NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 ( Khawatir? )

Pagi ini Alena terbangun dan langsung mencari ponselnya..

Pagi ini ia tak mendapatkan satu pesan dari Arven, bahkan pesan terakhirnya pun tak dibalas oleh laki-laki itu.

Akhirnya Alena pun berinisiatif untuk lebih dulu mengirimkan pesan untuk Arven.

[Alena : Selamat pagi, Arven ]

Alena memegangi ponselnya, menunggu Arven membalas pesannya.

Dan tak lama sebuah pesan masuk kedalam ponselnya

[Arven : Udah siang, Alena]

Dengan secepat mungkin Alena membalas pesan Arven

[Alena : Masih jam 6, Arven]

Alena kembali menunggu, dan sebuah balasan masuk kedalam ponselnya.

[Arven : Hari ketiga..]

[Arven : Progres jangan lupa]

Alena mengerutkan keningnya, dan segera membalas pesan itu.

[Alena : Loh, itu gue udah mulai loh]

[Arven : Mana ?]

[Alena : Itu, ucapan selamat pagi gue buat Lo Arven ]

Alena menunggu balasan Arven, laki-laki itu cukup lama membalas pesan Alena kali ini.

[Arven : Ohh makasih]

[Alena : Makasih doang ?]

[Arven : Lalu ?]

[Alena : Ya ucapin selamat pagi juga dong buat gue ]

[Arven : Selamat pagi ]

[Alena : Ga ikhlas banget, nyebelin ]

Alena menunggu balasan itu, namun sayangnya Arven tak lagi membalas pesan dari Alena.

Karena merasa Arven tak akan membalasnya, Alena pun memilih untuk bersiap-siap berangkat ke kampusnya.

....

Alena dan Nabila..

Mereka duduk bersama di taman kampus

Seperti dua hari kemarin, hari ini Alena kembali ingin mempelajari cara membuat Arven Jatuh Cinta.

" Susah banget sih nih cowok, jadi penasaran kayak apa rupanya "

" Rupanya, ganteng, manis, putih, bersih, tinggi, tubuh juga cukup bagus lah "

"Terus lo suka sama dia Al ? " tanya Nabila

" Engga, dan dia juga ga izinin gue buat jatuh cinta sama dia. Pokoknya tuh Bil, misi gue itu bikin dia jatuh cinta sama gue aja udah "

" Aneh sumpah Al, terus nih lo bikin dia jatuh cinta ? usaha dia apa ? "

Alena terdiam, lebih tepatnya sedang berpikir

" Engga ada, gue doang yang usaha "

Nabila memutar bolanya karena malas

" Ya ga bakal berhasil dong Al, harusnya dia juga usaha gitu loh "

" Lagian aneh tau ga sih Al, lo harus bikin dia jatuh cinta sama lo. Tapi lo ga boleh jatuh cinta sama dia, kayak aneh aja ga sih "

" Ya lagian gue juga gue ga berniat buat jatuh cinta sama dia sih Bil "

" Terserah lo deh Al "

" Yaudah sekarang kasih tau gue lagi dong, gimana nih caranya biar dia jatuh cinta sama gue  ? "

Nabila menatap sinis kearah Alena, sedangkan gadis itu hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.

Karena hari ini tidak ada kelas tambahan, Nadila berencana untuk menemui Arven lebih cepat dari biasanya.

Alena sudah menyiapkan banyak cara hari ini, walaupun kemungkinan berhasil itu sangat kecil.

Saat Alena keluar dari lift dan hendak menuju ruangan Arven, Alena melihat seorang pria dengan jas putih keluar dari ruangan Arven bersama dengan sekretaris Arven.

Pakaiannya terlihat seperti seorang dokter, dan Alena yakin soal itu.

Alena mencari tempat untuk bersembunyi, ia penasaran dengan apa yang akan mereka berdua bicarakan.

" Arven keras kepala, kenapa sih dia masih aja so kuat "

" Gue udah coba buat bujuk dia datang kerumah sakit, tapi dia bilang kalau obat yang lo kasih itu cukup "

" Tapi kalau kayak gini terus, kondisinya justru bisa memburuk "

" Nanti gue coba bujuk lagi deh "

Alena semakin merasa khawatir kepada Arven, ia tau ada yang disembunyikan oleh Arven.

Alena pun segera masuk begitu kedua orang tersebut pergi.

Saat Alena masuk, Alena melihat Arven yang sedang menatap luar dari kaca ruangannya.

" Arven.. "

Laki-laki itu menoleh dan melihat Alena sudah berada di belakangnya

" Masih jam 1, tumben udah kesini ? "

" Kenapa ? ga boleh ? "

" Boleh, cuma agak kaget aja "

Alena duduk di sofa yang biasa ia duduk, Arven pun menghampiri Alena dan duduk tak jauh darinya.

Alena menatap Arven, kali ini tatapan serius yang Arven sendiri merasa ada yang aneh pada dirinya.

" Kenapa ? kenapa lo liatin gue kayak gitu ? "

" Ga apa apa "

" Ada yang aneh dari gue ? "

" Ga ada sih "

" Terus ? "

Alena sedikit memiringkan tubuhnya dan tetap fokus dengan menatap Arven.

" Lo udah jatuh cinta sama gue atau belum ? "

Arven menyeritkan keningnya

" Udah hari ketiga Arven, ga ada sedikitpun gitu ? "

" Kenapa ? mau nyerah ? "

" Bukan, bukan gitu "

" Terus ? "

Alena menarik nafasnya dalam dalam.

" Lo tau ga Ar, kalau gue usaha bikin lo jatuh cinta tapi lo cuek dan ga ngelakuin apa apa tuh ya hasilnya ga ada. Ya ga sih ? "

" Engga tau, gue kan belum pernah jatuh cinta Alena "

" Ya makanya ini gue kasih tau Arven, harusnya nih lo juga usaha dong biar gue tuh ga berat sebelah "

" Gue harus apa Alena ? ngasih donat juga ? atau muji lo cantik gitu ? "

" Dah ah lupain aja, susah ngomong sama robot kaku kayak lo "

Arven tertawa melihat wajah Alena yang cemberut.

" Yaudah gue harus apa ? kasih tau gue sekarang "

" Engga tau pikir aja sendiri, kan lo punya hp tuh "

" Alena.. "

" Hmmm "

" Lo kalau ngambek gini, lucu ya gemes gue "

Alena menoleh, dan melihat Arven yang sedang tersenyum dengan manis.

" Jangan senyum kayak gitu deh Ar "

" Kenapa emang ? "

" Yaa lo kalau senyum kayak gitu tuh manis banget, sebel "

Arven hanya tertawa mendengar ucapan dari Alena.

Alena teringat mengenai apa yang ia dengar, ia memperhatikan Arven dengan seksama.

" Arven.. "

" Ya kenapa ? "

" Lo baik baik aja kan ? "

" Iyah gue baik baik aja, kenapa ? "

" Lo beneran ga sakit apa apa ? "

Senyum Arven memudar saat mendengar pertanyaan itu.

" Gue ga sakit Alena, gue baik baik aja "

" Hmm okelah "

Arven tak mau jika Alena mengetahui dengan cepat soal penyakitnya, karena ia ingin Alena menyelesaikan misinya selama 30 hari itu.

...

Malam hari Alena terus memikirkan kondisi Arven, ia merasa ada yang di sembunyikan dari Arven soal penyakitnya.

Soal obat

Batuk yang secara tiba-tiba

Alena merasa semua tidak kebetulan

" Tapi sakit apa ya dia ? "

Alena merasa khawatir dengan Arven.

Ditengah rasa khawatirnya itu, Alena mendapatkan satu pesan masuk dari Arven.

[Arven : Gue ga sakit]

[Arven : Jadi ga usah mikirin soal gue]

[Arven : Fokus aja sama misi lo itu, besok udah hari ke 4 dan Lo masih punya sisa 26 hari lagi ]

Alena menatap layar ponselnya cukup lama, hingga timbul satu pertanyaan di dalam pikirannya.

" Kenapa 30 hari ? Ada apa dengan 30 hari ? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!