"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 7
Setelah mendengar perintah itu perlahan Oh pil sun mengangkat kedua tangannya, ia memegang kedua sisi ujung kain yang menutupi wajah wanita dihadapan nya, lalu mengangkatnya dengan perlahan, sedikit demi sedikit bagian wajah Or ji oh mulai terlihat, di mulai dari bibirnya yang tipis yang di warnai dengan lipstiknya yang berwarna merah muda. "Deg" Saat melihat bibir itu hati Oh pil sun langsung berdetak, ia mengenali bibir itu. Namun ia tidak menghentikan tangannya dan tetap mengangkat penutup wajah itu dengan perlahan, kini bukan hanya bibir nya yang terlihat tapi juga hidung nya yang kecil dan sedikit mancung.
Kini Oh pil sun sudah tahu siapa pemilik bibir dan hidung itu, dengan gerak cepat ia ngangkat seluruh penutup wajah itu dan menampakkan seluruh wajah Or ji oh. Oh pil sun diam, dia terlihat tidak suka saat ia melihat wajah Or ji oh, "silahkan cium pengantin wanita anda." ulang pembawa acara itu dengan memperjelas maksud perkataannya yang sebelum nya, setelah melihat Oh pil sun hanya diam tidak melakukan apa-apa.
Mendengar itu dengan cepat Oh pil sun langsung menarik Or ji oh menghadapnya, lalu perlahan menundukkan wajahnya. Dari belakang ia terlihat seperti sedang mencium Or ji oh, padahal tidak! "setelah acara ini selesai kau harus pikirkan bagaimana cara memberi penjelasan pada ku!" kata Oh pil sun penuh penekan dengan berbisik didepan Or ji oh, ia merasa seperti telah di jebak dan dipermainkan oleh neneknya, ibunya dan juga Or ji oh orang yang paling disayangi oleh neneknya dan juga ibunya.
Oh pil sun pikir Ye eun tidak datang hari ini, semua itu adalah rencana nenek dan juga ibunya, yang sejak awal memang tidak menginginkan pernikahannya dan Ye eun terjadi. Mendengar itu Or ji oh mengernyitkan dahi, ia tahu Oh pil sun telah salah paham padanya.
"Kata kan pada ku apa yang telah kau lakukan pada Ye eun?!" kata Oh pil sun tiba-tiba dengan mencengkram tangan Or ji oh kuat, setelah semua orang pergi dan hanya tinggal mereka berdua, beserta beberapa pengawalan pribadi Oh pil sun yang tidak masuk hitungan. Mendengar itu dahi Or ji oh langsung mengernyit, ia tidak melakukan apa-apa, dan bahkan terkejut saat Oh pil sun mencengkram tangannya dengan begitu kuat. "Aku tidak melakukan apa-apa padanya!" jawab or ji oh dengan nada dingin sambil melepaskan tangannya dari cengkraman Oh pil sun, karena tidak suka dengan tuduhan Oh pil sun, namun Oh pil sun tidak melepaskan tangannya.
"Bohong!" Bentak Oh pil sun tidak percaya dan semakin menguatkan cengkraman pada tangan Or ji oh. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh Or ji oh, selain dia adalah kepercayaan ibu pimpinan, dia juga adalah anak dari pemilik Ma&Group. Oh pil sun paling tahu bahwa Or ji oh bisa melakukan apa saja yang diperintahkan oleh ibu pimpinan pada nya, seperti yang pernah ia lakukan dulu, yaitu meminta Ye eun menjauhinya. "aku tidak perlu berbohong untuk apa yang tidak ku lakukan!" tekan Or ji oh dengan nada dingin has milik nya, ketika tidak terima dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan.
"ck" Oh pil sun tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan Or ji oh, bahkan mimik wajahnya terlihat seperti mengejek, sebab ia tahu seperti apa perasaan Or ji oh terhadapnya dulu, bahkan Or ji oh pernah hampir menjadi duri di antara hubungannya dan Ye eun. "apa kau pikiran kau begitu tampan, hingga membuat ku buta, lalu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mu?!" balas Or ji oh yang menyadari arti senyum sinis Oh pil sun tersebut.
"memangnya tidak?!" jawab Oh pil sun begitu percaya diri, "ck" sontak membuat Or ji oh tergelak, "darimana kalau mendapatkan kepercayaan diri mu itu?!" ejek Or ji oh, "bahkan Kim yang lebih muda dari mu saja tidak se percaya dirimu!" ia membandingkan Oh pil sun dengan asisten pribadi Oh pil sun, yang sejak tadi juga berada disana. Sontak membuat Oh pil sun kesal, sedangkan yang mendengar namanya dibawa-bawa langsung berbalik menghadap belakang, ia tidak mau terlibat dalam pertengkaran sepasang pengantin baru itu.
"Baiklah! kalau kau ingin berbohong!" tekan Oh pil sun terdengar mengancam, ia tidak suka Or ji oh melibatkan Kim diantara mereka, lalu menekan tangan Or ji oh lebih kuat. Sedang memberi peringatan pada Or ji oh, bahwa ia bisa menyakiti orang yang telah membohonginya tidak peduli siapa pun itu. Namun Or ji oh tetap terlihat tenang, seolah pergelangan tangannya baik-baik saja.
"aku tidak berbohong!" kata Or ji oh mulai malas "baiklah, dulu aku memang pernah menyukai mu," akui Or ji oh mulai jengah karena Oh pil sun menuduh nya berbohong, sembari melihat kearah pergelangan tangannya yang mulai memerah, "tapi itu dulu!" tekan nya, "lagi pula kau pikir berapa lama perasaan sepihak akan bertahan?" lanjut Or ji Oh dengan melemparkan pertanyaan kepada Oh pil sun.
"teruslah berbohong!" kata Oh pil sun semakin menambah tekanan ditangannya hingga membuat pergelangan tangan Or ji oh semakin memerah, "ssstt" desis Or ji oh tertahan, adalah sebuah kebohongan jika dia tidak merasakan sakit, bahkan pergelangan tangannya rasanya mau patah, namun tatapan angkuh tetap terpancar dari matanya, percis seperti neneknya Oh pil sun dan itulah salah satu hal yang membuat nenek Oh pil sun sangat menyukai Or ji oh.
"aku tidak berbohong!" tekan nya lagi, "baiklah, jadi kau ingin bilang bahwa kau tidak tahu bahwa aku dan Ye eun akan menikah hari ini, kau juga tidak tahu bahwa Ye eun tidak datang, selain itu kau hanya kebetulan juga memiliki urusan ditempatkan ini dan tidak sengaja bertemu dengan ibuku. Lalu ibuku memohon kepada mu agar kau mau menikah denganku untuk mencegah keluargaku dari malu, begitu kan?!" tutur Oh pil sun menjabarkan dengan tepat.
"hmm" jawab Or ji oh membenarkan dan sedikit kagum karena Oh pil sun dapat menebak semuanya dengan benar, namun saat ia mendengar ucapan Oh pil sun selanjutnya sungguh membuat nya sakit hati, "wah, Or ji oh kau memang sungguh berbakat untuk menjadi pengarang cerita." kata Oh pil sun mengejek Or ji oh. "setelah sukses mengarang cerita tentang pernikahan pura-pura, sekarang kau ingin membuat cerita tentang pahlawan. Kalau begitu kenapa kau tidak menjadi pengarang saja!" ejek Oh pil sun masih belum puas.
"terserah kau mau bilang apa!" kata Or ji oh malas tak ingin menanggapi ejekan Oh pil sun, "tapi satu hal yang akan aku ingatkan pada mu, jika kau sampai membuat tangan ku patah, maka seluruh harta yang dimiliki keluarga Oh tidak akan mampu menggantinya!" kata Or ji oh mengingatkan dengan penuh penekan, bahwa ia bukanlah wanita yang bisa ditindas seenaknya. Tapi ia juga sedikit penasaran bagimana Oh pil sun tahu kalau dia pernah melakukan pernikahan pura-pura, padahal pernikahan itu dilakukan secara tertutup dan juga rahasia, hanya orang tertentu yang tahu sama seperti pernikahannya dan Oh pil sun yang baru berlangsung tadi. Sekarang Or ji oh tahu bahwa Oh pil sun pernah menyelidikinya.
Saat itu juga Oh pil sun langsung melepaskan tangan Or ji oh. "sssttt!" desis Or ji oh memegang bagian tangannya yang memar, "percayalah suatu hari nanti aku pasti akan membuat perhitungan untuk ini!" katanya pada Oh pil sun dengan sorot mata menyimpan dendam. "ck, ternyata memang sungguh putri presdir utama Ma Eun Yong!" cibir Oh pil sun mengejek dan terlihat sinis, karena hubungannya dengan Ma Eun Yong memang tidak baik, "baiklah, jika kau ingin membuat perhitungan aku pasti akan menunggu nya." lanjut Oh pil sun lalu berjalan meninggalkan Or ji oh.