Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Satu bulan telah berlalu sejak peristiwa kelam yang menimpa petinggi Titanium Group.
Dunia telah berubah selamanya. Pengumuman purwarupa Baterai Quantum memicu revolusi industri tercepat dalam sejarah manusia. Saham perusahaan-perusahaan minyak dan batu bara global anjlok ke titik terendah, sementara valuasi Star Technology meroket menembus stratosfer, menjadikannya perusahaan paling berharga di dunia mengalahkan raksasa-raksasa Silicon Valley.
Di usianya yang masih sangat muda, kekayaan pribadi Anton kini tidak lagi dihitung dalam miliaran, melainkan menyentuh angka lebih dari dua ratus triliun rupiah. Ia bukan lagi sekadar 'orang kaya baru' di ibu kota, melainkan salah satu penguasa ekonomi global yang pergerakannya dipantau oleh para pemimpin negara.
Di lantai teratas gedung pencakar langit baru yang kini menjadi markas pusat Star Technology, Anton berdiri menghadap jendela kaca raksasa yang menampilkan pemandangan seluruh kota.
Pintu ruangan terbuka perlahan. Clara Vance melangkah masuk. Ia tidak lagi mengenakan seragam pengacara dari Titanium Group, melainkan setelan jas wanita elegan rancangan desainer ternama yang didanai langsung oleh Anton.
Clara berjalan mendekat, menatap punggung tegap Anton dengan tatapan yang kini sepenuhnya dipenuhi oleh rasa segan, hormat, dan ketertarikan yang tidak bisa ia sembunyikan.
"Tuan Anton," sapa Clara dengan nada lembut, sangat kontras dengan arogansinya sebulan yang lalu. "Proses akuisisi telah selesai. Paman Victor masih dalam kondisi koma di rumah sakit, namun dewan direksi yang tersisa telah menandatangani penyerahan seluruh aset kilang dan tambang Titanium Group di Asia kepada kita. Harganya... sepuluh persen dari nilai pasar."
Anton berbalik, menatap Clara dengan senyum tipis. "Kerja bagus, Clara. Kau terbukti jauh lebih berguna saat bekerja untukku daripada saat melawanku."
Wajah Clara sedikit merona. Ia menundukkan wajahnya. "Suatu kehormatan bisa melayani Anda, Tuan Anton."
Anton berjalan menuju meja kerjanya yang terbuat dari kayu eboni hitam yang sangat langka. Saat ia baru saja akan duduk, sebuah suara mekanis yang sudah lama tidak terdengar tiba-tiba bergema keras di dalam kepalanya.
Ting!
[Peringatan Sistem: Tuan telah mencapai puncak dominasi industri lokal dan regional.]
[Kapasitas Kekayaan dan Pengaruh Host telah memenuhi syarat untuk Evolusi Sistem.]
[Misi Utama Baru Diaktifkan: Buka Kunci 'Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 3'.]
Anton menghentikan gerakannya. Matanya sedikit menyipit.
Tingkat 3? batinnya. Tingkat 2 saja sudah memberikannya kemampuan meretas seluruh jaringan digital di dunia hanya dengan pandangan mata. Keajaiban macam apa yang akan diberikan oleh Tingkat 3?
[Deskripsi Evolusi: Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 3 Mode: Manipulasi Atom & Prediksi Probabilitas. Membutuhkan asupan energi eksternal tingkat tinggi untuk merombak struktur saraf optik Host.]
[Benda yang dibutuhkan: 'Inti Meteorit Astral' Astral Meteorite Core. Sebuah batu angkasa langka dengan radiasi energi murni yang jatuh ke bumi 50 tahun lalu.]
Anton langsung mengaktifkan kemampuan Analisis Digital-nya. Ia memfokuskan pikirannya, menyambungkan kesadarannya ke jaringan internet global, meretas arsip-arsip rahasia museum, kolektor pribadi, hingga database intelijen berbagai negara dalam hitungan detik.
Aliran kode biner mengalir di matanya.
[Pencarian Selesai.]
[Target 'Inti Meteorit Astral' terdeteksi dalam daftar lelang rahasia pasar gelap internasional.]
[Lokasi: Kapal Pesiar Super 'Leviathan'.]
[Waktu Lelang: Tiga hari dari sekarang, di perairan internasional Samudra Pasifik.]
Anton memutuskan koneksi digitalnya. Ia bersandar di kursinya sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja.
"Kapal Pesiar Leviathan..." gumam Anton pelan.
Clara, yang kebetulan pernah mendengar nama itu di dunia hitam korporat, tiba-tiba memucat.
"T-Tuan Anton? Anda baru saja menyebut Leviathan? Bagaimana Anda bisa tahu tentang kapal itu?"
Anton menatap Clara. "Kau tahu sesuatu tentangnya?"
Clara menelan ludah. "Tentu saja. Di dunia elit atas, Leviathan adalah legenda urban yang sangat nyata. Itu bukan kapal pesiar biasa. Itu adalah surga tak tersentuh hukum di perairan internasional. Tempat berkumpulnya para pemimpin sindikat kejahatan global, bandar senjata antarbenua, dan miliarder bayangan yang tak tersentuh pajak."
Clara melangkah maju, nada suaranya terdengar cemas. "Lelang di sana bukan menggunakan uang biasa, melainkan aset, nyawa, atau rahasia negara. Tingkat keamanannya dijaga oleh pasukan pembunuh bayaran terbaik di dunia. Bahkan Interpol tidak berani menyentuh kapal itu."
Mendengar penjelasan Clara, senyum di wajah Anton justru semakin melebar. Rasa bosan yang sempat melandanya setelah menguasai industri teknologi lokal kini sirna sepenuhnya.
"Sempurna," ucap Anton santai. "Dunia bisnis legal sudah mulai terasa terlalu mudah. Sepertinya aku butuh sedikit tantangan dari dunia bawah tanah."
Anton menekan tombol interkom di mejanya. "Siska, masuk ke ruanganku sekarang."
Tidak sampai lima belas detik, Siska berlari masuk membawa tabletnya. "Ya, Pak Anton? Ada yang bisa saya bantu?"
"Siapkan jet pribadi Gulfstream G700 milik kita. Hubungi pangkalan udara, kita butuh izin rute penerbangan menuju titik koordinat di Samudra Pasifik besok pagi," perintah Anton.
"Baik, Pak. Berapa orang yang akan ikut dalam rombongan keamanan Anda?" tanya Siska mencatat semuanya.
"Tidak perlu membawa tim keamanan biasa. Mereka hanya akan menjadi beban di sana," jawab Anton. "Clara, kau ikut denganku. Pengetahuanmu tentang hukum internasional dan dunia korporat bawah tanah mungkin akan berguna."
Clara tersentak kaget, namun wajahnya segera bersemu merah karena diberi kepercayaan langsung oleh Anton. "S-saya akan segera bersiap, Tuan Anton!"
"Dan Siska," tambah Anton, "Hubungi Elena. Katakan padanya aku butuh pil penawar racun dosis tinggi terbaru dari Aegis Medica. Kita akan menghadiri pesta di mana para tamunya mungkin lebih suka menggunakan sianida daripada gula untuk teh mereka."
"Siap, Pak Anton!"
Anton berdiri dari kursinya, berjalan kembali ke arah jendela kaca. Di luar sana, dunia terasa begitu kecil di bawah kakinya.
Namun, Leviathan akan menjadi ujian yang berbeda. Di sana, uang bukanlah satu-satunya bahasa kekuasaan. Kekerasan, intrik, dan kelicikan akan menjadi hidangan utama.
Tapi Anton tidak gentar sedikit pun. Dengan matanya yang mampu menembus segala rahasia dan rencana, ia akan membuat dunia bawah tanah global berlutut di hadapannya, persis seperti yang ia lakukan pada para konglomerat sombong ini.
Era penaklukan dunia gelap baru saja dimulai.