NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah masih hidup?

Sret!

Adira segera memalingkan wajah dengan kasar guna menghindari sentuhan jari kotor pria itu yang terasa menjijikkan di kulitnya. Tatapan bencinya kini terpancar semakin terang-terangan.

"Hahaha! Kau terlalu percaya diri jika mengira aku menculikmu hanya untuk meminta uang tebusan," ucap pria itu sembari menarik kembali tangannya dengan mata berkilat penuh kemenangan.

Ia kembali menyandarkan tubuh ke kursi, menatap Adira dengan pandangan merendahkan. "Seluruh dunia sudah tahu kalau keluargamu bangkrut total. Semua aset kekayaan Sutra Santoso sudah dibekukan hingga tak tersisa sedikit pun. Kau sudah tidak punya apa-apa lagi untuk ditawarkan, Adira."

Pria itu tersenyum miring. "Jadi, menurutmu... jika bukan karena uang, untuk apa aku membawamu ke sini?"

Adira hanya bergeming, tak berniat sedikit pun untuk menyahut.

Tiba-tiba, pria itu mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya ke telinga Adira hingga aroma tembakau yang menyengat menusuk indra penciuman wanita itu.

"Kau ingin tahu satu fakta?" tanya pria itu dengan nada rendah yang licik.

"Fakta apa?" sahut Adira. Suaranya sedikit serak karena tenggorokan yang tiba-tiba terasa kering.

Pria itu menyeringai, tampak menikmati raut wajah Adira. "Ayahmu... Sutra Santoso... dia masih hidup."

Mata Adira membelalak sempurna; pupil matanya bergetar hebat. Seluruh tubuhnya yang basah kuyup kini terasa membeku. Bukan karena air dingin, melainkan akibat guncangan batin yang teramat dahsyat.

"Di mana ayahku? Di mana dia?!" teriak Adira.

Ia berusaha sekuat tenaga meronta, menggoyangkan tubuhnya guna melepaskan tali yang melilit pergelangan tangan dan kaki. Namun, jeratan itu justru semakin mencekik kulit saat ia menariknya dengan paksa. Tali tersebut benar-benar mengunci posisinya di kursi kayu, membuatnya tak berdaya meski amarah dan rasa penasaran meledak-ledak di dalam dada.

Pria itu tertawa kecil. "Apa kau tidak tahu? Suamimu lah yang sengaja menyekapnya untuk membalas dendam padamu. Dia melakukan itu karena kau sudah membunuh adiknya. Apa itu pun kau tidak mengetahuinya?" Pria itu sengaja berbohong, memprovokasi Adira agar wanita itu bersedia membunuh Arlan dengan senang hati.

Adira menatap tajam pria di hadapannya. "Tidak usah memfitnah! Aku tidak akan memercayai apa pun yang kau katakan. Semua itu bohong!" teriaknya, berusaha menepis keraguan yang mulai merayap di hati.

Namun, kalimatnya terhenti seketika saat pria itu mengeluarkan sebuah benda dari saku. Penjahat itu menunjukkan sebuah kalung perak dengan liontin yang sangat unik.

Adira terpaku, seolah jantungnya berhenti berdetak sesaat. "I-itu... tidak mungkin," bisiknya tak percaya.

Ia sangat mengenali kalung itu. Itu adalah kalung milik mendiang ibunya yang selalu dibawa oleh sang ayah. Adira tahu persis bahwa kalung itu tidak ada duanya di dunia karena ayahnya memesan desain khusus tersebut secara eksklusif.

Semenjak ibunya berpulang, sang ayah tidak pernah melepaskan kalung itu. Ke mana pun ayahnya pergi, benda itu selalu ada di dalam saku atau genggamannya.

"Di mana kalian mendapatkan kalung itu?!" teriak Adira kembali sembari meronta.

Matanya tak lepas dari benda berkilau tersebut. Ingin sekali ia meraih kalung itu untuk memastikannya. Namun apa daya, ia tak berkutik dalam ikatan.

Benarkah itu kalung Ayah? Apakah dia benar-benar masih hidup? Batinnya berkecamuk antara harapan yang muncul tiba-tiba dan ketakutan akan kenyataan pahit. Sebab selama ini, ia mengira sang ayah telah tiada.

"Cari tahu pada suamimu, dia pasti lebih tahu," berusaha untuk terus membuat Adira supaya melihat Arlan sebagai musuh.

Dor! Dor! Dor!

Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar.

"Siapa itu?" tanya pria yang sedari tadi mengintimidasi Adira.

Salah satu anak buahnya mengintip keluar. Ia melihat seorang pria tengah memporak-porandakan situasi di luar sana.

"I-itu... sepertinya target kita," lapor si anak buah dengan suara gugup karena ketakutan.

"Apa? Maksud kamu, Kenzo?"

Adira tersentak mendengar nama Kenzo. Ia tahu bahwa orang yang kerap dijuluki Kenzo adalah Tuan Zo, sepupu Arlan.

Bagaimana dia bisa sampai ke sini? batin Adira heran.

"I-iya, Bos. Sepertinya itu dia."

"Mana mungkin! Jelas-jelas aku sudah mengirim orang untuk menghabisinya. Bagaimana mungkin dia masih hidup?!"

"Lagi pula, informasi yang aku dapat, Kenzo itu tidak bisa bela diri! Itu pasti bukan dia!" tambah penjahat itu.

Brak!

1
Damlina 1995
kok gak up2 lagi episode selanjutnya
Emi Sudiarni
iya jdi ngah hebat. akan jdi rumit..
Salsabilah: makasih udah mampir 🥰
total 2 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong up nya
Damlina 1995
up lagi dong eps berikut nya, kalau bis a up sebanyak nya
Damlina 1995
kok belum up lagi cerita nya udah gak sabar ini baca bab selanjutnya
Sari ati
jangan biarkan prosesnya berhasil thor, masak jadinyan anak pras thor
Salsabilah: 😅😅😅 mudah2han nggak jadi🤧
total 1 replies
partini
dasar Arlan PA lebih enk secara alami lebih aman pula ga plus pakai drama murahan pakai ganti oleh musuh-musuh mu aduhh lan lan🤦
partini
busettt dah karena harta Ampe kaya gitu,,nyata ada sih saling bunuh gara" harta. masa di obok" laki"lain Thor menjijikan dong
partini: iya tau Thor ,yg wanita sel telur juga bisa
total 5 replies
partini
jangan di bikin methong sutra dong Thor
Salsabilah: sungguh terlalu 🤧🤧🤧
total 3 replies
Azka Putra
kenapa upnya sekarang lama thorrrr. sedikit pula. nggk kyak pertama kali
Salsabilah: lagi sibuk banget say🤧 insyaallah, malam lagi baru ada kelanjutannya.
total 1 replies
kartini aritonang
yaaa tuhaan. ternyata sutra juga jadi korban . semoga arlan bisa membongkar misteri kematuan anisa , agar dendamnya tidak salah alamat. lanjut thor
Salsabilah: ok say😊😊😊😊
total 1 replies
partini
ahhh sperti itu,,aihhh ini orang pintar sekali Arlan aja ga atau kalau dia itu musuh yg asli Weh Weh
Salsabilah: 🤧🤧🤧🤧 bener
total 1 replies
kartini aritonang
jadi penasaran, siapakah sebenarnya yang dudah membunuh anisa, sutra atau sebastian
Salsabilah: part berikutnya kak🥰 jangan lupa support ya kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Ternyata di balik kematian Anisa ada seorang saudara tiri yg licik
Salsabilah: 😥😥😥 benar kak
total 1 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong 🙏
Salsabilah: sudah update say🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!