NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31: Terjun Bebas di Bawah Hujan Peluru

Asap kelabu seketika mengepul dari ventilasi udara, diiringi suara alarm kebakaran yang memekakkan telinga. Guncangan ledakan barusan membuat lampu penthouse berkedip mati-nyala.

​"Araya, merunduk!" teriak Arkanza, menarik Araya ke dalam pelukannya tepat saat kaca jendela raksasa retak dan pecah berkeping-keping akibat gelombang kejut dari lantai bawah.

​Angin musim dingin Zurich langsung menyapu masuk bagaikan pisau es. Leon, tanpa membuang waktu satu detik pun, menendang pintu kamar, menarik dua buah senapan MP5 dari balik sofa, dan melemparkan salah satunya ke arah Arkanza.

​"Lantai 10 hingga 15 sudah dikuasai mereka," lapor Leon cepat, wajahnya kembali menjadi mesin pembunuh tanpa emosi. "Lift penumpang dimatikan, dan tangga darurat pasti sudah dijaga sniper."

​Arkanza menangkap senapan itu dengan satu tangan, matanya menatap Leon dengan kilatan amarah yang belum padam. "Urusan kita belum selesai, Leon."

​"Saya tahu, Tuan. Anda bisa membunuh saya nanti, tapi sekarang biarkan saya menyelamatkan Anda berdua," balas Leon datar. Ia menunjuk ke arah pecahan jendela kaca yang menganga. "Gondola pembersih kaca ada di luar jendela. Kita turun lewat sana."

​Araya segera menyambar laptop dan tabletnya, memasukkannya ke dalam tas ransel anti-air. "Gondola itu dioperasikan secara manual dari atap. Kalau kita naik, kita hanya akan jadi target tembak diam!"

​"Kalau begitu buat benda itu bergerak cepat, Queen," ucap Arkanza sambil menggenggam tangan Araya, menariknya menuju bibir jendela. Ketinggian lantai 25 membuat jalanan di bawah tampak seperti miniatur yang mengerikan.

​Leon melompat lebih dulu, mendarat di atas gondola logam itu dan memberikan tembakan perlindungan ke arah bawah. Arkanza menyusul, memeluk pinggang Araya dan melompat bersamanya. Guncangan keras terjadi saat beban mereka bertiga menimpa gondola kecil tersebut.

​"Sistem kendalinya dikunci dari atap!" teriak Leon sambil menunduk menghindari desingan peluru yang mulai berterbangan dari jendela lantai bawah.

​Araya menempelkan punggungnya pada lantai pelat besi gondola. Tangannya yang gemetar karena udara beku dengan cepat menyambungkan kabel dari tabletnya ke panel mesin gondola.

​"Kau butuh berapa detik?!" bentak Arkanza, membalas tembakan musuh dengan akurasi mematikan meski kakinya terasa ngilu luar biasa.

​"Tiga detik! Berpegangan yang erat!" teriak Araya. Jari-jarinya menekan tombol Enter. "Aku akan melepaskan rem hidroliknya!"

​WUSSS!

​Seketika, gondola itu meluncur jatuh bebas dari lantai 25. Perut Araya terasa seperti tertinggal di atas. Angin menderu kencang, dan pemandangan gedung melesat ke atas. Mereka jatuh seperti batu.

​Pasukan bayaran Keluarga Lin yang berjaga di jendela lantai 15 dan 10 terkejut melihat target mereka meluncur turun dengan kecepatan gila. Mereka bahkan tidak sempat membidik.

​"Araya! Rem sekarang!" perintah Arkanza saat tanah beraspal semakin dekat.

​"Dua lantai lagi!" Araya menatap layar tabletnya yang berkedip merah. "Satu... REM!"

​Araya menarik tuas darurat dan mengeksekusi kode override. Rem hidrolik berdecit keras, memercikkan bunga api yang menyilaukan. Gondola itu tersentak hebat, membuat tubuh mereka hampir terlempar, sebelum akhirnya berhenti secara kasar hanya dua meter dari tanah di area parkir belakang hotel.

​"Keluar! Keluar!" Leon melompat turun, menembak dua penjaga Keluarga Lin yang sedang berjaga di dekat sebuah SUV hitam.

​Arkanza menggendong Araya turun. Tepat saat mereka berlari menuju mobil yang sudah dilumpuhkan penjaganya oleh Leon, pintu belakang hotel hancur didobrak belasan pasukan bersenjata berat.

​"Masuk ke mobil!" teriak Arkanza. Ia berdiri di belakang kap mobil, melepaskan rentetan tembakan untuk melindungi Araya yang masuk ke kursi penumpang dan Leon yang melompat ke kursi kemudi.

​Begitu Arkanza masuk, SUV hitam itu melesat mundur, berputar 180 derajat dengan decitan ban yang memekakkan telinga, lalu menerobos gerbang parkir hingga hancur. Peluru menghujani bodi belakang mobil, meninggalkan jejak penyok yang mengerikan.

​Leon menginjak pedal gas dalam-dalam, menyetir dengan kecepatan tidak masuk akal membelah jalanan kota Zurich yang tertutup salju tipis.

​Di kursi belakang, Arkanza mengisi ulang senjatanya. Ia menatap Araya yang masih mengatur napasnya. "Kau tidak terluka?"

​Araya menggeleng, namun matanya menatap tajam ke arah Leon dari kaca spion tengah. "Kita terputus dari bandara. Mereka pasti sudah memblokir semua rute keluar kota."

​"Kita tidak ke bandara, Nyonya," ucap Leon tanpa menoleh, tangannya lincah memutar setir menghindari truk pengiriman. "Ada safehouse (rumah aman) milik Aditama di dekat lereng Pegunungan Alpen. Kita akan bersembunyi di sana."

​"Milik Aditama?" Araya tersenyum sinis. "Atau milik Kakek Bramantyo?"

​Mobil itu melaju kencang meninggalkan pusat kota, membawa ketegangan yang belum usai. Mereka berhasil lolos dari maut, namun kini Araya dan Arkanza terjebak di dalam mobil bersama pria yang loyalitasnya menjadi misteri terbesar.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!