Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33: KEMURKAAN KEPALA SEKOLAH DAN HANCURNYA SEKTE PEDANG BIRU
Kedatangan Kepala Sekolah Qing Yun bagaikan kedatangan dewa penolong yang murka. Aura yang dipancarkannya tidak lagi pada level Alam Roh, melainkan sudah mencapai Alam Kekaisaran! Perbedaan level yang begitu jauh membuat seluruh udara di sekitar terasa padat dan berat, seolah-olah langit akan runtuh kapan saja.
Naga Emas yang ia tunggangi mengaum lagi, menyemburkan api biru ke langit, membuat suasana malam menjadi terang benderang dan menakutkan.
"K-Kepala Sekolah?!!" Penatua Hei yang tadi begitu sombong dan ganas, kini wajahnya berubah pucat pasi seketika. Kakinya gemetar hebat hingga ia hampir jatuh dari atap. "Ini... ini salah paham! Kami tidak tahu..."
"TIDAK TAHU APA?!" suara Qing Yun meledak, bergema di seluruh penjuru akademi. "Kalian menyerbu masuk ke wilayah akademi pada malam hari, membunuh murid, merusak bangunan, dan ingin menculik murid andalanku! Kalian bilang ini salah paham?!"
Setiap kata yang diucapkan Qing Yun disertai dengan tekanan energi yang menghimpit dada. Para anggota Sekte Pedang Biru yang levelnya rendah langsung jatuh berlutut, mulut mereka berbusa dan tidak bisa bernapas karena terhimpit aura membunuh itu.
"Kami... kami hanya ingin membalas dendam! Raymond membunuh putra dan murid kami!" teriak Penatua Hei mencoba membela diri, meski suaranya pecah dan ketakutan.
"HAH!" Qing Yun mendengus dingin. "Di dunia kultivasi, yang kuat berkuasa. Jika muridmu lemah dan mati, itu salah mereka sendiri. Tapi menyerang akademi orang lain? Itu adalah tindakan perang terbuka!"
Qing Yun mengangkat tangannya perlahan. Energi emas di telapak tangannya berkumpul menjadi bola cahaya yang menyilaukan.
"Karena kalian ingin perang... maka aku akan menghapus nama Sekte Pedang Biru dari peta benua ini mulai malam ini!"
"TI-DAAAAK!!" Penatua Hei berteriak histeris. "Lari! Kita lari semua!"
Ia tahu tidak ada harapan untuk menang. Melawan Kepala Sekolah Qing Yun sama saja dengan bunuh diri. Ia berbalik dan ingin melarikan diri bersama pasukannya yang tersisa.
Namun... terlambat.
"TERLAMBAT!"
Qing Yun menepukkan tangannya ke bawah.
JURUS RAHASIA: TANGAN NAGA YANG MENUTUPI LANGIT!
BOOOOOOMMMMM!!!
Sebuah tangan energi raksasa berwarna emas muncul di langit malam, menutupi seluruh area tempat pasukan Sekte Pedang Biru berada. Tangan itu menekan ke bawah dengan kekuatan yang tak terbayangkan!
AKHHH!!! AAAKKHH!!!
Teriakan kesakitan dan keputusasaan terdengar memilukan. Ratusan orang itu terjepit di antara tekanan energi dan tanah. Bangunan-bangunan di sekitarnya hancur lebur menjadi debu.
Dalam sekejap mata... seluruh pasukan penyerang itu lenyap! Hancur menjadi debu bersama dengan atap-atap bangunan yang mereka pijak.
Hanya tersisa Penatua Hei yang masih bertahan hidup, tapi tubuhnya sudah hancur separuh, darah membanjir dari tujuh lubang indra, dan ia tergeletak tak berdaya di tanah.
Qing Yun melangkah di udara, turun tepat di depan Penatua Hei yang sekarat.
"Kau... kau tidak bisa... membunuhku... Ayahku... adalah..." Penatua Hei masih mencoba mengancam dengan nama keluarganya.
PLAK!
Qing Yun menamparnya sekali saja. Wajah Penatua Hei hancur total, tengkoraknya pecah. Nyawanya melayang seketika.
Masalah selesai. Dalam hitungan detik, ancaman besar itu musnah tanpa bekas.
Raymond yang berdiri di sana menyeka darah di sudut bibirnya, lalu membungkuk dalam kepada Kepala Sekolah.
"Terima kasih atas pertolonganmu, Guru."
Qing Yun menoleh ke arah Raymond. Wajah garangnya berubah menjadi lembut. Ia menepuk bahu Raymond pelan.
"Kau tidak perlu takut. Selama aku masih ada, tidak ada yang berani menyakiti muridku. Kau sudah melakukan pekerjaan yang bagus. Membersihkan sampah-sampah yang sombong itu."
Qing Yun memandang ke arah reruntuhan dan mayat-mayat itu dengan mata dingin. "Besok, aku akan mengirim surat pernyataan perang ke markas utama Sekte Pedang Biru. Kita akan menghancurkan sarang mereka sampai ke akar-akarnya!"