NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Tingkah

Daniela mengangkat kedua alisnya sambil sekuat tenaga menahan tawa. Terlihat sekali kalau Darren sedang berusaha keras menghindarkan tatapannya dari sosok dirinya yang saat ini memang tengah mengenakan pakaian seksi. Daniela merasa sah-sah saja berpakaian seperti itu karena memang sedang tidak berkeliaran. Suruh siapa Darren mengetuk pintu kamarnya.

"Mau apa?"

"Cepat, aku tidak punya banyak waktu!"

Setelah itu Darren bergegas pergi dari hadapan Daniela dengan mencoba mengatur napasnya yang memburu.

Daniela kembali menutup pintunya. Bukannya langsung berganti pakaian, dia malah berdiri di depan cermin full body dan memperhatikan dirinya. Perlahan bibir sensual gadis itu merekah menampakkan senyum geli.

"Pantas saja si gunung es itu kelabakan. Pakaian gue... astaga..."

Daniela terbahak sambil geleng-geleng kepala.

"Gara-gara si Haruni telepon, gue jadi lupa nanya dulu siapa yang ngetuk pintu," gumamnya sambil secepatnya mengganti pakaiannya yang sembrono dengan pakaian yang lebih sopan. Lalu keluar dari kamarnya.

Daniela melangkah menuju tangga untuk turun ke ruang kerja Darren yang ada di lantai satu. Dia sengaja tak menggunakan lift supaya bisa sekalian mengolahragakan kakinya.

Tapi saat baru sampai di lantai dua, ia berpapasan dengan Aisyah yang menenteng kantong plastik.

"Ini sepatunya sudah kering," katanya ketus, sambil mengangsurkan pada Daniela.

Gadis itu menerima dan membuka ikatan kantong plastik itu. Sejenak ia mengendus-endus pura-pura membaui.

"Dih, masih bau! Buang aja deh. Aku udah gak mau pakai, ah!" perintahnya sambil menahan tawa.

Betapa merah padamnya wajah Aisyah. Perasaan dongkol, kesal dan marah bercampur jadi satu dan saling bergulat di dalam dadanya. Tapi Daniela cuek. Ia segera melanjutkan tujuannya, takut tawanya pecah saat itu juga.

Ingin sekali Aisyah melemparkan sepatu-sepatu itu ke kepala dan punggung Daniela sampai wanita itu menjerit kesakitan. Tapi apalah daya, dia hanya seorang pelayan, sementara posisi Daniela lebih tinggi darinya.

Sementara itu Daniela sudah berdiri di depan ruang kerja Darren dan mengetuknya.

"Masuk!"

Daniela pun membuka pintu dan melongokkan kepala. Terlihat lelaki itu tengah berdiri membelakanginya dan menghadap jendela besar dengan view kolam renang.

Perlahan Daniela masuk. Tapi setelah beberapa saat Darren tetap di posisinya, Daniela pun tak tahan untuk bersuara.

"Woy, helllooo..."

Barulah Darren membalikkan badannya. Tapi ia tetap menghindari beradu tatap dengan mata Daniela.

Ia melangkah menuju meja kerja dan duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Daniela duduk di hadapannya. Darren membuka laci, lalu mengeluarkan sebuah map.

"Itu surat perjanjian kita. Bukalah dan baca dengan teliti. Setelah kamu setuju, segera tandatangani!"

Perlahan tangan Daniela terulur. Dia membuka map dan mulai membaca setiap kalimat yang tertera di sana selama beberapa saat dengan konsentrasi penuh. Lalu kembali menyimpannya di atas meja.

"Well, sebuah perjanjian klasik yang biasa digunakan para pembual yang mengatasnamakan pernikahan dengan syarat," gumamnya pelan. Tapi cukup jelas di telinga Darren.

"Maksud kamu apa?"

"Ya pembual, benar kan? Kita menikah hanya untuk memenuhi wasiat Grandpa kamu. Begitu juga aku. Terus kamu akan melepaskan aku setelah aku menemukan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Tapi satu yang aku nggak ngerti," kata Daniela tegas.

"Apa?"

"Kenapa kamu harus melindungi aku dari keluargaku? Toh aku sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan mereka setelah Nenek dan Kakekku meninggal," kata Daniela heran. Menurutnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Aku juga tidak tahu, tapi setiap Grandpa memintaku untuk menikahimu, salah satu yang selalu beliau tegaskan adalah aku harus melindungi kamu dari keluargamu sendiri."

Daniela termenung. Memang dia tak memiliki kedekatan dengan keluarga dari ayahnya. Tanpa alasan yang Daniela ketahui, mereka begitu membencinya. Entah kesalahan apa yang sudah dia perbuat pada mereka.

"Sudahlah, sekarang cepat tandatangani itu."

Tanpa membantah dan dirasa tak ada yang memberatkan dirinya, Daniela pun segera menandatangani perjanjian itu.

"Dan ini, kartu yang bisa kamu gunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan kamu."

Darren menyerahkan black card, lambang prestisius orang-orang yang memiliki kekayaan yang tak akan habis tujuh turunan itu.

Seketika mata Daniela melotot tapi senyum lebar terukir di wajahnya. Perlahan ia mengambil benda pipih itu, lalu membolak-balikkannya di depan matanya seolah sedang meneliti keasliannya.

"Beneran ini buat aku? Kamu nggak akan nyesel? Jajanku banyak loh."

Darren memutar bola matanya. Ia berdiri dari duduknya lalu menuju pintu keluar yang menghubungkan ke kolam renang.

"Darren, ini nggak ada batasannya kan?" tanya Daniela sambil memburu langkah Darren yang sudah berada di pinggir kolam.

"Gunakan untuk semua keperluanmu. Asal satu, kamu tidak boleh lagi kerja malam, kalau itu bisa disebut pekerjaan!" jawab Darren dingin.

Daniela mendengus pelan, lalu memasukkan kartu itu ke dalam saku kemejanya.

"Oke bos. Asal kamu nggak jantungan aja kalau nanti lihat tagihannya. Aku ini kalau udah belanja suka lupa daratan," ucap Daniela setengah mengancam.

Darren tak menjawab. Dia malah langsung menceburkan diri ke kolam renang setelah melucuti pakaiannya dan menyisakan celana renangnya saja.

"Woy Darren, jawab dulu!" teriak gadis itu. Dia belum tenang kalau belum ada persetujuan.

"Terserah kamu. Uangku tidak akan habis sampai tujuh turunan."

Terdengar sombong, tapi tak bisa dipungkiri kalau ucapan si gunung es itu benar adanya. Daniela pun terkekeh.

"Tapi sekali-sekali boleh kan kalau cuma clubbing?" teriaknya lagi. Tapi tak ada jawaban.

"Oke boleh." Jawabnya sendiri.

"By the way, si Runi bener, Darren hot abis!" Gumamnya sambil cekikikan dam hati lalu segera pergi dari situ sebelum ia lupa diri dan ikut nyebur.

***

Sementara itu di kamarnya, Aisyah mondar-mandir dengan wajah memerah menahan amarah. Ia masih mendongkol karena merasa sudah dikerjai oleh Daniela. Padahal ia sudah susah payah menahan mual, mencuci sepatu-sepatu itu sampai tidak tercium lagi bau kotorannya. Tapi sekarang ia malah diminta untuk membuangnya.

"Sialan! Dasar cewek stres! Awas saja, aku akan membalasnya berkali-kali lipat!"

Tangan Aisyah langsung menyambar ponsel yang ada di atas meja riasnya, lalu mencari nama Selina di daftar kontaknya.

"Halo, ada apa Aisyah?" tanya Selina setelah telepon itu tersambung.

"Perempuan itu benar-benar kurang ajar, Nona. Dia sudah mengerjai saya habis-habisan," lapor Aisyah dengan suara bergetar menahan emosi.

"Apa lagi yang dia lakukan?"

"Setelah saya membersihkan semua sepatunya yang penuh kotoran itu sampai bersih, sekarang dia malah menyuruh saya membuang semuanya."

Aisyah terisak. Jemari tangannya meremas ponsel di genggamannya hingga memucat. Tapi terdengar tawa renyah di seberang telepon.

"Kenapa Nona jadi menertawakan saya?"

"Habisnya kamu itu bodoh! Mau saja dikerjain. Sekarang datang ke rumahku. Aku ada hadiah buat si cewek tengil itu!"

Mendengar hal itu, tangis Aisyah mendadak berhenti. Ada kilat penuh kekesalan di matanya yang masih sembap.

"Kok dikasih hadiah, Nona?"

"Datang saja dulu. Aku punya sesuatu yang sangat spesial. Sesuatu yang akan membuat perempuan itu menyesal sudah mengusik kamu." jawab Selina dengan nada suara yang rendah namun penuh keyakinan.

Aisyah tersenyum miring. Ia segera menyeka air matanya dan merapikan pakaian. Tanpa membuang waktu, ia mengendap-endap keluar lewat pintu belakang agar tidak berpapasan dengan Daniela atau Darren yang masih berada di area kolam renang.

Di kepalanya sudah terbayang bagaimana Daniela akan menerima konsekuensi dari perbuatannya. Amarah yang tadi membakar dadanya kini berganti dengan rasa puas yang luar biasa, meski ia sendiri belum tahu benda apa yang sudah disiapkan Selina untuknya.

"Tunggu saja, Daniela. Kamu pikir kamu bisa menang?" gumam Aisyah pelan sambil melangkah cepat meninggalkan gerbang belakang rumah mewah itu.

1
olyv
daphne cantik imut rambut keemasan seketika aku membayangin wajah kamari 🤭
Nittha Nethol
lanjut thor
Novi Partusia
mungkin nunggu ingatannya darren pulih dulu biar dia ingat semuanya..
Nasya
bagus daniela hempaskan ulat bulu
Nasya
🥰🥰🥰🥰 ini yang dinanti
mimief
semangat dan..Darren Dateng dengan versi terbarunya itu
Muft Smoker
meweek aq tuuuh ,,
mungkin di masa lalu Darren org yg arogan Daniela ,,
tp saat ni Darren sosok ayah yg merindukan keluarga kecil ny ,,
mungkin sulit tuk melupakan masa lalu yg menyakitkan ,, tp fikirkan juga daphnee ,, dy juga merindukan papa ny ,,
olyv
lanjut thor 😍😍👍👍
Neng Nosita
gak perlu adaptasi donk karena udh pernah bertemu/kenal
olyv
wah akhirnya mereka bertemu lanjut thor
Neng Nosita
waah..jangan² nanti ketemu Darren dsana
Ivy
anakmu darren ahh thor padahal dikit lagi ney sebut nama ibunya 😁
olyv
empat tahun masa ngak ketemu jejaknya daniella, percuma jadi orang berkuasa payah kamu darren
olyv
kasihan darren semangat terus y
olyv
kelamaan darren, aluna sudah pergi lagi
Muft Smoker
lanjuuut. kak ,,



ayooo darreeen berusaha teruus ,, bukti kan klo km uuddh berubah
mimief
ayoo garcep ren,bisa ditikung lagi Lo sama yg lain🤣🤣
Nasya
semoga aja darren sampai daniela belum pergi bersama anaknya
Nasya
diihh ngarep selina
olyv
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!