Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Memancing Hantu Pedang
Sha Nuo menatap orang-orang Kelompok Serigala Hutan Angin dengan tatapan dingin.
“Apa kalian merasa berada di atas angin hanya karena melepaskan kami?”
Pertanyaan itu membuat beberapa anggota kelompok tersebut saling pandang. Seorang pria yang berdiri tidak jauh dari pemimpinnya akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.
“Ini adalah kesepakatan.”
Ia berusaha terdengar tenang meskipun suaranya sedikit bergetar.
“Kami sudah melepaskan kalian dan membiarkan kalian pergi. Bukankah seharusnya masalah ini selesai sampai di sini?”
Sha Nuo mengalihkan pandangannya kepada pria tersebut.
“Begitu?”
Pria itu mengangguk.
Sha Nuo tersenyum tipis.
“Kalau begitu, bukankah jika kami membiarkan kalian tetap hidup, kalian akan mengulangi perbuatan ini?”
Senyumnya perlahan menghilang.
“Kalian akan kembali mencari kelompok yang lebih lemah untuk kalian ganggu. Memaksa mereka membayar hanya karena melewati jalan ini.”
Pria tersebut langsung terdiam. Ia tidak mampu menjawab.
Sha Nuo memang mengatakan sesuatu yang sederhana, tetapi tidak ada satu pun orang di sana yang mampu membantahnya. Pemimpin kelompok itu akhirnya menyadari bahwa keadaan mulai berubah menjadi buruk.
“Pergilah dari sini.”
Pemimpin itu menatap Sha Nuo tajam.
“Jangan sampai kami berubah pikiran.”
Pada saat itulah Sha Nuo memperhatikan pemimpin Kelompok Serigala Hutan Angin yang bernama Zho Yu. Sha Nuo dapat merasakan tingkat kultivasi pria tersebut hanya dengan sekali pandang. Pendekar Suci Enam Gerbang Terbuka.
Mungkin di sekitar Kota Wuye, kekuatan seperti itu sudah cukup untuk membuat seseorang disebut pendekar kuat. Namun di mata Sha Nuo, tingkat kultivasi tersebut tidak lebih dari sesuatu yang lemah.
Tatapannya kemudian menyapu seluruh anggota kelompok. Tidak ada seorang pun yang mencapai tingkat pendekar suci. Kelompok seperti ini berani menjadikan jalan utama sebagai wilayah mereka dan memeras siapa saja yang lewat? Sha Nuo merasa sedikit geli.
Di sisi lain, Lan Suya yang masih berdiri di dekat kereta mulai menyadari suasana semakin tegang. Ia tahu keributan ini hampir berubah menjadi pertarungan.
Lan Suya segera membuka pintu kereta.
“Rui’er, ikut Bibi.”
Gao Rui langsung turun. Keduanya turun dari kereta.
Begitu melihat mereka, Sha Nuo menoleh. Lan Suya langsung berkata dengan suara sedikit lebih keras.
“Senior, tahan dirimu!”
Harta Langit mengurus tidak memiliki kewajiban untuk mengurus kelompok Seriga Hutan Angin. Gangguan seperti ini seharusnya diselesaikan oleh para prajurit istana. Jika diperlukan, istana juga bisa memberikan misi kepada sekte atau kelompok bela diri untuk membasmi kelompok aliran hitam seperti mereka.
Lan Suya tidak bermaksud membela kelompok tersebut. Ia hanya tidak ingin Sha Nuo menghabiskan waktunya untuk persoalan seperti ini. Bagaimanapun juga, membasmi kelompok bandit bukanlah urusan Harta Langit.
Namun ketika Lan Suya turun dari kereta dan berdiri di sana, keadaan justru berubah dengan cara yang tidak terduga. Beberapa anggota Kelompok Serigala Hutan Angin langsung membeku. Tatapan mereka tertuju kepada Lan Suya.
Wanita itu mengenakan pakaian sederhana tetapi anggun. Rambutnya tersusun rapi, wajahnya cantik, dan gerakannya memancarkan keanggunan yang berbeda dari wanita biasa.
Beberapa orang bahkan mulai bersiul.
“Hei... lihat wanita itu.”
“Cantik sekali.”
“Seumur hidupku, aku jarang melihat wanita secantik itu.”
Suara tawa mulai terdengar.
Lan Suya mengerutkan kening. Gao Rui yang berada di sampingnya juga menunjukkan ekspresi tidak senang.
Salah seorang pria bahkan tertawa sambil berkata kepada rekannya,
“Kalau aku bisa tidur dengan wanita itu satu malam saja, rasanya hidupku tidak akan sia-sia.”
Tawa kembali terdengar.
Namun hanya sesaat.
Wusss!
Dari bawah tanah, kegelapan tiba-tiba muncul. Sebuah bayangan hitam melesat keluar seperti tombak. Pria yang baru saja berbicara itu bahkan tidak sempat bereaksi.
Srak!
Kegelapan tersebut langsung menembus tubuhnya.
Matanya membelalak. Ia menatap benda hitam yang menembus tubuhnya dengan wajah penuh ketidakpercayaan.
“Apa...”
Tubuhnya kehilangan tenaga. Beberapa detik kemudian, ia jatuh ke tanah.
Bruk!
Seluruh Kelompok Serigala Hutan Angin langsung terdiam. Tidak ada seorang pun yang memahami apa yang baru saja terjadi.
Beberapa orang secara refleks menarik senjata mereka. Tatapan mereka bergerak ke segala arah.
“Siapa yang menyerang?!”
“Dari mana serangan itu datang?!”
“Jangan bergerak sembarangan!”
Di atas kuda hitamnya, Sha Nuo masih duduk di tempat yang sama. Ia bahkan tidak menggerakkan tubuhnya. Wajahnya terlihat sangat dingin.
“Jaga mulut kalian itu.”
Suaranya tidak keras. Namun seluruh orang di jalan tersebut dapat mendengarnya dengan jelas.
Barulah mereka menyadari sesuatu. Orang yang baru saja membunuh salah satu anggota mereka adalah pria tinggi besar yang sejak tadi duduk di atas kuda.
Ia bahkan tidak bergerak dan tidak mencabut pedangnya. Ia juga tidak mengangkat tangan dan tidak turun dari kudanya.
Satu pikiran langsung muncul di kepala mereka. Bagaimana dia melakukannya?
Para anggota Harta Langit juga terpukau. Salah seorang dari mereka bahkan berbisik kepada rekannya.
“Lihatlah kehebatan Senior Nuo.”
Ia menelan ludah.
“Bahkan tanpa bergerak, musuh bisa mati.”
Rekannya hanya mampu mengangguk.
Pemimpin Kelompok Serigala Hutan Angin, Zho Yu menatap Sha Nuo dengan wajah yang semakin serius. Ada keraguan sekaligus ketakutan dalam tatapannya.
Ia mencoba merasakan tingkat kultivasi Sha Nuo. Namun tidak ada apa pun. Ia tidak mampu membaca ranah pria tersebut.
Hal itu membuat jantung Zho Yu berdegup lebih cepat. Jika dirinya tidak mampu merasakan tingkat kultivasi lawan, kemungkinan besar pria tersebut jauh lebih kuat darinya. Ini jelas berbahaya. Zho Yu mulai menyesal karena tidak segera membawa seluruh kelompoknya pergi.
Namun semuanya sudah terlambat. Sha Nuo menatap orang-orang Kelompok Serigala Hutan Angin. Perlahan, senyum tipis muncul di wajahnya.
“Sepertinya membiarkan kalian hidup adalah hal yang buruk.”
Begitu kata-kata itu keluar, bayangan di bawah tubuh Sha Nuo mulai berubah. Kegelapan yang sebelumnya hanya terlihat samar di sekitar kuda hitam perlahan melebar.
Bayangan tubuh Sha Nuo dan kuda yang ditungganginya tampak membesar di atas tanah. Kegelapan semakin pekat dan luas. Kemudian dari dalam bayangan tersebut, sesuatu perlahan muncul. Sosok itu terus keluar dari kegelapan hingga berdiri sepenuhnya di belakang Sha Nuo.
Semua orang terdiam. Makhluk tersebut memiliki bentuk tubuh seperti manusia, tetapi ukurannya sangat besar.
Tubuhnya tinggi dan wajahnya menyerupai siluman naga. Kedua lengannya berwarna hitam pekat, dengan sisik-sisik naga yang menutupi permukaannya. Kegelapan terus bergerak di sekeliling tubuhnya seolah makhluk itu sendiri dilahirkan dari bayangan malam. Hanya dengan berdiri di sana, tekanan mengerikan langsung memenuhi jalan.
Beberapa anggota Kelompok Serigala Hutan Angin bahkan mundur tanpa sadar.
“Apa... makhluk itu?”
“Aku tidak tahu!”
“Monster macam apa itu?”
Gao Rui juga menatap sosok tersebut dengan mata melebar.
Lan Suya tidak berkata apa-apa. Tatapannya tertuju kepada Sha Nuo. Ia mengetahui kemampuan Sha Nuo itu, namun melihatnya tetap saja membuatnya kagum.
Sha Nuo mengangkat pandangannya kepada sosok besar di belakangnya.
“Hao Mi.”
Sosok itu segera menundukkan kepalanya.
Sha Nuo menunjuk kelompok Serigala Hutan Angin dengan tatapan dingin.
“Bunuh mereka semua.”
Hao Mi mengangkat kepalanya.
“Baik, Tuan.”
Suaranya berat dan dalam. Ia kemudian berbalik menghadap puluhan anggota Kelompok Serigala Hutan Angin.
Zho Yu menggenggam senjatanya lebih erat. Wajah pemimpin itu benar-benar menunjukkan ketakutan.
Mereka tidak tahu makhluk apa yang berdiri di hadapan mereka. Namun mereka tahu satu hal. Makhluk itu akan datang untuk membunuh mereka.
Hao Mi melangkah maju.
Wusss!
Tubuhnya tiba-tiba menghilang. Kecepatannya begitu tinggi hingga hampir tidak ada seorang pun yang mampu melihat gerakannya.
“Cepat!”
Teriakan seseorang baru saja terdengar ketika bayangan hitam sudah melintas di tengah kerumunan.
Srak!
Satu tubuh terlempar.
Srak!
Tubuh kedua jatuh.
Dalam sekejap, Hao Mi sudah berada di sisi lain. Gerakannya terlalu cepat.
Para anggota Kelompok Serigala Hutan Angin bahkan tidak sempat mengangkat senjata dengan sempurna. Bayangan hitam terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Setiap kali Hao Mi muncul, satu orang kembali tumbang.
Kelompok yang sebelumnya mengepung Harta Langit kini berubah menjadi kelompok yang panik menyelamatkan diri. Namun tidak ada seorang pun yang mampu melarikan diri dari kecepatan Hao Mi.
jgn buat penasaraan