NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayahku bernama Ages Sabiru

Langit Jakarta masih berwarna jingga ketika sebuah pazero hitam berhenti di depan gerbang SMP Bintang Nusantara.Seorang pria tinggi dengan kemeja putih yang lengannya digulung turun dari kursi kemudi. Wajahnya tampan, rahangnya tegas, dan sorot matanya teduh. Siapa pun yang melihatnya pasti mengira ia adalah kakak dari siswa yang akan dijemputnya.

Padahal, pria itu adalah seorang ayah.

"Pap!"

Seorang remaja laki-laki berlari kecil sambil mengangkat tas ranselnya.Senyumnya lebar ketika menghampiri pria itu.

"Kok jemput sendiri? Bukannya papa ada meeting?" tanyanya.

Ages Sabiru tersenyum tipis, lalu mengacak rambut putranya.

"Gampang lah,Meeting bisa diatur. Tapi jemput anak papa lebih penting."

Kalandra Sabiru terkekeh. "Kalau teman-teman denger, nanti mereka bilang aku anak manja.Apalagi kalau si Jevan tau beuh..ketawanya pasti bakal paling keras."

"Biarin. Selama papa masih sehat, papa bakal jemput kamu."

Ucapan sederhana itu selalu membuat hati Kalandra menghangat.

"Lagian Abang kamu Sean juga sama di jemput sama Om mu waktu SMP gini."

"Iya,tapi kan sekarang Bang Sean udah bawa motor sendiri." Jawab Kala "Terus aku kapan boleh bawa motor sendiri Pap?"

"Nanti kalau sudah besar kaya Sean." Jawabnya singkat.

Kala hanya mengdengus kesal,jawaban yang sejak dulu tak pernah berubah. Ia kemudian membuka pintu mobil, lalu duduk di samping ayahnya.

"Gimana,capek gak di sekolah?"

"Capek dikit."

"Laper?"

Kala memegang perutnya. "Banget."

Ages langsung menyalakan mesin. "Bakso?"

Kala langsung berseru. "Mau!"

"Dua mangkuk?" Tanya Ages menoleh sebentar.

"Kalau Papa yang bayarin, lima juga sanggup."

"Itu jatuhnya maruk,dek."

Mereka tertawa bersamaan.

Sepuluh menit kemudia,mobil Ages tiba di tempat tujuan.Warung bakso langganan mereka tidak pernah berubah sejak Kalandra masih SD.Pemilik warung bahkan hafal pesanan keduanya.

"Seperti biasa ya, Pak Ages? Bakso urat satu, bakso komplit satu."

"Iya, Bu."

Sambil menunggu pesanan datang, Ages memperhatikan wajah putranya. "PR banyak dek?"

"Ada beberapa,but so far so good."

"Gimana nilai matematika?"

"Alhamdulillah adek dapat sembilan puluh."

Ages mengangguk bangga. "Hadiahnya apa?"

Sejak kecil,Ages selalu menyiapkan reward kecil untuk sang anak setiap Kala mendapat nilai bagus.Bukannya lebay,namun Ages hanya ingin mengapresiasi usaha sang anak sekecil apapun.

Kalandra menyeringai. "Motor."

Ages tertawa pelan. "Nilai sembilan puluh minta motor?"

"Ya kali aja Papa luluh."

"Belum."

Kala hanya menghembuskan nafas kasar.

"Naikin dulu jadi sembilan puluh lima."

"Berat pap,itu sembilan puluh juga aku harus berjuang sampai berdarah-darah."

Ages berdecih kecil melihat sang anak yang terlihat lebay. "Motor juga berat."

Kalandra hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kala udah kelas 3 SMP loh pap,yang lain udah bawa motor sendiri ke sekolah."

"Itu yang lain,bukan kamu."

Kala berdecak kesal mendengarnya.

"Masuk SMAN Taruna,otw beli motor."

Kala berbinar mendengarnya. "Serius Pap? Gak prank kan ?"

Ages geleng kepala dibuatnya."Kapan papa pernah prank kamu?"

Kala tersenyum lebar,ucapan sang ayah memanglah tak pernah bohong.Jika sudah berjanji pasti akan di tepatinya.Tapi senyumnya tak lama pudar.

"Tapi masuk sekolah itu susah Pap."

"Abang kamu saja bisa masuk,masa kamu gak bisa." Jawab Ages enteng. "Persiapkan dari sekarang,papa yakin...abang kamu bisa masuk,kamu juga pasti bisa masuk."

Kala hanya diam,ia bingung namun ia sudan bertekad untuk sekolah di tempat yang sama dengan Abangnya menimba ilmu.

Begitu dua mangkok baso datang,keduanya langsung larut dalam suasana ramai namun terasa hangat.

Tidak banyak yang tahu bahwa tawa mereka hari ini lahir dari perjalanan yang panjang.

Enam belas tahun lalu, Ages pernah menjadi laki-laki yang nyaris kehilangan semangat hidup.Istrinya memilih pergi bersama pria lain, meninggalkan seorang bayi yang bahkan belum genap berusia satu tahun.

Hari itu, Ages tidak menangis karena ditinggalkan.Ia menangis karena melihat Kalandra kecil terus mencari ibunya.

Sejak saat itu, Ages berjanji pada dirinya

sendiri.Jika Kalandra kehilangan kasih sayang seorang ibu...maka ia akan berusaha menjadi ayah terbaik yang pernah ada.

Pagi bekerja,malam menemani belajar.Saat Kala sakit Ages selalu bergadang di samping ranjang.

Saat ulang tahun, ia menghias rumahnya sendiri di bantu sang kaka dan istrinya.

Saat Hari Ayah di sekolah, ia datang dengan senyum paling lebar meski baru pulang dari perjalanan dinas.Ia tidak pernah ingin putranya merasa berbeda dari anak-anak lain.Apalagi merasakan kurangnya kasih sayang dan perhatian.

Dan hari demi hari, Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sopan, dan sangat menyayangi ayahnya.

Malam mulai turun ketika mereka tiba di rumah.Rumah dua lantai yang hangat itu memang terasa sepi karena hanya dihuni dua orang.

Namun, setiap sudutnya dipenuhi foto-foto Kalandra sejak bayi.Foto pertama masuk TK,SD dan SMP.

"Pap..."

"Iya?"

"Makasih ya."

Ages menoleh.

"Buat apa?"

"Udah jadi the best father for me."

Untuk beberapa detik, Ages terdiam.

Ia tersenyum kecil, lalu menepuk bahu putranya. "Terima kasih juga... karena sudah memilih tetap menjadi anak Papa."

Kalandra terkekeh. "Emangnya aku punya pilihan?"

"Enggak."

"Ya kali aja ada pilihan lain."

"Memang mau milih siapa?" Tanya Ages dengan kening berkerut.

"Yoo Yeon-Seok."

Ages memicinkan matanya. "Aktor Korea yang di drama dokter itu? Yang kemarin kamu dan tante mu tonton?"

Kala tersenyum besar "Iya.Idola nya tante mami,yang kata tante mami gantengnya gak ada obat."

Mata Ages seketika melotot mendengarnya.

"Mimpi!"

Setelah itu mereka kembali tertawa membuat suasana rumah terasa hangat.

Tidak ada yang menyangka, di balik tawa sederhana itu, masa lalu yang pernah mereka kubur perlahan akan kembali hadir.

Dan ketika hari itu tiba, hubungan ayah dan anak ini akan diuji dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

"Dek,"

Kala menoleh."Iya,pap."

"Besok pulang sekolah di jemput Mang Soleh ya,papa harus menengok karyawan papa yang kemarin terjadi kecelakaan kerja."

"Kecelakaan kerja...kok bisa?"

"Kemarin waktu ada pengecekan mesin,ada miskom sama dua orang karyawan papa itu yang bikin mesin korslet dan bikin salah satu karyawan itu kesetrum"

"Ya ampun,kok.ngeri gitu ya dengarnya."

"Ya itulah yang namanya kurang fokus dan teliti."

"Terus yang kesetrum itu gimana keadaannya?"

"Papa belum tau pasti gimana kondisinya sekarang,tapi baru dapat laporan katanya bagian tangannya melepuh."

"Astaghfirullah,kasih banget sih.Ya udah mending papa cepat-cepat tengok orang itu terus minta perawatan yang terbaik buat dia biar bisa sembuh lagi.Terus keluarganya gimana pap? Papa harus kasih biaya juga,kan pasti ada istri dan anaknya yang harus ia tanggung."

Ages mengangguk,bibirnya tersenyum melihat sifat Kalandra yang selalu peduli dengan orang lain.

"Iya,tidak usah khawatir.Ini masuk kedalam kecelakaan kerja,dari perusahaan bertanggung jawab penuh sama korban dan keluarganya."

Kalandra tersenyum lebar,ia percaya jika sang ayah pasti tidak akan membiarkan orang lain menderita apalagi dia salah satu karyawan perusahaannya juga.

.......

.......

.......

...♡ Sabiru ♡...

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!