NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

"Dustin" kaget Indira."Bibi mohon Indira tolong bujuk ponakan bibi supaya mau diobati" ucap bibi Dustin . "Jadi tunangan Indira adalah Dustin?" tanya Indira pada semua orang."Nanti kakek jelaskan padamu ,tolong bujuk Dustin dulu ya nak kakek mohon" ucap kakek Dustin.

"Ayo kita keluar dulu biar Indira mencoba membujuk Dustin dulu" ucap ayah Dustin pada semua orang , Semua orang meninggalkan Dustin dan Indira di kamar Dustin.

Indira menatap dustin , Terlihat Dustin yang menatap dirinya dengan tatapan tajam."Huhh kamu pasti bisa Indira " batin Indira menyemangati dirinya sendiri

Indira lalu mendekat ke arah dustin."Kenapa kamu tidak mau diobati hmm,kamu tidak kasihan dengan ayah bibi dan kakekmu yang sangat mengkhawatirkanmu " kesal Indira.Dustin masih diam tidak bersuara.

"Aku akan memanggil dokter untukmu" ucap Indira pada akhirnya."Apa kamu menerimanya" ucap dustin pada akhirnya,Indira yang ingin keluar pun menghentikan langkahnya,lalu menatap dustin , "maksudmu?" tanya Indira.

"Apa kamu menerima lamaran dari kekasihmu ?"tanya dustin ,Indira menghembuskan nafasnya kasar "jadi kamu pria yang menaiki motor merah di arena balap" tanya damara lagi , "Aku bertanya padamu,jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan " ucap Dustin."Memang kenapa kalau aku menerima lamaran dari kekasihku ,lagipula kami saling mencintai ,sedangkan aku dan kamu tidak ada hubungan apapun ,bertemu pun baru beberapa kali" jawab Indira

Dustin langsung menghempaskan barang barang di samping ranjangnya.Indira menutup telinganya,"Aku adalah tunanganmu Indira,tunanganmu"teriak Dustin.Dustin terdiam karena melihat kaki Indira yang terkena pecahan kaca dari barang yang dilemparnya tadi.

Indira lalu membuka matanya, "Sudah marah marahnya,aku juga baru tahu sekarang kalau kamu adalah tunanganku ,jadi jangan salahkan aku kalau aku tidak tahu kamu adalah tunanganku" jawab Indira mengebu ngebu.

Dustin masih terdiam , "obati kakimu dulu"lirih Dustin.Indira lalu melihat ke arah kakinya , Lalu tersenyum kecil "Aku tidak mau mengobati kakiku sebelum kamu mau mengobati lukamu dulu" ucap Indira .

"Ambil kotak obatnya" ucap Dustin .Indira lalu tersenyum senang dan mengambil kotak obat di sofa lalu berjalan ke arah dustin , "Mana yang terluka aku akan mengobati mu ,tapi kalau aku lihat lukamu parah aku akan memanggilkan dokter untukmu " ucap Indira.

Dustin lalu mengeluarkan tangannya ,damara yang sedang memegang kapas pun langsung terbengong kaget , "Ya ampun Dustin apa kamu punya ilmu dalam ,ini sangat parah sekali ya ampun dan masih ada pecahan kaca yang menancap ,sebentar aku akan panggil dokter,kamu seharusnya tidak menahannya dari tadi ,lihat darahmu sudah keluar banyak gimana kalau kamu kekurangan darah hah" ucap panjang kali lebar Indira.

Dustin tersenyum melihat Indira yang mengkhawatirkan dirinya .Indira lalu menelphone dokter."Tunggu sebentar ya dokter akan segera datang,kamu sih harusnya dari tadi mau diobati ,ini gimana kalau infeksi " ucap Indira lagi.

"Kok kamu malah senyum senyum gitu sih,hah jangan jangan kamu kesurupan ya ,ya ampun kalau begini harus panggil ustadz juga dong ,ya ampun sebesar apa dosaku hingga cobaanku seperti ini" ucap Indira sambil meneteskan air matanya.

Dustin tidak bisa menahan tawanya ,Indira malah tambah kaget hingga Indira berlari keluar dari kamar Dustin ,tak lama Indira sampai di kamar Dustin dengan segelas air ditangannya ,terlihat Dustin yang masih tertawa dengan kencang.

Damara langsung membacakan ayat suci di gelas air yang dipegangnya lalu meminumnya dan , byurrrrrrrr,Indira menyemburkan minuman di mulutnya ke wajah Dustin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!