NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Ulang Tahun yang Mengguncang Benua

Waktu berlalu seperti air yang mengalir di sungai yang tenang. Tidak terasa, enam bulan telah berlalu sejak insiden yang melibatkan Pangeran Keempat dan penyamaran Qian Renxue di Paviliun Bulan.

Bagi dunia luar, enam bulan ini adalah masa-masa penuh ketegangan politik.

Aula Roh (Spirit Hall) secara misterius menarik mundur beberapa operasi rahasia mereka di Kekaisaran Heaven Dou, dan Kaisar Xue Ye menjadi jauh lebih rendah hati dalam setiap kebijakan luar negerinya.

Semua perubahan besar itu terjadi hanya karena satu alasan yang sama: ketakutan mutlak terhadap sosok misterius yang tinggal di pinggiran Ibu Kota.

Namun, di dalam Lembah Mirakel, suasana hari ini justru sangat sibuk.

Tidak ada ketegangan politik, yang ada hanyalah aroma kue manis yang terpanggang, balon-balon udara mini yang dibuat dari energi roh, dan dekorasi bunga osmanthus yang menghiasi setiap sudut pondok kayu.

Hari ini adalah hari ulang tahun Zhu Ling'er yang keempat.

Sejak fajar menyingsing, Zhu Xuan sudah menyingsingkan lengan jubah putihnya dan memakai celemek memasak kesayangannya.

Di atas meja dapur yang terbuat dari kayu gaharu kuno, berjejer bahan-bahan yang jika dilihat oleh Master Jiwa mana pun akan dianggap sebagai kegilaan murni.

Ada telur dari Burung Foniks Api berusia 30.000 tahun untuk bahan dasar kue, susu dari Sapi Roh Surgawi untuk krimnya, dan nektar bunga Teratai Salju Seribu Tahun sebagai pemanis alami.

"Ding! Tuan rumah sedang membuat Kue Ulang Tahun Surgawi dengan tingkat ketelitian 100%."

"Efek Kue: Meningkatkan ketahanan fisik anak Anda terhadap semua elemen sebesar 20% secara permanen setelah memakannya."

Zhu Xuan tersenyum puas mendengar suara mekanis sistem di kepalanya.

"Empat tahun... tidak terasa Ling'er sudah sebesar ini. Dua tahun lagi, dia akan menjalani upacara kebangkitan Wuhun.

Aku harus memastikan fondasi tubuhnya sesempurna mungkin."

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar dari arah luar.

Dugu Bo masuk dengan wajah yang dipenuhi ekspresi aneh—antara bingung, bangga, dan sedikit cemas. Di tangannya, ia membawa setumpuk gulungan surat berlapis emas dan merah darah.

"Yang Mulia," Dugu Bo membungkuk hormat.

"Ibu kota hari ini benar-benar gempar. Gerbang luar lembah kita dipenuhi oleh utusan dari berbagai faksi besar.

Mereka entah bagaimana mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Tuan Kecil Ling'er."

Zhu Xuan tidak menghentikan tangannya yang sedang menghias kue dengan krim susu roh.

"Siapa saja yang datang?

Bukankah sudah kukatakan kalau ini hanya pesta keluarga kecil?"

Dugu Bo terkekeh pahit, lalu membuka gulungan surat pertama.

"Keluarga Kekaisaran Heaven Dou mengirimkan Pangeran Pertama, Xue Qinghe, membawa kereta kencana bertatahkan berlian roh dan sepuluh ton buah roh segar.

Lalu... dari Sekte Tujuh Harta Karun (Seven Treasure Glazed Tile Sect), Master Sekte Ning Fengzhi datang langsung bersama Sword Douluo Chen Xin.

Mereka membawa hadiah berupa sepasang gelang giok jiwa yang bisa memulihkan energi roh secara instan."

Zhu Xuan mengangkat alisnya.

"Ning Fengzhi? Rubah tua itu cukup cepat mengendus informasi.

Lalu apa lagi?"

"Ini yang paling merepotkan, Yang Mulia," Dugu Bo merendahkan suaranya, wajahnya menegang.

"Ada utusan khusus dari Istana Agung Aula Roh. Mereka tidak membawa pasukan, hanya seorang wanita bercadar perak yang mengendarai kereta kuda tanpa lambang.

Tapi dari fluktuasi energinya... saya yakin itu adalah salah satu dari Tetua Agung mereka. Mereka membawa kotak pemurnian tulang jiwa tingkat tinggi yang usianya tidak kurang dari 80.000 tahun."

Zhu Xuan menghentikan gerakannya sejenak, menatap ke arah luar jendela.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sulit ditebak.

"Aula Roh bahkan mengirimkan hadiah secara langsung?

Sepertinya Qian Renxue benar-benar menyampaikan pesan gertakanku kepada ibunya, Bibi Dong.

Baguslah, setidaknya wanita gila itu tahu cara bersikap sopan sekarang."

Zhu Xuan meletakkan pisau kue, lalu melepas celemeknya.

"Dugu Tua, biarkan mereka masuk ke halaman luar. Tapi katakan pada mereka, ini adalah pesta ulang tahun anak kecil.

Siapa pun yang berani membawa aura permusuhan, mengeluarkan senjata, atau mencoba melakukan lobi politik di depan putriku... aku akan membuang mereka ke puncak gunung bersalju tanpa pakaian."

"Baik, Yang Mulia!

Saya akan menyampaikan peraturan itu dengan sangat tegas," Dugu Bo menyeringai kejam.

Baginya, bisa memerintah para tokoh besar benua seperti murid sekolah adalah kepuasan batin yang tidak ada tandingannya.

Beberapa saat kemudian, di halaman luar Lembah Mirakel yang biasanya sepi, kini dipenuhi oleh orang-orang yang biasanya hanya bisa ditemui di puncak kekuasaan Benua Douluo.

Ning Fengzhi, dengan jubah putih-hijaunya yang elegan, sedang duduk di kursi kayu sederhana bersama Chen Xin.

Di seberang mereka, Xue Qinghe (Qian Renxue) duduk dengan sikap formal, sementara di sudut lain, wanita bercadar dari Aula Roh berdiri tegak bagaikan patung es, mengabaikan kehadiran semua orang.

"Paman Chen," bisik Ning Fengzhi kepada Pendekar Pedang Chen Xin yang berada di level 96.

"Bagaimana perasaanmu setelah memasuki lembah ini?"

Chen Xin yang biasanya memiliki ekspresi sedingin pedangnya, kini matanya terus bergerak gelisah. "Fengzhi... lembah ini sangat tidak normal.

Sejak melangkah melewati gerbang bambu tadi, niat pedangku seolah-olah ditekan oleh gunung yang tak terlihat.

Pria pemilik tempat ini... jika rumor dari Flender itu benar, kekuatannya mungkin sudah berada di ranah Demigod."

Ning Fengzhi menarik napas dalam-dalam.

"Itulah mengapa kita harus berteman dengannya, bukan menjadi musuh.

Kehadirannya bisa mengubah seluruh peta kekuatan di benua."

Xue Qinghe di sisi lain hanya diam, namun tangannya di balik jubah mengepal erat.

Ia melirik ke arah pintu pondok kayu yang masih tertutup.

Setiap kali mengingat kata-kata Zhu Xuan enam mudan lalu tentang "mencabut sayap malaikat", hatinya masih bergetar ketakutan.

Kriet...

Pintu pondok akhirnya terbuka.

Semua tokoh besar itu seketika berdiri tegak, pandangan mereka tertuju pada sesosok pria muda berjubah putih yang berjalan keluar sambil menggendong seorang anak perempuan kecil yang sangat cantik.

Zhu Ling'er mengenakan gaun merah muda barunya yang memancarkan pelangi tipis di sekeliling tubuhnya.

Di atas kepalanya, ada mahkota bunga osmanthus kecil yang dibuat langsung oleh Zhu Xuan. Di pelukannya, kelinci putih gemuk peliharaannya ikut mendengkur malas.

"Wah... banyak sekali kakek dan paman di sini!" Ling'er berseru polos, matanya yang bulat besar berbinar menatap kerumunan orang di halaman.

Zhu Xuan menurunkan Ling'er dengan lembut, membiarkannya berdiri di atas rumput hijau yang murni. Ia lalu menatap para tamu dengan pandangan acuh tak acuh.

"Terima kasih telah datang ke ulang tahun putriku. Aku bukan orang yang suka basa-basi.

Letakkan hadiah kalian di meja sebelah sana, lalu silakan menikmati makanan yang sudah disediakan."

Meskipun ucapan Zhu Xuan terdengar sangat santai dan hampir tidak sopan bagi ukuran para pemimpin besar, tidak ada satu pun dari mereka yang berani menunjukkan gurat kekesalan.

Ning Fengzhi melangkah maju terlebih dahulu dengan senyum ramah yang sempurna.

"Tuan Zhu Xuan, saya Ning Fengzhi dari Sekte Tujuh Harta Karun.

Ini adalah sedikit tanda kasih dari kami untuk Tuan Kecil Ling'er.

Semoga dia tumbuh menjadi gadis yang sehat dan bijaksana."

Ia meletakkan kotak giok berisi gelang jiwa ke atas meja.

Ling'er berlari kecil menghampiri meja, melihat gelang giok yang berkilau hijau indah itu.

"Wah! Cantik sekali!

Terima kasih, Paman Rubah Baik!"

Ning Fengzhi hampir tersedak mendengar panggilan "Paman Rubah Baik", namun ia hanya bisa tertawa canggung sementara Chen Xin di belakangnya mencoba menahan senyum.

Selanjutnya, Xue Qinghe maju dan memberikan ucapan selamat atas nama Kekaisaran Heaven Dou, disusul oleh wanita bercadar dari Aula Roh yang meletakkan kotak berisi tulang jiwa 80.000 tahun tanpa mengucapkan sepatah kata pun, hanya memberikan bungkukan hormat yang sangat dalam kepada Zhu Xuan sebelum mundur kembali ke sudut.

Zhu Xuan mengangguk kecil. "Dugu Tua, bawakan kuenya keluar."

Dugu Bo dengan bangga membawa sebuah kue besar berlapis krim putih murni yang memancarkan aroma susu dan nektar bunga yang begitu wangi.

Begitu aroma kue itu menyebar, seluruh halaman dipenuhi oleh energi roh yang sangat murni.

Chen Xin dan Ning Fengzhi saling berpandangan dengan mata membelalak.

Bahan dasar kue ini... mengandung energi dari obat-obatan tingkat abadi! Pria ini membuat kue ulang tahun anak-anak menggunakan bahan yang bisa memicu perang antar sekte jika ditemukan di luar sana!

"Ling'er, tiup lilinnya dan buat permohonan," ucap Zhu Xuan lembut, berlutut di samping putrinya.

Ling'er memejamkan mata kecilnya, menautkan kedua tangannya di depan dada.

"Ling'er ingin selalu bersama Ayah, ingin Ayah selalu sehat, dan... ingin kelinci Ling'er tidak cepat gendut agar bisa terus digendong!"

Zhu Xuan tertawa hangat, hatinya meleleh mendengar kepolosan putrinya.

"Lilinnya sudah ditiup, sekarang waktunya makan kue!"

Ling'er dengan riang memotong kue itu dibantu oleh Zhu Xuan.

Potongan pertama tentu saja diberikan kepada Zhu Xuan, yang kedua untuk Dugu Bo—membuat pria tua ahli racun itu hampir meneteskan air mata haru karena merasa diakui sebagai keluarga—dan sisanya dibagikan kepada para tamu.

Saat Ning Fengzhi dan Chen Xin memakan bagian kue mereka, tubuh mereka tiba-tiba bergetar.

Mereka bisa merasakan aliran energi hangat yang membersihkan sisa-sisa kotoran di dalam meridian mereka, bahkan batas kemacetan kekuatan roh Chen Xin selama bertahun-tahun terasa sedikit melonggar.

"Ini... ini benar-benar mukjizat..." bisik Ning Fengzhi dengan tangan bergetar.

Namun, kebahagiaan pesta itu tiba-tiba terusik.

Dari arah langit di atas Lembah Mirakel, awan hitam legam tiba-tiba berkumpul dengan sangat cepat.

Gemuruh petir yang memekakkan telinga membelah angkasa, dan sebuah tekanan roh yang luar biasa jahat dan penuh darah turun dari langit, mengunci seluruh area lembah.

"Hahaha!

Pesta yang sangat meriah!

Bagaimana mungkin pesta sebesar ini tidak mengundangku, Slaughter Douluo dari Kota Pembunuhan (Sect of Slaughter)?!"

Sebuah suara serak dan menyeramkan bergema, membuat dedaunan di lembah bergetar hebat.

Sesosok pria paruh baya berjubah merah darah dengan mata merah menyala mendarat di atas pagar bambu halaman luar, menghancurkan pagar itu menjadi serpihan.

Aura kematian yang dipancarkannya berada di level 95 Judul Douluo.

Pria ini adalah seorang pelarian dari Kota Pembunuhan yang telah kehilangan akal sehatnya karena haus darah, dan ia datang setelah mendengar rumor bahwa ada master hebat tersembunyi yang memiliki harta karun tak terbatas di lembah ini.

Melihat kedatangan musuh, Chen Xin segera berdiri, tangan kanannya bersiap memanggil Pedang Tujuh Pembunuhan miliknya.

Ning Fengzhi juga mengernyitkan dahi, bersiap melepaskan Pagoda Tujuh Harta Karunnya.

Namun, sebelum para tamu sempat bertindak, mereka merasakan hawa dingin yang jauh lebih mengerikan dari apa pun yang pernah mereka rasakan seumur hidup.

Zhu Xuan masih berdiri di samping buaian kue. Tangannya sedang memegang selembar tisu, dengan tenang menyeka krim kue yang tersisa di sudut bibir Ling'er.

Wajahnya tidak menunjukkan kemarahan, hanya ada kedataran yang sedingin ruang hampa udara.

"Ayah... orang berbaju merah itu menakutkan, dia merusak pagar kita..."

Ling'er bersembunyi di belakang kaki Zhu Xuan, memegangi jubah ayahnya dengan erat.

Zhu Xuan mengelus kepala Ling'er pelan.

"Ling'er sayang, pejamkan matamu sebentar dan hitung sampai tiga.

Jangan dibuka sebelum Ayah bilang selesai, ya?"

"Satu... dua..." Ling'er dengan patuh memejamkan matanya yang bulat dan mulai menghitung.

Begitu mata Ling'er tertutup, Zhu Xuan berbalik menatap pria berjubah merah darah di atas pagar.

Pada detik itu, seluruh dunia seolah-olah kehilangan warnanya. Waktu benar-benar berhenti bergerak.

[Ding! Seseorang telah mengganggu pesta ulang tahun putri Anda dan merusak fasilitas rumah.]

[Niat membunuh tuan rumah terdeteksi: Tingkat Maksimal.]

[Sistem membuka paksa segel 'Pedang Langit Abadi' hingga 90% secara sementara!]

Zhu Xuan tidak memanggil cincin jiwanya. Ia tidak membutuhkan hal-hal fana seperti itu.

Ia hanya mengangkat tangan kanannya ke udara, membuat gerakan menjentikkan jari yang sangat sederhana ke arah Slaughter Douluo.

"Lenyap," ucap Zhu Xuan, satu kata yang diucapkan dengan nada bicaranya yang biasa.

BUM—!!!

Tidak ada ledakan energi roh yang dahsyat, tidak ada kilatan cahaya yang menyilaukan.

Yang terjadi adalah ruang di sekitar pria berjubah merah darah itu tiba-tiba terlipat dan hancur seperti selembar kertas yang diremas.

Slaughter Douluo yang berada di level 95 itu bahkan tidak sempat mengeluarkan jeritan atau melepaskan Wuhun-nya.

Dalam sekejap mata, seluruh tubuhnya, energinya, dan jiwanya terhapus dari dunia ini secara mutlak, berubah menjadi partikel debu halus yang langsung disapu oleh angin malam.

Pagar bambu yang hancur pun tiba-tiba kembali menyatu seperti semula karena kemampuan manipulasi ruang milik Zhu Xuan.

Semuanya terjadi dalam waktu kurang dari satu detik.

Ning Fengzhi, Chen Xin, Xue Qinghe, dan utusan Aula Roh membeku di tempat mereka masing-masing seperti patung batu.

Keringat dingin mengalir deras membasahi seluruh tubuh mereka hingga pakaian mereka basah kuyup. Jantung mereka berdegup begitu kencang hingga terasa sakit di dada.

Seorang Judul Douluo tingkat 95... dihapus dari eksistensi hanya dengan satu kata dan satu jentikan jari tanpa melepaskan cincin jiwa?

Chen Xin menatap tangannya yang memegang hulu pedang, tangannya bergetar hebat.

Sebagai seorang pendekar pedang nomor satu di benua, ia tahu bahwa kekuatan Zhu Xuan sudah bukan lagi berada di ranah manusia.

Itu adalah kekuatan dewa pencipta.

"Tiga!"

Suara nyaring Ling'er memecahkan keheningan yang mencekam itu.

Ia membuka matanya kembali dan melihat ke arah pagar.

"Eh? Orang berbaju merah yang menakutkan tadi ke mana, Ayah?"

Zhu Xuan kembali berlutut di depan putrinya, wajahnya instan berubah menjadi penuh senyuman hangat dan ramah, sama sekali tidak menyisakan sisa-sisa monster pembunuh yang baru saja menghapus seorang master tingkat tinggi.

"Oh, paman tadi menyadari kalau dia salah alamat, Sayang.

Dia sudah pulang ke rumahnya yang sangat jauh," jawab Zhu Xuan bohong sambil mencubit pipi gembil Ling'er.

"Ooh... syukurlah.

Pagar kita juga sudah bagus lagi!"

Ling'er bertepuk tangan gembira.

Zhu Xuan bangkit berdiri, lalu menatap para tamu yang wajahnya masih pucat pasi seperti mayat.

"Pesta telah selesai.

Terima kasih atas hadiah kalian.

Dugu Tua, antar para tamu kita keluar dari lembah."

Ning Fengzhi adalah yang pertama sadar.

Ia segera membungkuk dalam-dalam, badannya gemetar.

"Tuan... Tuan Zhu Xuan, kami pamit undur diri.

Jika ada waktu, Sekte Tujuh Harta Karun akan selalu terbuka untuk menyambut Anda dan Tuan Kecil Ling'er."

Xue Qinghe dan utusan Aula Roh juga tidak berani tinggal lebih lama lagi.

Mereka memberikan penghormatan paling khidmat sebelum berjalan keluar dari lembah dengan langkah yang terburu-buru, seolah-olah jika mereka tinggal satu detik lagi, mereka juga akan berubah menjadi debu.

Malam harinya, setelah semua tamu pulang dan piring-piring dibersihkan oleh Dugu Bo yang masih kegirangan karena mendapat potongan kue ulang tahun, Lembah Mirakel kembali ke ketenangannya yang biasa.

Di dalam kamar tidur yang dipenuhi aroma bunga osmanthus, Ling'er sudah tertidur lelap di atas ranjangnya yang empuk, memeluk kelinci putihnya erat-erat.

Gaun pelangi surgawinya terlipat rapi di samping tempat tidur.

Zhu Xuan duduk di tepi ranjang, menatap wajah damai putrinya yang sedang tersenyum dalam tidurnya.

[Ding! Selamat! Pesta ulang tahun keempat putri Anda sukses besar.]

[Reputasi Anda sebagai 'Super Daddy Misterius' kini telah menyebar ke seluruh eselon atas Benua Douluo.]

[Hadiah Misi: 10.000 Poin Daddy.]

[Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda kini menetap di angka 80% secara permanen. Anda telah membuka wilayah kekuasaan mutlak: 'Domain Ayah Abadi' (Semua sekutu di dalam domain Anda akan menerima pemulihan energi 500% lebih cepat, dan semua musuh akan kehilangan 50% kekuatan mereka secara instan).]

Zhu Xuan menutup panel sistem dengan lambaian tangan. Ia membungkuk, memberikan kecupan lembut di dahi Ling'er.

"Selamat ulang tahun yang keempat, putriku," bisik Zhu Xuan penuh kasih sayang.

"Tumbuhlah dengan bahagia dan aman. Biarkan seluruh dunia luar sana bergolak dalam badai kekuasaan, karena di sini... di dalam pelukan Ayah, tempat ini akan selalu menjadi surga kecilmu yang paling aman."

Di luar pondok, angin malam berembus pelan, membawa keharuman bunga osmanthus ke seluruh penjuru Lembah Mirakel yang kini dilindungi oleh kekuatan dewa yang tak tertandingi.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!