Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebangkitan Roh Bela Diri
Pagi hari di Desa Maple terasa sangat tenang.
Kabut tipis masih menyelimuti jalanan kecil desa. Udara pagi yang dingin bercampur aroma kayu dan tanah basah setelah hujan semalam.
Li Yu’er duduk di depan rumah kayu sederhana sambil memandangi langit.
Tatapannya jauh berbeda dibanding anak-anak seusianya.
Tenang.
Terlalu tenang.
Sudah semalaman ia mencoba menerima kenyataan bahwa dirinya benar-benar berpindah ke dunia Douluo Dalu.
Dan semakin ia memikirkan semuanya…
semakin jelas satu hal dalam pikirannya.
Kekuatan.
Di dunia Douluo, hanya orang kuat yang bisa hidup bebas.
Orang lemah hanya akan diinjak.
Li Yu’er menunduk menatap telapak tangannya sendiri.
Tubuh kecil.
Usia enam tahun.
Namun di balik tubuh itu terdapat jiwa pria dewasa dari dunia modern.
“Yu’er!”
Suara lembut seorang wanita membuat lamunannya buyar.
Ibunya berjalan keluar rumah sambil membawa semangkuk sup hangat.
Wajah wanita itu terlihat cantik dan lembut, meskipun pakaian yang dikenakannya sederhana.
Namanya Lin Yue.
Ibu dari tubuh ini.
“Kenapa melamun dari tadi?” tanyanya sambil tersenyum.
Li Yu’er sedikit terdiam sebelum akhirnya menerima mangkuk sup itu.
“Tidak apa-apa, Ibu.”
Lin Yue mengusap kepala Li Yu’er perlahan.
“Hari ini hari penting untukmu. Jangan gugup.”
Li Yu’er mengangguk pelan.
Hari kebangkitan roh bela diri.
Hari yang menentukan masa depan setiap anak di Benua Douluo.
Jika seseorang memiliki roh bela diri bagus dan soul power bawaan tinggi, maka jalan hidupnya akan berubah total.
Namun jika hasilnya buruk…
mereka hanya akan hidup sebagai rakyat biasa sepanjang hidup.
Li Yu’er menarik napas perlahan.
Jujur saja…
ia juga penasaran.
Roh bela diri apa yang akan ia miliki?
Sebagai orang yang mengetahui alur dunia Douluo, Li Yu’er tentu berharap memiliki roh bela diri kuat.
Namun ia juga tahu kenyataan tidak selalu seindah harapan.
Banyak orang lahir dengan roh bela diri sampah.
Cangkul.
Sapu.
Sendok.
Bahkan rumput liar biasa.
Karena itu, tidak ada seorang pun yang bisa memastikan nasib mereka sebelum proses awakening dilakukan.
“Yu’er! Cepat!”
“Tuan Spirit Master sudah datang!”
Suara beberapa anak terdengar dari kejauhan.
Li Yu’er segera berdiri.
Lin Yue membantu merapikan pakaiannya sambil tersenyum lembut.
“Ayo.”
Li Yu’er mengangguk.
Tak lama kemudian, mereka berjalan menuju aula kecil di tengah desa.
Hari ini seluruh anak usia enam tahun di Desa Maple berkumpul di sana.
Suasana aula cukup ramai.
Anak-anak terlihat gugup sekaligus bersemangat.
Beberapa orang tua juga ikut datang untuk melihat hasil awakening anak mereka.
Di bagian depan aula berdiri seorang pria berjubah putih dengan lambang khusus di dada kirinya.
Spirit Hall.
Tatapan Li Yu’er sedikit berubah.
Simbol itu sangat familiar baginya.
Pria tersebut tampak berusia sekitar tiga puluhan dengan wajah dingin dan aura tenang.
Di sampingnya terdapat bola kristal biru dan enam batu hitam kecil.
“Semua anak berdiri berbaris.”
Suara pria itu terdengar tenang namun tegas.
Aula langsung menjadi sunyi.
Li Yu’er ikut berdiri di antara anak-anak lain.
Pria berjubah putih itu melirik mereka sekilas sebelum berbicara.
“Aku Spirit Grandmaster dari Spirit Hall cabang Kota Luo’an. Kalian bisa memanggilku Master De.”
“Selanjutnya aku akan membantu kalian membangkitkan roh bela diri.”
Anak-anak langsung terlihat gugup.
Beberapa bahkan menelan ludah.
Master De tidak membuang waktu.
Ia segera meletakkan enam batu hitam membentuk lingkaran di lantai.
“Anak pertama. Masuk.”
Seorang anak laki-laki berjalan masuk dengan wajah tegang.
Cahaya samar mulai keluar dari enam batu hitam.
Tak lama kemudian sebuah cangkul tua muncul di tangan anak itu.
“Roh bela diri cangkul. Tidak ada soul power.”
Master De berkata datar.
Anak itu langsung menunduk kecewa.
Proses awakening terus berlanjut.
Sabit.
Tongkat kayu.
Pisau dapur.
Rumput biru.
Hampir semuanya roh bela diri biasa.
Tidak ada yang spesial.
Li Yu’er diam memperhatikan semuanya.
Ia tahu beginilah kenyataan dunia Douluo.
Mayoritas orang hanyalah rakyat biasa.
Spirit master sejati sangat langka.
“Selanjutnya, Li Yu’er.”
Suara Master De membuat aula menjadi tenang.
Li Yu’er perlahan berjalan maju.
Entah kenapa, sejak tadi Master De beberapa kali memperhatikannya.
Mungkin karena aura Li Yu’er terlalu tenang dibanding anak-anak lain.
Li Yu’er berdiri di tengah lingkaran batu hitam.
“Tenangkan pikiranmu,” ucap Master De.
Li Yu’er mengangguk pelan.
Detik berikutnya—
enam batu hitam mulai bersinar terang.
Gelombang energi hangat menyelimuti tubuh Li Yu’er.
Matanya sedikit membesar.
Ia bisa merasakan sesuatu di dalam tubuhnya bergerak.
Seolah ada kekuatan yang selama ini tertidur mulai bangkit.
WHUSHH—
Cahaya biru keperakan tiba-tiba muncul di tangan kanannya.
Seketika suasana aula berubah sunyi.
Sebuah busur panjang indah perlahan terbentuk.
Busur itu berwarna perak gelap dengan ukiran cahaya menyerupai bulan sabit.
Aura dingin namun elegan menyelimuti seluruh ruangan.
Bahkan udara di sekitar terasa sedikit berubah.
Mata Master De langsung membesar.
“Ini…”
Li Yu’er sendiri sedikit terkejut.
Karena busur itu sangat familiar.
Moonlit Arrow.
Roh bela diri yang mirip kemampuan Miya dari Mobile Legends: Bang Bang.
Namun sebelum siapa pun sempat berbicara—
DEG!
Jantung Li Yu’er tiba-tiba berdegup keras.
Sebuah cahaya emas samar muncul sesaat di tubuh kirinya.
Sangat singkat.
Namun Li Yu’er langsung merasakan hawa suci yang luar biasa kuat.
Matanya mengecil.
Roh kedua!
Valkyrie Freya hampir muncul!
Untungnya ia bereaksi cepat.
Li Yu’er segera menekan energi itu kembali ke dalam tubuhnya.
Cahaya emas tadi menghilang seolah tidak pernah ada.
Tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
Kecuali…
tatapan Master De sempat berubah sedikit aneh.
Namun pria itu segera mengalihkan perhatiannya pada busur di tangan Li Yu’er.
“Roh bela diri tipe busur…”
“Dan kualitasnya sangat tinggi…”
Master De terlihat serius sekarang.
Ia segera mengambil bola kristal biru.
“Sentuh ini.”
Li Yu’er menarik napas pelan lalu meletakkan tangannya di atas kristal.
Detik berikutnya—
BOOM!
Cahaya biru terang langsung memenuhi seluruh aula.
Kristal di tangan Master De bersinar sangat terang hingga hampir menyilaukan mata semua orang.
Ekspresi pria itu berubah drastis.
“Ini…!”
“Innate full soul power?!”