NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kawasan Terlarang

Kring.. Kring.. Kring..

Bunyi bel masuk berbunyi kebetulan jam pelajaran adalah olahraga jadi kelas IPA 1 dan IPA 2 akan bergabung.

Seluruh murid berkumpul dilapangan setelah selesai menggantikan pakaian.

" Baiklah kita pemanasan dulu setelah selesai terserah kalian mau main apa saja ingat jika tidak ada yang ber olahraga maka akan dihukum " Ucap guru olahraga tersebut

" Kalian paham! " Teriak nya lagi

" PAHAM PAK" Serentak mereka semua

" Baiklah kita mulai pemanasan nya satu orang maju untuk memimpin di depan " Ucap guru tersebut

Setelah selesai pemanasan semua murid memainkan permainan olahraga sesuai kesukaan mereka seperti saat ini terlihat dua gadis kembar sedang bermain basket

"Kak gimana kalo kita berdua Taruhan bermain basket kalo kau kalah kau harus mentraktir kan ku belanja di mall gimana?" Ucap Elzia pada Eliza

" Hm" Dehem gadis itu

Kemudian keduanya jalan menuju lapangan basket kegiatan kedua kembar itu menarik perhatian orang

" Wah si kembar main cuy "

" Tadi aku dengar keduanya taruhan deh"

" Katanya kalo kalah harus mentraktir yang menang belanja di mall"

Banyak lagi celotehan para murid yang ada disana begitu juga dengan Arkana para sahabatnya dan teman-temannya Elzia yang ada disana kebetulan mereka sedang istirahat

" Wih buk ketos main tuh"ucap Dimas melihat kearah lapangan

" Wah aku gak tau siapa yang bakalan menang "ucap Vitri

" Iya ku lihat mereka berdua sama-sama jago main basket" Sambung Kiara sambil memperhatikan kedua orang yang sedang bermain

" Kalo Eliza sangat jarang main basket kecuali ada waktu seperti melatih adek kelas "ucap Resti diangguki Oleh Rani

Sedangkan Arkana terus memperhatikan kedua gadis kembar itu tanpa menyadari Rayan terus menatapnya

" Kau terus melihat keduanya apakah kau menyukai salah satu dari keduanya? " Tanya Rayan pada Arkana, oh ayolah cuma Rayan yang peka dengan sekitar nya

" Tidak" Ucapnya datar

" Ck aku tidak percaya " Ucap Rayan kemudian kembali melihat kearah si kembar yang sedang asik bermain basket

Disisi Elzia dan Eliza kini keduanya seri, keringat mulai membasahi baju keduanya.

" Kita seri tapi aku akan mengalahkan mu kak lumayankan kalo ke mall ditraktir " Ucap Elzia pada Eliza yang sedang berusaha mengambil bola

" Hm silahkan "jawabnya tanpa ekspresi

" Ck dasar kulkas " Gerutu Elzia saking kesalnya ia melemparkan bola sembarang arah dan direbutkan oleh Eliza

Eliza melemparkan bola basket ke (gak tau aku namanya barang aja yah soalnya gak pernah main basket harap memaklumi).

Dan

BRAAKKK

Bola dilempari oleh Eliza. Masuk.

"Kau kalah" Ucap Eliza menyeringai

Sedangkan Elzia mendengus kesal

" Jadi kau ingin apa? "tanya Elzia pada Eliza yang kini berjalan ke pinggir lapangan

" Ajarkan murid putri bola basket selama seminggu "jawabnya datar kemudian pergi meninggalkan lapangan menuju ruang ganti

Sedangkan Elzia semakin kesal dibuatnya karena di tinggal begitu saja.

" Ck main tinggal-tinggal aja dasar kakak kulkas, KAK AKU BELUM SETUJU KENAPA KAU MAIN TINGGAL!" Teriak Elzia berlari mengejar Eliza yang sudah jauh.

" Aku gak nyangka kalo Eliza itu bisa mengalahkan Elzia, padahal Elzia jago juga dalam bermain bola basket " Ucap Kiara menatap kagum ke arah Eliza

" Udah yok kita ganti baju " Ucap Resti berdiri dari duduknya

Kemudian satu per satu murid-murid mulai meninggalkan lapangan untuk menggantikan pakaiannya masing-masing.

~|~

Setelah selesai mengganti baju, Eliza langsung menuju ruang OSIS kemudian mengetuk mikropon kecil yang ada didepan nya.

Tuk.. Tuk.. Tuk..

" Mohon perhatian untuk seluruh murid diharapkan untuk berkumpul di lapangan dalam 15 detik semuanya harus ada dilapangan " Ucapnya datar kemudian keluar dari ruangan dan berjalan menuju lapangan.

Seluruh siswa-siswi berbondong-bondong menuju lapangan, sedangkan Arkana dan para sahabatnya hanya berjalan santai.

" BAIK SELURUH MURID DIHARAPKAN UNTUK POKUS KARENA BAPAK TIDAK MAU MENGULANGI PEMBICARAAN APA KALIAN DENGAR "

" DENGAR PAK"

" BAIK MULAI BESOK KITA AKAN LIBUR SELAMA SEMINGGU DAN SEKOLAH LAGI HARI SENIN KARENA PARA GURU AKAN MELAKUKAN KEGIATAN DI PERTEMUAN SETIAP GURU DI BANDUNG. APA KALIAN PAHAM" Ucap guru kepala sekolah tersebut

" PAHAM PAK " Ucap mereka semua kecuali Eliza, Elzia, Arkana dan para sahabatnya.

"Baik kalian semua boleh pulang dan jangan berkeliaran kemana-mana. Pulang dengan selamat " Ucap guru tersebut

"Baik Pak" Jawab mereka semua

" Kita akan kemana libur ini " Tanya Dimas pada yang lainya

" Markas kita harus menyelesaikan misi dari daddy mereka"ucap Rayan datar

" Baiklah yok sebelum ada yang mendengar pembicaraan kita "jawab Deon pada yang lainnya

Kemudian Arkana dan para sahabatnya pun langsung menuju motor masing-masing dan melajukan dengan kecepatan sedang

_____________________

Elzia dan Eliza Sudah sampai di mansion terlihat Rumah begitu sepi seperti biasa

" Bi dimana papa? " Tanya Elzia pada bik ijah

" Tadi tuan besar katanya ada urusan mendadak nona " Ucap bik ijah sambil menundukkan kepalanya.

"Jam berapa? " Suara datar Eliza mengagetkan bi ijah

" A-apa nona bibik sedikit tidak paham" Ucap bi ijah yang memang tidak pernah berinteraksi dengan Eliza

" Maksud kak El kapan papa berangkat ? " Tanya Elzia pada bi ijah

" Jam 9.00 nona " Ucap bi ijah. Elzia dan Eliza hanya mengangguk kemudian keduanya menuju kamar masing-masing

Setelah kepergian dua nona mudanya bi ijah napas lega

" Entah kenapa berbicara dengan non Eliza sungguh membuat aku sangat kaku untuk berbicara " Ucap bi ijah kemudian kembali ke dapur

Di sisi lain...

Seorang gadis berjalan di tengah hutan dan didepannya ada sebuah mansion yang cukup besar namun terlihat angker dan mengerikan

Gadis itu menempelkan sidik jarinya di depan gerbang, kemudian gerbang itu terbuka terlihatlah beberapa penjaga disana semuanya menundukkan kepalanya

" Selamat datang Queen" Ucap penjaga tersebut

Sedangkan gadis yang dipanggil Queen itu hanya mengangguk dengan muka datar dan tanpa ekspresi

" Dimana Rino? " Ucap Queen pada penjaga

" Tuan Rino ada di penjara bawah tanah Queen karena ada seorang pemuda yang masuk ke wilayah ini " Ucap penjaga menjelaskan

Lagi-lagi Queen tersebut mengangguk pelan kemudian berjalan masuk menuju Ruang bawah tanah.

Mansion itu jika dilihat dari luar akan terlihat sangat mengerikan tapi jika dilihat dari dalam dan wow sangat bagus dan esthetic wkwk

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kaki seseorang mengalihkan perhatian seorang pemuda yang sedang menatap seorang pemuda yang setengah sadar akibat bogeman dari Rino wkwk

" Queen" Sapa pemuda yang bernama Rino

Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap pemuda yang tengah terikat itu tak sadarkan diri kemudian beralih menatap Rino seakan bertanya

" Dia tidak sengaja masuk ke area terlarang Queen sepertinya dia sedang di kejar musuh aku sudah mengintrogasi dan dia hanya bilang jika ada orang yang ingin membunuhnya demi menyelamatkan diri dia masuk ke kawasan terlarang kita Queen" Ucap Rino sambil menatap pemuda yang sedang tak sadarkan diri

" Antarkan dia " Ucap gadis itu dingin dan tak ingin dibantah

" Apa kita perc-" Ucapan Rino terpotong karena suara dingin gadis itu

" Antarkan saja Rino sebelum aku menghabisimu" Ucapnya menatap dingin Rino

" Baiklah Quen aku akan mengantarkannya sekarang kalo begitu aku pamit" Ucap Rino menundukkan kepalanya karena tak berani menatap mata bermanik green gadis itu itu

Gadis itu hanya mengangguk kemudian berjalan keluar dari Ruang bawah tanah.

Setelah keluar dari Ruang bawah tanah gadis itu berjalan menuju gerbang kemudian mulai meninggalkan mansion dan melewati hutan menuju jalan Raya. Setelah sampai gadis bertopeng warna hitam itu mengambil helm full facenya kemudian ia melepaskan topengnya dan memakai helmnya dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

Kira-kira siapa ya gadis itu wkwk penasaran ya? Sama aku juga penasaran wkwkwk canda guys

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!