NovelToon NovelToon
The Heirs Mistake

The Heirs Mistake

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Bad Boy / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

# Tujuh

Waktu sepertinya sejenak berhenti, Leon masih dengan tatapan tak percaya. Pria yang selama ini menghabiskan hidupnya dengan sejuta penyesalan dalam hati itu pun berjalan mendekati Hanum.

Wanita yang selama ini ia rindukan karena rasa sesal, namun tak ingin dicari itu nyatanya muncul di mata dengan sendirinya.

Tanpa Leon cari pun, akhirnya takdir juga yang membuat mereka bertemu setelah empat tahun hilang tanpa kabar.

"Hanum..." ucapnya lirih. Ada nada penyesalan saat ia menyebut nama wanita yang ia rusak beberapa tahun silam.

Wanita itu langsung menoleh saat namanya disebut. Kaget bertemu Leon, ia pun langsung mencari keberadaan Sena. Tak ingin Leon menghancurkan hidupnya lagi, Hanum menghampiri Sena yang sedang memilih camilan tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Dengan bergegas Hanum menggendong anak usia tiga tahun itu, mereka berdua langsung pergi meninggalkan pusat perbelanjaan.

"Tunggu Hanum!" teriak Leon yang tak ingin kehilangan jejak keduanya.

Hanum yang tak bisa lari cepat lantaran sedang menggendong Sena dalam pelukannya harus menerima kekalahan berhasil disusul oleh Leon.

"Jangan ganggu kami!" 

Hanum yang semula berwajah teduh mendadak garang ketika menatap Leon. Ia membenci pria itu, seorang pria yang menghancurkan hidupnya selama ini.

"Siapa dia?" Entah mengapa Leon sangat curiga. Anak yang digendong Hanum itu, mata, hidung dan bibirnya. Leon merasa itu mirip seperti dirinya.

Apalagi anak itu sudah dewasa, Leon makin menerka-nerka.

"Dia bukan anakmu!" 

Tahu bila Leon pasti berpikir bahwa Sena adalah anaknya, maka sebelumnya Hanum menolak dengan mentah-mentah. Namun hal itu malah membuat Leon yakin, bahwa itu adalah putrinya.

Di tengah-tengah pusat perbelanjaan, Leon yang merasa sangat menyesal menghalangi langkah Hanum. Ia berlutut di sana, meminta maaf atas semua yang terjadi.

"Maafin aku, Hanum! Bahkan neraka lebih cocok untukku... Maafkan aku!"

Hanum terkejut dengan apa yang dilakukan Leon di depan umum. Tak bisa memaafkan Leon, Hanum hanya bisa memalingkan wajahnya.

"Ma... Sena mau turun!" Capek di gendongan sang Mama, gadis berkuncir dua itu pun merajuk ingin turun.

Sementara itu, Leon yang mendengar suara pertama anak kecil yang ia sangka putrinya. Ia pun mengusap ujung matanya yang mulai basah.

Sambil menurunkan Sena, dan menggenggam jari-jemari mungil itu. Hanum mengatakan hal paling menyakitkan bagi pria tersebut.

"Mari tidak usah bertemu. Jadikan ini pertemuan terakhir, maka aku akan memaafkan mu!" ucap Hanum dengan begitu tegas.

Bagai ditampar, kata-kata Hanum membuat hati Leon makin hancur. Sebegitu kah Hanum membencinya selama ini?

Tidak peduli dengan Leon yang makin terpuruk, Hanum pergi meninggalkan tempat itu bersama putri kecilnya.

Ketika sampai di dalam mobil, Hanum mengusap matanya. Padahal tadi ia tak menangis sama sekali, lantas mengapa sekarang matanya tiba-tiba berair  begitu saja.

"Mama jangan nangis, Sena punya permen!" Gadis dengan poni itu pun mengeluarkan permen dari kantong bajunya.

Bukannya tenang, tangisnya semakin menjadi. Hanum memeluk tubuh anaknya dengan perasaan yang sesak. Di dalam hati ia terus meminta maaf pada Sena, maaf karena tak mengijinkan putrinya itu bertemu dengan ayah kandungnya.

"Mama jangan nangis!" 

Hanum pun berusaha menguasai diri, mengambil napas dengan dalam. Dan mengusap pipinya, ia harus kuat.

Setelah sedikit merasa tenang, Hanum pun melajukan kendaraan pribadinya meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.

Sementara itu, Leon yang masih diliputi rasa kalut dan kelabu. Ia pun mengantar semua pesanan sang Mama. Dengan alasan masih ada yang harus dikerjakan, ia hanya mampir memberikan barang dan pergi.

Selesai urusan dengan sang Mama, Leon kini menghubungi sekretarisnya. "Cari informasi tentang seorang wanita, cari di mana kini ia tinggal dan dengan siapa."

"Baik, Pak!"

Sambil menunggu kabar baik dari sang sekretaris, Leon kembali pulang ke rumahnya sendiri. Kosong dan sepi, hanya ada Leon dan beberapa asisten yang membersihkan rumah.

Semalaman ini, Leon tak bisa memejamkan matan. Bayang kejadian tadi, pertemuan tak sengaja dengan Hanum serta anak kecil tadi, membuatnya berpikir.

Apa itu adalah anaknya? Leon makin menyesali perbuatannya. Lalu selama ini ia hidup nyaman, sementara ada dua nyawa di luar saya yang entahlah.

Leon merasa kacau, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Terlihat jelas pria itu sedang kalut akan masalahnya saat ini.

Hingga pukul tiga pagi, barulah ia bisa memejamkan mata.

Seperti biasa, pukul enam jam alaram Leon pasti berdering. Hidup membujang sampai saat ini, hanya alaram itulah lah yang setia menemani. Membangunkan hari-harinya agar tak telat bangun.

Namun kali ini, Leon sepertinya agak bersemangat. Meskipun belum mandi, ia malah duduk di meja kerjanya. Menyalakan laptop, apakah sang sekertaris sudah mengirim information yang ia minta.

Dan matanya berbinar-binar tak kala ada email baru dari sekretarisnya. Dengan tak sabar ia membuka surat elektronik tersebut.

Dibacanya dengan saksama, tak ingin terlewat satu kata pun.

'Single parents?' gumamnya.

Ia lantas mencari informasi lagi, siapa nama suami bila Hanum pernah menikah.

'Kosong!'

Ada perasaan lega campur nestapa.

"Ya Tuhan Hanum, kejahatanku memang tak pantas dimaafkan!" Leon tertunduk lesu.

Setelah apa yang ia baca, sembilan puluh sembilan persen ia yakin bahwa Sena kemungkinan adalah memang benar-benar anaknya.

Ia tak biasa membayangkan betapa sulitnya hidup Hanum selama ini akibat perbuatannya.

Tidak ingin mengulur waktu, Leon bergegas mandi dan akan mencari Hanum.

Satu jam kemudian, Leon sudah duduk di balik kemudinya. Ia sudah siap menuju alamat yang ada dia dalam ponselnya. Kini ia tahu di mana Hanum tinggal.

Di sepanjang jalan, sekretarisnya menelpon. Sebentar lagi ada meeting.

"Tunda semua agenda hari ini, saya ada urusan penting!" tak peduli pada sekretarisnya yang ingin bicara lagi, Leon langsung memutus sambungan telponnya.

Ia kini fokus mencari alamat. Setelah muter-muter sekitar setengah jam lebih di sebuah kompleks perumahan sederhana, akhirnya ia bisa bernapas lega.

Dari seberang jalan, ia bisa melihat Hanum yang baru masuk mobil.

Setelah mobil Hanum berjalan, ia pun membuntuti dari belakang.

Leon ingin tahu, kemana Hanum akan pergi pagi-pagi begini bersama putrinya.

Ternyata Hanum menghentikan mobilnya di depan sebuah penitipan anak.

Melihat hal itu, Leon hanya bisa memejamkan mata dengan pias.

Takdir apa ini? Mengapa begitu menyakitkan melihat anak yang ia duga anaknya dititipkan di rumah penitipan seperti ini?

Mau ke mana Hanum? Ribuan tanya menggelayut di dalam hatinya.

Setelah Hanum menitipkan anaknya, kini ia kembali masuk mobil. Ia tak tahu, sejak tadi sepasang mata terus mengamati gerak-gerik Hanum.

Begitu menyalakan mesin mobilnya, Hanum pun menuju sebuah gedung perkantoran.

"Kamu bekerja di sini, Hanum?" ucap Leon yang bicara pada angin.

1
Kar Genjreng
Ahhh tamat Hanum hamildun yang kedua
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Kar Genjreng
ga hamil tapi sifat yang aneh mirip orang hamil Num masyaallah tabarakallah. coba Num lagian misu misu terus sampai. pak
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
Kar Genjreng
😆😆ngidam lah Hanum. ga apa-apa biar Sean punya Adek ya,,,,,
Kar Genjreng
sekarang menangis bahagia dan jangan lupa Leon ganti sapi Bu Kades Jangan cuma satu tapi lebih,,,dan jangan di anggurin terus Bu Lurahnya. mesakne
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
Kar Genjreng
ilang ingatan nya kah wahh bersukur ya ada menemukan,,,Bu Kades nanti di Ak sebagai orang tua oleh Hanum,,,, itulah teguran Leon karena di masa lalu sering,,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
Kar Genjreng
wah gegabah dong ya Leon tidak membaca situasi begitulah ceritanya ahir
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
Kar Genjreng
nah ini baru Ak setuju banyak pengawal. jadi cepat terditeksi. wanita penipu dan kurang kecut 😂 kebanyakan cuka ahh kena lo,,,,piye marem mau kabur ya jangan. main main sama Leonardo
Kar Genjreng
runyam rumah tangganya kemarin di buat Happy ya. sama sang penulis sekarang di buat mewek,,, untung masih punya rasa rindu sama Leonardo di kepruk i,,,
Kar Genjreng
Leonardo yang bodoh harusnya kerja sama dengan hanum cari tau ini malah langsung kasih uang,,,belum juga tau seluk beluk kehidupan nya si mantan ,,,,
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Kar Genjreng
kalau begini bacanya ngeri ngeri sedap,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
Kar Genjreng
😂 Leon lama lama kongslet karena tidak mau jujur yakin ga jujur saja biar marah sekali pasti ada solusinya Hanum wanita tangguh daripada di bohongin lebih baik jujur ,,,, kalau Hanum marah katakan suruh tanya ke mama mertua nya. tentang masa lalu,,,,tapi Zura juga bukan wanita baik buktinya mau merebut Leon menggunakan Altar,,,,nah perjuangan ,,,
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
Kar Genjreng
sekarang begini saja lebih baik jujur dan itu juga kan di masa lalu sebelum loe menikah dengan Hanum ,,, daripada tau
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
Kar Genjreng
kan setelah enak enak pasti akan ada bencana,,Altar pasti hasil bercocok Zura dan Bos nya. kasian Sian dan Hanum ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
Kar Genjreng
ayo gaspol Leon bercocok nya benih premium,,,semoga lekas tumbuh tetapi,,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
Kar Genjreng
😂😂suek. aduh rindu bilang saja rindu wong wis sah.eon juga si jadi Laki laki yang Gresek dikit dong
Kar Genjreng
lembur ga apa apa Leon asal jangan sedang merenungi pertemuan nya dengan zura dan Altar,,, keliatan nya itu Anak nya Leon ,,,masalah ketika Hanum pergi langsung di pecat. dan sebelumnya kan abis enak bikin anak dengan Leon. dan beberapa hari nya Leon entah mabuk sengaja atau ga sengaja hanya ingin tau Hanum yang sebenarnya. masih. perawan atau tidak,,, ternyata masih segelan,,, orang biasanya pakai yang sudah blong loncer,,,lah Hanum masih original. maka ,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
Kar Genjreng
ya jalan satu satu nya Hanum menjadi pengasuh Anaknya dan suaminya mengurus. orang yang di sayangi nya dan
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️
Kar Genjreng
dahlah sudah menjadi pasangan. mau menjelajahi. dunia kenikmatan pun sudah tak di halangi monggo lanjutkan bikin Adek nya Sean ya biar Sean punya teman dan mama Yesi jadi sembuh dan bisa momong cucu,,,iya kan 👍😂 selamat ya Leon Hanum jaga rumah tangga nya agar tidak ada pELaKoR mampir. dan menjadi keluarga berantakan,,, lopeyuuu
Kar Genjreng
huaha ha kesempatan untuk menonton live ya Leon pertunjukan. ada duyung sedang berendam tapi ciloko kran rusak. mau ga mau ada Yuyu kang kang datang menolong sah sah dalam janji agama dan Negara,,👍👍🤲🤲
Kar Genjreng
nah itu bukan main kah pur pura tapi bukan juga kontrak. ,,, tetapi menikah sungguhan apa bila Leon. memperlakukan jahat dalam st. tahun pernukan. Hanum akan bebas pergi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!