NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH ENAM

Kanaya terkekeh kecil, ia hampir saja ketahuan jika tak cepat-cepet menutup mulut saat Andra dan Nisrin menatap ke arahnya.

"Bu,... Ayo istirahat dulu, Ibu istirahat di kamar Nisrin aja dulu."

Andra berusaha menarik Samira yang berdiri

mematung menatap suaminya dengan tidak percaya.

Meski sudah tak ada lagi kata yang keluar dari

mulutnya, air mata wanita itu tak berhenti berjatuhan.

"Ayah kamu,... Ayah kamu udah nggak waras, Andra.

Perempuan pelacur itu bikin dia hilang akal. Dia tega nyakitin Ibu demi perempuan murahan itu." Racau Samira saat Andra membawanya pergi dari hadapan sang ayah.

"Udah dulu ya, Bu. Kita istirahat, Ibu perlu istirahat.

Aku anter ke kamar ya,..." Ucap Andra berusaha menenangkan sang ibu.

"Itu aja niat dan tujuan Ayah datang ke sini, Ayah merasa kalian juga punya hak buat tau. Ayah nggak mau pernikahan kedua Ayah dilakukan secara sembunyi-sembunyi seolah aib. Ayah mau kalian tau siapa ibu mertua kalian yang baru. Ayah datang ke rumah ini bukan mau minta izin atau persetujuan, sekali lagi, Ayah cuma mau kasih tau berita ini."

Ucap Daris pada kedua menantunya yang masih berdiri di ruang tengah bersamanya tepat saat pintu kamar Nisrin tertutup.

"Hmmm,..." Gumam Kanaya sambil menghembuskan nafasnya panjang, ia mengusap-usap tengkuknya sambil berdecak pelan.

Wanita itu melipat kedua tangannya di atas dada dan menunduk, berusaha untuk menahan tawanya agar tak menggema di ruang tengah yang mendadak sunyi sepi.

"Kalau gitu Ayah mau pergi dulu, ada banyak hal yang harus kami urus buat pernikahan nanti. Ayah titip Ibu kalian, tolong dijaga dan dirawat. Ayah yakin cepet atau lambat Ibu kalian pasti bisa terima juga pada akhirnya."

"Sebentar, Ayah,...." Pintu kamar Nisrin kembali terbuka dan Andra menghentikan sang ayah yang hendak pergi bersama Esmeralda.

"Ayah yakin sama keputusan ini?" Andra bertanya ragu pada Daris, matanya menatap ke arah Esmeralda dengan penuh curiga.

Dilihat dari sudut mana pun, Esmeralda memang jelas tidak terlihat seperti perempuan tulus yang menikah karena perasaan dan cinta.

Andra yakin kalau ucapan Samira sebelumnya adalah benar bahwa Esmeralda hanya mendekati sang ayah karena motif uang dan harta.

Pria itu jelas tidak ingin ayahnya jatuh ke dalam jebakan dan bisa perempuan ular seperti Esmeralda yang akan menggigit dan meracuninya hingga kurus kering.

Baik secara harta, mau pun kekayaan.

"Yakin. Ayah bahkan nggak pernah seyakin ini sebelumnya seumur hidup,..." Jawab Daris mantap.

Andra terdiam cukup lama, sebelum akhirnya menarik nafas panjang dan menganggukan kepalanya.

"Oke, kalau gitu. Aku nggak bisa banyak melarang, apalagi ini keputusan Ayah." Ucapnya setelah diam cukup lama.

Andra tau bahwa melarang pria seperti Daris yang sedang dimabuk asmara sama sekali tak berguna, ia hanya akan membuang waktu, tenaga dan energinya.

Pria itu akan tetap melakukan apa yang ingin dirinya

lakukan.

Lagi pula, dirinya sendiri yang memang memiliki lebih dari satu istri pun membuat Andra sungkan juga segan untuk melarang sang ayah menikah lagi.

"Ayah pergi dulu, jaga Ibu kamu baik-baik. Ayah baru

akan menemui dia lagi kalau dia udah tenang." Ucap Daris.

Pria itu kemudian membawa Esmeralda pergi dengan tangan mereka yang masih tertaut erat.

Kanaya memperhatikan mereka sambil mengulum senyum, ia kemudian berbalik dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar agar tawa dan bahagianya tak ketahuan.

"It's time for payback, bitches."

Gumam Kanaya sambil menutup pintu, wanita itu tertawa puas seraya melemparkan dirinya ke atas ranjang yang empuk.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!