NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:282
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiara : Devil / Angle

>

"Apa maksudmu..?". Tanyaku dengan sedikit menahan amarah.

"Santai saja.. aku disini justru berniat untuk menolongmu.. Kamu, sudah tertipu oleh suamimu sendiri..". Ujar wanita itu.

"Aku benar-benar tidak mengerti..". Ucapku dengan pura-pura tidak memahami apapun.

Tiba-tiba wanita yang bernama Tiara ini duduk mendekatiku lalu memegang tanganku dengan kedua tangannya. Seolah-olah menunjukan ketulusannya.

"Dulu saat kamu masih kecil, bukankah kamu pernah di lecehkan..?". Tanya Tiara dengan lembut.

".......".

"Apakah.. itu ada di jurnal mas Adrian..?". Tanyaku pada Tiara.

"Iya.. Maafkan aku.. kamu ada di dalam jurnalnya.. dan aku sudah pernah membacanya.. bahkan aku masih memiliki isi dari jurnalnya yang isinya tentang kamu Briar.. ..". Ujar Tiara kepadaku dengan wajah yang merasa prihatin.

"Bisakah kamu memberikannya padaku..? Aku harus memastikan semuanya..". Jawabku lagi pada Tiara.

"Baiklah akan aku serahkan file-filenya yang sempat aku foto dan masih aku simpan.. Tapi yang perlu kamu tau, sejak saat aku mengetahui kejadian di antara kamu dan Adrian di masa lalu, aku langsung berhenti menghubungi Adrian..dan aku benar-benar menjauhinya.. Aku merasa tidak tega padamu sebagai korban dan juga sesama wanita, laki-laki sepertinya pantas masuk ke dalam api neraka.. Bagaimana bisa Adrian dengan tega menghancurkan kamu di saat kamu yang masih sangat kecil, lalu menikahi kamu ketika kamu beranjak dewasa, dengan tanpa memberi tahu kamu siapa dia sebenarnya.. Seolah-olah kamu adalah perempuan bodoh, yang mudah di tipu. Jika saja aku yang menjadi kamu, aku pasti akan melaporkan semuanya kepolisi, apalagi kamu punya bukti-bukti yang aku berikan.. Menurutku inilah saatnya untuk kamu mulai mengikhlaskan Adrian. Sebaiknya ceraikan dan penjarakan saja dia. Akan tetapi, tolong rahasiakan tentang bagaimana kamu mendapatkan semua bukti, dan karena aku sudah membantumu, jadi tolong jangan libatkan aku dan juga sebaiknya kamu tidak memberi tau Adrian, kalau kamu bertemu denganku dan aku yang memberitahumu semuanya..". Ujar Tiara berusaha untuk memengaruhiku.

Hatiku sakit sekali mendengarnya, air mataku sudah siap mengalir karena dadaku rasanya sudah sangat sesak dan hampir tumpah. Aku tidak mah percaya tapi ada bukti yang menunjukan bahwa benar.. mas Adrian adalah laki-laki jahat itu.

Tiara terlihat tulus dengan ucapannya.. akan tetapi mengapa ia terus meyakinkan aku untuk segera melepaskan mas Adrian, dan beberapa hal janggal lain yang keluar dari ucapannya. Menurutku, entah mengapa Tiara terlalu bersemangat ingin memisahkan aku dan mas Adrian. Hal-hal ini cukup mencurigakan.

"Baiklah.. aku akan memikirkannya baik-baik tentang bagaimana aku harus bertindak.. dan aku sangat berterimakasih karena kamu mau membantuku.. Kalau bukan karena kamu sudah memberitahuku mungkin aku tidak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi..". Jawabku, berpura-pura seolah-olah benar-benar terpedaya oleh ucapan-ucapan Tiara.

Tentu saja aku harus lebih pintar darinya, bisa saja ada maksud lain dari semua bantuannya saat ini.. Sebaiknya aku cari tau hubungan di antara mas Adrian dan Tiara.. dan kenapa tiara membeberkan semuanya padahal tidak ada manfaat untuknya sama sekali.

"Aku yakin yang terbaik adalah berpisah dengan Adrian dan kamu harus penjarakan dia.. Lalu pergilah ke kota lain dan cari kebahagiaanmu sendiri dengan seseorang yang benar-benar mencintai kamu.. Kamu harus bahagia meskipun tanpa Adrian si brengsek itu..". Ucap Tiara masih menghasutku untuk berpisah dari mas Adrian.

"Tiara.. sebaiknya aku pulang dulu.. Sekali lagi terimakasih banyak Tiara..". Masih dengan mode berpura-pura bodoh.

"Iya baik, kamu perlu menenangkan diri dan.. ini flashdisk yang berisi semua jurnal Adrian yang memiliki bukti-bukti kejahatannya.. Sebaiknya mulai sekarang kamu hati-hati. Karena Adrian bukan orang sembarangan. Adrian orang yang cukup kejam jika tidak menyukai sesuatu.. Sebaiknya cepat putuskan sebelum Adrian tau, kalau kamu sudah tau siapa dia sebenarnya..". Ujar Tiara memberiku nasihat dan membocorkan sifat asli mas Adrian, yang kebenarannya masih perlu aku ketahui.

"Baiklah.. sekali lagi terimakasih..". Ucapku pada Tiara.

-

Aku menuju ke Mobil dan bertemu dengan Dwi..

Lalu aku tiba-tiba tidak lagi bisa menahan sesak di dadaku.. Lalu aku pun mulai menangis sekuat-kuatnya di pelukan sepupuku Dwi. Saat ini aku berada di posisi yang sangat kebingungan. Mas Adrian adalah suamiku, tapi juga pelaku pelecehanku di masa lalu. Bagaimana bisa aku lengah dan terbujuk rayuannya hingga kami menikah sekarang.. Aku tidak bisa berhenti menyalahkan kebodohanku untuk tidak mencari tau lebih banyak tentangnya. Aku terlalu buta pada sifat dan kesempurnaannya.. Ternyata di balik itu semua mas Adrian adalah sesosok binatang buas.

"Briar..? ada apa..? Kenapa..?". Tanya Dwi kebingungan melihat kondisiku yang tidak kunjung berhenti menangis.

"Aku.. aku nggak bisa cerita tapi.. tapi aku.. Aku sakit banget mbak.. hatiku sakit.. aku harus gimana..?". Aku tidak bisa berhenti menangis dan merasa tidak mampu untuk mengatakan apa-apa.

Dari jauh, aku bisa melihat Tiara sedang berdiri di depan gerbang melihat kearah mobil kami dan menyaksikanku yang menangis di dalam mobil lewat kaca depan. Lalu tiba-tiba Tiara mendekat dan mengetuk pintu mobil kami, dan Dwi langsung membuka jendelanya.

"Sebaiknya kamu bawa Briar untuk menenangkan diri, karena sepertinya dia sangat shock..". Ucap Tiara kepada Dwi karena menyaksikanku yang terlihat masih menangis di dalam mobil.

"Baiklah, kami pergi dulu terimakasih..". Balas Dwi setelah mendengar ucapan Tiara..

Dan kamipun pergi meninggalkan rumah besar milik Tiara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!