Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Sekarang arkan sudah kembali ke negara S dan dia sedang berada di ruangan bos Andika.
"Tuan Boni ingin kamu menemuinya."ucap Andika.
"Tidak..,maaf bos, saya tidak bisa karena tuan Boni memaksa saya untuk menikah dengan putri nya yang gila itu." tolak nya.
"kenapa kamu menolak anak tuan Boni, wanita itu sangat cantik,sexi dan juga dia anak tunggal." kata Andika yang sedikit menggoda Arkan.
"Apa bos lupa saya sudah punya istri."ujar nya.
"Apa kamu yakin kalau istri kamu masih sendiri?."
"Maksud bos."
"Bisa saja kan kalau istri mu sudah menikah lagi. "kata Dika lagi.
Arkan terdiam.
"Ini sudah enam tahun, Mungkin saja..."
"Maaf bos kalau sudah tidak ada lagi yang di bicarakan saya permisi dan saya akan menemui tuan Boni."potong nya yang langsung berdiri dan membawa berkas kerjasama mereka.
Melihat Arkan seperti itu Dika menghubungi seseorang untuk mencari tahu orang yang hilang,setelah semua informasi dia berikan Andika langsung mematikan sambungan telpon nya.
Sementara di cafe seorang wanita sedang menghadapi ke dua anak kembar nya yang merajuk karna di sekolah tadi ibu guru mereka menyuruh menyebut nama orang tua masing-masing dan mereka tidak tau nama ayah mereka yang membuat mereka di tertawa kan oleh teman-temannya, dia adalah Adiba Khanza.
"kami hanya ingin tau nama nya saja mah....,kami malu sama teman -teman karna hanya kami yang tidak tau nama ayah ."adunya dengan wajah cemberut.
Melihat anak -anak nya sedih Khanza merasa bersalah mau tidak mau dia memberitahu kan nama ayah mereka mungkin ini sudah saat nya mereka tau.
"mah...."lirih si kembar berkaca-kaca.
"Arkan Nugroho." ucap Khanza yang ikut berkaca-kaca.
"Di mana ayah kami?." tanya ke dua nya.
Inilah yang di takut kan oleh Khanza walaupun kemarin-kemarin dia masih bisa menyembunyikan nya dan masih di bawa becanda tapi suatu saat pasti anak-anak nya akan serius menanyakan ayah mereka dan ini saat nya.
"Mah...dimana ayah kami...apa ayah tidak sayang sama kami."kembali si kembar bertanya.
Khanza masih saja diam, Jagan kan anak -anak nya dia saja tidak tau di mana laki-laki itu.
"mama Khanza." teriak Fadil yang memanggil nama mama nya.
"Ada apa Fadil."tanya Khanza kaget.
"ayah ke mana,,,?."tanya Fadil.
Khanza mencari jawaban yang bisa di terima oleh otak kecil mereka, nanti kalau sudah dah sedikit dewasa dia akan memberitahukan pada ke dua anak nya kalau ayah nya pergi entah di mana.
"Ayah,,,,,ayah sudah di bawa sama Wewe gombel kan mama sudah pernah beritahu kalian." terang Khanza yang mencari alasan karena alasan itu pernah dia gunakan.
"Kenapa di bawa sama Wewe gombel?."kembali Farah bertanya.
"karena ayah kalian jelek dan Wewe gombel suka sama orang jelek."kata Khanza yang di angguk kin sama si kembar,entahlah mereka masih percaya atau tidak tapi saat ini hanya alasan itu yang bisa dia katakan.
"jelek bangat ya ma,,,,."tanya Farah.
"Iya...,jelek banget dan juga ayah sangat bau." tambah nya lagi.
"Berarti jelek nya seperti Fadil."kata Farah lagi yang membuat Fadil menatap nya tajam.
"Becanda Fadil."ralat nya dengan memamerkan gigi nya.
"Apa kalian ingin ketemu ayah?."tanya Khanza walaupun pura-pura.
Si kembar diam dan saling lirik lalu dengan kompak bilang tidak.
"Tidak mau...,Fadil tidak mau sama ayah Arkan yang bau dan jelek." kata Fadil yang membuat Khanza melotot kan mata nya.
"suruh kakak saja yang jadi anak nya ayah Arkan Fadil tidak mau." lanjut nya lagi lalu Fadil meninggalkan mama sama kakak nya.
"masih mau tanya ayah lagi...,atau mau mama bawa ke ayah ketemu sama Wewe gombel?." ucap nya yang pura-pura tegar.
"Tidak...,Fara juga tidak mau ketemu ayah."kata nya dan menyusul Fadil.
Melihat anak-anak nya sudah keluar dari ruangan nya Khanza langsung merosot ke lantai dengan air mata yang bercucuran keluar dan juga memegang dadanya yang sesak.Hanya alasan itu yang bisa dia katakan jangan kan anak -anak nya dia sendiri saja tidak tau di mana laki-laki yang sudah memberinya dua anak.
Setelah kejadian itu Farah maupun Fadil sudah tidak bertanya lagi dimana ayah mereka,malah nama ayah nya jadi bahan untuk mereka saling ejek seperti sekarang
"Kamu yang anak nya ayah Arkan yang bau dan sebentar lagi Wewe gombel akan datang dan ambil kamu." kata Fara yang sengaja menggoda Fadil.
"kakak yang anak nya ayah Arkan sama- sama bau dan malas mandi. "balas Fadil tidak mau kalah.
Dan saling ejek itu pun selesai karna Khanza menengahi mereka.
Sudah tiga bulan berlalu dan sekarang Arkan sama Andika sudah berada di bandara dan tujuan mereka adalah kota S.
Setelah sampai mereka menginap di salah satu hotel karena mereka sampai sudah malam dan juga pagi-pagi besok mereka akan meninjau lokasi.
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...