NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

******

******

******

 *Rumah sakit*

       Sebuah mobil Hitam berhenti di depan gedung rumah sakit, kaki kanan keluar dari dalam mobil menampakkan di lantai dengan sepatu kerja (Sepatu pantofel) berwarna Coklat. Tampak pria paruh baya mengenakan pakaian jas putih dia adalah Leonor usia 50 tahun ayah dari Cherly wajahnya memancarkan sebuah aura tegas, di sipil dan mata yang tajam. Leonor melangkah jalan di lorong rumah sakit para suster menyambutnya dengan senyum Ramah dan membungkuk dengan hormat. Di belakang Leonor di ikuti dua ajudan kepercayaannya untuk menjaga keamanan Leonor.

     Sementara itu, tampak Cherly sedang fokus beroperasi pada pasien yang mengalami kecelakaan beruntun sebuah benda di ditubuh pria yang terbaring tidak berdaya itu harus menahan rasa sakit di dadanya dan nyawanya terancam. Cherly di batu para suster dan dokter lainnya untuk bisa melepaskan beda tajam tempat di dada pria itu, kalau sedikit kesalahan akan mengakibatkan Fatal. Sepertinya operasi yang di tangani Cherly cukup sulit harus berhati-hati benda menajab di dada pria itu sangat dalam mengenai tempat di paru-parunya.

    Leonor datang memasuki ruang operasi di balik kaca jendela untuk melihat sejauh mana putrinya menjadi dokter hebat apa yang ia inginkan, Leonor yang menyaksikan putrinya hanya menatap datar.

    Ketegangan di rasakan oleh mereka yang saat ini tanganin pasien sebuah alaram detak jantung menadakan pasien tersebut mulai lemah, Cherly panik

"Cepat... ambil penekan jantung.. atur semuanya agar tetap stabil". Minta Cherly pada semua orang.

     Mereka sebuah bergegas mengatur benda detak jantung. Cherly pun berhati-hati mencabut benda tersebut, tampak baik-baik saja dan tetap normal. Cherly pun jahit bekas operasi dengan baik, setelah semua selesai tampak mereka semua cukup lega, pasien tersebut selamat dari nyawa.

   Leonor yang melihat hasil kerja mereka senyum tipis ia berbalik melangkah keluar.

    Cherly melepaskan sarung tangan melangkah keluar dari ruang operasi. Beberapa menit Cherly sudah berganti pakaian keluar dari pintu. Dengan mata terbuka lebar terkejut melihat sang ayah berdiri menunggunya.

"Ayah". Cherly melangkah mendekat

" Cherly... ayah ingin bicara dengan mu".

     Kemudian anak dan ayah mengobral sambil melangkah jalan di lorong rumah sakit

"Kenapa ayah tidak memberitahu ku, kalau ingin kesini". Tanya Cherly

" Ayah hanya tidak ingin menggangu kerjamu, Begini Cherly.. "

    Leonor melangkah berhenti terdiam menatap wajah putrinya, Cherly pun ikut terdiam

"Ayah harap.. jangan pernah mengecewakan ayah.. Teruslah jauh lebih baik.. ayah akan menunggu hasilnya".

     Sebuah kalimat itu lagi Cherly merasa tidak nyaman dengan ekpresi murung, Cherly hanya bisa menggangguk mengiyakan kemauan sang ayah. walaupun bertentangan dengan keinginan dirinya sendiri. Cherly menjadi dokter itu karena kemauan ayahnya sendiri. Padahal ia bercita-cita ingin menjadi pemain piano seperti sang ibu. tapi faktanya berakhir menjadi seorang dokter. Cherly tidak sanggup melawan sang ayah dan tidak tega menyakitinya walaupun harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.

 "Ok, ayah ada urusan di kantor.. ". Pamit Leonor

" Iya". Jawab singkat Cherly

    Leonor melangkah jalan di ikuti dua ajudannya, melihat sang ayah pergi Cherly berbalik melangkah jalan

*******

     Dengan sunyinya malam yang indah Eli berdiri terdiam memandang sebuah foto yang ia temukan di lemari,

"Belum pernah lihat Cherly dengan pakaian baju piyama sexy seperti ini, siapa yang memfotonya.?? " Melihat sebuah foto dengan mengenakan piyama yang di pakai Cherly terlihat sexy, ini pertama kalinya Eli melihat Cherly begitu sexy.

 "Sedang apa kamu! ".

" Arrrggghhh!! ". Sontak Eli kaget hingga menjatuhkan foto kebawah lantai

    Tiba-tiba saja Cherly ada di belakangnya tanpa Eli sadari hingga kaget terkejut.

   Cherly yang melihat sebuah foto jatuh tampak tidak asing membungkuk mengmbil foto yang jatuh, betapa terkejutnya Cherly melihat foto dirinya ada di tangan Eli. berdiri dengan tatapan tajam pada Eli.

"Kamu dapat dari mana ini?? ". Cherly bertanya sambil menujukan fotonya.

" Eh... " Belum sempat ingin mengatakan sebenarnya dengan terdiam berfikir..

"Jangan bilang kamu mendapatkan ini dari lemari ku?? ".

    Dengan penjamkan mata perasaan ketakutan pun di ketahui Cherly. " Maaf.. aku tidak sengaja menemukan foto itu".Ucap Eli.

"Tidak sengaja apa sengaja mencari??? jangan sentuh barang pribadi ku!! aku sangat tidak suka ini".

" Hehehehe.. maaf". Senyum kekeh

"Dan kamu sangat suka sekali ha... mengorek semua pribadi ku". Cherly melangkah maju dengan tunjuk jari tatapan tajam

   Eli terpojok melangkah mundur dengan bingung, kedua tangan mengangkat tempat di dadanya..

" Eh... begini aku tidak bermaksud untuk mengorek ". Gegep Eli tidak tahu Harus jawab apa

 " Jangan mentang-mentang kamu di Terima tinggal di sini, jangan seenaknya ".Ujar Cherly merasa kesal.

    Eli pun terpojok kini dirinya terjebak badan Eli menempel di dinding tembok. dengan perasaan panik melihat wajah Cherly benar-benar marah.

    Hari ini Isi kepala Cherly di penuhi kekesalan tidak bisa terkontrol apa lagi siang tadi bertemu dengan ayahnya menambah kesal, bukan menjadi seorang anak tapi dijadikan sebagai anak yang harus nurut keinginan ayahnya.

   Eli bingung melihat Cherly berubah begitu menakutkan. Lirikkan mata berlahan mengarahkan bibir Eli yang lembut. Wajah Cherly berlahan mendekat mencoba mencium bibir Eli.

   Eli yang menyadari itu hanya terdiam melihatnya.

cup....

   Cherly pun mencium bibir Eli dengan lembut dengan kepalanya ia miringkan mulut bergerak memakan dengan pelan. Eli pun mengikuti arahannya kedua tangan menyentuh pahu Cherly. Cukup lama bercumbu beradu lidah di dalam mulut Eli. Cherly melepaskan ciumannya menatap bola mata Eli penuh arti, Cherly kembali mencium leher Eli dengan gairah.

"Ehmmmm! " Rintihan erangan Eli merasa merinding seluruh tubuhnya menikmati setiap inci di cium Cherly di leher.

"Aaaa... hhh agh... Cherly.. ehmmm! "

     Cherly mencium leher Eli setiap inci demi inci kecup wajah pipinya lalu menjilat telinga Eli. tampak telinga Eli berubah merah

"Agh.. ehmmmm". .

     Saat asyik mencium Eli

Ting...

Nong...

    Sebuah bel Apartemen terdengar oleh ch Cherly begitu juga Eli.

    Cherly seketika kesal merasa sangat terganggu, lagi saat asyik menikmati Eli. dengan hati yang kesal Cherly berbalik melangkah keluar

   Eli hanya terdiam bingung melihat tingkah Cherly seperti kerasukan setan. namun pikiran Eli teralihkan saat bel berbunyi ingin tahu siapa yang datang Eli pun melangkah jalan keluar dari kamar.

   Cherly membuka pintu ternyata yang menekan bel tidak lain Gavin dengan membawa sebuah kotak makan, Tampak Cherly tidak suka kehadiran Gavin yang tiba-tiba datang tidak memberitahu. Eli datang dengan ekpresi datarnya.

    Gavin terkejut melihat Eli ada di apartemen Cherly.

"Eli... "

    Dengan ekpresi bete melihat Gavin. "ohhh rupanya kamu". Sinis Eli

"Maaf... menggangu aku kesini membawakan makanan". Ucap Gavin sambil menujukan makanan ia bawa.

" Masuklah". Cherly mempersilahkan Gavin masuk, Gavin melangkah masuk

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!