Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 Penyesalan
"HAI DIAM!! ". Tegas seorang pria jas hitam yang menculik Alicia
Alicia terus berontak di dalam mobil mereka, dirinya berusaha untuk bisa lepas dari mereka kini kedua tangan nya di pegang erat oleh kedua pria di sisi kanan dan kiri. entah apa yang mereka ingin kan darinya, mobil terus melaju cepat dan tidak tahu membawa kemana.
"KALIAN MEMBAWA KU KEMANA??, LEPAS KAN!!! " Minta Alicia berontak
"DIAM!! ".
" gimana ini, bos minta nya Nona janet!! ". Ucap seorang pria di jok depan
" hah!!?? ".
"........ "
mereka semua terdiam, Alicia pun ikut terdiam. karena terkejut
"lalu wanita ini, kita Kemanain!??? ". ucap pria yang samping sisi kanan lagi pegang tangan Alicia dengan raut wajah bingung.
" kita kembali kan lah!! ". ucap nya
" What!!!, jangan gila, sekarang tuh polisi ada di rumah nya, bisa-bisa kita yang ketangkap ". ujarnya pria yang di samping Alicia
" iya terus kita membawa dia kemana!?? ". ucap pria yang di jok depan.
Pria yang di jok depan menelepon bosnya untuk minta saran.
" hallo bos, wanita yang kita culik di bawa kemana, bos, kalau di kembalikan ada para polisi ". Ujarnya
" Terserah, yang penting saya mau janet, PAHAM!! ". Ucap Aska bernada tenang namun tegas
" i... iya bos... s... saya paham.. ". Jawabnya gegep, ia pun menutup telepon dari bosnya
" kita tahan dia ke gedung kosong saja". ujarnya pada mereka berdua di belangkan jok samping janet
"ok". balas mereka berdua
Alicia terus berusaha melepaskan pegangan tangan dari mereka berdua
" DIAM!! ".
mobil pun melaju cepat
Di rumah janet kini dirinya hanya terdiam duduk di atas ranjang kasur dengan raut wajah murung, ia mengambil sebuah album foto terlihat di foto itu ada dirinya bersama Alicia dengan posisi merangkul tersenyum bahagia, di tangan Alicia ada sebuah piala. itu adalah momen terindah bersama adik tirinya.
"Alicia.... maafkan aku tidak bisa menjaga dengan baik". Gumam janet merasa bersalah dengan kejadian sekarang, kini dirinya sangat merindukan adik tirinya, janet merasa kesepian tidak ada keluarga atau seseorang di dalam hidupnya.
Janet berbaring Mengringkuk sambil memeluk sebuah album foto dengan meneteskan air matanya.
Di luar rumah terlihat Leon hanya berdiri diam di depan pintu sambil memperhatikan para polisi yang sedang olah TKP. tidak lama Leon melangkah jalan menghampiri salah satu polisi yang sedang mencatat.
"hallo pak!! ". ucap Leon
pak polisi berbalik badan
" iya. ada yang saya bantu!?? ". tanya nya dengan nada tenang
" bagaimana hasilnya untuk sekarang, apa ada pertunjuk! ". ucap Leon
" belum ada pak, tapi kami akan usaha kan untuk menemukan jejaknya". ucapnya
"ok, tolong kasih tau saya, kalau sudah menemukan sesuatu".
" baik". jawabannya berbalik kembali berkerja
Leon berbalik melangkah jalan kembali ke pintu rumah, isi pikiran nya merasa bingung entah harus bagaimana, sebenarnya Leon tidak ada kepentingan di keluarga janet, ia juga bukan siapa-siapa nya janet, tapi rasa peduli Leon ingin membantu walaupun tidak ada imbalan.
Leon memasuki rumah melangkah jalan ke atas kamar mencari janet, ia berjalan lorong pintu kamar, begitu banyak kamar, ia mencari keberadaan janet dengan Celenak-celinuk, Leon terus berjalan ujung pintu kamar terlihat ada cahaya.
Leon pun terkejut melihat janet tertidur Mengringkuk sambil memeluk sebuah foto di dadanya dengan erat. senyum tipis terlihat di bibir Leon, ia melangkah jalan mendekat
Leon mengambil foto dari pegangan di tangan janet dan meletakkan foto di atas meja, ia memperbaiki tidur nya janet dengan posisi terlentang menarik selimut menutupi tubuh janet dengan penuh perhatian, senyum tipis di wajah nya membuat Leon merasa kasian. Leon melangkah ke pintu kamar menutup pintu dengan berlahan.
****
****
****
Pagi pun tiba dengan matahari yang indah langit cerah memukau di rumah besar janet dengan keadaan yang masih di kelilingi para polisi, mereka masih fokus berkerja mencari jejak dan bukti yang mungkin mereka dapatkan. Seorang polisi melihat sesuatu yang mencurigakan di balik pot bunga, ia mendekat mengambil benda tersebut, dengan tangan yang sudah pakai sarung tangan, ia merasa heran dan bertanya-tanya di isi pikiran nya. dirinya berbalik melangkah jalan menghampiri komandan nya yang sedang berjongkok lagi memperhatikan darah di bawah tanah tersebut.
"Komandan!! ". sahutnya mendekat
Seorang komandan pun bangkit berdiri tegak.
" Ini saya menemukan benda ini, kayaknya ini baros elang ". Ujar nya memberikan benda baros pada komandan nya
"....... ". Komandan pun mengmbil benda baros di tangan pak polisi melihat-lihat dengan seksama " ok saya akan selidik, kayaknya saya pernah lihat, terus kan pencarian pentunjuk ". perintah pada pak polisi
" siap, komandan ". Jawab nya, ia berbalik pergi meninggalkan komandan nya.
Di dalam rumah janet terlihat Leon sedang meminum air putih meletakkan gelas air di atas meja makan.
" Kamu!!! ". sahut Janet yang baru terbangun dari tidurnya terlihat raut wajahnya begitu lesuh dan lemas, rambut panjang nya kini acak-acak an seperti singa, namun tetap cantik ia melangkah jalan mendekat leon.
Ekpresi wajah leon begitu datar menatap wanita yang baru saja bangun dari tidur nya terlihat kusut tapi masih tetap cantik leon melihatnya dengan penuh arti pada Janet.
Janet mendekat melihat wajah leon dengan lurus seakan-akan dirinya terbawa arus terlihat tubuh kekar leon sangat mengoda dengan wajah sangarnya. ia menatap mata leon penuh dengan Ekpresi wajah sedih
leon yang melihat bola mata Janet merasakan sakitnya yang di rasakan Janet
kedua tangan Janet merayap ke atas bahu leon, tubuh pria yang ada di depan nya ini sangat keras dia begitu tinggi membuat Janet harus mengangkat kepalanya.
"Apa yang ingin nona mau!?? ". Tanya leon sambil menatap tenang.
" leeeoon, aku ingin kamu jadi Beograd pribadi ku, Aku akan bayar kamu satu bulan sekali asal kan kamu nurut apa yang aku katakan". Ujar Janet dengan nada lemah namun penuh rasa kesepian.
"Mau bayar berapa!!?? ". tanya leon dengan tatap tajam namun penuh peduli
" Satu bulan sekali aku bayar 10 jt, bagaimana?? ".
" ok, tidak masalah". jawab leon senang, akhirnya leon bisa dapat kan uang dengan kerjaan yang bener, ini hal yang bagus baginya
Janet mencoba merayu leon dengan tangan terus merayap ke leher
leon mulai merasakan gairah, namun harus ia tahan, nona Janet memang cantik dan wangi tapi kalau untuk keuntungan harus di tahan.
"leeeoon...". Suara nada Janet merayu leon terdengar jelas
tubuh leon bergetar mendengar suara Janet mengodanya, seakan-akan kebawa arus, melihat wajah wanita ini di depan nya seperti ingin memuaskan nya, leon tak tahan tapi harus kuat tahan, dirinya berusaha keras untuk menahan nafsu di balik bawah celana nya sudah tegak berdiri. melihat ririkan matanya ingin memuaskan