NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

Pagi ini Amanda masuk ke kelas agak pagi, soalnya pagi tadi Amanda sudah cepat nganterin jualan ke lapak, emak yang bagikan lagi ke masing-masing lapak pesanan ikan.

masuk kelas langsung di cie-cie sama anak sekelas..

"Bintang tik tok nih..."

"Yang FYP"

"Selebritinya pasar ikan"

"CEO Ikan potong"

Amanda di becanda'in di sekolah.

"Amanda jualan ikan di lapak pasar ya?" tanya Ali datang ke bangku Amanda, padahal mau belajar buat ulangan matematika pagi ini.

"I-Iya" Jawab Amanda malu-malu, sudah pakai parfum yang dibeli di Babanya Ali juga.

Amanda jadi senyum-senyum sendiri ah...

"Lagi ngapain?" tanya Ali.

"Nih", kata Amanda liatin buku catatan matematika.

"Ya udah, belajar yang rajin ya..." kata Ali langsung ninggalin Amanda sendiri, jantung Amanda jedag jedug kaya suara sound sistemnya dangdutan.

Tumben si Ali deketin Amanda.

Amanda nyium-nyium baju nyium ketek sekalian nggak bau ikan, nggak amis, harum jelas wangi parfum 100 ribu 5 mili, kata Amanda dalam hati.

Ulangan matematika , Amanda yakin kali ini bisa jawab semua.

Amanda semangat.

Habis dari kantin Amanda beli jajan roti Sandwich sama minum air putih dibawa dari rumah.

Amanda nonton anak-anak main bola di lapangan,

Amanda cari'in si Rizal biasanya anak itu ikut maen.

Eh, Amanda lupa kalau Rizal kan habis nyungsep.

Amanda balik ke kelas bener aja Rizal lagi di kelas dengan teman yang lain, waktu Amanda deketin Rizal yang lain pada menyingkir.

"Nih", Amanda menyerahkan ke Rizal susu coklat mini.

"Tumben.." kata Rizal, nggak nolak langsung nusukin sedotan minum susu coklat.

"masih sakit ya zal...He-he-he" kata Amanda cengengesan.

Amanda liat sikut Rizal lukanya sudah kering.

"Sakit lah, kaki gua nih, semalaman kagak bisa tidur, bengkak tau" kata Rizal.

"Trus lo ke sekolah naik apa?" kata Amanda

"Dianter Jemput" kata Rizal ketus.

"Gua anterin pulang dah zal..." kata Amanda.

"Nggak.." kata Rizal

"Yah, gimana lagi, gua kan mau berniat baek, minta maaf juga udah" kata Amanda.

"Nggak usah merayu-rayu gua dah...mending diem aja" kata Rizal sambil nyeruput susu coklat yang sudah mau habis.

"Maaf ya zal..." kata Amanda.

"Udah iya-iya" kata Rizal.

Amanda sedih kembali ke bangkunya, disuruh diam lagi sama Rizal.

**

Usaha Emak dan Amanda makin maju, orderan juga makin nambah.

Bisa beli kulkas di lapak biar nyimpan Ikannya lebih banyak.

Pintu rumah diketuk, sudah mau magrib.

Amanda ngintip dari jendela, orang koperasi lagi.

"Iya pak" kata Amanda membukakan pintu.

"Nyak lo mana?" gayanya preman banget badannya kekar.

"Lagi keluar pak..." kata Amanda.

"Bilangin Nyak lo, ini nunggak bayar kelamaan, usaha kalian kan udah maju di pasar masa nggak bisa bayar hutang bapak lo" kata bapak koperasi marah-marah, di silahkan masuk nggak mau masuk.

Tetangga sebelah pada masuk ke rumah.

Amanda juga malu ditagih hutang.

"Belum balik modal pak..." kata Amanda.

"Kalo belum balik modal dibayar dong, cicilannya nunggak mulu" kata Bapak koperasi pinjaman Bapak Amanda.

"Iya pak.." kata Amanda.

"Iya-iya terus kapan dibayar, nggak tau malu amat" kata Bapak Koperasi.

Emak baru datang pakai motor di depan rumah.

Tangan Emak di pinggang.

"Heh lo, jangan sok bentak-bentak anak kecil, gua aduin lo dengan komnas anak." kata Emak

"Loh, mpok! Mpok yang ngutang kok mpok yang galakan dari saya yang nagih?" kata Bapak Penagih hutang.

"Situ kan udah tau, yang ngutang laki aye, nah laki aye kagak ada...ini juga kita ditinggal pegiiiiiii... minggu lalu pan udah dibayar 500 ribu dulu minta lagi minta lagi" kata Emak nggak kalah sengit, Amanda liat yang lewat-lewat gang pada nontonin.

"Gini aja mpok, kalo mpok sama anak mpok nih nggak mau bayar, minggu depan pindah dari rumah ini, Rumah kami sita, ini jaminan" kata Bapak Koperasi.

Bapak itu ninggalin Emak sama Amanda depan rumah, naik ke mobil koperasi.

Emak masuk kerumah meluk Amanda.

Pelukan dilepas, "Manda...bungkusan baso emak tadi mana yak?" kata emak.

"kagak liat emak megang baso dah?' Amanda nengak nengok.

Emak buka pintu lari ke depan.

"Kucing...jangan sampai gua liat elo lagi ke depan rumah" kata emak.

Kucing baru aja nyium aroma baso nggak sempat di embat tapi dah ngacir ketakutan kena lempar sendal jepit sama emak.

**

"Mak, Amanda nggak usah sekolah dulu" kata Amanda malam-malam ke kamar emak.

"Neng..." kata Emak.

"Kita nggak bisa gini mak..." kata Amanda.

"Manda juga nggak bisa sekolah kalo kita gini" kata Amanda.

"Nggak boleh Manda" kata Emak, Emaknya Amanda nggak mau anaknya nggak sekolah.

Amanda kembali ke kamar, sedih dengan keadaan kalo aja bapak nggak ninggalin hutang banyak nggak jaminin surat-surat rumah buat ngutang, nggak sampai se sakit ini hidup Amanda dengan Emaknya.

**

Pagi-pagi Amanda ke Pelelangan ikan.

Amanda bantu emak, motongin ikan, live tiktok nerima orderan.

"Nggak berangkat sekolah manda?" tanya emak berbisik melihat jam sekolah udah hampir dekat Amanda nggak pulang-pulang.

"Hari ini kagak belajar, bahas study tour" jawab Amanda.

Emak nggak nanya banyak soalnya lagi live.

Ikan sudah habis, Amanda berangkat lagi ke pelelangan siang.

Bawa balik ikan 1 box lagi, emak keheranan.

"Lo kenapa sih manda?" kata Emak.

"Seminggu ini kita kerja sampai malam, supaya bisa balikin hutang bapak 35 juta" kata Amanda.

Mata Emak berair, "Emak kalo mau bantu, di lapak lain ngupas bawang juga boleh bawa ke lapak kita biar kita bantu jualin bawang juga" kata Amanda.

Melihat Amanda semangat, emak jadi sedih.

"Udah mak...kita jualan terus aja" kata Amanda.

"Cepetan balik ke lapak, ntar pelanggan pada pergi" Kata Amanda.

Beneran, lapak amanda buka sampai malam ikan dijual selalu ada, buka juga ikan laut  frozen yang udah di filet.

Amanda beli plastik di penjual plastik vacum di sebelah Toko Karpetnya Baba Ali.

Emak sama Amanda cuma balik buat makan sama mandi.

Balik lagi ke lapak bergantian.

Tiga hari Amanda nggak ngabarin ke sekolah, di cari di grup Amanda diam.

Emak juga pasrah nurut aja kata Amanda takut rumah diambil sama penagih hutang.

"Amanda...beli ikan guramenya sekilo" kata Nora

Baru sore ini Amanda liat Nora belanja.

Amanda ambilin ikan gurame pilihan Nora.

Sudah bersih dikasih sama Nora.

"Berapa?" kata Nora.

"tiga puluh lima rebu" kata Amanda.

"Nih" Nora kasih 50 ribu, kembalian 15 ribu dari Amanda.

"Rumah kok sepi, nda?" kata Nora.

"Sering balik ke lapak.." kata Amanda.

"Oh iya..." kata Nora.

"Emang ada yang cariin ke rumah?" tanya Amanda.

"Ada" kata Nora.

"Siapa?" kata Amanda.

"Kemaren guru, hari ini Ali sama Rizal" kata Nora.

"Eh, iya yak" Amanda jadi garuk kepala kaya buronan sekolah.

"Makasih ya, infonya" kata Amanda.

Nora ngangguk, lalu pergi belanja ke lapak sayur.

**

Selesai jualan live, Amanda buka grup yang diarsipkan.

Ada yang nerusin dari grup RT perkara Rumah Amanda mau disita, video emak ngamuk-ngamuk.

Kayaknya ada tetangga yang videoin dari depan gang.

Ada chat pribadi Rizal sengaja Amanda nggak balas,

"Lo kemana?" tanya Rizal

Besoknya,

"Jadi nggak gua ganti uang study tour"

Hari ini,

"Manda gua antar uang study tour kerumah yak?" tanya Rizal.

Amanda nggak balas.

Emak datang,

"Gimana ada yang beli?" tanya emak.

"Ada barusan" kata Amanda.

"Kok muka lo nekuk neng?" tanya Emak

"Nggak kok...." kata Amanda.

"Nih" Amanda liat amplop putih,

"Apaan mak?" kata Amanda.

"Uang study tour, dibalikin nyaknya Rizal, ketemu tadi di mini market sono mau beli bohlam" kata Emak.

Amanda hitung satu juta lima ratus.

"Lo nggak balik sekolah?" tanya Emak.

"Nggak bisa mak, emak kan tau kita harus lunasin hutang dulu" kata Amanda.

"Trus sekolah lo?bisa di keluarin dari sekolah manda.. lo mau putus sekolah kaya si Nora"

"Mak, jangan nyebutin nama orang...semua orang punya kesusahan hidup masing-masing, kita nggak punya siapa pun tinggal disini, emak yatim piatu, keluarganya bapak nggak suka sama kita" kata Amanda.

Emak nangis meluk Amanda, nggak sadar itu live, untung suaranya di mute.

Seminggu lebih Amanda sama emak kerja siang malam,

Akhirnya uang kekumpul juga 40 juta sama modal, Amanda sama emak akhirnya ke kantor koperasi.

Lapak tutup hari minggu beresin hutang bapak, ambil surat-surat tanah.

Sisa uangnya buat jualan lagi.

"Besok sekolah ya?" tanya emak

"Amanda usahain mak..." kata Amanda.

**

Upacara di sekolah, panas terik, amanda keringatan.

Belum masuk kelas Amanda sudah di panggil ke ruang kepala sekolah.

"Amanda kamu masih mau sekolah?" tanya Kepala Sekolah.

"Kalau kamu mau pindah atau berhenti, berhenti aja sekarang"

Amanda nunduk.

Emak datang ke ruangan Kepala Sekolah.

Emak ninggalin lapak di telepon sekolah.

"Amanda, nggak turun sekolah lama kok ibu nggak negor?" kata Kepala Sekolah.

Pak Irwan Guru BK juga ada  di samping Emak.

"Gini pak..." Emak noleh ke Amanda.

"Kita ada masalah keluarga" kata Emak.

Amanda genggam tangan Emak, supaya nggak ngelanjutin ngomong.

"SPP Amanda tertunggak untuk satu tahun ini, nanti ibu bayar di kantor" kata Kepala Sekolah.

"Kalau Amanda masih mau lanjut sekolah disini" kata Kepala Sekolah.

"Iya pak..." kata Emak.

Air mata Amanda menetes,

"Gini pak...Amanda berhenti dulu sekolahnya, kalau kita punya rejeki nanti kita coba lagi amanda sekolah" kata emak, tangan emak gemetaran, bisa ngeluarin kata itu dari mulutnya.

Kepala sekolah kaget, Pak Irwan lebih kaget.

Kepala sekolah maksudnya negur dan nakut-nakutin Amanda awalnya tadi, malah kejadian Emak Amanda minta berhenti sekolah.

"Begini bu, kalau ibu minta keringanan bayar uang sekolah bisa kami bantu ibu nyicil" kata Kepala sekolah lagi.

"Nanti kita bicarakan masalah itu bu, yang penting amanda sekolah dulu ya nak..."

"Nggak apa-apa pak, nggak bisa ntar kita kebebanan cicilan, kita emang nggak mampu nyekolahin anak dimari" kata Emak.

"Baik, kalau begitu, nanti kami urus surat-suratnya, siapa tau amanda mau lanjut sekolah lagi di tempat lain atau disini nanti" kata Kepala Sekolah dalam hati menyesal.

Amanda ditemani Emak keluar Ruangan Kepala Sekolah.

Emak masih bau Anyir ikan, Amanda tau pasti emak buru-buru ke Sekolah.

"Lapak siapa yang jaga mak?" tanya Amanda.

"Emak titipin bule jawa" kata Emak.

"Emang bule jawa mau?" tanya Amanda.

"Ya mau manda, orang mereka di pasar baek-baek sama kita. Nggak apa-apa" Emak nepokin tangan Amanda.

"Manda mau ambil tas dulu ke kelas, emak nunggu surat-surat disini dulu ya.." Kata Amanda.

"Iye, udah...ambil sana dulu" kata Emak.

**

Amanda melangkah ke ruang kelas, suasana kelas sepi, pelajaran Bahasa Indonesia.

Amanda mengetuk pintu, "Permisi bu..."

"Iya, masuk Amanda" kata Ibu Guru.

Amanda diliatin teman sekelas.

Diliatin Ali,

Amanda mengambil tasnya, "Hei...lo mo kemana?" tanya Rizal waktu Amanda lewat.

Amanda diam aja, maju ke depan.

"Bu, Amanda pamit pulang ya" kata Amanda.

Air matanya menetes.

Ibu guru liat air mata amanda, dikasih tissu, amanda keluar nunduk, nggak mau liatin teman-temannya.

"Teman kalian Amanda, berhenti sekolah" itu yang sempat Amanda dengar dari mulut Ibu Guru waktu Amanda di luar kelas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!