NovelToon NovelToon
KAU KHIANATI AKU, KUNIKAHI AYAHMU

KAU KHIANATI AKU, KUNIKAHI AYAHMU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Dicampakkan Aris karena dianggap tidak selevel, Aura memilih balas dendam paling elegan: Menikahi Hendra (38th), ayah Aris yang tampan dan kaya raya.
​Kini, sang mantan harus tunduk di bawah kekuasaan ibu tiri barunya.
​"Dulu kamu menginjakku, Aris. Sekarang, panggil aku Ibu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

permainan nekat

“Berapa banyak pengawal yang dikerahkan buat ngejar Aris?”

—

Suara Hendra terdengar begitu dingin dan menekan di dalam ruang kerja utama kediaman Fahreza. Pria berusia tiga puluh delapan tahun itu berdiri tegap di dekat jendela besar, memandang hujan malam yang makin deras. Kemeja mewahnya sengaja dilipat hingga siku, memperlihatkan rahang tegasnya yang mengeras akibat amarah.

—

Pak Biantoro, kepala pengawal pribadi, menunduk dalam-dalam di depan meja kerja.

—

“Seluruh tim keamanan internal dan kepolisian sudah menyebar di area pelarian, Pak,” jawab Pak Biantoro gemetar. “Tapi karena kondisi hujan deras dan mati listrik di sekitar area Lapas tadi, Aris berhasil kabur lewat jalur sungai kecil di belakang fasilitas.”

—

Aura melangkah pelan keluar dari kamar rias, berjalan mendekati suaminya. Gaun tidur sutra merah anggur yang dipakainya bergerak lembut, memperlihatkan perutnya yang sudah mulai membuncit tipis di usia kehamilan empat bulan.

—

Aura memegang lengan kokoh Hendra, mengusapnya pelan. “Mas Hendra, kamu tenang dulu... Masalah ini pasti ada jalan keluarnya.”

—

Hendra langsung memutar tubuhnya, merangkul pinggang Aura dengan sangat protektif. Mata cokelat gelapnya yang tadi dipenuhi amarah seketika melunak begitu menatap raut wajah cantik istrinya.

—

“Saya nggak bisa tenang kalau tahu anak kurang ajar itu berkeliaran di luar sana, Aura,” bisik Hendra lembut, mengusap perut membuncit Aura dengan rasa sayang yang mendalam. “Dia sudah nggak punya apa-apa lagi. Pria yang panik dan nekat bisa melakukan tindakan paling berbahaya buat celakain kamu dan calon anak kita.”

—

Aura tersenyum tipis, menatap lurus ke dalam manik mata suaminya. “Mas, Aris itu penakut. Dia kabur bukan karena punya rencana hebat, tapi karena panik dengar kabar kehamilanku dan pencoretan nama dia dari warisan. Dia cuma pengen lari dari kenyataan.”

—

Hendra menghembuskan napas panjang, mengecup kening Aura secara mesra. “Tetap saja, saya nggak akan ambil risiko sekecil apa pun. Mulai malam ini, penjagaan rumah ini diperketat tiga kali lipat. Kamu nggak boleh keluar dari rumah utama tanpa pengawalan pribadi dari saya.”

—

“Iya, Mas... Aku nurut sama kamu,” balas Aura tulus sambil merapatkan tubuhnya ke dalam dekapan hangat sang suami.

—

—

Sementara itu, di sebuah bangunan tua terbengkalai di pinggiran kota yang gelap dan lembap.

—

Aris duduk bersandar di dinding semen yang dingin. Baju tahanan oranye yang dipakainya sudah kotor penuh lumpur dan robek di beberapa bagian. Nafasnya memburu, matanya yang sembab dan penuh urat merah menatap liar ke arah kegelapan malam.

—

Tangannya yang gemetar memegang sebuah ponsel murah hasil curian dari seorang warga saat ia melarikan diri tadi.

—

Layar ponsel itu memperlihatkan berita utama media daring yang baru saja diperbarui:

—

‘BURONAN LAPAS: ARIS FAHREZA DALAM PENJARINGAN KEPOLISIAN—HENDRA FAHREZA DAN NYONYA AURA MEMPERKETAT KEAMANAN KELUARGA UTAMA.’

—

Aris memukulkan ponsel itu ke atas lantai semen sampai layarnya retak. Air mata kekecewaan, rasa malu, dan dendam membakar jiwanya sampai gila.

—

“Aura... Kamu udah rebut semuanya dari aku...” bisik Aris parau dengan suara histeris yang gemetar. “Kamu bikin aku masuk penjara, kamu ambil harta Papa, dan sekarang kamu hamil anak Papa?!”

—

Pria yang dulu sangat sombong itu kini mengepalkan tangannya ke tanah, memandangi bayangan dirinya di genangan air kotor.

—

“Aku nggak akan biarin kamu hidup tenang sama Papa!” teriak Aris pelan di tengah suara gemuruh petir. “Kalau hidup aku harus hancur... aku bakal bawa kamu hancur bareng aku, Aura!”

—

Aris meraih kembali ponsel retak itu, mengetik sebuah nomor rahasia yang paling ia hafal dengan jemari yang gemetar hebat.

—

—

Malam makin larut di kediaman utama Fahreza.

—

Suasana kamar tidur utama terasa begitu hangat dan hening. Pendar lampu temaram menyinari Aura yang tertidur pulas di atas ranjang king-size, diselimuti kain sutra halus. Hendra mengusap lembut rambut hitam istrinya sebelum melangkah ke area balkon kamar untuk menerima laporan terbaru lewat telfon.

—

Tiba-tiba, ponsel pribadi Aura yang tergeletak di atas meja samping ranjang bergetar halus.

—

Layar ponsel itu menyala, menampilkan sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal:

—

‘Aku ada di halaman belakang rumah kamu sekarang, Aura. Turun sendiri tanpa Papa, atau aku bakar seluruh dokumen rahasia perusahaan yang bisa bikin saham Hendra anjlok besok pagi!’

1
Ds Phone
dia lagi cekap
Ds Phone
siapa pulak tu tak habis lagi ke
Ds Phone
akhir nya derama dah berhair
Ds Phone
meraka lagi cekap
Ds Phone
dah culik anak orang tu pulak
Ds Phone
apa kagi dia nak buat
Ds Phone
semua nya dah kenatankap
Ds Phone
ada yang tak betul ni
Ds Phone
ada yang tak kena lah ni
Ds Phone
ada apa masalah lagi tu
Ds Phone
semua bolih di patah kan nya
Ds Phone
ada masalah lagi
Ds Phone
apa masut dia ya
Ds Phone
kena tankap juga sudah nya
Ds Phone
macam mana kau bolih dapat fi al rasia tu
Ds Phone
dapat lari apa dia akan buat hal
Ds Phone
kalau kita apa
Ds Phone
kena penjara juga sudah nya
Ds Phone
banyak sangat duit yang dia pakai
Ds Phone
kenapa nak kena tankap pulak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!