Sejak kecil Husnan hanya memiliki satu impian: membahagiakan ibunya. Demi adiknya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan harus berpisah dengan keluarga yang dicintainya. Bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai pria sukses. Namun yang menunggunya bukanlah pelukan hangat, melainkan seorang adik yang telah menjadi anak durhaka dan seorang ibu yang telah terlalu lama menangis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuek Tapi Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah baru. Rahasia lama
Sinar matahari pagi mulai masuk ke celah tirai Husnan.perlahan ia membuka matanya yang masih ngantuk karena semalam tidak bisa tidur sampai tengah malam, memikirkan ibu dan adiknya yang sudah tidak bersamanya.
Sementara itu,Yuni sudah bangun sejak subuh ia mencuci baju, mencuci piring dan memasak untuk Hasan yang masih tertidur.
Setelah selesai ia pun membangunkan Hasan.
"Nak,ayo bangun sudah jam enam pagi ini.
Setelah Hasan bangun dari tempat tidur ia pergi ke kamar mandi.kemudian ia sarapan dan berangkat ke sekolah.
Husnan pun bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai ia pun berpapasan dengan Hendra yang baru saja keluar dari kamar mandi juga .
"Eh kamu sudah bangun.sapa Hendra.
"Iya om, soalnya saya sudah terbiasa bangun pagi-pagi."jawab Husnan
"Kalau begitu,Mandi dulu sana setelah selesai pakai pakaian yang sudah om kasih ya."
"Iya om saya mandi dulu setelah itu saya ke ruang makan."
Setelah selesai mandi Husnan pun berjalan ke kamarnya dan pakai pakaian yang om Hendra beri tadi malam.ia pun menuju ke ruang makan.
Di sana,om Hendra sedang membaca koran sambil menunggu Husnan . mendengar suara kaki Husnan yang berjalan, ia pun meletakkan koran yang sedang di baca itu.
"Eh Husnan sudah datang.Wah kamu jadi ganteng setelah pakai pakaian itu"puji Hendra kepada Husnan yang memakai pakaian baru.
"Biasa aja om "jawab Husnan.
"Sini duduk makan dulu."ucap Hendra sambil menarik kursi.
Husnan pun mengangguk dan duduk di pinggir Hendra .
Mereka berdua pun menikmati makanan yang sudah di siapkan pembantu.
"Oh iya Hus saya mau kamu sekolah."
Mendengar ucapan itu Husnan pun tersedak.
"Apa, Om Hendra,saya sekolah?".
"Iya biar kamu bisa sukses nanti."
"Sekolah di mana om."
"Saya pilihkan yang terbaik buat kamu ."
"Memangnya di mana ?"
"Sebentar ,kamu udah pernah sekolah belum?."tanya Hendra.
"Eeem.. udah pernah sih om."
"Udah kelas berapa?"
"Kelas 3 om"
"Kamu sekolah di SDN 1 Monian,ya."
"Saya sih terserah om."
"Besok , kamu mulai sekolah ya .nanti om yang urus pendaftaranmu.
Setelah makan ikut om , untuk membeli peralatan sekolah seragam dan lain-lainnya.
Husnan yang mendengar itu langsung terharu baru kali ini,ia membeli peralatan sekolah. biasanya ia memakai seragam bekas yang di kasih tetangga .
"Iya om tapi jangan yang mahal mahal ya."ucap Husnan .
"Sekarang kamu jangan memikirkan uang ya,om gak kekurangan uang."
Mereka pun berjalan ke garasi mobil dan menaiki mobil Ferrari yang terparkir di halaman rumah.
"Ayo Hus naik"perintah Hendra.
Husnan yang melihat mobil mewah itu terdiam baru pertama kali ia menaiki mobil sebagus itu.
"iya om."
Husnan pun naik mobil Ferrari itu sambil kakinya gemetar.
Kemudian mereka pun menuju ke toko peralatan sekolah.
Sesampainya Husnan yang melihat toko itu terlalu besar. Husnan pun menarik kemeja batik yang di gunakan Hendra.
"Om jangan di sini ,ini terlalu besar kayaknya mahal mahal di sini."ujar Husnan .
Hendra pun memegang pundak Husnan ."Nak, jangan pikirkan soal uang ya ,om banyak uangnya."bujuk Hendra .
Husnan hanya mengangguk."iiya"
Mereka pun masuk ke dalam toko itu."selamat datang tuan."sapa penjaga toko.
"Mbak,carikan seragam sekolah yang sesuai ukuran dengan anak ini dan juga carikan alat tulis."sambil memegang pundak Husnan.
"Baik pak silakan tunggu dulu ya."
Setelah sekian lama menunggu.panjaga toko pun menghampiri mereka sambil membawa kresek yang isinya peralatan sekolah seragam dan alat tulis.
"Ini pak.. totalnya 600 ribu"Hendra pun membayarnya dengan kartu yang ada di dompetnya.
Mereka berdua pun berjalan ke pintu keluar.
Sesampainya di mobil Hendra pun mengajak Husnan untuk melihat lihat sekolahnya yang besok mau di tempati.
"Hus ke sekolah dulu ya kamu biar merasakan nyaman atau tidak di sekolah itu, sebelum om daftarkan."
"Baik om Hendra."
Mereka pun berjalan menggunakan mobilnya menuju ke sekolah yang mau di tempati Husnan .
Mobil berhenti tepat di halaman sekolah .lalu mereka turun dari mobil . Husnan yang melihat bangunan sekolah itu terdiam.matanya tidak berkedip sedikitpun.sekolah itu jauh lebih megah daripada sekolah yang lamanya.Halamannya luas bangunan bertingkat dan taman taman yang di penuhi bunga yang bermekaran.
Tanpa sadar senyumnya keluar sendiri."Wah ..Om bagus banget sekolahnya."ucap Husnan sambil melihat om Hendra.
"Kamu suka dengan sekolah ini?"tanya Hendra.
Namun sebelum menjawab, pandangan Husnan tertuju pada seseorang yang sedang menyapu halaman sekolah.Wajahnya kayak familiar ya.Husnan terus menatapnya tanpa berkedip.
Sepertinya... Aku pernah melihat orang itu.gumamnya di dalam hati.