NovelToon NovelToon
The Heirs Mistake

The Heirs Mistake

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Bad Boy / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas

# Sembilan Belas

Ketika tangan Leon menyentuh pundaknya yang sudah separuh terbuka, Hanum merasakan sesuatu yang geli. Tubuhnya bergidik ngeri, bulu-bulu lembut itu langsung berdiri. Sentuhan kulit itu seperti aliran listrik yang mampu menyengat tubuh Hanum.

Bahkan ia sempat menahan tangan Leon yang mulai turun. Bukan dengan kata, lewat tindakannya itu Leon mengerti. Mungkin Hanum tidak ingin buru-buru.

“Apa kamu belum siap?” bisiknya di telinga Hanum. Makin merinding lah si Hanum, Leon mungkin tak tahu. Tiap sentuhan darinya, membuat jantung ibu dari Sean itu berdebar. Mungkin karena selama ini terlalu lama sendiri, sentuhan dari lawan jenis sudah berpengaruh besar pada tubuh wanita tersebut.

Karena melihat Hanum yang sepertinya belum siap, Leon pun membetulkan kain kimono di pundak Hanum. Membetulkannya kembali, menunda malam pertama mereka. Biarlah akan mereka lakukan di waktu yang tepat. Saat Hanum benar-benar siap.

Ketika handuk kimononya sudah tersemat rapi, Leon masih terus saja menatapnya. Biarpun Leon yang melepaskannya sendiri. Namun, terlihat penyesalan di wajah pria itu. Tubuhnya masih menginginkan wanita itu.

Sama dengan Hanum, selama ini pria itu juga menahan diri. Tanpa kontak fisik dengan wanita manapun. Kejadian yang terjadi pada Hanum, nyatanya seperti tamparan keras dalam hidup Leon. Bila sebelumnya ia bebas dengan belasan wanita tiap minggunya, selepas kepergian Hanum. Leon berubah seratus delapan puluh derajat.

Tidak ada Leon pria dengan banyak wanita di sisinya, bahkan ia juga menganti sekretaris yang semula ia kencani. Lebih tepatnya partner di atas ranjang bila ia sedang butuh. Tapi itu semua dulu, dulu sekali. Kini semua sudah berbeda!

“Ayo kita tidur!” ucap Leon kemudian, ia pun menurunkan tubuh Hanum dari atas etalase kaca. Leon mengandeng tangan wanita itu untuk menuntunnya keluar.

Hanum sendiri yang merasa malu campur canggung, ia hanya ikut saja. Berjalan mengikuti Leon dari belakang. Namun saat mereka di ambang pintu, wanita itu menarik tangannya. Hingga pegangan mereka terlepas.

“Mas yakin tak ingin melakukannya saat ini?” suara Hanum sangat lirih, kalau saja suasana tak sepi, jelas sekali tak akan sampai ke telinga Leon. Namun, karena tak ada suara sama sekali di sana, biarpun nadanya pelan, Leon tetap bisa mendengar.

“Tidak perlu memaksakan diri.” Leon terus berjalan, seolah tak mendengar suara wanita itu.

‘Hanum, mengapa kamu terlihat sangat murah?’ gumam Hanum. Ia diam sesaat, tak habis pikir. Mengapa kini malah terlalu bersemangat di samping pria itu.

Saat jarak mereka sedikit agak jauh, Leon sempat berbalik. Ia melihat Hanum yang malah terdiam. “Kemari!” Leon mengulurkan tangannya.

Hanum pun mendekat, meraih tangan suami barunya. Malam ini berjalan tanpa ada sesuatu yang semestinya dilakukan oleh pasangan suami istri di malam pengantin.

Keduanya tidur di samping Sean yang sudah terlelap duluan, malam yang dingin menyelimuti suasana di kamar pengantin.

Esok harinya, matahari pagi sudah menyambut pasangan suami istri baru tersebut. Hanum yang sudah bangu duluan menyibak korden kamar. Membuat cahaya masuk dan mengenai wajah pria yang masih terbaring di ranjang sambil memeluk Sean, putri kecilnya.

Pemandangan yang membuat hati wanita itu terasa damai, mendapati ada sosok suami yang menyayangi putrinya. Ini bagai mimpi, dapat memberikan ayah pada Sean.

Leon mengerjapkan mata dan Hanum hanya menatapnya sambil tersenyum. “Sudah bangun?” disusul Sean yang menggeliat. Gemas, Leon pun menghujani putri kecilnya itu dengan banyak kecupan. Hati Hanum makin damai melihat kehangatan pagi itu.

“Sean, ayo bangun.” Hanum membangunkan putrinya.

Sesaat kemudian, semua sudah rapi. Leon sudah siap dengan setelan jas hitam yang pas di tubuh tegapnya. Sedangkan Hanum, ia juga sudah siap dengan pakaian kerjanya.

“Apa hari ini Sean akan ke penitipan lagi?”

“Ya.”

“Biarkan dia ikut bersamaku.”

“Ke kantor?”

“Ya.” Seolah tak masalah, Leon berniat mengajak Sean, putrinya untuk ke kantor ikut bersamanya.

“Tapi nanti akan menganggu.”

“Dari pada di penitipan, aku yang merasa terganggu.”

Sean hanya melongo, anak kecil itu menatap orang tuanya secara bergantian.

“Sean, nanti ikut Papa ya. Mau?” Tak usah ditanya sekali lagi, jelas Sean senang bukan main.

Selesai sarapan, Hanum nampak tak tega ketika Sean ikut bersama dengan Papanya. Takut bila nanti malah merepotkan. Sedangkan ia juga tak mungkin membawa Sean ke kantornya, itu sangat dilarang.

“Berangkat lah, Sean aman bersamaku!” ucap Leon, ia tahu Hanum pasti mencemaskan putrinya itu.

“Nanti bila dia rewel atau apa, langsung hubungi aku ya.”

Leon mengangguk kemudian naik ke mobil yang berbeda. Keduanya keluar dari halaman rumah yang megah itu dengan mobil masing-masing, meninggalkan rumah dengan tujuan yang berbeda.

Sepanjang jalan Sean terus saja bersenandung, bibir mungilnya itu menyanyikan lagu balonku berulang-ulang. Sambil melihat ke jendela, berkali-kali ia menanyakan hal apa saja yang dilihat di tengah jalan pada sang Papa.

Leon sampai terkesima, betapa cerdasnya anak usia tiga tahun itu. Tak terasa, setelah menempuh jalan yang agak macet sedikit. Kini mereka sudah sampai, ketika sampai di depan kantornya. Seorang pria berbadan tegap, berpakaian hitam dengan earphone di telinga membuka pintu mobil Leon.

Leon pun turun, setelah itu membuka pintu sisi lainnya. Meraih tubuh mungil Sean, dan mengangkatnya. Seolah tubuh mungil itu seringan kapas.

“Sean, ini tempat kerja Papa. Ayo kita masuk ke ruangan Papa.” Saat Leon berjalan menuju ruang kerjanya. Setiap karyawan yang ia lewati menunduk seketika. Begitu Leon pergi, hampir semua karyawan bisik-bisik dibelakangnya.

“Siapa itu yang digendong Bos?”

“Apa itu anak gelap Bos? Lihat wajah keduanya begitu mirip!”

“Wah, beruntung banget ibu tuh anak!” 

Saat sebagian karyawan bergosip tentang bos mereka, Manager HRD tak sengaja mendengar kicauan para karyawan tersebut.

“Kerja... Kerja yang betul! Kalau mau gosip kalian pulang saja!” ujar Manager HRD itu dengan tegas.

Takut bila di skorsing, semua karyawan yang ikut gibah tadi langsung membuyarkan diri mereka. Tak ingin terkena masalah. Semua pun berpencar.

Di dalam ruang kerja Leon. Begitu masuk dalam ruang kerjanya, Leon pun menurunkan anak kecil yang manis itu.

Seperti lepas dari kandang, Sean menghambur ke sana ke mari. Bahkan barang-barang koleksi Leon yang ada di rak paling bawah harus menjadi korban tangan terampil Sean.

Pranggg...

Sebuah vas kecil jatuh tersenggol tangan Sean. Panik dan kaget, Leon pun langsung mengendong putrinya.

“Sean! Apa ada yang terluka?” tanyanya dengan cemas. Sean hanya menggeleng.

“Syukurlah!” Leon pun kemudian berpikir, tak ingin menitipkan Sean ke penitipan anak. Tapi juga terlalu bahaya membawa Sean tanpa pengawasan.

‘Apa aku harus melarang Hanum bekerja?’ batinnya.

1
Kar Genjreng
Ahhh tamat Hanum hamildun yang kedua
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Kar Genjreng
ga hamil tapi sifat yang aneh mirip orang hamil Num masyaallah tabarakallah. coba Num lagian misu misu terus sampai. pak
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
Kar Genjreng
😆😆ngidam lah Hanum. ga apa-apa biar Sean punya Adek ya,,,,,
Kar Genjreng
sekarang menangis bahagia dan jangan lupa Leon ganti sapi Bu Kades Jangan cuma satu tapi lebih,,,dan jangan di anggurin terus Bu Lurahnya. mesakne
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
Kar Genjreng
ilang ingatan nya kah wahh bersukur ya ada menemukan,,,Bu Kades nanti di Ak sebagai orang tua oleh Hanum,,,, itulah teguran Leon karena di masa lalu sering,,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
Kar Genjreng
wah gegabah dong ya Leon tidak membaca situasi begitulah ceritanya ahir
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
Kar Genjreng
nah ini baru Ak setuju banyak pengawal. jadi cepat terditeksi. wanita penipu dan kurang kecut 😂 kebanyakan cuka ahh kena lo,,,,piye marem mau kabur ya jangan. main main sama Leonardo
Kar Genjreng
runyam rumah tangganya kemarin di buat Happy ya. sama sang penulis sekarang di buat mewek,,, untung masih punya rasa rindu sama Leonardo di kepruk i,,,
Kar Genjreng
Leonardo yang bodoh harusnya kerja sama dengan hanum cari tau ini malah langsung kasih uang,,,belum juga tau seluk beluk kehidupan nya si mantan ,,,,
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Kar Genjreng
kalau begini bacanya ngeri ngeri sedap,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
Kar Genjreng
😂 Leon lama lama kongslet karena tidak mau jujur yakin ga jujur saja biar marah sekali pasti ada solusinya Hanum wanita tangguh daripada di bohongin lebih baik jujur ,,,, kalau Hanum marah katakan suruh tanya ke mama mertua nya. tentang masa lalu,,,,tapi Zura juga bukan wanita baik buktinya mau merebut Leon menggunakan Altar,,,,nah perjuangan ,,,
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
Kar Genjreng
sekarang begini saja lebih baik jujur dan itu juga kan di masa lalu sebelum loe menikah dengan Hanum ,,, daripada tau
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
Kar Genjreng
kan setelah enak enak pasti akan ada bencana,,Altar pasti hasil bercocok Zura dan Bos nya. kasian Sian dan Hanum ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
Kar Genjreng
ayo gaspol Leon bercocok nya benih premium,,,semoga lekas tumbuh tetapi,,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
Kar Genjreng
😂😂suek. aduh rindu bilang saja rindu wong wis sah.eon juga si jadi Laki laki yang Gresek dikit dong
Kar Genjreng
lembur ga apa apa Leon asal jangan sedang merenungi pertemuan nya dengan zura dan Altar,,, keliatan nya itu Anak nya Leon ,,,masalah ketika Hanum pergi langsung di pecat. dan sebelumnya kan abis enak bikin anak dengan Leon. dan beberapa hari nya Leon entah mabuk sengaja atau ga sengaja hanya ingin tau Hanum yang sebenarnya. masih. perawan atau tidak,,, ternyata masih segelan,,, orang biasanya pakai yang sudah blong loncer,,,lah Hanum masih original. maka ,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
Kar Genjreng
ya jalan satu satu nya Hanum menjadi pengasuh Anaknya dan suaminya mengurus. orang yang di sayangi nya dan
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️
Kar Genjreng
dahlah sudah menjadi pasangan. mau menjelajahi. dunia kenikmatan pun sudah tak di halangi monggo lanjutkan bikin Adek nya Sean ya biar Sean punya teman dan mama Yesi jadi sembuh dan bisa momong cucu,,,iya kan 👍😂 selamat ya Leon Hanum jaga rumah tangga nya agar tidak ada pELaKoR mampir. dan menjadi keluarga berantakan,,, lopeyuuu
Kar Genjreng
huaha ha kesempatan untuk menonton live ya Leon pertunjukan. ada duyung sedang berendam tapi ciloko kran rusak. mau ga mau ada Yuyu kang kang datang menolong sah sah dalam janji agama dan Negara,,👍👍🤲🤲
Kar Genjreng
nah itu bukan main kah pur pura tapi bukan juga kontrak. ,,, tetapi menikah sungguhan apa bila Leon. memperlakukan jahat dalam st. tahun pernukan. Hanum akan bebas pergi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!