NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Imbalan untuk resep

Namun sebelum Wang Hao sempat menjauh, Gu Yan teringat seuatu.

"Tunggu, Tuan Muda. Aku ingin mengkonfirmasi satu hal."

Wang Hao berhenti dan menoleh. "Apa itu?"

Gu Yan menatap kertas di tangannya, lalu kembali menatap Wang Hao dengan sorot mata penuh pertimbangan.

"Apa yang kau inginkan sebagai imbalan pil pencahar ini?" Ia menghela napas pendek. "Tidak mungkin kau memberikan resep seperti ini tanpa imbalan."

Wang Hao tersenyum tipis. Memang ini yang ia tunggu-tunggu.

Ia telah hidup cukup lama untuk memahami sifat dasar manusia. Orang akan selalu curiga terhadap sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma. Mereka akan lebih menghargai sesuatu jika mereka harus membayarnya. Gu Yan tidak berbeda. Pria tua itu mungkin seorang peracik ramuan berpengalaman, tetapi naluri dagangnya tetap bekerja seperti pedagang pada umumnya.

"Aku ingin satu cincin ruang dan satu kursi rotan," kata Wang Hao.

Gu Yan mengerjapkan matanya. "Hanya itu?"

Wang Hao mengangguk.

Keheningan menggantung di antara mereka selama beberapa saat. Gu Yan memandang Wang Hao seolah mencoba mencari tahu apakah pemuda itu sedang bercanda. Setelah tidak menemukan tanda-tanda gurauan di wajah Wang Hao, ia menggaruk kepalanya yang mulai beruban.

"Cincin ruang aku mengerti. Barang itu berguna untuk menyimpan benda-benda besar juga kecil. Meskipun harganya cukup mahal, masih masuk akal sebagai imbalan resep pil." Gu Yan menyilangkan tangannya. "Tapi kursi rotan... aku tidak mengerti. Untuk apa kau membutuhkan kursi rotan?"

"Saya punya alasan sendiri."

Gu Yan menatapnya beberapa saat lebih lama, lalu mengangkat bahu. "Baiklah. Aku tidak akan memaksa untuk tahu. Jika itu yang kau inginkan, akan kuusahakan. Kursi rotan mudah dicari, tapi cincin ruang... itu barang langka di kota ini. Aku harus mencarinya dulu."

"Berapa lama?"

"Paling lama dua hari." Gu Yan menepuk kertas di tangannya. "Sementara itu, aku akan memberikan resep ini ke Lao Fan. Dia akan membutuhkan waktu untuk mempelajarinya sebelum kita bertemu besok."

Wang Hao mengangguk. "Lakukan."

Ia berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang. Kali ini Gu Yan tidak menghentikannya. Wang Hao tiba di gudangnya, lalu segera duduk bersila di atas dipan batu dan menutup matanya.

Pikirannya kembali bekerja.

Cincin ruang adalah prioritas. Di dunia kultivasi mana pun, alat penyimpanan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan. Tanpa cincin ruang, ia harus membawa semua barang di tangan atau di dalam jubahnya, itu tidak praktis dan berbahaya. Resep pil pencahar yang ia berikan kepada Gu Yan sebenarnya jauh lebih berharga daripada sekadar satu cincin ruang tingkat rendah. Tetapi Wang Hao sengaja meminta imbalan yang lebih murah.

Ada dua alasan untuk itu.

Pertama, ia tidak ingin menarik perhatian. Jika ia meminta imbalan yang terlalu tinggi untuk resep sederhana, orang orang akan menaruh curiga padanya, dan dia tidak ingin itu.

Kedua, ia ingin Gu Yan merasa bahwa transaksi ini menguntungkan dirinya. Jika Gu Yan merasa diuntungkan, ia akan kembali lagi untuk meminta lebih banyak formula. Dan setiap kali ia kembali, Wang Hao bisa meminta imbalan yang semakin besar.

Adapun kursi rotan... itu bukan permintaan asal-asalan.

Wang Hao membuka matanya dan memandang ke langit-langit gudang yang terbuat dari balok-balok kayu tua. Ketika ia masih menjadi Kaisar Tertinggi di Dunia Dou Li, ia memiliki kebiasaan duduk di kursi rotan di puncak Gunung Tianluo setiap sore, menatap langit senja sambil merenungkan kultivasinya. Itu adalah salah satu dari sedikit momen ketenangan yang ia miliki di tengah kehidupan yang dipenuhi pertempuran dan intrik.

Kursi rotan itu bukan sekadar tempat duduk. Itu adalah simbol dari ketenangan yang ia cari. Dalam tubuh baru ini, ia ingin memulihkan kebiasaan itu.

Selain itu, duduk di kursi rotan lebih nyaman daripada duduk bersila di atas dipan batu. Jika ia akan menghabiskan waktu lama di gudang ini, kenyamanan adalah hal yang tidak bisa diabaikan.

Wang Hao menutup matanya kembali dan mulai menarik energi spiritual dari udara sekitar. Prosesnya lambat dan stabil, seperti tetesan air yang mengisi kolam kosong setetes demi setetes. Dia tidak terburu-buru. Dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti di kehidupan pertamanya, ketika ia berlari terlalu cepat menuju puncak dan meninggalkan celah-celah kecil di fondasi kultivasinya.

Kali ini, setiap lapisan harus sempurna.

Kali ini, ia akan membangun fondasi yang cukup kokoh untuk menopang apa pun yang berada di balik Mahayana.

Waktu berlalu sangat cepat. Matahari sudah tenggelam sepenuhnya, dan kegelapan malam menyelimuti Kota Lanyu. Cahaya lampu minyak dari toko depan Gu Yan merembes masuk melalui celah-celah pintu gudang.

Wang Hao masih bermeditasi ketika suara ketukan pelan terdengar dari pintu.

"Tuan Muda?"

Itu suara Gu Yan.

"Masuk."

Pintu terbuka dan Gu Yan melangkah masuk sambil membawa sesuatu di tangannya. Sebuah kursi rotan dari anyaman bambu dengan sandaran tinggi dan dudukan lebar. Kursi itu tidak baru, tetapi masih dalam kondisi baik.

"Aku baru ingat bahwa istriku punya kursi rotan yang sudah tidak dipakai," kata Gu Yan sambil meletakkan kursi itu di sudut gudang. "Jadi aku membawanya sekarang. Kuharap tuan muda tidak keberatan."

Wang Hao memandang kursi itu, lalu mengangguk. "Tidak. Terima kasih, ini sudah cukup baik."

Gu Yan menatapnya beberapa saat, lalu menghela napas. "Tuan Muda benar-benar orang yang sulit dipahami. Aku sudah hidup cukup lama untuk tahu bahwa tidak ada orang yang memberikan resep berharga hanya untuk kursi rotan. Tapi aku tidak akan bertanya lebih jauh." Ia berjalan menuju pintu, lalu berhenti sejenak. "Oh, soal cincin ruang, aku sudah mengirim pesan ke kenalanku di balai lelang. Besok siang mungkin sudah ada kabar."

"Baik."

Setelah Gu Yan pergi, Wang Hao bangkit dari dipan batu dan berjalan mendekati kursi rotan itu. Ia menyentuh anyamannya, merasakan tekstur kasar di bawah ujung jarinya. Kualitasnya biasa saja, jauh di bawah kursi rotan yang dulu ia miliki di Gunung Tianluo.

Tetapi untuk saat ini, itu sudah cukup.

Ia duduk di kursi rotan dan menyandarkan punggungnya. Bunyi derit pelan terdengar ketika anyaman bambu menyesuaikan diri dengan berat tubuhnya. Wang Hao menatap ke luar jendela kecil, memandang bintang-bintang yang mulai bermunculan di langit malam.

"Bagus," gumamnya pelan.

Ia menutup matanya dan kembali bermeditasi, kali ini dalam posisi duduk yang jauh lebih nyaman. Energi spiritual perlahan berkumpul di sekelilingnya, masuk melalui pori-pori, mengalir melalui meridian, dan menetap di lautan spiritualnya.

Malam itu, Wang Hao tidur dengan nyenyak untuk pertama kalinya sejak ia bangkit dari kubur.

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!