NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 6: Ping Request

Cahaya matahari siang menembus jendela kusam Kelas F, menyorot debu-debu yang menari di udara. Namun, suasana di dalam ruangan itu jauh dari kata damai.

Bax mondar-mandir di depan kelas sambil meremas selembar perkamen pengumuman berstempel emas. Napasnya memburu, dan rambut ikalnya terlihat lebih berantakan dari biasanya.

Gue mati. Gue bener-bener bakal mati besok, rancau Bax panik. Dia melempar perkamen itu ke atas meja Kael. Coba lo baca ini, Vance! Turnamen Duel Musim Semi! Gimana ceritanya nama gue masuk ke daftar peserta wajib? Gue ini anak Kelas F! Kita biasanya cuma disuruh nonton sambil bersihin sisa ledakan di arena!

Kael, yang sejak tadi duduk bersandar sambil mengetuk-ngetukkan jarinya secara ritmis di tepi meja, melirik sekilas ke arah perkamen tersebut. Matanya memindai deretan nama yang tertulis di sana. Di babak penyisihan pertama, nama Baxley tertera berhadapan dengan Valerius Therion, murid unggulan Kelas A sekaligus keponakan Master Therion.

Ini bukan kebetulan acak, ucap Kael datar. Algoritma pengundian mereka dimanipulasi secara manual. Seseorang memasukkan namamu ke dalam antrean eksekusi untuk dijadikan bahan demonstrasi.

Bahan demonstrasi?! Bax menjambak rambutnya sendiri. Si Valerius itu bisa ngeluarin tombak es segede pilar! Kalau gue kena, gue bukan cuma demonstrasi, gue bakal jadi fosil!

Sebelum Bax bisa melanjutkan histerisnya, suara langkah sepatu berhak tinggi terdengar menggema dari lorong. Pintu reyot Kelas F didorong terbuka, memperlihatkan Elara Vane yang berdiri dengan raut wajah bosan. Kehadiran seorang instruktur magang bangsawan di Kelas F adalah anomali yang membuat Bax langsung membeku di tempat.

Menyingkir dari jalanku, variabel cacat, ucap Elara dingin saat Bax menghalangi jalannya.

Bax menelan ludah dan langsung melompat mundur, memberi jalan. Elara berjalan lurus menuju meja Kael di barisan paling belakang. Dia melemparkan sebuah gulungan kulit hewan ke atas meja Kael, menimbulkan suara hantaman pelan.

Kael menghentikan ketukan jarinya dan menatap gulungan itu. Apa ini?

Topologi aliran mana untuk Arena Duel Utama, jawab Elara, melipat tangannya di dada. Aku meretas—maksudku, meminjamnya—dari ruang arsip pagi ini. Paman Valerius, si Master Therion yang terhormat itu, rupanya telah mengkalibrasi ulang artefak pelindung arena secara ilegal.

Kael membuka gulungan tersebut. Matanya yang tajam langsung menerjemahkan jaring-jaring sihir rumit itu menjadi barisan kode dan infrastruktur jaringan.

Mereka memasang filter proksi, gumam Kael pelan. Suaranya monoton, namun otaknya bekerja dengan kecepatan luar biasa. Artefak pelindung ini seharusnya memblokir serangan fatal untuk kedua petarung. Tapi Therion mengubah konfigurasinya. Serangan Valerius akan diberi prioritas bandwidth penuh, sementara serangan lawannya akan diredam hingga sembilan puluh persen sebelum mengenai target.

Tepat sekali, sahut Elara dengan senyum miring. Valerius tidak butuh bakat untuk menang besok. Sistem arena itu sendiri yang akan melumpuhkan lawannya. Dan kebetulan, teman sebangkumu yang menyedihkan ini adalah kelinci percobaannya. Therion ingin menggunakan kemenangan mutlak keponakannya untuk membuktikan pada dewan akademi bahwa faksi mereka layak memegang kendali atas artefak inti.

Bax yang menguping pembicaraan itu lututnya langsung lemas dan jatuh terduduk di lantai. Curang... mereka curang! Gue harus lapor ke dewan pengawas!

Lapor dengan bukti apa? ejek Elara tanpa menoleh pada Bax. Kau pikir dewan akan mempercayai siswa buangan Kelas F yang sihirnya saja selalu salah sasaran? Therion menutupi jejak modifikasinya dengan sangat rapi. Secara kasat mata, artefak itu terlihat normal.

Kael tidak mempedulikan kepanikan Bax maupun sarkasme Elara. Jari telunjuknya menelusuri garis pusat pada gulungan topologi tersebut. Bagi Kael, Turnamen Musim Semi ini bukanlah ajang pertarungan, melainkan sebuah event server dengan lalu lintas data yang sangat tinggi. Saat turnamen berlangsung, seluruh sistem keamanan akademi akan difokuskan ke arena, meninggalkan banyak celah di firewall utama.

Ini adalah kesempatan yang tidak efisien jika dilewatkan, ucap Kael tiba-tiba, mengangkat wajahnya menatap Elara.

Elara menyipitkan matanya. Kesempatan untuk apa? Menyelamatkan temanmu?

Tidak, jawab Kael dingin. Kael melirik Bax sejenak. Keselamatannya hanyalah efek samping. Artefak arena ini terhubung langsung dengan sistem inti akademi. Jika aku bisa menyusup ke dalam aliran komunikasi antara Valerius dan artefak pelindung saat duel berlangsung, aku bisa menanamkan pintu belakang ke dalam server utama mereka.

Jadi, kau akan turun ke arena? tanya Elara, nada suaranya menunjukkan ketertarikan akademis yang tinggi.

Turun ke arena berarti masuk ke dalam radar publik, balas Kael. Aku akan tetap berada di bangku penonton kelas bawah. Jauh dari pandangan.

Lalu bagaimana caramu memanipulasi artefak itu dari jarak jauh di tengah ribuan penonton yang memancarkan mana? Elara mencondongkan tubuhnya ke depan, menantang Kael dengan senyum meremehkan. Itu adalah lautan energi yang sangat bising. Kau tidak akan bisa mengirimkan perintahmu tanpa tertimpa aliran mana orang lain.

Kael menyandarkan punggungnya di kursi. Ibu jarinya memutar perlahan cincin perak di jari telunjuknya. Sebuah teknik pencegatan klasik. Aku tidak akan mengirimkan perintah baru dari awal. Aku akan menempatkan diriku di tengah-tengah jalur komunikasi antara Valerius dan artefak pelindung.

Sebuah serangan Man-in-the-Middle, Kael melanjutkan dengan nada suara sedatar mesin ketik. Saat Valerius merapal mantra, sistem arena akan membaca kodenya. Aku akan mencegat paket data tersebut di udara, mengubah alamat tujuan serangannya, lalu meneruskannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Artefak pelindung akan mengira modifikasi itu berasal dari Valerius sendiri.

Elara terdiam. Otaknya berusaha memproses logika tersebut ke dalam hukum sihir tradisional. Kau... kau akan membajak mantra milik pewaris bangsawan kelas atas secara langsung dari tribun penonton, tanpa merapal mantra tandingan, dan membuatnya mengenai dirinya sendiri?

Kael hanya mengangguk pelan. Dimengerti.

Bax merangkak mendekati meja Kael dengan mata berbinar-binar penuh harapan. Vance... lo beneran bisa lakuin itu? Lo bakal bikin sihir Valerius meleset?

Bukan meleset, koreksi Kael dengan tatapan kosong. Aku akan mengembalikan paket serangannya ke alamat pengirim. Kau hanya perlu berdiri di sana, jangan merapal mantra apa pun, dan jangan lakukan tindakan bodoh yang bisa merusak efisiensi rencanaku.

Elara tertawa tertahan, menggelengkan kepalanya perlahan. Faksi Therion mengira mereka telah mengatur panggung ini untuk kemenangan mereka. Mereka tidak tahu bahwa sistem mereka baru saja diubah menjadi terminal pribadi milikmu. Aku tidak akan melewatkan tontonan ini untuk apa pun, Kaelen Vance.

Bersiaplah untuk besok, Baxley, ucap Kael tanpa emosi, kembali menatap keluar jendela tempat burung-burung gagak mulai berkumpul. Kita akan melakukan uji coba penetrasi jaringan di depan seluruh dewan akademi, dan tidak ada satu pun dari mereka yang akan menyadarinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!