NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Malas

Dewa Pedang Malas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

.
Di dunia luar yang penuh dengan kultivator ambisius dan haus darah, penampilan Ji Huang yang pucat, lesu, dan serba putih membuatnya terus-menerus diremehkan. Namun, di balik kuapan malasnya, tersimpan Sword Intent legendaris yang mampu melumpuhkan musuh hanya dengan satu tebasan kasual tanpa keringat. Akankah Ji Huang berhasil menjaga ketenangan waktu tidurnya di tengah pusaran konflik dunia fana dan kultivasi yang bising

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Megah Ibu Kota, Pengawal Liar, dan Istirahat yang Berpindah Tempat

​Fajar baru saja menyingsing di atas cakrawala ketika Gerbang Utama Ibu Kota Kekaisaran—sebuah struktur dinding pualam setinggi seratus meter yang dilapisi formasi pertahanan emas—mendadak dilanda kehebohan massal. Ribuan pedagang, karavan imigran, hingga pasukan zirah emas yang berjaga di menara intai serentak menahan napas dengan wajah pucat pasi.

​Dari kejauhan rute pegunungan, sebuah Kereta Spiritual Premium berlogo Akademi Kekaisaran sedang melaju santai. Namun, yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri bukanlah keretanya, melainkan rombongan ekstrem yang berjalan beriringan di sekeliling kendaraan tersebut.

​Puluhan Serigala Kabut Lapis ke-5 berjalan rapi membentuk barisan barikade di sisi kiri dan kanan kereta. Di udara, belasan Elang Spiritual raksasa terbang rendah dengan kepakan sayap yang konstan. Monster-monster hutan yang biasanya terkenal brutal dan haus darah itu kini bertindak seperti pasukan pengawal elit tanpa gaji. Tugas mereka sangat spesifik dan absurd: menyingkirkan setiap kerikil tajam di jalanan menggunakan cakar mereka, dan mencabik-cabik binatang kecil apa pun yang berani mengeluarkan suara bising agar tidak mengganggu ketenangan di dalam kabin kereta.

​"Invasi binatang spiritual! Siapkan formasi panah emas!" teriak Kapten Penjaga Gerbang dengan suara gemetar, tangannya sudah bersiap menarik pedang komando.

​Sret.

​Tepat sebelum kepanikan berubah menjadi hujan panah, jendela tirai kereta spiritual itu terbuka. Xiao Mei menyembulkan kepalanya yang anggun, lalu mengacungkan selembar lencana perak berlambang burung phoenix milik Sayap Barat ke udara. "Mohon tenang semuanya. Kami adalah rombongan Utusan Khusus Akademi Kekaisaran. Binatang-binatang di luar ini hanya... relawan lokal yang mengantarkan kami agar perjalanan tidak terlalu berisik."

​Kapten Penjaga Gerbang menatap lencana itu, lalu menatap serigala-serigala kabut yang mendadak duduk rapi sambil menjulurkan lidah dengan patuh di depan gerbang. Otaknya seketika mengalami kegagalan fungsi massal. Menjinakkan puluhan monster Lapis ke-5 hanya untuk dijadikan peredam suara jalanan berjalan? Utusan macam apa yang ada di dalam kereta ini?!

​Dengan status Utusan Khusus dan pengawalan liar yang mengerikan, kereta Ji Huang berhasil melewati pemeriksaan gerbang dalam waktu kurang dari tiga detik. Namun, begitu roda kereta mulai menginjak jalanan pualam area dalam kota, kendaraan tersebut langsung dipaksa berhenti di tengah persimpangan jalan utama.

​Dua faksi raksasa Ibu Kota telah berdiri menghadang, memblokade jalan dengan kereta kemewahan masing-masing.

​Di sisi kiri, berdiri rombongan Utusan Istana Kekaisaran yang dipimpin oleh seorang kasim senior berpakaian sutra ungu. Mereka membawa kereta kencana berlapis emas yang ditarik oleh rusa spiritual. Istana telah menerima kabar tentang seorang "ahli formasi eksentrik" dari Sayap Barat dan berniat membawanya ke dalam istana demi kepentingan diplomasi pertahanan.

​Di sisi kanan, tidak kalah megah, berdiri Tetua Hukum Klan Ye, seorang pria paruh baya bernama Ye Zhen dengan kultivasi Tingkat Fondasi Lapis ke-7. Wajahnya tampak teramat tegang dan murka. Setelah menerima laporan memalukan tentang sepuluh pembunuh elit mereka yang pulang ke kediaman dalam kondisi telanjang dan trauma setelah tertanam seperti lobak di Lembah Kematian, Klan Ye tahu bahwa "garis keturunan haram" dari perbatasan ini harus segera diamankan sebelum dia mengacaukan stabilitas klan utama.

​"Utusan Khusus Ji Huang, Kaisar Agung telah mendengar pencapaianmu di Hutan Kuno. Beliau mengundangmu untuk menghadiri jamuan teh di Istana Musim Semi sekarang juga!" seru kasim senior dengan nada tinggi penuh wibawa.

​"Lancang!" Tetua Ye Zhen maju setapak, melepaskan tekanan Qi Lapis ke-7 yang membuat udara di sekitar persimpangan mendadak menjadi sangat berat dan mencekam. "Ji Huang memiliki urusan darah dan hukum yang harus diselesaikan di Aula Penegakan Hukum Klan Ye terlebih dahulu! Siapa pun tidak boleh menghalangiku membawa anak ini!"

​Dua kekuatan besar itu saling melempar pandangan tajam, memicu bentrokan aura tak kasat mata yang membuat para warga sipil di sekitar jalanan berlari ketakutan. Suasana Ibu Kota mendadak berada di ambang badai politik instan.

​Krieeek...

​Di tengah ketegangan yang memuncak, pintu kereta spiritual premium akhirnya terbuka perlahan.

​Ji Huang melangkah turun ke atas jalanan pualam dengan gerakan yang teramat lambat. Dia masih mengenakan jubah tidur longgarnya, memeluk selimut bebek rajutan tangan ayahnya erat-erat di dada, dan sepasang sandal kayunya mengeluarkan bunyi pletag-pletog yang merusak atmosfer dramatis tempat itu. Dia mengucek sepasang matanya yang sayu, menatap dua faksi besar di depannya dengan pandangan polos yang dipenuhi rasa kesal akibat waktu tidurnya yang kembali terpotong.

​"Kalian semua bising sekali," ucap Ji Huang dengan nada suara yang lambat, mengantuk, dan sangat tenang. "Tekanan Qi kalian itu membuat suhu udara di sekitar keretaku menjadi terlalu panas dan merusak kelembapan ranjang Giok Es-ku."

​Kasim Istana dan Tetua Ye Zhen serentak tertegun menatap penampilan absurd pemuda yang menjadi pusat pembicaraan seluruh elit kekaisaran tersebut.

​"Ji Huang! Apakah kamu tidak mendengar? Ini adalah titah Kaisar—"

​"Aku tidak peduli dengan titah Kaisar atau jamuan teh yang melelahkan itu," potong Ji Huang lempeng, wajahnya sedatar papan tulis. Dia kemudian melirik ke arah Tetua Klan Ye. "Dan untukmu, pria tua berwajah kaku... aku juga tidak memiliki waktu luang untuk mengunjungi aula hukum klanmu yang bising. Jadwalku hari ini sangat padat."

​Ji Huang berbalik badan, menunjuk ke arah sebuah bangunan menara megah di ujung jalan yang bertuliskan Penginapan Giok Surgawi. "Aku sudah menyuruh Xiao Mei memesan kamar VIP di sana sejak kemarin karena kasur bulu angsa mereka kabarnya memiliki tingkat keempukan bintang lima. Tolong menyingkir dari jalanku, kalian menghalangi sirkulasi angin sejuk yang kubutuhkan untuk menuju ke sana."

​"Bocah kurang ajar! Beraninya kamu menghina Klan Ye di depan umum!" Ye Zhen benar-benar kehilangan kesabarannya. Harga dirinya sebagai Tetua Hukum terinjak-injak oleh kepolosan Ji Huang. Dia menghentakkan kakinya, berniat maju untuk mencengkeram bahu Ji Huang secara paksa menggunakan cakar energinya.

​Ji Huang sama sekali tidak berbalik. Dia hanya menguap panjang. Namun, tangan kanannya yang berada di balik selimut bebek perlahan mengusap permukaan Cincin Giok Bulan Sabit yang melingkar di jarinya.

​Wush.

​Sebuah getaran Niat Pedang Konseptual yang teramat tipis dan tajam terlepas dari cincin tersebut, menyusup lurus menembus tanah pualam dan langsung menghantam titik simpul energi dari empat kuda spiritual yang menarik kereta perang Klan Ye.

​Bruk! Bruk! Bruk! Bruk!

​Empat kuda spiritual Tingkat Fondasi milik Klan Ye itu mendadak mengeluarkan keringat dingin, mata mereka membelalak ketakutan, dan dalam sekejap seluruh lutut mereka lemas hingga ambruk berlutut di atas jalanan pualam sembari gemetar hebat. Tekanan tak kasat mata itu bahkan berimbas pada Ye Zhen, membuat jantung sang Tetua Hukum berdegup kencang secara abnormal dan memaksanya mundur tiga langkah dengan wajah yang mendadak pucat pasi.

​Ye Zhen menatap punggung Ji Huang dengan pandangan ngeri yang tak bisa disembunyikan. Satu getaran energi pasif... mampu menundukkan eselon binatang spiritual klan utama tanpa perlu menoleh?!

​"Kuda-kuda pintar, ayo jalan. Kita ke penginapan," ucap Ji Huang polos sembari melangkah masuk kembali ke dalam kabin keretanya bersama Xiao Mei.

​Dua Kuda Langit akademi langsung menarik kereta melaju santai melewati rombongan Klan Ye dan Istana yang kini hanya bisa berdiri mematung di tengah persimpangan jalan dalam kondisi syok, bingung, dan dirundung ketakutan instan.

​Sepuluh menit kemudian, Ji Huang telah berada di dalam kamar suite VIP Penginapan Giok Surgawi. Begitu melihat kasur sutra putih yang super luas dan empuk di tengah ruangan, wajah fanya langsung memancarkan kedamaian sejati.

​Dia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur tanpa melepas sandal kayunya, langsung menarik selimut bebeknya hingga menutupi seluruh kepala.

​"Tuan Muda, Ibu Kota ini ternyata jauh lebih bising dan rumit daripada wilayah perbatasan," ucap Xiao Mei sembari meletakkan dupa penenang jiwa di sudut meja kamar.

​Dari balik selimut bebek, terdengar suara gumaman malas Ji Huang yang perlahan mulai tenggelam ke alam mimpi. "Tidak apa-apa, Xiao Mei... istirahatlah yang cukup hari ini. Mulai besok, kita terpaksa harus membersihkan beberapa sarang serigala yang mengganggu di kota ini agar tempat ini menjadi cukup tenang untuk jadwal tidur siang jangka panjang kita."

​Ji Huang pun kembali mendengkur halus, membiarkan badai konspirasi baru mulai bergolak hebat di seluruh penjuru Ibu Kota Kekaisaran menyambut kedatangannya.

1
Shen shandian luo
semua di labeli fana..tusuk gigi fana segala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!