NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Terbentuknya Meridian Dan Dantian

Waktu berlalu tanpa terasa di dalam goa kristal itu. Proses pembentukan dantian masih terus berlangsung di dalam tubuh Su Yu, bekerja dalam keheningan yang hanya dipecahkan oleh desiran energi yang mengalir di udara.

Di kedalaman tubuh pemuda itu, energi berwarna biru bergerak dengan pola yang teratur, membentuk sebuah ruangan kosong secara perlahan di bawah pusarnya, seperti seorang pengrajin yang menata batu demi batu untuk mendirikan fondasi. Ruangan itu tidak terbentuk dari daging ataupun darah, melainkan dari energi murni yang memadat sedemikian rupa hingga menyerupai cakrawala kecil yang berputar pelan.

Di sisi lain, energi merah keemasan milik Xu Cangle terus mengalir masuk, menyusup ke dalam ruangan yang sedang dibangun itu dan menjadi pendukung untuk mempercepat seluruh prosesnya. Setiap kali energi biru membentuk dinding ruangan, energi merah keemasan datang untuk memadatkannya, menekan setiap celah yang masih longgar hingga tidak ada satu pun bagian yang rapuh. Kedua kekuatan itu bekerja berdampingan, saling melengkapi seolah-olah telah mengenal satu sama lain sejak awal.

Selama proses itu, Su Yu merasakan sakit yang teramat sangat menjalar ke seluruh tubuhnya, namun masih bisa ia tahan karena tubuhnya kini tidak selemah saat Peri Cangle menarik paksa Esensi Kunpeng beberapa waktu lalu.

"Aku tahu kau kesakitan," suara Peri Cangle terdengar dari hadapannya, "tetapi bertahanlah. Semakin kau melawan, semakin lama proses ini berlangsung."

Su Yu tidak menjawab, giginya masih saling beradu menahan nyeri. Tetesan keringat mengalir dari pelipisnya, membasahi jubah abu-abu yang compang-camping. Meski demikian, ia tetap mempertahankan posisi duduknya dan tidak menggeser tubuh sedikit pun.

Setelah menahan sangat lama, dantian Su Yu berhasil terbentuk dengan baik. Ruangan energi itu kini berdiri kokoh di dalam tubuhnya, siap menampung aliran spiritual yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.

Namun proses itu belum berhenti.

Esensi Kunpeng yang masih aktif segera memasuki daging Su Yu dan mulai membentuk meridian, saluran-saluran energi yang akan menghubungkan seluruh bagian tubuhnya dengan dantian. Peri Cangle mengikuti gerakan energi biru itu dan mempercepat pembentukannya dengan kekuatan Naga Phoenix yang ia miliki.

Waktu berlalu, delapan meridian utama akhirnya terbentuk, bahkan telah terbuka lebar dan siap digunakan untuk berkultivasi. Su Yu bisa merasakan sesuatu yang baru di dalam tubuhnya, seperti ada sungai-sungai kecil yang mulai mengalirkan air setelah bertahun-tahun kering kerontang.

Tetapi semuanya belum selesai. Energi biru tiba-tiba mengaliri meridian yang baru saja ia bentuk, lalu berkumpul di dalam dantian. Energi tersebut bergejolak liar tanpa kendali, seperti ombak besar yang menghantam dinding batu.

"AARGHH!"

Untuk pertama kalinya sejak proses pembentukan berlangsung, Su Yu berteriak keras hingga suaranya menggema ke seluruh ruangan goa.

Peri Cangle langsung menghentikan energinya dan membuka mata lebar-lebar, menatap pemuda di hadapannya yang kini diselimuti oleh aura biru pekat yang bergejolak.

"Tahan sebentar!" seru Cangle sambil bangkit berdiri. "Sepertinya Esensi Kunpeng ingin membantumu melakukan proses terakhir!"

Benar saja, sebelum Su Yu sempat menjawab, fluktuasi energi dari tubuhnya meledak-ledak seperti letusan kecil yang beruntun.

BUM!

BUM!

Gelombang energi itu menerjang ke segala arah dan membuat kristal-kristal di dinding goa bergetar hebat.

Peri Cangle sama sekali tidak tergoyahkan oleh tekanan tersebut, tetapi ia langsung berdiri tegak dan bersiap mengantisipasi jika Su Yu lepas kendali.

"Bertahanlah, Su Yu!" teriaknya sekali lagi dengan nada yang lebih tegas.

Fluktuasi energi masih terus meledak-ledak tanpa henti, sementara jeritan Su Yu semakin kuat memenuhi setiap sudut goa.

"ARRRGGGHHH...!"

Bersamaan dengan itu, tubuh Su Yu melayang perlahan-lahan ke udara, terangkat oleh kekuatan yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Ia terus naik hingga mencapai ketinggian satu zhang dari permukaan batu, lalu tubuhnya terhenti di sana dengan posisi yang masih duduk bersila.

Kemudian fluktuasi energi meledak lebih keras dari sebelumnya.

BUM!

Ledakan itu menghasilkan gelombang yang memantul dari dinding-dinding goa, dan di saat yang sama, Su Yu merasakan tubuhnya berubah secara mendasar. Kekuatan yang selama ini tidak pernah ia miliki akhirnya mengalir deras ke seluruh tubuhnya.

"Pendekar Besi tahap awal..." gumam Peri Cangle sambil menyipitkan matanya.

Namun proses itu belum berhenti. Energi biru yang menyelimuti Su Yu semakin pekat seperti kabut yang menggulung di pagi hari, lalu fluktuasi kedua meledak dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

BUM!

"Pendekar Besi tahap menengah," ucap Cangle lagi, kini dengan sedikit kekaguman dalam suaranya.

Sesudah ledakan kedua itu, energi yang bergejolak mulai mereda. Aura biru yang membungkus tubuh Su Yu perlahan memasuki setiap pori-porinya, meresap ke dalam daging, tulang, dan darah. Kemudian, tubuh Su Yu yang melayang di udara mulai turun perlahan-lahan, hingga akhirnya kedua kakinya menapaki permukaan bebatuan goa.

Beberapa tarikan napas kemudian, Su Yu membuka matanya. Pandangannya masih sedikit kabur, tetapi ia segera menurunkan pandangannya ke telapak tangannya sendiri.

Disana ia melihat energi biru memasuki pori-pori kulitnya secara perlahan, meninggalkan sensasi geli yang bercampur dingin, namun juga terasa begitu nyaman seperti air pegunungan yang mengalir membasuh luka yang hampir sembuh.

"Rasanya... aneh," bisik Su Yu sambil terus memperhatikan kedua tangannya. "Tubuhku terasa seperti beristirahat sebulan tanpa bekerja, bahkan ini jauh lebih baik dari itu. Dan lebih kuat."

Peri Cangle berdiri beberapa langkah darinya, tersenyum tipis melihat perubahan yang terjadi.

"Selamat, Su Yu. Kau sudah menjadi kultivator."

Su Yu terkejut mendengar suara itu, seolah baru tersadar bahwa dirinya tidak sendirian di dalam goa tersebut. Setelah meredakan debaran jantungnya, ia mendongak dan menatap wanita itu dengan mata yang masih dipenuhi ketidakpercayaan.

"Ini benar-benar berhasil?" tanyanya pelan, seolah takut jika kata-kata itu akan membangunkan dirinya dari mimpi.

Peri Cangle mengangguk pelan. "Lihatlah ke dalam tubuhmu sendiri. Dantianmu sudah terbentuk, meridianmu sudah terbuka, dan energi Kunpeng telah menyatu sempurna dengan dagingmu. Kau sekarang adalah seorang Pendekar Besi tahap menengah."

Su Yu kembali menatap telapak tangannya sekali lagi. Kali ini tangannya bergetar, bukan karena takut, melainkan karena ia tidak pernah menyangka akan berdiri di titik seperti ini. Sejak kecil ia dihina, dipukuli, dan dianggap tidak berguna oleh seluruh klannya sendiri. Namun hari ini, di dalam goa kristal yang tersembunyi di kedalaman Hutan Kelabu, segalanya berubah.

Tubuh Su Yu kemudian membungkuk dalam-dalam ke arah Peri Cangle.

"Nona Cangle, terima kasih banyak sudah membantu saya... saya tidak tahu harus membalas kebaikan ini dengan apa."

Suaranya bergetar, dan ia menunduk semakin dalam untuk menyembunyikan matanya yang mulai basah. Semua rasa sakit selama bertahun-tahun seakan menemukan jalan keluarnya melalui kata-kata itu.

Peri Cangle mengangkat tangannya, memberi isyarat agar pemuda itu meluruskan kembali punggungnya. "Tidak perlu buru-buru berterima kasih. Kau masih perlu mendengarkan penjelasanku tentang kultivasi. Setelah itu... kau bisa bertanggung jawab. Eh, maksudku kau bisa berterima kasih dengan cara lain."

Ucapan itu terdengar sedikit janggal, tetapi Su Yu lebih terfokus pada kata-kata tentang penjelasan kultivasi yang akan diberikan oleh wanita itu.

"Saya bersedia mendengarkan. Apa pun yang ingin anda jelaskan, saya akan menerimanya dengan baik."

Peri Cangle mengangguk kecil, lalu duduk kembali di atas batu datar di hadapan Su Yu. "Kalau begitu, duduklah. Penjelasan ini akan cukup panjang, dan kau harus memperhatikannya dengan saksama."

Su Yu segera menurunkan tubuhnya dan duduk bersila di tempat yang sama seperti sebelumnya. Punggungnya ia tegakkan, kedua tangannya ia letakkan di atas lutut, dan seluruh perhatiannya ia arahkan kepada wanita di hadapannya.

"Baik, Nona. Silakan mulai."

Cahaya kristal di dinding-dinding goa memantulkan bayangan mereka berdua ke permukaan batu yang basah, sementara kesunyian hutan di luar sana seakan ikut menahan napas, menunggu pengetahuan yang akan segera diberikan.

1
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!