NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:100.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 18

Tok

Tok

Tok

Pintu diketuk pelan. Rumi dan Asti saling pandang. Setelah kejadian tadi siang di toko roti, Asti menemani Rumi di rumah. ,

"Kamu pesen paket?" tanya Asti. Rumi menggeleng.

"Nggak, Asti!" jawab Rumi.

Asti bangkit dari duduknya dan ngintip dari gorden. Matanya langsung melotot.

“Anjir,” desisnya.

“Mak Lampir. Nggak ada akhlak datang lagi ke sini! Mau apa lagi dia?”

"Rumi! Buka pintunya! Jangan sampai aku tendang sampai rusak!" teriak Bu Sri.

"Bikin emosi aja nih Nak Lampir satu!"

Asti buka pintu setengah. Badannya ngehalangin Bu Sri masuk ke dalam rumah kontrakan Rumi.

 “Mau apa, Bu? Nambah dosa? Mending pulang saja deh Bu Sri. Lagian suka banget nyakitin mantunya!”

"Minggir kamu, Kompor meleduk! Aku datang ke sini mau bicara dengan wanita itu!" Mata Bu Sri awas melihat ke dalam rumah.

Mencari sosok Rumi, namun Asti malah semakin menghalangi pintu. Membuat Bu Sri kesal sekali kepada teman Rumi itu.

"Wanita itu, wanita itu! namanya Arumi! Dahlah, sana Bu jangan buat masalah di sini! Bikin malu sendiri!" kesal Asti.

"Nyebelin sekali kamu! Awas kamu!"

Mereka berdua saling sikut mepertahankan posisinya. Asti menahan sedangkan Bu Sri berusaha masuk ke dalam rumah.

“Asti, biar aku temui dia! Aku baik-baik saja kok!" Rumi mendekat saat mendengar keributan keduanya.

“Tapi Rum, tuh Lampir datang pasti cuma mau nyakitin kamu! Jangan sampai kamu stress dan pada akhirnya malah akan berpengaruh dengan kehamilan kamu!" khawatir Asti.

“Aku baik-baik saja, Asti,” Rumi senyum. Tipis. Tapi matanya berkata lain. Rumi juga menenangkan Asti dengan mengusap tangannya lembut. Asti hanya menghela napas dan membiarkan Bu Sri masuk.

“Aku mau denger, Ibu mau ngomong apa lagi. Toh Mas Fathur sebentar lagi pulang.”

Bu Sri masuk dengan tatapan yang tetap tajam ke arah Rumi. Sepertinya Bu Sri masih belum selesai dengan unek-unek yang sebelumnya.

"Kamu benar sedang hamil? Kamu tidak sedang berpura-pura untuk membohongi Fathur agar lebih memilih kamu di banding aku kan Rumi? Hebat sekali otakmu ko-tor sekali Rumi! Kamu sudah pintar sekali membuat anakku menjadi anak dur-haka! Pasti ini karena kamu di racuni jan-da gatal satu ini! Jangan sampai kamu menyesal karena sudah melawan aku, Rumi!" Bu Sri menatap tajam ke arah Asti yang mendelik ke arahnya.

“Rumi nggak diracun siapa-siapa, Bu,” Rumi maju selangkah. Asti mau nahan, tapi Rumi angkat tangan. Meminta Asti untuk tak khawatir, dia bisa menangani ibu mertuanya.

“Saya cuma sadar. Selama ini saya diam, Ibu injek. Saya nurut, Ibu bu-nuh anak saya. Jadi sekarang saya pilih ngelawan. Biar anak saya kali ini hidup. Saya tak mau nya-wa di dalam sini yang saya jaga sepenuh hati ibu gu-gurkan lagi seperti sebelumnya,”

Bu Sri gemetar. Dia angkat tangan, mengarah kepada Rumi. Tapi kali ini Asti lebih cepet. Dia mencekal pergelangan Bu Sri.

“Cobain aja, kangjeng ratu!,” bisik Asti.

“Sekali lagi nyentuh Rumi, gue viralkan video Ibu nampar bumil. CCTV toko masih ada!. Mau jadi artis? Biar semakin viral kelakuan mertua sejenis Mak Lampir ini?"

Bu Sri tarik tangannya. Wajahnya merah padam. Tak lama dari luar, terdengar suara motor Fathur. Dia masuk, bawa kresek isi sayur sama buah. Keringetan. Baju kerjanya lusuh. Begitu lihat Bu Sri, kreseknya jatuh. Apel menggelinding ke kaki Ibunya.

“Ibu ngapain lagi di sini?” suara Fathur dingin. Nggak ada ‘Bu’ yang hormat. Hambar.

Bu Sri langsung pasang muka melas.

“Nak... Ibu kangen. Ibu mau minta maaf... Ibu khilaf kemarin...”

“Khilaf? Akan jauh lebih baik, untuk saat ini ibu jangan temui Rumi dulu. Biarkan dia istirahat, apalagi kandungannya masih sangat muda dan rentan. Fathur mohon ibu mengerti keadaan Rumi kali ini. Fathur ingin juga punya anak seperti abang-abang Fathur!" ucap Fathur lirih.

“Mas...” Rumi mengusap tangan suaminya yang terlihat memelas kepada ibunya.

“Jadi kamu benar-benar memilih wanita ini di banding ibu? Ingat Fathur, surga kamu ada pada ibu. Dan seharusnya kamu tahu perjuangan ibu membesarkan dan menyekolahkan kamu seperti apa di saat ayahmu tak ada! Hanya ibu yang berjuang untukmu! Dan sekarang? Kamu bahkan membu-ang ibumu sendiri? Apa kamu tak takut menjadi anak dur-haka?" Bu Sri menangis lirih dan menyayat.

"ck! pinter banget sih Bu aktingnya! Padahal jadi artis ikan terbangan aja! Lumayan dapat duit!" celetuk Asti.

"Bu ... Jangan lagi bicara soal itu! Fathur mohon, Fathur hanya ingin merasakan menjadi Ayah dan hidup bahagia bersama dengan keluarga kecil Fathur seperti keluarga kedua Abang Fathur. Walau keadaan ekonomi kami pas-pasan. Fathur mohon ridho dari ibu. Tolong terima Rumi dan anak kami ... Fathur mohon, Bu ..." Fathur menjatuhkan dirinya dan berlutut di depan sang ibu.

Rumi dan Asti menutup mata tak percaya dengan yang di lakukan Fathur. Rumi menangis melihat bagaimana suaminya sampai memohon kepada ibunya.

"Fathur! Apa yang kamu lakukan? Kamu bahkan sampai seperti ini demi wanita itu? Apa yang sudah dia katakan selama ini padamu hah? sudah ibu katakan sampai kapanpun ibu tak akan pernah memberikannya restu! Walau dia hamil atau punya anak dari kamu! Dia tak setara dengan kita! Lebih baik kamu ceraikan dia dan menikah dengan Dona. Agar kehidupan kamu juga terjamin, Fathur! Ibu yakin kamu akan lebih bahagia dan menjadi orang yang sukses. Tak seperti ini, ketularan hidup miskin!" Emosi Bu Sri tak mengira dengan yang di lakukan anak lelakinya demi Rumi.

"Bu! Tolong jangan bawa-bawa Dona lagi dalam rumah tangga Fathur! Sampai kapanpun Fathur tak akan pernah kembali dan menikah dengan Dona! Fathur mencintai Rumi! Apalagi sekarang Rumi sedang hamil! Fathur tak mencintai Dona! Dia hanya masa lalu,"

"Lagi pula tak Maslaah hidup miskin tapi aku bahagia bersama dengan orang yang Fathur cinta! Tak masalah hidup pas-pasan tapi aku juga masih bisa memberikan kewajiban aku untuk ibu, di banding dengan kedua abangku yang kaya! Apa ibu juga ingin aku seperti mereka yang tak memberikan ibu uang bulanan kalau sudah menikah dengan wanita kaya? Baiklah, kalau itu yang ibu mau!"

"Fathur! Apa yang kamu katakan, hah! Kau selamanya akan tetap memberikan ibu jatah bulanan dan juga menghidupiku seumur hidup! Ucapan kamu benar-benar sudah membuat ibu sakit hati Fathur! Jangan sampai Tuhan murka karena ucapanmu kepada surgamu ini!" Bu Sri pergi dari sana setelah menatap penuh kebencian kepada Rumi.

Rumi hanya bisa mengusap dada, mau dia lawan percuma juga. Bu Sri selalu punya seribu jawaban untuk membalas ucapannya. Bahkan Bu Sri sengaja menabrak bahu Asti saat akan keluar dari rumah anaknya.

"Astaga! Ibumu benar-benar sudah ketempelan setan mau kaya, Fathur! Ngebet banget mau kaya tapi dengan cara pintas! Lagian nikah sama si Dona belum tentu dia juga kecipratan duitnya! Aish, ibumu itu kebanyakan nonton drama! Orang kek Dona itu cuma pinter buat merayu emakmu aja! Udah berhasil mana mau dia ngurus emakmu lagi, pegang kata-kataku!" kesal Asti.

"Mas ..." Rumi mengusap pundak suaminya yang masih terpaku di tempatnya.

"Mas nggak apa-apa, Dek!" Fathur membalas dengan mengusap tangan istrinya dengan lembut. Rumi tahu saat ini perasaan suaminya pasti sedang berantakan. Bakti kepada ibu, dan tanggungjawab kepada istri. Menjadi dilema untuk suaminya yang penurut kepada ibunya.

1
nely_48
mau tepuk tangan atas karma yg menimpa fajar tp ada kasihanya jg sih
mimief
capek.. denger maaf dari lu thur
tapi begitu lagi , begitu lagi
liatnya aja lelah
apalagi jadi rumi😭
Muft Smoker
giliran Susah baru deeh inget arumi ,, kmreen pas senang merasa pling byak uang ,, selalu mencaci maki arumi ,, tanpa mereka sadari banyak andik arumi dlm hidup mereka ,,
skrang nikmati laaa nereka yg kalian ciptakan sendiri😒😒😒😒
Anita Rahayu
bagus biar tau apa itu karma dan segera tobat
nunik rahyuni
makanyA jd orang jangan jahat...berbuat baik lah kpd srmua mahluk ciptaan tuhan...ketika kita dalam kesusahan entah amal bsik yg mana yg akan menolong kita.
Dew666
💄💄💄
Fitria Arifianto
mantab rumi
biar kan mereka merasakan sendiri
hasil akibat dari perbuatan nya sendiri😄
Hary Nengsih
karma langsung 🤣🤣
gina altira
rasakan
Ambu Rinddiany Thea
isuk ge jol aya pengumuman d mesjid gera🤭😂
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh karma . bagaimana rasanya kehilangan orang yg d kasihi .. mantep kan fajar Ceu Sri
Yunita Sophi
alah kalian ternyata sama kerenya nya dgn Arumi... tp gaya so kaya pake perintah perintah sama Arum dgn gaya kalian...
Yunita Sophi
aq kira beneran Hanna itu kaya... twrnyata cuma sombong doang toh 🤭🤣🤣🤣 emang gaya nya so kaya so elit pantesan pelit ekonomi dia jg sulit...🤭🤣🤣
nely_48
fajar n hana kan dl sebegitu ngotot nya ingin arumi hancur d ceraikan oleh fathur,,
skrg hana n fajar d terpa karma dluan, mau operasi az ga punya biaya, biar bayi nya meninggal nyusul bayi nya rumi,, br adil itu,,,,
biar s hana n fajar merasakan gmn rasa nya kehilangan anak nya,,,,
YAM
bukanya kmrn awal2 Fathur itu ank ke 3 knpa skg jdi ank tertua sh
Fitria Arifianto
masih panjang kan thor penderitaan mereka😄
segini mah blm ada apa² bwt semua luka² rumi,,masih kurang puassss pake banget kalo bwt mereka mah🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah katanya hana berasal dr keluarga kaya, kok msh nyari pinjaman sih, knapa gak langsung kr ortunya ajaa
Ambu Rinddiany Thea
santet berjamaah lah tah s dona teh
izayoi: mampir k chat story aku kak
total 3 replies
nunik rahyuni
nikmatilah....kmu otak dari kesengsaraan sodaramu sendiri..bagaimana klo kamu kehilangan anak dan istrimu jg..sama yg dirasakan fathur....dan fikri tunggu giliranmu
Arin
Nah.... mau cari pinjaman kemana lagi??? Kemarin saja kebutuhan ibu dan Elisa menggantung dari Fathur dan Rumi. Padahal untuk kebutuhan mereka sendiri harus bisa irit. Seharusnya duit suami Hana dan Intan bisa terkumpul kan??? Karena gak berkurang tiap bulannya untuk kebutuhan ibu dan Elisa? Tapi ternyata lebih parah dari hidup Rumi dan Fathur..... Kemana tuh duitnya??? Sampai-sampai untuk bayar BPJS gak kebayar.... Aduh....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!