NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Raja Vampir

Anak Rahasia Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Romansa Fantasi
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Kanaya Tabitha adalah definisi wanita sempurna. Cantik, pintar, dan mandiri, dia sukses membangun bisnisnya dari nol. Di balik keanggunannya, Kanaya adalah sosok wanita tangguh yang menguasai seni bela diri tingkat tinggi, dan jangan harap ada pria yang bisa mendekatinya dan mengusik hidup tenang nya, hubungan dan cinta tidak ada di dalam daftar hidup nya.

Namun, dunia indahnya runtuh saat sebuah rahasia besar mendadak memutarbalikkan hidupnya. Tubuhnya mengalami perubahan aneh yang tak masuk akal. Bagaimana bisa dia hamil tanpa pernah disentuh pria mana pun?

Kanaya tidak tahu bahwa setiap malam, rahimnya telah diklaim oleh Alexander Giorge, Raja Vampir yang posesif dan berbahaya di balik kegelapan.

"Kamu milik ku, Kanaya. Berlari lah sejauh apa pun, darah daging ku akan selalu membimbingku kembali ke tempat tidurmu. Jika ada pria lain yang berani menyentuhmu, ku pastikan namanya tinggal sejarah."_ Alexander Giorge.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MERASA DI AWASI

"Siksa dia sampai dia mengingat nama atau ciri-ciri orang yang menyebarkan informasi itu. Jika dia tetap tidak tahu, kalian tahu apa yang harus dilakukan," ucap Alexander dingin.

"Dimengerti, Yang Mulia. Kami akan segera melaksanakan perintah!"

Dalam sekejap mata, kedua Vampir pengawal dan satu vampir liar itu menghilang dari gang, menyisakan keheningan.

Alexander masih berdiri di tempatnya selama beberapa saat, memastikan tidak ada lagi energi asing yang mengancam di sekitar area wanita nya.

"Berani-beraninya tikus-tikus kecil itu mengincar milikku," gumam Alexander pada diri sendiri, tangannya mengepal erat hingga urat-urat di lengannya menonjol.

"Aku harus memperketat penjagaan di sekitar wanita keras kepala itu," gumam Alexander pada dirinya sendiri.

...🍷🍷🍷🍷🍷🍷🍷🍷🍷🍷...

Beberapa minggu berlalu sejak malam pertama Naya menginap di apartemen Fanya. Akhirnya, demi kenyamanan dan privasi yang lebih ketat, Naya memutuskan untuk membeli sebuah penthouse mewah dengan sistem keamanan nomor satu di pusat kota.

Naya belum berani kembali ke mansion pribadinya, dia sudah menghubungi Bi sumi, kalau dia sedang ada perjalanan ke luar negri selama beberapa bulan ke depan dan tidak akan. Pulang ke mansion.

Saat ini Naya berdiri di depan cermin kamar mandinya, dia menyibak pakaian yang dikenakannya, lalu menatap pantulan dirinya dari samping.

Perutnya yang biasanya rata dan berotot karena rajin berolahraga, kini mulai membuncit sedikit demi sedikit.

"Baru jalan satu bulan lewat sedikit, tapi kenapa perut ku udah kayak orang hamil tiga bulan?" bisik Naya pada dirinya sendiri, meraba permukaan perutnya yang terasa kencang dan hangat.

Naya segera bersiap-siap dan menghubungi Fanya untuk datang ke penthouse nya, dia tidak mau mengambil risiko pergi ke rumah sakit jika kondisinya yang tidak wajar ini sampai memicu kecurigaan orang luar.

"Gimana, Fan? Ini beneran nggak wajar, kan?" tanya Naya langsung begitu Fanya selesai memeriksa perutnya menggunakan alat USG portabel yang sengaja dibawa dari rumah sakit.

Fanya meletakkan alat pemindai itu dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu menatap Naya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Wajah sang dokter tampak sangat tegang.

"Nay....jujur aku bingung banget," jawab Fanya sambil mengusap sisa gel di perut Naya.

"Secara medis, pertumbuhan janin kamu ini sangat cepat, ukuran kantung rahim dan bayinya berkembang tiga kali lipat lebih cepat dari kehamilan biasanya," jelas Fanya, menggenggam tangan Naya.

Naya mendudukkan diri di sofa kamar, meremas jemarinya dengan cemas.

"Maksud kamu, anak ini bakal lahir lebih cepet dari sembilan bulan?" tanya Naya, pelan.

"Kemungkinan besar iya, Nay, dan yang bikin aku makin ngeri, detak jantungnya makin kuat banget, seperti ada energi besar yang dimiliki bayi kamu," ucap Fanya, ikut duduk di samping sahabatnya untuk menenangkan.

Naya menghela napas panjang, bersandar pada sandaran sofa sambil memegangi perutnya yang mulai menonjol di balik baju rumahan yang longgar.

"Bukan cuma soal perut, Fan, akhir-akhir ini aku ngerasa ada yang aneh sama lingkungan sekitar aku," ucap Naya dengan suara lirih, matanya melirik ke arah jendela kaca besar yang langsung menghadap pemandangan kota.

Fanya mengernyitkan dahi, menatap Naya dengan serius.

"Aneh gimana, Nay? Ada yang ngikutin kamu lagi kayak waktu itu?" tanya Fanya, khawatir.

"Seminggu terakhir ini, tiap malam atau pas sore-sore begini, aku sering ngelihat bayangan hitam berkelebat cepat di luar jendela balkon, padahal ini lantai tiga puluh, Fan! Nggak mungkin ada orang yang bisa gelantungan di luar sana," ucap Naya, menceritakan keanehan yang terjadi belakangan ini.

Mendengar penuturan Naya, bulu kuduk Fanya seketika meremang, dia menatap ke arah balkon luas yang dibatasi pintu kaca tebal.

"Kamu serius, Nay? Apa itu cuma halusinasi kamu karena kecapekan dan stres mikirin kehamilan ini?" tanya Fanya, ikut was-was.

"Aku yakin banget apa yang aku lihat itu nyata, kemarin malam, aku bahkan ngelihat sepasang mata warna merah menyala di balik gorden balkon pas aku bangun tengah malam," jawab Naya, mencengkeram lengan sofa dengan erat.

"Nay, kalau tempat ini udah nggak aman, gimana kalau kamu balik ke apartemen aku aja? Atau kita sewa pengawal pribadi?" usul Fanya menggenggam tangan Naya yang terasa dingin.

Naya menggelengkan kepalanya perlahan, menolak saran Fanya.

"Sistem keamanan di penthouse ini udah yang paling ketat di kota ini, Fan, kalau makhluk-makhluk itu tetep bisa mendekat, berarti pengawal biasa nggak bakal ada gunanya buat ngelawan mereka," ucap Naya dengan nada suara yang kembali tenang dan dingin.

Fanya menghela napas panjang, mengagumi sekaligus ngeri melihat ketangguhan sahabatnya ini.

"Tapi kamu nggak bisa terus-terusan kayak gini, Nay, tubuh kamu lagi bawa dua nyawa sekarang. Kamu harus lebih hati-hati," ucap Fanya, merapikan alat-alatnya ke dalam tasnya.

"Aku tahu cara jaga diri aku sendiri, Fan, mau itu manusia atau makhluk aneh sekalipun, kalau mereka berani macam-macam, mereka harus hadapi aku dulu," ucap Naya, dengan mata berkilat tajam.

"Yasudah aku harus kembali ke rumah sakit lagi, ingat kalau ada apa-apa, langsung hubungi aku ya," pesan Fanya, sebelum pergi.

"Iya."

Nasihat Fanya hanya dibalas dengan anggukan mantap oleh Naya sebelum sang dokter akhirnya pamit pulang karena hari sudah mulai gelap.

Naya mengunci pintu penthouse nya, berjalan menuju meja kerja di sudut ruangan, dan membuka laptopnya.

Kehamilan misterius ini memang gila, tapi bisnisnya tidak boleh hancur.

Sementara itu, suasana di dalam sebuah kantor megah milik keluarga Wijaya terasa sangat tegang.

BRAKK

Catalina menggebrak meja kerjanya dengan sangat keras, wajah cantiknya tampak memerah menahan amarah yang membakar dada.

Pipi kirinya yang ditampar oleh Naya di rumah sakit beberapa minggu lalu memang sudah sembuh secara fisik, namun harga dirinya sebagai pewaris tunggal Wijaya Group hancur berkeping-keping.

"Sialan kamu, Kanaya! Berani-beraninya kamu nampar aku di depan umum!" desis Catalina mengepal kan tangan nya kuat.

Di depan mejanya, seorang pria paruh baya yang merupakan kepala tim analis bisnisnya tampak menunduk ketakutan.

"Bagaimana dengan proyek pembangunan villa? Sudah kamu urus?" tanya Catalina dengan nada suara yang melengking tajam.

"S-sudah, Nona Catalina, sesuai perintah Anda, kami sudah memotong harga penawaran kita sampai batas paling bawah, dan beberapa investor dari negara G yang awalnya mendukung perusahaan Naya mulai ragu karena kita menyebarkan rumor bahwa pasokan bahan baku perusahaan Naya sedang bermasalah," jawab pria itu dengan tubuh yang sedikit gemetar.

Catalina tersenyum miring, sebuah senyuman penuh kelicikan yang sangat menjijikkan.

"Bagus, aku akan mengundurkan reputasi dia pelan-pelan. Kanaya itu terlalu sombong," ucap Catalina, tidak sadar diri.

1
muhammad ibnuarfan
aduuhh..bang James ni...cari kesempatan dalam kesempitan...bilang aja pengen cium...pakek banyak alasan...🤭🤭
Yue Li MZy
cerita ini apa hubungannya dgn Aurora Thor??,apa Alexander George termasuk saudara jauh Aurora??
Azura75
Ayo James. jgn ksh kendor..! kl perlu ada debay susulan. 😆
Rai Gojess
c assistan Raja Vampir ini, bakalan ada baby baru kalau begini Thor..🤣🤣
Nao_Hangesti 🍀
mantap bgt ka👍👍
Ayu Oktaviana
haduh james maen sosor aj ni ...🤣🤣😁😁
Ayu Oktaviana: awas ntar ketagihan lo🤣🤣😁😁🤭
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
heeeyyy main sosor aja kamu mah 🤣🤣🤣
Maria Lina
lanjut thor hehehe
Anbu Hasna
vampir bisa bercermin?
IG : hofi03_skrniii: kakkk😭😭
total 1 replies
Zhang Wuyang (张五阳)
akhirnya datang juga bapak dari anak nya itu 🗿
Zhang Wuyang (张五阳): hah, masak iya sih wah seru nih🗿💃
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
yaaahh, ketemu alex nya di tunda ampe besok 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
aki aki jatuh cinta, eh karuhun kali ya, soalnya umurnya udah ribuan tahun kan 🤔🤔🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
dih gak nyadar bapaknya 😒😒🤣🤣🤣
muhammad ibnuarfan
naaahhh...kaaannn...makanya...jangan ngeremehin musuh...katanya dijaga ketat...la itu musuh masih bisa masuk...😤😤😤...pada ngopi kali ya yang jaga...makanya kecolongan...🤭🤭
muhammad ibnuarfan
jangan suka meremehkan musuh Lex...
Eka Haslinda
penjaga bayangannya bobo kah 🤣🤣
Eka Haslinda
sepertinya asisten bapak Raja kecantol manusia juga 🤭🤭
Eka Haslinda
macam Bella hamil anak Edward
Rai Gojess
aiii mana tu penjaga bayangan? penjagaan ketat Konon tapi gak, bisa masuk tu vampir liar, gak ada penjaga...menipu saja kau Raja Vampir, Kanaya hampir celaka dan mati oleh para musuh vampirmu...hukum saja penjaga bayangan yang lalai, tidur dan makan dan minum darah saja kerja penjaga itu, dibodohi saja kau Raja Vampir yang sok sok kan tegas dingin dan sombong...
Maria Lina
yah thor lgi tegang"nya hbs hadeh😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!