NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Cinderella dan pangeran tampan

Malam semakin larut, namun keheningan di koridor lantai dua kediaman Diningrat terusik oleh seberkas cahaya yang mengintip dari celah pintu kamar Siena. Dita, yang baru saja hendak menuju dapur untuk mengambil minum, langkahnya terhenti. Ia melirik jam dinding, sudah pukul sembilan malam.

Dengan ragu, Dita memberanikan diri mengetuk pintu kayu berwarna putih itu. Tak lama, pintu terbuka sedikit, menampakkan wajah mungil Siena yang tampak lelah namun matanya masih terjaga. Di pelukannya, ia mendekap sebuah buku dongeng tebal.

"Untuk apa kamu mengetuk pintu kamarku malam-malam begini?" tegur Siena dengan nada ketus yang menjadi ciri khasnya.

Dita tidak memasukkannya ke hati. Matanya justru tertuju pada buku yang didekap Siena. "Wah, kamu sedang baca buku dongeng ya? Kebetulan, aku suka sekali cerita Cinderella yang bertemu dengan pangeran tampan di pesta dansa!"

Siena mengerutkan kening, rasa ingin tahunya mulai mengalahkan rasa gengsinya. "Kamu tahu ceritanya?"

"Tentu saja. Cinderella itu sangat sabar, meskipun sepatunya tertinggal di tangga istana, sang pangeran tetap mencarinya ke seluruh penjuru negeri karena dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama," tutur Dita dengan nada bercerita yang menghanyutkan.

Siena terdiam sejenak, lalu menyodorkan bukunya. "Apakah... kau mau membacakan dongeng ini untukku?"

"Tentu saja. Sambil kamu mencoba tidur, saya akan menceritakan kisah Cinderella sampai tamat," jawab Dita lembut.

Siena akhirnya membuka pintu lebar-lebar, membiarkan Dita masuk. Dita duduk di sisi tempat tidur, menyandarkan punggungnya pada head board yang empuk, sementara Siena merebahkan diri di atas bantal, menatap Dita dengan penuh minat. Suara Dita mengalun lembut, intonasinya naik turun mengikuti emosi cerita, seolah-olah membawa suasana istana ke dalam kamar itu. Perlahan namun pasti, kelopak mata Siena mulai memberat, hingga akhirnya napasnya teratur dan ia tertidur lelap.

Beberapa saat kemudian, Arjuna tiba di rumah. Langkah kakinya yang berat karena lelah langsung menuju kamar utama, namun ia mengernyitkan dahi saat mendapati kamar itu kosong. Khawatir terjadi sesuatu, ia melangkah menuju kamar Siena.

Saat pintu kamar Siena dibuka perlahan, pemandangan di depannya membuat jantung Arjuna berdesir hangat. Di sana, Siena tertidur pulas di samping Dita. Sementara Dita sendiri telah ikut terlelap dalam posisi duduk bersandar, kepalanya terkulai ke samping sambil tetap memeluk buku dongeng milik Siena.

Arjuna tersenyum sangat tipis. Rasa lelahnya seolah menguap melihat kedamaian di antara istri dan putrinya. Dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak membangunkan Siena, Arjuna meraih tubuh Dita, menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggung istrinya.

Dita tetap tertidur pulas dalam gendongan ala bridal style suaminya. Arjuna membawanya kembali ke kamar utama mereka. Setibanya di sana, ia merebahkan tubuh mungil Dita di atas ranjang dengan sangat perlahan. Namun, saat Arjuna hendak menarik tangannya, jemari Dita tiba-tiba bergerak cepat mencengkeram kerah seragam dinasnya.

"Pangeran tampan... kamu mau ke mana?" igau Dita dalam tidurnya, suaranya terdengar sangat manja dan lembut. "Aku kan Putri Cinderella yang kamu cari... Aku mencintaimu, Pangeran..."

Arjuna terpaku. Ia menatap wajah Dita yang masih terpejam erat. Tiba-tiba, Dita memajukan bibirnya sedikit, seolah-olah di dalam mimpinya ia sedang menanti sang pangeran memberikan ciuman sejati.

Arjuna menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdegup kencang melihat bibir ranum istrinya yang merekah indah di bawah cahaya lampu tidur yang temaram. Hasrat yang selama ini ia tekan kembali membuncah.

"Jangan salahkan aku, Dita. Kau sendiri yang memintaku menciummu," bisik Arjuna dengan suara parau.

Perlahan, Arjuna menundukkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka. Kali ini, ciumannya tidak brutal atau menuntut seperti malam sebelumnya. Ciuman ini terasa begitu lembut, penuh perasaan, dan berlangsung cukup lama. Di alam bawah sadarnya, Dita membalas sentuhan itu dengan lembut, mengira bahwa pangeran tampan dalam mimpinya benar-benar telah datang untuk menjemputnya.

Malam itu, di tengah heningnya kamar, benih cinta yang sempat tertutup luka mulai bersemi kembali melalui sebuah ciuman yang tulus.

*

*

Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden, mengusik tidur nyenyak Dita. Ia mengerjapkan mata berkali-kali, berusaha mengumpulkan kesadarannya yang masih tertinggal di alam mimpi. Namun, saat kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Lho? Bukankah semalam aku di kamarnya Siena? Kenapa sekarang ada di sini?" gumamnya heran sembari memandangi langit-langit kamar utama yang sangat ia kenali.

Ingatannya kembali berputar pada kejadian semalam. Dongeng Cinderella, sepatu kaca, dan... seorang pangeran tampan. Wajah Dita mendadak panas. Ia menyentuh bibirnya dengan ujung jari, merasakan sensasi kenyal dan sedikit berdenyut, persis seperti habis disengat lebah.

"Kenapa ciuman semalam terasa sangat nyata?" batinnya gelisah. Pandangannya kemudian jatuh pada sosok pria yang meringkuk di atas sofa panjang di sudut kamar. Arjuna masih tertidur lelap di sana, masih mengenakan seragam yang sedikit berantakan.

Dita terbelalak. Sebuah pemikiran mengerikan melintas di benaknya. "Jangan-jangan semalam Pak Juna yang memindahkan ku ke sini? Lantas, pangeran tampan yang aku cium itu...?"

Dita segera menyibak selimut dan beranjak dari tempat tidur. Dengan langkah menghentak penuh emosi, ia menghampiri sofa dan mengguncang bahu suaminya itu tanpa ampun.

"Pak! Bangun, Pak! Bapak yang semalam memindahkan aku ke sini, kan?!" teriak Dita tepat di telinga Arjuna.

Arjuna yang masih terbuai mimpi indah hanya melenguh pelan. Matanya masih terpejam rapat. "Hemmm... iya, berisik sekali..." jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.

Dita semakin geram, dadanya naik turun menahan amarah. "Lantas... semalam Bapak juga yang telah... men.... menciumku?!"

"Hemmm... iya..." sahut Arjuna lagi, masih dalam kondisi setengah sadar.

Namun, sedetik kemudian, otak Arjuna seolah tersengat listrik. Kata "mencium" bergema di kepalanya layaknya alarm darurat. Kedua mata Arjuna langsung melotot lebar. Ia tersentak bangun dan mendapati wajah Dita yang sudah memerah padam tepat di depan matanya. Di mata Arjuna, istrinya itu seolah-olah memiliki dua tanduk imajiner yang siap menyeruduknya kapan saja.

"Kau... Kau... DASAR PRIA TUA MESUM!" teriak Dita histeris.

Secara refleks, Arjuna melompat dari sofa dan membekap mulut Dita dengan telapak tangan kirinya yang besar.

"Sshhh! Kecilkan suaramu, Dita! Kau jangan berteriak seperti itu! Nanti Ayah dan Ibu berpikir aku sudah melakukan sesuatu yang aneh-aneh padamu!" bisik Arjuna panik, matanya melirik ke arah pintu dengan was-was.

Dita tidak tinggal diam. Matanya berkilat marah. Karena mulutnya dibekap, ia menggunakan senjata terakhirnya.

HAP!

Dita menggigit telapak tangan Arjuna sekuat tenaga.

"AWWW! Aduh! Sakit, Dit!" Arjuna meringis kesakitan sambil menarik tangannya yang kini berhias bekas gigi rapi milik istrinya.

Dita menatap Arjuna dengan pandangan benci yang meluap-luap. "Kau pria yang sangat menyebalkan! Benar-benar tidak punya sopan santun!"

Tanpa menunggu balasan, Dita menyambar handuknya dan berlari menuju kamar mandi, membanting pintunya dengan keras sebagai tanda protes keras atas "pencurian" ciuman di malam itu. Sementara itu, Arjuna hanya bisa duduk lemas di pinggir sofa, mengelus tangannya yang berdenyut sambil merutuki mulutnya yang terlalu jujur saat mengantuk tadi.

Bersambung...

1
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya kak 🤭
total 1 replies
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yang lainnya ngontrak ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
Fatmawati Ita
buruan lanjut nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!