NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 13 - Hantu Ayam Kembali

Malam perlahan turun di atas pegunungan Forgotten Blade. Kabut tipis mulai bergerak di antara lereng-lereng Puncak Awan Pengembara sementara cahaya bulan redup menyinari lautan awan di bawah tebing sekte seperti hamparan sungai putih yang tidak memiliki ujung. Lentera merah yang tergantung di sepanjang jalan setapak gunung bergoyang perlahan tertiup angin malam dan memantulkan cahaya samar ke tanah berbatu yang masih basah oleh embun.

Sebagian besar murid luar sudah kembali ke gubuk masing-masing setelah bekerja seharian penuh. Dari kejauhan hanya terdengar suara jangkrik malam, kokok samar ayam spiritual, serta dentingan lonceng angin kecil dari area dapur umum di lereng atas. Suasana malam di Puncak Awan Pengembara selalu terasa damai seperti itu, seolah dunia kultivasi yang luas dan penuh pertumpahan darah sama sekali tidak pernah menyentuh tempat kecil di tengah pegunungan tersebut.

Namun di balik suasana tenang malam itu, dua sosok mencurigakan sedang bergerak diam-diam di belakang kandang barat.

Han Gu mengenakan kain hitam yang menutupi setengah wajahnya sambil berjalan membungkuk seperti pencuri profesional yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Di tangannya terdapat karung besar dari kain rami sementara matanya terus bergerak waspada ke segala arah. Sedangkan di belakangnya Bai Fengxuan membawa lentera kecil yang cahayanya ditutupi kain hitam agar tidak terlalu mencolok.

Untuk sesaat suasana benar-benar terasa seperti operasi rahasia besar sekte.

“Pelan sedikit…” bisik Bai Fengxuan sambil melirik gugup ke arah jalan setapak atas gunung. “Kalau ada murid patroli lewat bagaimana?”

Han Gu mendengus pelan tanpa menghentikan langkahnya.

“Kau terlalu banyak berpikir.” Ia menunjuk area kandang depan menggunakan dagunya. “Lihat sendiri. Para murid malam pasti sedang tidur di gudang pakan sekarang.”

Bai Fengxuan mengikuti arah tatapannya dan benar saja, area kandang malam tampak sangat sepi. Hanya beberapa lentera kecil yang masih menyala redup di sudut pagar kayu sementara suara dengkuran samar benar-benar terdengar dari arah gudang pakan tidak jauh dari sana.

Han Gu perlahan menyeringai penuh kemenangan.

“Aku sudah bilang. Operasi ini sempurna.”

Bai Fengxuan masih terlihat sedikit ragu, namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu Han Gu sudah melompati pagar kandang dengan gerakan ringan yang sama sekali tidak cocok dengan tubuh besarnya.

“Ayo cepat.”

Bai Fengxuan hanya bisa menghela napas panjang sebelum ikut masuk ke dalam kandang.

Ayam-ayam spiritual merah sedang tidur di antara tumpukan jerami hangat. Sebagian sesekali bergerak sambil mengeluarkan suara pelan, sama sekali tidak menyadari nasib tragis yang sedang mendekat perlahan ke arah mereka.

Tatapan Han Gu langsung berubah serius seperti pemburu berpengalaman.

“Yang gemuk sebelah sana milikku.”

Bai Fengxuan langsung memutar matanya.

“Kakak memilih ayam seperti memilih calon pasangan hidup.”

“Karena ini masalah harga diri.”

Han Gu menunjuk seekor ayam spiritual besar di sudut kandang dengan ekspresi penuh tekad.

“Lihat dadanya. Itu kualitas tinggi.”

Bai Fengxuan hampir tertawa keras mendengar itu. Namun sebelum suara mereka membesar, seekor ayam spiritual tiba-tiba membuka mata lalu berkokok keras begitu melihat Han Gu mendekat.

“KRAAAKKK!!”

Suasana kandang langsung berubah kacau. Puluhan ayam spiritual mulai panik dan berlarian ke sana kemari sambil mengepakkan sayap merah mereka. Debu dan bulu beterbangan memenuhi udara malam.

“CEPAT TANGKAP!!” bisik Han Gu dengan panik.

“Kenapa Kakak malah berteriak?!”

Bai Fengxuan langsung melompat mengejar seekor ayam yang kabur menuju pagar belakang. Tubuhnya bergerak jauh lebih cepat dibanding sebelumnya sejak mencapai Qi Gathering level 1. Tangannya berhasil menangkap leher ayam spiritual itu tepat sebelum makhluk tersebut melompat keluar kandang.

Namun di sisi lain, Han Gu justru sedang dikejar dua ayam spiritual sekaligus.

“KAKI SIALAN— WOI BERHENTI MENYERUDUKKU!”

Bai Fengxuan langsung menutup wajahnya sendiri. Untuk seseorang yang mengaku berpengalaman mencuri ayam, Han Gu terlihat sangat menyedihkan sekarang.

Untungnya setelah beberapa menit penuh kekacauan, mereka akhirnya berhasil menangkap empat ekor ayam spiritual merah paling gemuk di kandang barat. Han Gu langsung mengikat karung besar itu dengan wajah penuh kemenangan sementara napas Bai Fengxuan masih sedikit memburu akibat mengejar ayam ke sana kemari.

“Kita berhasil.”

“Aku merasa cepat atau lambat kita akan dikeluarkan dari sekte.”

Han Gu justru tertawa kecil sambil menepuk pundaknya.

“Kalau suatu hari nanti kita menjadi kultivator besar, malam ini akan dikenang sebagai awal legenda kita.”

Bai Fengxuan mulai merasa legenda yang dimaksud Han Gu kemungkinan besar adalah legenda kriminal paling dicari di Puncak Awan Pengembara.

Malam itu mereka kembali ke gubuk Bai Fengxuan dengan langkah penuh kewaspadaan. Kabut gunung semakin tebal dan udara malam terasa dingin menusuk tulang, namun begitu pintu gubuk tertutup rapat dan api tungku mulai menyala, seluruh suasana langsung berubah hangat.

Kayu Api Scarlet perlahan terbakar di dalam tungku batu dan memancarkan cahaya merah keemasan ke seluruh ruangan kecil tersebut. Permukaan wajan hitam mulai berdengung samar seperti sebelumnya sementara aroma minyak panas perlahan memenuhi udara.

Han Gu duduk di dekat tungku sambil menatap ayam spiritual dengan wajah serius.

“Aneh…”

Bai Fengxuan meliriknya sambil membumbui ayam menggunakan rempah sederhana.

“Apa?”

“Aku baru sadar…” Han Gu menyipitkan matanya pada ayam di meja. “Ayam spiritual ternyata terlihat sangat cantik sebelum dimasak.”

Bai Fengxuan hampir melempar spatula kayu ke wajahnya.

Tak lama kemudian suara minyak mendesis mulai memenuhi gubuk kecil itu. Potongan ayam spiritual perlahan berubah warna menjadi emas kemerahan di dalam wajan hitam sementara aroma rempah, minyak panas, dan qi spiritual segera memenuhi seluruh ruangan hingga bahkan kabut energi tipis mulai terlihat samar di udara.

Han Gu menelan ludah cukup keras. “Kau yakin kita tidak akan masuk dao iblis kalau terus melakukan ini?”

Bai Fengxuan membalik ayam goreng perlahan sambil tertawa kecil.

“Kalau dao iblis terasa seenak ini, mungkin tidak terlalu buruk.”

Han Gu langsung mengangguk serius. “Masuk akal.”

Beberapa saat kemudian ayam pertama akhirnya matang sempurna. Kulitnya tampak renyah mengilap terkena cahaya api sementara aroma qi spiritual lembut terus keluar dari dagingnya. Bahkan sebelum mulai makan Han Gu sudah terlihat seperti orang yang hampir menangis karena bahagia.

“Cepat berikan padaku…”

“Kakak terlihat lebih menyeramkan dibanding hantu ayam dulu.”

Namun begitu gigitan pertama masuk ke mulut mereka, seluruh ruangan langsung menjadi sunyi.

Han Gu membeku di tempat. Matanya perlahan membesar sebelum tanpa sadar air mata mulai muncul di sudut matanya.

“…Ini…”

Ia menatap ayam di tangannya dengan ekspresi seperti baru memahami makna kehidupan.

“Ini terlalu enak…”

Bai Fengxuan sendiri juga tidak kalah terkejut. Dibanding pertama kali ia memasak ayam spiritual, rasa malam ini justru jauh lebih lezat. Qi spiritual dari daging ayam terasa lebih kaya dan hangat setelah ia berhasil mengendalikan api serta panas wajan hitam dengan lebih baik.

Energi spiritual lembut segera mengalir ke seluruh tubuh mereka begitu daging ayam ditelan. Hangatnya menyebar perlahan dari perut menuju meridian, membuat seluruh tubuh terasa nyaman dan ringan.

Untuk beberapa saat tidak ada suara lain di dalam gubuk selain suara kulit ayam yang renyah, minyak panas di wajan, dan desahan puas Han Gu setiap beberapa menit.

Malam itu mereka makan sampai benar-benar kenyang. Perut Han Gu bahkan terlihat sedikit membuncit ketika ia akhirnya bersandar lemas di dekat tungku sambil memegang perutnya sendiri.

“Kenikmatan surgawi…” gumamnya dengan wajah kosong penuh kebahagiaan. “Jadi ini alasan para tetua hidup begitu lama…”

Bai Fengxuan sendiri juga merasa tubuhnya dipenuhi energi hangat yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Qi spiritual di dalam meridiannya perlahan bergerak semakin lancar seolah seluruh tubuhnya sedang dimurnikan sedikit demi sedikit.

Malam itu mereka berkultivasi sampai larut sambil duduk di depan tungku yang masih menyala hangat.

Dan sejak malam tersebut, konspirasi ayam spiritual mereka resmi dimulai.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan damai. Pada pagi hari mereka tetap bekerja seperti biasa di kandang ayam spiritual sambil berpura-pura tidak tahu apa-apa. Han Gu bahkan beberapa kali ikut berpura-pura marah ketika murid lain mulai mengeluh soal ayam yang hilang.

“Parah sekali…” katanya suatu pagi sambil menggeleng serius di depan para murid luar. “Pasti ada makhluk misterius di gunung ini.”

Xu Liang langsung mengangguk panik.

“Aku sudah bilang sejak dulu pasti ada hantu ayam!”

Bai Fengxuan yang sedang membersihkan kandang hampir tersedak mendengar akting Han Gu.

Namun yang paling berbahaya justru Luo Ming. Murid dapur umum itu mulai semakin curiga setiap hari. Suatu siang ia bahkan tiba-tiba mendekati Bai Fengxuan sambil menyipitkan mata.

“Adik Bai…”

“Nn?”

“Kenapa akhir-akhir ini wajahmu terlihat lebih bersinar?”

Bai Fengxuan langsung membeku.

Luo Ming kemudian mengendus udara di sekitar mereka beberapa kali sebelum mengernyit. “Dan kenapa kau selalu bau ayam goreng?”

Han Gu yang berada tidak jauh langsung buru-buru menyela. “Itu karena dia membantu dapur kemarin!”

Luo Ming tetap terlihat curiga, namun sebelum sempat bertanya lebih jauh Xu Liang tiba-tiba berlari sambil berteriak bahwa seekor ayam spiritual kembali kabur ke lereng herbal.

Hari-hari seperti itu terus berlangsung selama hampir satu minggu. Setiap malam Bai Fengxuan dan Han Gu diam-diam mencuri ayam spiritual dari kandang berbeda lalu memasaknya di gubuk menggunakan wajan hitam dan Kayu Api Scarlet.

Kultivasi Bai Fengxuan perlahan mulai stabil. Qi spiritual di tubuhnya menjadi semakin padat dibanding sebelumnya dan ia mulai bisa mengendalikan aliran energi dalam meridiannya dengan lebih baik.

Sedangkan Han Gu… tubuhnya justru mulai terlihat sedikit lebih gemuk.

Namun tepat ketika semuanya terasa berjalan sempurna, rumor lama mulai kembali muncul di Puncak Awan Pengembara.

Suatu pagi suasana kandang terlihat jauh lebih gaduh dibanding biasanya. Beberapa murid luar berkumpul di depan pagar sambil berbicara dengan wajah serius. Bahkan beberapa ayam spiritual terlihat dipindahkan ke kandang lain karena para penjaga mulai panik.

“Ayam hilang lagi…”

“Sudah hampir dua puluh ekor minggu ini…”

“Aku dengar penjaga malam melihat bayangan hitam melompat di atas atap kandang…”

“Hantu ayam kembali…”

Bisikan-bisikan itu mulai menyebar ke seluruh lereng gunung seperti api kecil yang perlahan membesar.

Bai Fengxuan yang sedang membawa ember air langsung berhenti di tengah jalan sementara Han Gu di sampingnya perlahan menelan ludah.

Untuk pertama kalinya sejak memulai konspirasi ayam spiritual mereka, keduanya mulai merasa situasinya benar-benar berubah berbahaya.

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!