻ. yg penting rmh tggamu walaupun diatas lertas tdk masallah pikirkan keselamatanmu dan ibumu kamu istri sah zArka minta perlindungan sm Aarka
Marina Tarigan
gimana ibu Lina dan pak Hendra mau manfaatkan uang 2 miliar utk kebutuham kalian Arka tabu kebusukan kalian dan dia memberi uang ke rek pengobatan ibu Aira dan tdk bisa sesuka kalian mengambilnya karena akan terus dipantau oleh Arka sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!