NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Delapan Tahun Lalu Dan Sebuah Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: S. Sage

Arga Baskara hidup dalam bayang-bayang janji masa kecil yang ia genggam selama delapan tahun. Ketika Nala Anindita kembali ke kehidupannya sebagai teman sekelas, ia berharap waktu akan menyatukan kembali keduanya. Namun, Nala telah berubah—ia tak lagi mengingat masa lalu yang begitu berarti bagi Arga.


Di tengah realitas baru, Arga harus menghadapi cinta yang tak berbalas, diperparah oleh kehadiran Satria yang semakin dekat dengan Nala. Terjebak antara kenangan dan kenyataan, Arga dihadapkan pada pilihan: terus bertahan pada perasaan lama, atau belajar melepaskan.


Kisah ini menggambarkan tentang cinta yang tertinggal oleh waktu, dan perjuangan seseorang untuk menerima bahwa tidak semua janji akan kembali utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Arga melangkah menyusuri koridor SMA Tunas Bangsa dengan napas yang masih terasa berat. Suasana kantin yang riuh tadi seolah masih berdenging di telinganya, menyisakan rasa sesak yang sulit ia definisikan. Ia mendorong pintu kelas XI MIPA 2 yang terbuka lebar. Keheningan di dalam ruangan itu terasa seperti pelukan yang ia butuhkan untuk meredam gemuruh di dadanya.

Ia menarik kursi kayu miliknya di barisan paling belakang. Bunyi derit kursi yang bergesekan dengan lantai semen terdengar nyaring di tengah kelas yang baru terisi beberapa orang. Arga menyandarkan punggungnya, menatap lurus ke arah papan tulis putih yang masih menyisakan sisa-sisa coretan kapur dari jam pelajaran sebelumnya.

Tania Larasati, siswi yang duduk tepat di depan Arga, perlahan memutar tubuhnya. Gadis itu menatap Arga dengan binar mata yang sulit diartikan. Di atas mejanya, sebuah buku paket matematika terbuka lebar, memperlihatkan deretan angka dan rumus turunan yang rumit.

"Arga, baru kembali dari kantin?" tanya Tania dengan nada suara yang lembut.

Arga hanya mengangguk pelan. Ia tidak memiliki energi lebih untuk menyusun kalimat yang panjang. Pikirannya masih tertinggal pada tawa Nala saat menanggapi candaan Satria di kantin tadi.

Tania tampak ragu sejenak, namun ia memberanikan diri untuk menggeser bukunya ke arah meja Arga. Ia menunjuk sebuah soal nomor lima belas yang dilingkari dengan tinta merah.

"Boleh aku minta tolong? Aku sudah mencoba mengerjakan ini berkali-kali, tapi hasilnya tidak pernah sama dengan kunci jawaban di belakang," ujar Tania sambil tersenyum tipis, memperlihatkan lesung pipi yang manis.

Arga menatap soal itu sejenak. Angka-angka itu sebenarnya terlihat sederhana bagi seseorang yang menghabiskan waktu malamnya dengan membaca buku pelajaran demi melupakan kenangan pahit. Ia menarik napas panjang, lalu mengambil bolpoin hitam dari saku seragamnya.

"Sini, biar aku lihat," sahut Arga pendek.

Ia mulai mencoret-coret di pinggir kertas buku Tania. Gerakan tangannya stabil dan tenang, kontras dengan apa yang ia rasakan di dalam hati. Arga menjelaskan langkah-langkah pengerjaan itu dengan suara yang datar namun jelas. Ia memastikan setiap perpindahan variabel dijelaskan secara logis agar Tania mengerti.

"Kamu harus memisalkan fungsi di dalam kurung ini sebagai variabel lain dulu. Kalau langsung diturunkan, hasilnya akan kacau karena ada pangkat di luarnya," jelas Arga tanpa menoleh ke arah wajah Tania.

Tania mengangguk-angguk, namun tatapannya lebih banyak tertuju pada profil samping wajah Arga daripada pada soal matematika di depannya. Ia mengagumi bagaimana helai rambut depan Arga sedikit menutupi kening, memberikan kesan misterius yang selalu membuatnya penasaran sejak awal semester.

"Oh, jadi aku salah di bagian pemisalannya, ya?" gumam Tania, mencoba mencari alasan agar percakapan itu tidak berakhir terlalu cepat.

"Iya. Setelah ini, tinggal masukkan kembali nilai aslinya," kata Arga seraya meletakkan bolpoinnya kembali ke atas meja.

Tania menerima bukunya dengan perasaan campur aduk. Ia tahu Arga membantunya hanya karena dasar kesopanan, bukan karena keinginan untuk berinteraksi lebih jauh. Ada jarak yang tidak terlihat namun terasa sangat nyata di antara mereka, sebuah dinding kaca yang dibangun Arga untuk mengisolasi dirinya sendiri.

"Terima kasih banyak, Arga. Kamu memang penyelamat. Kalau tidak ada kamu, mungkin aku sudah menyerah sejak tadi," ucap Tania dengan nada yang sedikit lebih ceria, berharap Arga akan membalasnya dengan senyum.

Arga hanya memberikan anggukan kecil sebagai tanggapan. Pandangannya kembali terlempar ke arah pintu kelas saat sosok Nala melangkah masuk bersama Rara. Tawa Nala yang masih tersisa dari koridor seketika membuat fokus Arga terbelah.

Tania menyadari perubahan arah pandang itu. Ia melihat bagaimana mata Arga sedikit meredup namun tajam saat mengikuti setiap gerak-gerik Nala yang kini menuju tempat duduknya di barisan depan. Ada rasa perih yang menjalar di hati Tania, sebuah kesadaran pahit bahwa meski ia berada tepat di depan laki-laki itu, hati Arga berada di tempat yang jauh yang tidak bisa ia jangkau.

"Arga," panggil Tania pelan, mencoba menarik kembali perhatian laki-laki itu.

Arga menoleh sebentar, seolah baru saja tersadar dari lamunan pendeknya.

"Ada lagi yang sulit?" tanya Arga dengan nada yang masih tetap sopan, namun formal.

Tania menggeleng perlahan sambil memaksakan sebuah senyuman. Ia kemudian memutar kembali tubuhnya menghadap ke depan, menatap buku matematikanya dengan perasaan yang tidak lagi fokus pada angka-angka.

Arga kembali terdiam di kursinya. Di tengah keramaian kelas yang mulai kembali terisi, ia merasa seperti sebuah pulau yang terasing di tengah samudera luas. Ia terus memperhatikan punggung Nala dari kejauhan, menyadari bahwa ia hanyalah seorang pengamat dalam hidup gadis itu, seorang penjaga janji yang sudah lama kedaluwarsa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!